cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
journalnusantara130@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Ulil Albab
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28100581     DOI : 10.56799
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisplin menerbitkan artikel bidang multidisiplin, termasuk : Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Agama, Pendidikan, Kesehatan, Teknik, Kebijakan Publik, Pariwisata, Sosial dan Politik, Budaya, Seni, Pertanian, Peternakan, Ilmu Komputer, ilmu humaniora dan bidang ilmu lainnya. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin terbit setiap bulan atau 12 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,429 Documents
Implementasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Kolaborasi KUA-BAZNAS dalam Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kecamatan Pasar Rebo Aura Adinda Putri; Salwa Aulia Fitri; Tasman Tasman
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18371

Abstract

Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) merupakan langkah strategis Kementerian Agama RI dalam mentransformasi peran Kantor Urusan Agama (KUA) dari sekadar pelayanan administrasi pernikahan menjadi penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program PEU melalui kolaborasi KUA Kecamatan Pasar Rebo dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan UMKM. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap penyuluh agama selaku koordinator wilayah serta para pelaku usaha mikro penerima manfaat yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan berbasis digitalisasi birokrasi melalui aplikasi SIMZAD berjalan transparan dengan proses seleksi yang ketat, mengintegrasikan indikator ekonomi dan aspek keagamaan. Bantuan modal usaha sebesar Rp5.000.000,- terbukti memberikan dampak nyata dalam meningkatkan skala operasional UMKM, seperti pengadaan alat produksi pada usaha jasa jahit serta diversifikasi menu pada usaha kuliner. Kendati demikian, efektivitas jangka panjang program masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi aktif peserta dalam forum koordinasi dan keterbatasan literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan personal yang lebih intensif oleh penyuluh agama guna menjaga keberlanjutan usaha dan komitmen pelaku UMKM di lapangan.
Penerapan Nilai-Nilai HAM dalam Pelayanan Paspor dan Pengawasan Keimigrasian Rafli Naufal Arbani; Rizky Aprilia Wibisono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18404

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Direktorat Jenderal Imigrasi memiliki tugas dalam memberikan pelayanan paspor serta melaksanakan pengawasan keimigrasian dengan tetap menjaga perlindungan HAM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai HAM dalam pelayanan paspor dan pelaksanaan pengawasan keimigrasian di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konkret nilai-nilai HAM dalam pelayanan paspor diwujudkan melalui penyediaan fasilitas bagi kelompok rentan, digitalisasi layanan, transparansi prosedur, aksesibilitas pelayanan, serta penerapan tata nilai PRIMA yang menekankan profesionalisme, responsif, integritas, modern, dan akuntabilitas. Sementara itu, dalam pengawasan keimigrasian, penerapan HAM tercermin melalui pelaksanaan pemeriksaan yang profesional, proporsional, dan tidak diskriminatif, serta larangan terhadap tindakan sewenang-wenang dalam penegakan hukum keimigrasian. Penguatan konsep Imigrasi Ramah HAM diperlukan untuk mewujudkan sistem keimigrasian yang mampu menjaga keamanan dan kedaulatan negara sekaligus menjamin penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia secara adil, transparan, dan akuntabel.
Pengaruh Literasi Digital, Tingkat Pendidikan, Kualitas Sanitasi Lingkungan, dan Akses Energi terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di Sulawesi Tengah Mikdar Mikdar; Patta Tope; Kalvin A. Parinding; Rahmat Lasimpala
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18425

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital, tingkat pendidikan, sanitasi lingkungan, dan akses energi listrik terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah periode 2019–2024. Data penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Model telah memenuhi uji asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan koefisien determinasi sebesar 99 persen. Secara parsial, literasi digital dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sanitasi lingkungan berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan akses energi listrik berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan IPM di Sulawesi Tengah lebih dipengaruhi oleh aspek pendidikan dan literasi digital. Sebaliknya, sanitasi lingkungan belum memberikan hubungan yang searah dengan peningkatan IPM, sementara akses energi listrik belum berkontribusi signifikan akibat rendahnya variasi akses antarwilayah.
Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025 Ditinjau dari Aspek Kepastian Hukum, Keadilan Hukum, dan Kemanfaatan Hukum Rafif Ananda Gusti Rafif
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025 berdasarkan tiga tujuan hukum, yaitu kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Dari aspek kepastian hukum, putusan tersebut memberikan kejelasan norma mengenai larangan rangkap jabatan bagi menteri dan wakil menteri yang sebelumnya belum diatur secara tegas sehingga berpotensi menimbulkan multitafsir. Dari aspek keadilan, putusan ini mencerminkan keadilan distributif melalui distribusi kewenangan yang lebih proporsional serta keadilan korektif dengan memperbaiki praktik rangkap jabatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Sementara itu, dari aspek kemanfaatan, putusan tersebut sejalan dengan prinsip utilitarianisme karena mendorong pejabat publik untuk lebih fokus dalam menjalankan tugasnya, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meminimalkan potensi kerugian masyarakat akibat konflik kepentingan. Dengan demikian, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XXIII/2025 tidak hanya memperkuat kepastian hukum, tetapi juga mewujudkan keadilan dan kemanfaatan melalui tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Kondisi Keluarga Broken Home dan Kaitannya dengan Perkembangan Sosial-Emosional Serta Motivasi Belajar Siswa Kelas 4 di SD Negeri 024869 Amanda Wiritanaya; Indri Annisa; Saddam Fathurrachman
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18437

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kondisi keluarga broken home dan kaitannya dengan perkembangan sosial- emosional serta motivasi belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 024869. Pendekatan yang diadopsi adalah mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang menggabungkan pengumpulan dan analisis data kuantitatif melalui kuesioner terhadap 26 siswa, dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap partisipan terpilih. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian temuan, dan penarikan inferensi. Integrasi kedua jenis data dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Temuan empiris mengindikasikan bahwa individu yang berasal dari keluarga broken home cenderung menghadapi tantangan dalam membina interaksi sosial yang konstruktif, memperlihatkan ketidakstabilan emosional, serta mengalami degradasi motivasi belajar yang substansial apabila dibandingkan dengan siswa dari keluarga harmonis. Studi ini merekomendasikan penguatan peran guru sebagai pendamping psikososial dan penyediaan layanan konseling rutin di sekolah untuk membantu siswa dari keluarga broken home mengembangkan resiliensi dan mempertahankan motivasi belajarnya.
Analisis Konsumsi Rumah Tangga Sebagai Cerminan Perilaku Konsumen di Sumatera Utara Berdasarkan Publikasi Badan Pusat Statistik Syairah Juwita Syairah; Miftahul Jannah; Nathasya Regina Gultom; Karendya Zivilia Br Ginting
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi rumah tangga sebagai cerminan perilaku konsumen di Indonesia dengan menggunakan data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui analisis regresi linear sederhana dan perhitungan Average Propensity to Consume (APC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat konsumsi rumah tangga. Semakin tinggi pendapatan yang diterima, semakin besar pula pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga. Selain itu, nilai APC cenderung menurun seiring dengan meningkatnya pendapatan, yang mengindikasikan bahwa rumah tangga berpendapatan rendah mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk konsumsi, sedangkan rumah tangga berpendapatan tinggi memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk menabung. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat pendapatan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam perumusan kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan rumah tangga.
Pengaruh Konten Media Sosial Tiktok Dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare Skintific Pada Mahasiswa Melisa Koesniawati; Herdiyanti Herdiyanti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18454

Abstract

Evolusi platform digital memicu pergeseran fundamental cara konsumen berburu referensi dan menentukan tindakan konsumsi di sektor perawatan kulit (skincare). TikTok kini menjadi instrumen komersial utama bagi korporasi untuk mendistribusikan promosi lewat materi kreatif yang edukatif, komunikatif, dan estetik. Di samping aspek visual tersebut, evaluasi nilai ekonomis tetap memegang peranan krusial saat konsumen menetapkan pilihan transaksi. Riset ini bertujuan menguji dampak konten media sosial TikTok dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk Skintific pada mahasiswa di Kabupaten Tasikmalaya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dihimpun melalui kuesioner kepada 100 responden yang dipilih via teknik purposive sampling. Tahapan analisis data mengandalkan regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil pengujian membuktikan bahwa konten media sosial TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Selaras dengan itu, persepsi harga juga memicu pengaruh positif dan signifikan terhadap tindakan transaksi. Secara simultan, kedua variabel terbukti mengendalikan keputusan pembelian produk Skintific. Temuan ini memperkuat Teori Stimulus-Organism-Response (SOR) dan Teori Perilaku Konsumen terkait kombinasi stimulus digital dan kalkulasi ekonomi produk. Riset ini memperkaya literatur pemasaran digital sekaligus memberi masukan taktis bagi produsen dalam mengoptimalkan konten kreatif dan kebijakan harga.
Kemudahan Keimigrasian bagi Tenaga Kerja Asing dalam Undang-Undang Cipta Kerja: Antara Kepentingan Investasi dan Keadilan Sosial Mas’ud Raihan Ramadhani; Riyan Samutra
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18469

Abstract

Globalisasi ekonomi telah meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan arus investasi lintas negara sehingga mendorong negara-negara untuk mengadopsi kebijakan regulasi yang lebih adaptif dalam meningkatkan daya saing ekonomi. Indonesia merespons tantangan tersebut melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang memperkenalkan berbagai reformasi regulasi, termasuk kebijakan kemudahan keimigrasian bagi tenaga kerja asing. Meskipun kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan investasi dan mempercepat pembangunan ekonomi nasional, keberadaannya juga menimbulkan perdebatan mengenai keadilan sosial dan perlindungan hak tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan kemudahan keimigrasian bagi tenaga kerja asing ditinjau dari perspektif Hak Asasi Manusia dan keadilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan keimigrasian dalam Undang-Undang Cipta Kerja mencerminkan pergeseran paradigma hukum keimigrasian Indonesia dari pendekatan keamanan menuju pendekatan kesejahteraan (prosperity approach). Namun demikian, pergeseran tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan kewajiban konstitusional negara dalam melindungi hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Dalam perspektif Hak Asasi Manusia, pembangunan ekonomi tidak dapat dijadikan dasar untuk mengurangi perlindungan terhadap hak-hak fundamental, khususnya hak atas pekerjaan dan prinsip martabat manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan kemudahan keimigrasian harus dilaksanakan secara proporsional melalui pengawasan yang efektif, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, dan mekanisme transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Keberhasilan kebijakan tersebut tidak hanya diukur dari peningkatan investasi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan melindungi martabat manusia.
Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Perempuan Shift Malam dalam Perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Berdasarkan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia Bella Lestari; Dian Utari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18474

Abstract

Perkembangan industri modern meningkatkan partisipasi pekerja perempuan dalam sistem kerja shift malam yang disertai risiko gangguan kesehatan reproduksi, kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja perempuan shift malam dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia serta pertanggungjawaban hukum pemberi kerja atas pelanggaran perlindungan tersebut. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual berdasarkan teori perlindungan hukum, keadilan sosial, dan efektivitas pertanggungjawaban hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan K3 bagi pekerja perempuan shift malam telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya Pasal 76 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur kewajiban pemberi kerja dalam memberikan perlindungan bagi pekerja perempuan yang bekerja pada malam hari. Perlindungan tersebut mencakup aspek kesehatan, keselamatan, keamanan kerja, dan penyediaan fasilitas pendukung. Namun, pengaturannya masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya mengakomodasi perlindungan kesehatan reproduksi, ruang laktasi, serta risiko psikososial. Selain itu, meskipun pemberi kerja secara normatif dapat dimintai pertanggungjawaban administratif, perdata, dan pidana, implementasinya belum efektif akibat lemahnya pengawasan, rendahnya efek jera sanksi, minimnya kesadaran hukum pekerja, serta belum optimalnya perlindungan terhadap pelapor. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara norma hukum dan praktik di lapangan.
Pengaruh Kompensasi dan Beban Kerja terhadap Kinerja Tenaga Non Medis PPPK Paruh Waktu Abdul Lomri Hidayatulloh; Sri Sudiarti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18526

Abstract

Kinerja tenaga non medis merupakan salah satu faktor penting yang mendukung efektivitas pelayanan rumah sakit. Namun, peningkatan tuntutan kerja yang tidak diimbangi dengan kompensasi yang memadai dapat memengaruhi kinerja pegawai, khususnya pada tenaga non medis Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan beban kerja terhadap kinerja tenaga non medis PPPK Paruh Waktu di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 81 tenaga non medis PPPK Paruh Waktu, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja tenaga non medis PPPK Paruh Waktu dibandingkan beban kerja. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Job Demands-Resources Theory dan Equity Theory dalam konteks manajemen sumber daya manusia sektor kesehatan publik. Hasil penelitian mengindikasikan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil dan proporsional untuk meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, atau kepemimpinan, guna memperoleh model yang lebih komprehensif dalam menjelaskan kinerja pegawai.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9: Agustus 2026 Vol. 5 No. 8: Juli 2026 Vol. 5 No. 7: Juni 2026 Vol. 5 No. 6: Mei 2026 Vol. 5 No. 5: April 2026 Vol. 5 No. 4: Maret 2026 Vol. 5 No. 3: Februari 2026 Vol. 5 No. 2: Januari 2026 Vol. 4 No. 12: November 2025 Vol. 4 No. 11: Oktober 2025 Vol. 4 No. 10: September 2025 Vol. 5 No. 1: Desember 2025 Vol. 4 No. 9: Agustus 2025 Vol. 4 No. 8: Juli 2025 Vol. 4 No. 7: Juni 2025 Vol. 4 No. 6: Mei 2025 Vol. 4 No. 5: April 2025 Vol. 4 No. 4: Maret 2025 Vol. 4 No. 3: Februari 2025 Vol. 4 No. 2: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: November 2024 Vol. 3 No. 11: Oktober 2024 Vol. 3 No. 10: September 2024 Vol. 4 No. 1: Desember 2024 Vol. 3 No. 9: Agustus 2024 Vol. 3 No. 8: Juli 2024 Vol. 3 No. 7: Juni 2024 Vol. 3 No. 6: Mei 2024 Vol. 3 No. 5: April 2024 Vol. 3 No. 4: Maret 2024 Vol. 3 No. 3: Februari 2024 Vol. 3 No. 2: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: November 2023 Vol. 2 No. 11: Oktober 2023 Vol. 2 No. 10: September 2023 Vol. 3 No. 1: Desember 2023 Vol. 2 No. 9: Agustus 2023 Vol. 2 No. 8: Juli 2023 Vol. 2 No. 7: Juni 2023 Vol. 2 No. 6: Mei 2023 Vol. 2 No. 5: April 2023 Vol. 2 No. 4: Maret 2023 Vol. 2 No. 3: Februari 2023 Vol. 2 No. 2: Januari 2023 Vol. 1 No. 11 (2022): Oktober 2022 Vol. 1 No. 12: November 2022 Vol. 1 No. 10: September 2022 Vol. 2 No. 1: Desember 2022 Vol. 1 No. 8: Juli 2022 Vol. 1 No. 7: Juni 2022 Vol. 1 No. 6: Mei 2022 Vol. 1 No. 5: April 2022 Vol. 1 No. 4: Maret 2022 Vol. 1 No. 3: Februari 2022 Vol. 1 No. 2: Januari 2022 Vol. 1 No. 9: Agustus Vol. 1 No. 1: Desember 2021 More Issue