cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
ojsjuragan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ragam Pengabdian
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : 30638011     EISSN : 3063802X     DOI : doi.org/10.62710/juragan
Core Subject : Education, Social,
Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 483 Documents
Meck Dialect and it’s Function in Contributing Language Variation on the Students of Yahukimo Communities at Merauke Nasrawati; Manson Uuk
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/a3r01x53

Abstract

This research discussed about Meck dialect and its function in contributing language variation on the students of Yahukimo community at Merauke. This research applied descriptive qualitative method in revealing the data by using interviews and recordings to the 22 students of Yahukimo community at Merauke. This research found out that the Meck dialect contributing the language variation trough it functions in the society. There were three functions of Meck dialect was found namely cultural identity, group communication, and social marker. There were about 27 words of Meck dialect which was analyzed as the function of the language and it contribute the language variation of the Yahukimo community at Merauke. This research confirms the importance of documenting and revitalizing the Meck dialect in increasingly knowledge of sociolinguistic and to maintain cultural heritage sustainability amid globalization's challenges.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PetroChina International Jabung Ltd. Elsa Wulandari; Novrikasari; Iche Andriyani Liberty; Yuanita Windusari; Rini Mutahar; Anita Rahmiwati
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m8ybgn59

Abstract

Aktivitas fisik merupakan determinan penting produktivitas kerja, terutama pada industri minyak dan gas yang menuntut stamina fisik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap produktivitas kerja karyawan PetroChina International Jabung Ltd. Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Desain penelitian menggunakan cross-sectional terhadap 184 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan produktivitas kerja diukur menggunakan kuesioner produktivitas. Analisis data meliputi univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil menunjukkan mayoritas karyawan memiliki aktivitas fisik sedang (61,4%) dan produktivitas kerja tinggi (63,6%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan produktivitas kerja (Pearson Chi-Square=83,199; p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan aktivitas fisik berpengaruh paling dominan terhadap produktivitas kerja (OR=349,571; 95% CI: 38,897–3141,605; p<0,001) dengan nilai Wald tertinggi (27,329). Model prediksi memiliki akurasi 89,7% dan Nagelkerke R²=0,843. Aktivitas fisik terstruktur yang disesuaikan dengan pola shift kerja direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.
Challenges in Implementing Authentic Assessment in English Language Courses at Higher Education Institutions Monika Gultom
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4a11rp83

Abstract

The application of authentic assessment in English learning in higher education is increasingly considered important because it is able to assess students' communicative skills more clearly and relevant to the context of language use. However, the implementation of this assessment in the classroom still faces challenges that are often not seen in curriculum policies. This research aims to uncover and understand the main challenges faced in the implementation of authentic assessment in English courses in universities, with a focus on lecturers' pedagogical practices, institutional support, and student readiness. This research uses a qualitative approach with a case study design conducted at a university in Jayapura, Indonesia. Data were collected through semi- structured interviews with four English lecturers and eight students who were directly involved in performance-based assessments, then analyzed using thematic analysis. The results of the study show that the implementation of authentic assessment is constrained by the limited understanding of lecturers in designing clear and consistent assessment instruments, limited time and large class sizes, and low readiness of students in understanding assessment criteria. These findings show that there is a significant gap between competency-oriented learning demands and the real conditions of classroom assessment. The novelty of this research lies in the contextual disclosure of how these challenges interact with each other in the higher education environment in areas that are still rarely studied. This research emphasizes the importance of strengthening the role of institutions, increasing the capacity of lecturer assessments, and assessment transparency for students to improve the quality of authentic assessments in English learning in universities.  
Peran Assessment Center dalam Menilai Kompetensi Komunikasi Kerja sebagai Prediktor Produktivitas Karyawan Aptanta Danendra Singky; Meita Santi Budiani
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/c39dy466

Abstract

Komunikasi kerja merupakan aspek krusial dalam dunia organisasi modern karena menentukan efektivitas, efisiensi, serta kualitas hubungan kerja antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi kerja terhadap produktivitas karyawan berdasarkan tinjauan pustaka dari 20 artikel jurnal, terdiri atas 10 jurnal nasional terindeks SINTA dan 10 jurnal internasional terindeks Scopus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi kerja yang baik—baik dalam bentuk komunikasi interpersonal, organisasi, maupun digital—berkontribusi positif terhadap peningkatan produktivitas, motivasi kerja, serta keterlibatan karyawan dalam organisasi. Sejumlah studi mencatat bahwa komunikasi menyumbang proporsi besar dalam variasi produktivitas dan pencapaian kinerja organisasi. Selain itu, perkembangan teknologi dan sistem kerja jarak jauh menuntut bentuk komunikasi yang lebih adaptif dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi kerja yang efektif merupakan strategi penting dalam pengelolaan sumber daya manusia yang berdampak langsung pada keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu membangun sistem komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan didukung oleh teknologi untuk memaksimalkan potensi produktivitas tenaga kerja.
Analisis Moralitas Socrates Dalam Perspektif Filsafat Hukum Kayla Fausta Natania Sada; Amelia; Feybiola Cecilia Mahieu; Yuwono Prianto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7m7n5b26

Abstract

This study examines the concept of morality according to Socrates and its relevance in legal philosophy. It is based on the idea that law is often seen merely as rules, whereas it should also reflect justice and moral values. This research uses a normative legal method with a conceptual approach through literature study. The results show that, according to Socrates, morality is closely related to knowledge and rationality. Virtue is understood as knowledge of the good, meaning that those who understand goodness will act rightly. In legal philosophy, this view emphasises that law cannot be separated from morality. Laws without moral foundations risk losing their sense of justice. Therefore, an ideal law should reflect goodness and justice. In conclusion, morality plays an important role in shaping and evaluating law to ensure it remains fair and relevant in society.
Konstruksi Pesan Dakwah Moderat dalam Isu Perkawinan Lintas Agama: Studi Literatur Hukum Islam Klasik dan Kontemporer Fatiha Ardi Hatta; Samsuriyanto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xx1pqw59

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan konstruksi pesan dakwah moderat dalam isu perkawinan lintas agama melalui studi literatur hukum Islam. Masalah utama difokuskan pada dinamika pesan hukum antara teks klasik dan realitas kontemporer yang dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Prosedur pengumpulan data menggunakan studi pustaka dengan teknik analisis isi yang mengintegrasikan ilmu fikih dan komunikasi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan adanya dialektika antara terminologi ahli kitab dan eksklusivitas klasik yang bersifat protektif dengan terminologi ahli kitab dan inklusivitas kontemporer yang lebih adaptif. Temuan ini menyintesiskan konstruksi pesan dakwah protektif mengenai larangan pernikahan muslimah dengan laki-laki non-muslim sebagai instrumen penjaga akidah yang mutlak. Di sisi lain, terdapat ruang ijtihad dan manajemen risiko dalam dinamika hukum pernikahan laki-laki muslim dengan wanita ahli kitab yang memberikan celah kebijaksanaan melalui pertimbangan maslahat. Ketegasan juga muncul pada batas akidah dan identitas muslim dalam larangan pernikahan laki-laki muslim dengan wanita musyrik guna menjaga kemurnian tauhid dari pengaruh eksternal. Kesimpulannya, komunikasi dakwah moderat yang mengintegrasikan prinsip dan toleransi terwujud melalui dua dimensi utama. Pertama, berupa aspek isi yang menggabungkan ketegasan protektif dengan keluwesan ijtihad untuk membangun resiliensi ideologis umat. Kedua, berupa aspek hasil yang menciptakan harmoni sosial serta kognisi publik yang berimbang di tengah masyarakat plural. Model dakwah ini berhasil menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin tanpa mengorbankan integritas religius. Strategi ini memastikan pesan agama tetap relevan sebagai instrumen transformasi sosial yang menjaga identitas Muslim sekaligus merawat kedamaian dalam ruang publik global yang dinamis.
Pemberdayaan Masyarakat pada Program Pengelolaan Bank Sampah Resik Becik untuk Meningkatkan Kemandirian Kelurahan Krobokan Kota Semarang Lusi Rahmawati; Arini Dwi Cahyani
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qqnejv80

Abstract

Pengelolaan sampah di Kota Semarang menghadapi tantangan serius akibat pertumbuhan penduduk dan rendahnya kesadaran memilah sampah. Kondisi ini mendorong implementasi Program Bank Sampah Resik Becik (BSRB) di Kelurahan Krobokan sebagai inovasi berbasis komunitas yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses, dampak kemandirian (ekonomi, sosial, lingkungan), serta faktor pendukung dan penghambat program BSRB. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pemberdayaan BSRB mengikuti empat tahapan: penyadaran, penguatan kapasitas (capacity building), aksi kolektif, dan keberlanjutan. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi teknis melalui pelatihan daur ulang dan membuka peluang ekonomi alternatif. Proses ini juga diperkuat oleh elemen teori ACTORS. Kesimpulannya, meskipun BSRB signifikan dalam membangun kesadaran dan kompetensi masyarakat, kemandirian penuh masih terbatas. Hambatan utama termasuk partisipasi warga yang selektif (terpusat pada kelompok inti), rendahnya disiplin memilah sampah secara merata, dan ketergantungan operasional pada ketua BSRB.  
Implementasi     Pembelajaran  Hybrid   Berbasis   Teknologi  dan Dampaknya pada Kualitas Pendidikan Mansori; Wensly Peniel Raprap; Muhammad Faizul Husnayain; Tatik Safiqo; Bungsu Keumala Sari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1930mb91

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam metode pembelajaran yang digunakan oleh lembaga pendidikan. Salah satu inovasi yang berkembang adalah penerapan pembelajaran hybrid berbasis teknologi, yaitu model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring melalui pemanfaatan berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran hybrid berbasis teknologi serta dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tenaga pendidik, peserta didik, serta pihak pengelola lembaga pendidikan yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran hybrid berbasis teknologi mampu meningkatkan fleksibilitas, interaktivitas, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penggunaan berbagai media digital seperti platform pembelajaran daring, video pembelajaran, serta forum diskusi online membantu menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan efektif. Selain itu, teknologi juga memudahkan pendidik dalam mengelola materi pembelajaran, memberikan tugas, serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan belajar peserta didik. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran hybrid, seperti keterbatasan akses internet, ketersediaan perangkat teknologi, serta keterampilan digital tenaga pendidik yang masih perlu ditingkatkan.
Peran Orang Tua di Era Globalisasi dalam Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak Riski Dwi Agustina; Thriwaty Arsal
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qx2qqa66

Abstract

Perkembangan era globalisasi dan kemajuan digital membawa perubahan besar dalam pola interaksi anak dengan informasi, termasuk informasi yang berkaitan dengan seksualitas. Kondisi ini menempatkan orang tua pada posisi yang semakin penting sekaligus menantang dalam memberikan pendidikan seksual di dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dijalankan dalam memberikan edukasi tentang pendidikan seksual kepada anak serta bagaimana respons anak terhadap upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pandangan orang tua serta anak dalam konteks kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua telah mulai menjalankan perannya dalam memberikan pendidikan seksual, meskipun masih dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia anak. Materi yang disampaikan umumnya terbatas pada pengenalan tubuh, batasan pergaulan, serta penanaman nilai agama sebagai landasan utama. Praktik penyampaian dilakukan melalui percakapan santai, contoh kasus, dan momen spontan ketika anak bertanya. Peran ibu cenderung lebih dominan, namun tetap terdapat kerja sama dengan ayah dalam pengawasan dan komunikasi. Respons anak bervariasi, mulai dari rasa malu hingga penerimaan yang terbuka, bahkan ada yang memaknainya sebagai bentuk perhatian orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan seksual dalam keluarga merupakan proses yang terus dibentuk melalui komunikasi, pengalaman, serta penyesuaian terhadap tuntutan zaman.
Peran Strategis Tata Usaha dalam Meningkatkan Kedisiplinan Administrasi Peserta Didik di SMK Sinar Husni 2 TR Gusti Aprila Pasaribu; Inom Nasution
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/gth0t670

Abstract

Tujuan–Studi ini bertujuan menganalisis peran strategis tenaga kependidikan Tata Usaha dalam meningkatkan kedisiplinan administrasi peserta didik di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini berfokus pada praktik administrasi peserta didik di SMK Sinar Husni.          Desain/metodologi/pendekatan–Penelitian       ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tenaga kependidikan Tata Usaha dan peserta didik, observasi kegiatan administrasi sekolah, serta studi dokumentasi. Temuan–Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata Usaha berperan strategis dalam meningkatkan kedisiplinan administrasi peserta didik melalui pelayanan administrasi yang terstruktur, sosialisasi prosedur, pengawasan kelengkapan berkas, serta koordinasi dengan wali kelas dan guru. Faktor pendukung peran tersebut meliputi kejelasan SOP, sistem pengarsipan, kompetensi staf, dan dukungan kebijakan sekolah. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana, sistem administrasi manual, beban kerja staf, serta rendahnya kesadaran sebagian peserta didik. Orisinalitas/nilai–Studi ini menegaskan posisi Tata Usaha sebagai aktor strategis dalam pembentukan kedisiplinan administrasi peserta didik, bukan sekadar fungsi pendukung teknis. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian administrasi pendidikan serta menawarkan implikasi praktis bagi penguatan tata kelola administrasi sekolah.