cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 343 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1: Desember 2025" : 343 Documents clear
Keamanan Maritim: Strategi untuk Mengatasi Ancaman di Laut Nusantara Oktaviandra, Yosyea; Soemantri, Asep Iwa; Kurniadi, Anwar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12686

Abstract

Penelitian ini mengkaji kerangka kerja keamanan maritim yang diterapkan Indonesia dalam menanggapi berbagai ancaman di Laut Nusantara. Dengan menggunakan metodologi kualitatif melalui analisis studi kasus di tiga wilayah kritis Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ancaman utama yang dihadapi dan mengevaluasi efektivitas strategi yang telah diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pejabat keamanan maritim, Teknik pengamatan langsung, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman utama meliputi pembajakan, penyelundupan, dan aktivita kejahatan siber yang menargetkan infrastruktur maritim. Strategi yang efektif melupitu peningkatan kompetensi personel keamanan, penerapan teknologi canggih untuk pemantauan dan pengawasan, serta promosi kerja sama internasional. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas keamanan maritim Indonesia sangat bergantung pada harmonisasi kebijakan nasional dengan kerja sama regional, serta kemampuan beradaptasi terhadap inovasi teknologi dan dinamika ancaman yang terus berubah.
Dampak Adanya Perusahaan Tambang Nikel Mempengaruhi Blue Economy Terhadap Masyarakat Pesisir: Studi Kasus Di Kawasan Perairan Pelabuhan Weda Provinsi Maluku Utara Toelihere, Ivan Filbert; Lukman Yudho Prakoso; Endro Legowo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12688

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak keberadaan perusahaan tambang nikel terhadap penerapan blue economy dan implikasinya bagi masyarakat pesisir di kawasan perairan Pelabuhan Weda, Provinsi Maluku Utara. Kawasan ini telah menjadi pusat industri pertambangan nikel yang memanfaatkan wilayah laut sebagai jalur transportasi dan pembuangan limbah. Aktivitas tambang tersebut membawa pengaruh ekonomi yang signifikan bagi daerah, tetapi juga memunculkan risiko bagi ekosistem laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir, khususnya di sektor perikanan dan pariwisata. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan masyarakat lokal, pemangku kepentingan, dan analisis data sekunder mengenai kualitas lingkungan laut serta hasil ekonomi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pertambangan nikel menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah, kerusakan lingkungan seperti pencemaran air laut dan berkurangnya sumber daya ikan mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Dampak negatif ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam penerapan blue economy, yang seharusnya memprioritaskan kesejahteraan sosial-ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan laut. Studi ini merekomendasikan pengetatan regulasi lingkungan pada perusahaan tambang serta pengembangan program rehabilitasi ekosistem laut untuk memastikan sinergi antara aktivitas industri dan prinsip blue economy di Maluku Utara.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Efikasi Diri dan Locus of Control, Dimediasi Motivasi Terhadap Minat Wirausaha Mahasiswa Yanti, Nofarina Maulida; Asruni, Asruni; Rahmayanti, Nida Putri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12693

Abstract

Ketidakseimbangan antara tenaga kerja dan lapangan kerja merupakan masalah kompleks yang dihadapi Indonesia, jumlah angkatan kerja yang terus bertambah tidak diimbangi dengan peningkatan lapangan kerja yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan, efikasi diri dan locus of control, dimediasi motivasi terhadap minat wirausaha mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis PLS-SEM. Jumlah Sampel 125 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Pendidikan kewirausahan terhadap minat berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan, terhadap motivasi sebagai variabel mediasi juga berpengaruh positif dan signifikan. Variabel efikasi diri terhadap minat berwirausaha dan motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan. Untuk variabel Locus Control terhadap Motivasi sebagai variabel mediasi dan minat berwirausaha bepengaruh negatif dan signifikan, Secara keseluruhan, motivasi memiliki pengaruh sangat kuat terhadap minat berwirausaha yang berperan sebagai variabel mediasi. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk menguatkan pembelajaran kewirausahaan dan mendukung pengembangan karakter mahasiswa melalui berbagai pembinaan berkelanjutan
Transformasi Pendidikan Dasar Guru melalui Pelatihan Coding: Jalan Menuju Peningkatan Kualitas SDM di Kotawaringin Timur Novelia, Dea; Heldawati, Ermina; Syamsuri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12697

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar untuk memiliki kemampuan literasi digital dan berpikir komputasional agar mampu menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelatihan coding yang diselenggarakan oleh Disdik Kotim dan HAFECS dapat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder yang diperoleh langsung dari HAFECS, meliputi rundown kegiatan, daftar hadir peserta, dan hasil pelatihan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh beberapa sekolah dasar dengan total puluhan guru, mencakup materi berpikir komputasional, pengenalan block-based coding, integrasi coding dalam pembelajaran tematik, serta penyusunan modul ajar berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan coding memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pedagogik, kreativitas, dan literasi digital guru. Guru mampu merancang pembelajaran yang inovatif serta lebih adaptif terhadap kurikulum Merdeka Belajar. Secara teoritis, temuan ini mendukung konsep Human Capital dan Constructivism Learning dalam pengembangan kompetensi pendidik. Dengan demikian, pelatihan coding dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan profesionalitas guru dan kualitas pendidikan dasar di era digital.
Analisis Strategi Digital Marketing dalam Meningkatkan Daya Saing di Aulia Motor Kabupaten Sidenreng Rappang Alfin, Muhammad; Pratiwi Ramlan; Muh.Tamrin; Adam Latif
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12698

Abstract

Rendahnya pemanfaatan strategi digital marketing pada Aulia Motor Kabupaten Sidenreng Rappang, di mana promosi masih didominasi metode konvensional sehingga kurang efektif menjangkau konsumen baru di era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan strategi digital marketing dalam meningkatkan daya saing usaha serta mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan yang terdiri dari pemilik, karyawan, dan pelanggan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berbantuan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram, berdampak positif terhadap peningkatan visibilitas, jangkauan pasar, serta loyalitas pelanggan. Dari enam indikator digital marketing, yang paling dominan adalah informativeness (24%) dan interactivity (21%). Keduanya berpengaruh terhadap daya saing, terutama pada aspek kualitas produk, keunggulan bersaing, dan harga bersaing. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi digital marketing sebagai instrumen utama peningkatan daya saing UMKM, meskipun masih diperlukan optimalisasi variasi konten hiburan dan konsistensi promosi.
Cost-Benefit Dilemmas in Modern Military Procurement: The Case of Australia’s Nuclear Submarine Program Meli Ruslinar; Marsetio, Marsetio; Asep Adang Supriyadi; Lukman Yudho Prakoso
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12705

Abstract

Artikel ini mengevaluasi dilema biaya-manfaat dari program akuisisi kapal selam bertenaga nuklir Australia melalui pakta AUKUS, yang disepakati dengan Amerika Serikat dan Inggris pada tahun 2021. Meskipun proyek ini diklaim sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan bawah laut Australia di kawasan Indo-Pasifik, berbagai kritik telah muncul terkait lonjakan biaya, ketidakpastian jadwal, dan dampaknya terhadap kebijakan luar negeri. Dengan estimasi biaya mencapai AUD 368 miliar, proyek ini menjadi investasi pertahanan terbesar Australia dalam 30 tahun terakhir. Namun, beban fiskal, ketergantungan teknologi asing, dan keterlambatan pengiriman hingga pertengahan 2030-an menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas jangka pendek sistem pertahanan tersebut. Di sisi lain, meskipun kapal selam nuklir menawarkan keunggulan strategis seperti jangkauan dan ketahanan operasional, dampak geopolitik dan persepsi ancaman dari negara-negara tetangga seperti ASEAN dan Tiongkok berpotensi memperburuk stabilitas regional dan mendorong perlombaan senjata. Selain itu, keterlibatan yang semakin dalam dalam arsitektur pertahanan Amerika Serikat dapat mempersempit ruang diplomasi independen Australia dan mengurangi fleksibilitas posisinya di tengah dinamika Indo-Pasifik yang multipolar. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini menekankan perlunya Australia mengadopsi mekanisme evaluasi pengadaan militer yang lebih adaptif dan berbasis risiko. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kebutuhan penangkalan berteknologi tinggi dengan pendekatan kolaboratif dan efisien dalam membangun ketahanan maritim. Dengan demikian, proyek AUKUS harus dipertimbangkan tidak hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai komponen strategis dalam arsitektur keamanan regional yang menuntut kehati-hatian, fleksibilitas, dan perhitungan geopolitik yang matang.
Geopolitik Thai Canal: Ancaman Atau Peluang Bagi Strategi Maritim Indonesia Arya Pradana, Dimas Gading; Yusnaldi, Yusnaldi; Rudiyanto, Rudiyanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12709

Abstract

Kawasan Asia Tenggara merupakan titik tumpu geopolitik maritim global, dengan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan vital. Wacana pembangunan Thai Canal (Kanal Kra) kembali mengemuka sebagai variabel strategis yang berpotensi mengubah peta maritim dan tatanan kekuatan regional secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implikasi proyek tersebut bagi Indonesia, dengan menjawab pertanyaan utama: apakah Thai Canal merupakan ancaman atau peluang bagi strategi Poros Maritim Dunia (PMD)? Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berjenis studi kasus deskriptif-analitis dan kerangka teori Mandala Kautilya, penelitian ini mengkaji data dari dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Thai Canal berpotensi menjadi ancaman signifikan dengan mendegradasi sentralitas geostrategis Selat Malaka, mengikis pengaruh Indonesia di ASEAN, dan meningkatkan kerentanan keamanan akibat proyeksi kekuatan Tiongkok yang lebih leluasa ke Samudra Hindia. Namun, proyek ini juga dapat berfungsi sebagai katalisator strategis, mendorong Indonesia untuk mendiversifikasi infrastruktur maritim, meningkatkan daya tawar diplomasi, dan merevitalisasi visi PMD menjadi lebih fungsional berbasis kapabilitas. Disimpulkan bahwa dampak Thai Canal bersifat dialektis; ia menjadi ancaman jika direspons secara pasif, namun dapat dikonversi menjadi peluang strategis melalui kebijakan yang proaktif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi strategi maritim Indonesia untuk menghadapi realitas geopolitik baru di kawasan Indo-Pasifik.
Tren Mendaki Gunung sebagai Gaya Hidup Mahasiswa Gen Z Universitas Negeri Makassar Yusuf, Rezkia; Hasnawi Haris; Andi Octamaya Tenri Awaru
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana mahasiswa Gen Z di Universitas Negeri Makassar memaknai aktivitas mendaki gunung, dan 2) bagaimana praktik mendaki gunung direpresentasikan di media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-interpretatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang aktif dalam kegiatan pendakian. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann sebagai dasar untuk memahami bagaimana makna sosial terbentuk melalui interaksi dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena mendaki gunung di kalangan mahasiswa Gen Z memiliki dinamika makna yang beragam. Aktivitas mendaki tidak hanya dimaknai sebagai sarana rekreasi atau pelarian dari rutinitas, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang berperan dalam pembentukan citra diri di ruang digital. Sebagian besar informan menyebutkan bahwa ketertarikan mereka berawal dari ajakan teman, pengaruh media sosial, dan keinginan mengikuti tren yang sedang populer. Namun, terdapat pula mahasiswa yang menilai mendaki sebagai ruang refleksi diri dan cara untuk lebih dekat dengan alam. Media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi sarana utama untuk merepresentasikan pengalaman mendaki melalui unggahan foto, video, dan narasi yang sering disesuaikan agar tampak menarik di mata publik. Sementara lainnya melihat aktivitas berbagi tersebut sebagai bentuk ekspresi diri. Secara keseluruhan, hasil penelitian memperlihatkan bahwa mendaki gunung di kalangan mahasiswa Gen Z tidak lagi sekadar kegiatan fisik, tetapi telah menjadi simbol eksistensi dan konstruksi identitas sosial di era digital. Fenomena ini menggambarkan adanya dialektika antara alam sebagai ruang pengalaman nyata dan media sosial sebagai ruang representasi diri. Kata Kunci : Tren Mendaki Gunung, Gaya Hidup, Mahasiswa Gen Z
Potensi, Resiko, Dan Implikasi Pembangunan Proyek Kra: Sebuah Tinjauan Terhadap Prospek Ekonomi Kawasan Perbatasan Thailand Inayah, Atikah; Muhamad Risahdi; Desi Albert Mamahit
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12714

Abstract

Proyek Kra di Thailand, sebuah wacana megaproyek ambisius untuk menciptakan jalur pelayaran alternatif Selat Malaka, kembali menjadi sorotan di tengah dinamika geoekonomi dan geopolitik Indo-Pasifik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan kualitatif yang komprehensif terhadap potensi, risiko, dan implikasi dari pembangunan Proyek Kra, dengan fokus khusus pada prospek pengembangan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan selatan Thailand. Dengan menggunakan metode studi dokumen, penelitian ini menganalisis berbagai sumber data sekunder, termasuk dokumen kebijakan pemerintah, laporan studi kelayakan, dan artikel jurnal akademik untuk membangun analisis yang holistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks pembangunan yang tajam. Di satu sisi, proyek ini menjanjikan potensi ekonomi transformatif, seperti memposisikan Thailand sebagai hub logistik maritim global, menciptakan efisiensi jalur perdagangan dunia, dan mengakselerasi pembangunan regional. Di sisi lain, proyek ini dibayangi oleh risiko multidimensional yang kritis, mencakup kerusakan lingkungan permanen, potensi jebakan utang (debt trap), konflik sosial terkait pembebasan lahan, serta implikasi keamanan yang dapat membelah negara secara geografis dan memperumit isu separatisme. Disimpulkan bahwa Proyek Kra merupakan sebuah pertaruhan strategis berisiko tinggi dimana potensi keuntungannya terkait erat dengan risiko fundamentalnya. Keputusan untuk melanjutkannya bukan sekadar kalkulasi ekonomi, melainkan sebuah pilihan strategis dengan konsekuensi jangka panjang yang tidak dapat diubah bagi kedaulatan, keberlanjutan lingkungan, dan posisi Thailand dalam tatanan regional.
Geopolitik Terusan Thailand: Implikasi Pergeseran Poros Maritim Asia Tenggara bagi Indonesia Surya Alriandi, Aldy; Abdul Rivai Ras; Moch Jurianto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12723

Abstract

Pembangunan Terusan Thailand merupakan wacana geopolitik transformatif yang berpotensi mengonfigurasi ulang arsitektur maritim Asia Tenggara, yang secara historis terpusat di Selat Malaka. Studi ini bertujuan menganalisis dampak strategis megaproyek tersebut terhadap posisi geoekonomi dan geopolitik Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan pustaka, penelitian ini mengadopsi dua kerangka teoretis: Teori Kekuatan Maritim (Mahan) dan Teori Mandala (Kautilya). Aplikasi Teori Mahan menunjukkan bahwa realisasi kanal ini akan menciptakan choke point buatan baru, secara langsung menantang hegemoni Selat Malaka dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Konsekuensinya adalah potensi pergeseran rute perdagangan global yang dapat mengikis signifikansi strategis dan daya tawar diplomatik Indonesia. Sementara itu, analisis Mandala memetakan konstelasi kepentingan regional, mengidentifikasi Tiongkok sebagai Vijigishu (aktor sentral) yang berupaya memitigasi "Dilema Malaka", dan menempatkan Indonesia, Malaysia, serta Singapura sebagai Ari (rival) yang kepentingannya paling terdampak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Terusan Thailand bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan manuver geopolitik. Hal ini menuntut respons kebijakan adaptif dari Indonesia, termasuk penguatan rute maritim alternatif, peningkatan kesadaran domain maritim (MDA), dan diplomasi proaktif.