cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 176 Documents
IMPLEMENTASI TRILOGI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEMBENTUK KARAKTER AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS V MI NURUL MUKHLASIN Kun Nurachadijat; Revika Khoerunnisa; Nur Agnia Rahmah; Mulyana
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.821

Abstract

This study analyzes the implementation of Ki Hajar Dewantara’s educational trilogy Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani in shaping the akhlakul karimah (noble character) of fifth-grade students at MI Nurul Mukhlasin. Amid modern moral degradation, integrating local pedagogical wisdom with Islamic values is crucial. Employing a qualitative case study approach, data were gathered through structured observations, semi-structured interviews with teachers and principals, and documentation analysis. The findings reveal that teachers systematically apply the trilogy: serving as moral exemplars (Ing Ngarso Sung Tulodo), building collaborative and supportive learning environments (Ing Madyo Mangun Karso), and granting constructive autonomy to foster student responsibility (Tut Wuri Handayani). This holistic approach successfully cultivates core virtues, including politeness, honesty, and discipline. The integration of this indigenous pedagogical framework with Islamic character education offers a robust model for contemporary character development in primary Islamic schools. Keywords: Akhlakul Karimah; Character Education; Educational Trilogy; Ki Hajar Dewantara, Madrasah Ibtidaiyah.
LOCAL RELIGIOUS TRADITIONS AND RELIGIOUS MODERATION A PERSPECTIVE OF FIQH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH ANNAHDLIYAH Sahla Mardhiah; Siti Fauziah; Puteri Amelia Rosanti; Jamaluddin
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.822

Abstract

This study discusses local religious traditions and religious moderation from a religious perspective Fiqh Ahlussunnah wal Jama’ah. This study aims to examine the relationship between local religious traditions and the strengthening of religious moderation in the daily lives of Muslim communities in the Indonesian archipelago. This study uses qualitative methods with a library research approach. The results of the study indicate that local religious traditions such as tahlilan, yasinan, haul, Maulid Nabi, and grave pilgrimage are very important as a means to spread religious teachings, strengthen the sense of social solidarity, and strengthen Aswaja values ​​such tawassut (moderation), tawazun (balance), tasamuh (tolerance), and i‘tidal (justice). The thoughts of Imam al-Maturidi and Imam al-Asy'ari also provide a strong theological foundation for developing a moderate stance and rejecting extremism and radicalism. Thus, Fiqh Aswaja Nusantara is able to present a moderate, tolerant, and harmonious model of religiosity within Indonesia's multicultural society.
PENDEKATAN MULTIDISIPLINER DALAM STUDI ISLAM: INTEGRASI PENDIDIKAN, PSIKOLOGI, DAN TEKNOLOGI DI ERA DIGITAL Oki Oktapiani Siregar; Muhammad Iqbal Simanjuntak; Sahat Parulian; Mirsal Angga Sosa Nasution; Mohd Rafiq
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.827

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendekatan multidisipliner dalam studi Islam melalui integrasi pendidikan, psikologi, dan teknologi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan multidisipliner mampu memperluas ruang lingkup studi Islam melalui integrasi lintas disiplin ilmu sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih konstektual terhadap kebutuhan masyarakat modern. Integrasi pendidikan berperan penting dalam mentransformasikan nilai-nilai Islam secara sistematis dan berkelanjutan. Sementara itu, perspektif psikologi memberikan kontribusi signifikan dalam memahami karagteristik kognitif, emosional, serta perkembangan spiritual peserta didik yang memungkinkan terciptanya proses pembelajaran humanis dan adaptif. Peran teknologi menjadi krusial sebagai instrumen yang mendukung inovasi pembelajaran, penelitian, dan dakwah Islam melalui pemanfaatan platform digital dan kecerdasan buatan. Meskipun menawarkan peluang besar seperti peningkatan akses informasi, implementasi ini menghadapi tantangan nyata berupa rendahnya literasi digital, penyebaran informasi keagamaan tidak terverifikasi, serta dampak psikologis penggunaan teknologi yang berlebihan. Oleh karena itu, kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa diperlukan sinergi yang kuat antara pendidikan, psikologi, dan teknologi agar studi Islam dapat terus berkembang secara adaptif dan inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Model integratif ini diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta kemampuan digital dalam menjawab tantangan abad ke-21. Implementasi strategi multidisipliner kolaboratif menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan Islam kontemporer yang relevan di masa depan.
URGENSI PENDEKATAN MULTIDISIPLINER DALAM KAJIAN ISLAM DI ERA MODERN Marnis Khairati Hasibuan; Siti Patimah; Husni Mubarok Nasution; Rahmat Saleh Rangkuti; Mohd. Rafiq
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.829

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi pendekatan multidisipliner dalam studi Islam di era modern. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan transformasi sosial yang berlangsung sangat cepat telah melahirkan berbagai tantangan kompleks yang tidak dapat dipahami secara utuh hanya melalui satu perspektif ilmu. Oleh karena itu, kajian Islam memerlukan dialog dengan berbagai bidang ilmu seperti pendidikan, sosiologi, filsafat, sejarah, antropologi, dan sains agar mampu menghasilkan pemahaman yang lebih luas, kontekstual, dan relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis buku, jurnal ilmiah, dan berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan studi Islam dan pendekatan multidisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multidisipliner memungkinkan kajian Islam tetap adaptif terhadap realitas kontemporer tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Melalui pendekatan ini, ajaran Islam dapat dipahami tidak hanya secara tekstual, tetapi juga secara historis, sosial, dan filosofis. Pendekatan multidisipliner juga berkontribusi dalam mengatasi dikotomi anatara ilmu agama dan ilmu umum yang telah lama berkembang dalam wacana pendidikan. Selain itu, pendekatan ini memperkuat kemampuan berpikir kritis, mendorong keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta menawarkan solusi praktis terhadap berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi masyarakat muslim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting dalam studi Islam modern karena mendukung perkembangan ilmu pengetahuan yang interagtif, memperkuat relevansi keilmuan Islam dan memberikan respons yang lebih komprehensif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini.
KONSEP EMPIRISME DAN PRAGMATISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM siti shofwatul millah; alya wardiana; utami syifa masfu'ah; Syafuri; soesari
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep empirisme dan pragmatisme serta relevansinya pada pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan Islam di era modern yang dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional Islam dengan perkembangan filsafat pendidikan Barat yang dinamis dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat konseptual-analitis. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, serta literatur yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam, empirisme, dan pragmatisme. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis dengan menelaah serta menginterpretasikan konsep yang relevan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empirisme menekankan pengalaman indrawi sebagai sumber pengetahuan dan memberikan kontribusi terhadap pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sedangkan pragmatisme menitikberatkan pada aspek kemanfaatan praktis ilmu dalam kehidupan nyata melalui pembelajaran kontekstual dan pemecahan masalah. Dalam perspektif pendidikan Islam, kedua aliran tersebut memiliki relevansi dalam pengembangan metode pembelajaran yang aktif, aplikatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun demikian, pendidikan Islam tidak dapat menerima empirisme dan pragmatisme secara mutlak karena keduanya memiliki keterbatasan epistemologis dan aksiologis. Maka dari itu, integrasi kedua aliran tersebut harus tetap menjadilkan nilai-nilai tauhid, wahyu, dan akhlak sebagai sumber utama kebenaran dalam Islam. Dengan demikian, integrasi empirisme dan pragmatisme dalam pendidikan Islam dapat menjadi pendekatan alternatif dalam membangun sistem pendidikan yang holistik, yaitu pendidikan yang mampu mengembangkan aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial peserta didik secara seimbang sehingga tetap relevan dengan tantangan global kontemporer tanpa kehilangan identitas keislamannya.
PENGEMBANGAN MATERI GERAKAN SALAT BERBASIS INTEGRASI NILAI KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH DASAR Noer Azmia; Mardhiya Agustina
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.840

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dan praktik ibadah peserta didik. Pengembangan materi pembelajaran gerakan salat dhuha berbasis integrasi nilai kesehatan dilakukan karena materi yang digunakan sebelumnya masih berfokus pada aspek tata cara gerakan salat dan belum mengaitkannya dengan manfaat kesehatan yang relevan bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan materi pembelajaran gerakan salat dhuha berbasis integrasi nilai kesehatan untuk peserta didik kelas IV A sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan dilakukan dengan mengintegrasikan manfaat kesehatan pada setiap gerakan salat dhuha, seperti kelenturan otot, keseimbangan tubuh, kelancaran peredaran darah, serta kesehatan sendi dan postur tubuh, yang disajikan melalui media pembelajaran berupa modul ajar, poster visual, video pembelajaran interaktif, dan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL). Hasil validasi oleh ahli PAI, ahli kurikulum dan pembelajaran, praktisi PAI, serta pemerhati praktik PAI menunjukkan rata-rata persentase kelayakan sebesar 87,47% dengan kategori sangat layak. Hasil implementasi menunjukkan bahwa peserta didik lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan lebih mudah memahami hubungan antara gerakan salat dhuha dan manfaat kesehatan. Evaluasi pembelajaran juga menunjukkan bahwa materi yang dikembangkan mampu mendukung peningkatan pemahaman konsep, keterampilan praktik ibadah, serta kesadaran hidup sehat peserta didik. Dengan demikian, pengembangan materi gerakan salat dhuha berbasis integrasi nilai kesehatan dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual, holistik, dan bermakna di sekolah dasar.
Nilai Mujahadah dalam Tasawuf sebagai Basis Pembentukan Disiplin dan Produktivitas Mahasiswa ilham syafaat; Khabibatul Khoiriyyah; M. Rikza Chamami
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.842

Abstract

This study is motivated by a growing concern in academia regarding a decline in students’ self-discipline and productivity in the digital age, manifested in procrastination, attention deficits, and weak self-control. Ideally, higher education should shape disciplined and productive individuals. However, the reality is that many students are in a crisis of consistency and motivation in their studies. Much of the research on productivity has been predominantly psychological and managerial in its orientation with little research on the spiritual dimension of Islamic thought, particularly Sufism. The novelty of this research is to place the value of mujahadah in Sufism, not only as a spiritual practice, but also as the basis for establishing self-discipline and productive academic ethics. The present study is a qualitative study which uses literature review method to analyze classical and modern Sufi literature related to students’ productivity. The results of the study indicate that the values of self-control, consistency, inner awareness, and spiritual responsibility in mujahadah can contribute to the development of disciplined behavior and sustained productivity among students in the digital age.
PENGARUH METODE ACTIVE LEARNING DAN PENILAIAN FORMATIF TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP DIPONEGORO MAJENANG SYIFA SALSABILA; ellen Prima; M kholikul huda; Eko Puji Antoro; rizal abdul rahman
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode active learning dan penilaian formatif terhadap pembentukan karakter disiplin siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Diponegoro Majenang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Responden berjumlah 27 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1 sampai 4 dengan 30 butir pernyataan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode active learning tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung -1,495 dan sig. 0,148; (2) penilaian formatif berpengaruh signifikan secara parsial terhadap karakter disiplin siswa dengan nilai t hitung 4,731 dan sig. 0,000; (3) secara simultan keduanya berpengaruh signifikan terhadap karakter disiplin siswa dengan F hitung 13,359 dan sig. 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,487 menunjukkan kontribusi kedua variabel sebesar 48,7% terhadap pembentukan karakter disiplin siswa.
STUDI AL-QUR'AN DI ERA SOCIETY 5.0: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Afnita Warni; Leo Kusuma; Muhammad Saleh Nst; Zulhimma
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.851

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era society 5.0 telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berbagai disiplin ilmu, termasuk studi Al-Qur'an, Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Big Data, Internet of Things (IoT), dan platfrom digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan kajian Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan studi Al-Qur'an di era society 5.0, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul, serta merumuskan arah pengembangannya di masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Riview (SLR) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan pada rentang tahun 2022-2026. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan studi Al-Qur'an di era society 5.0 ditandai dengan meningkatnya pemanfaatan Artificial Intelligence, aplikasi digital Al-Qur'an, pembelajaran berbasis e-learnig, digitalisasi tafsir, serta penguatan literasi keagamaan digital. Peluang yang muncul meliputi peningkatan aksesibilitas, personalisasi pembelajaran, kolaborasi akademik global, dan perluasan dakwah digital. Namun demikian berbagai tantangan juga ditemukan, seperti bias algoritma, krisis otoritas keilmuan, fragmentasi interpretasi, kesenjangan literasi digital, dan degradasi interaksi spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan studi Al-Qur'an di era society 5.0 memerlukan intergrasi antara inovasi teknologi, literasi digital Islam, dan nilai-nilai wasathiyah agar transformasi digital tetap sejalan dengan prinsif[prinsif keilmuan Islam.
PENGEMBANGAN MATERI SKI BERBASIS NILAI TOLERANSI PADA MATERI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA DI MADRASAH TSANAWIYAH  MALI-MALI Syaiful Aslami; Mardhiya Agustina
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i02.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis nilai toleransi (tasamuh) pada topik masuknya Islam ke Indonesia di MTs Mali-Mali melalui metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dianalisis secara kualitatif. Berbeda dengan penelitian R&D konvensional yang bertumpu pada data statistik kuantitatif, penelitian ini menekankan pada kualitas substansi rekonstruksi kurikulum (CP dan ATP) serta kedalaman proses internalisasi nilai di ruang kelas. Data diperoleh dari hasil penilaian deskriptif validator ahli, teknik observasi partisipatif, serta wawancara mendalam bersama guru dan peserta didik kelas IX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi yang mengintegrasikan historiografi kritis mampu membedah bias romantisasi sejarah tunggal. Melalui pemaknaan toleransi yang operasional (coexistence, acceptance, mutual respect), produk materi yang dikembangkan terbukti secara kualitatif valid, praktis, dan efektif mengubah penalaran moral siswa dari dogmatis-tekstual menjadi inklusif-kontekstual.