cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
journalnusantara130@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Ulil Albab
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28100581     DOI : 10.56799
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisplin menerbitkan artikel bidang multidisiplin, termasuk : Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Agama, Pendidikan, Kesehatan, Teknik, Kebijakan Publik, Pariwisata, Sosial dan Politik, Budaya, Seni, Pertanian, Peternakan, Ilmu Komputer, ilmu humaniora dan bidang ilmu lainnya. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin terbit setiap bulan atau 12 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,429 Documents
Pengaruh Employee Engagement and Work Environment terhadap Kinerja Karyawan pada Usaha Dagang Intan Purnamasari; Raisa Hillia Aini Syifa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18531

Abstract

Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, khususnya pada usaha yang bergerak di bidang distribusi dan pelayanan. Peningkatan kinerja tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh tingkat keterikatan karyawan terhadap organisasi (employee engagement) serta kondisi lingkungan kerja (work environment). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement dan work environment terhadap kinerja karyawan pada Usaha Dagang DUSEX (Dunia Segar Express). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, Method of Successive Interval (MSI), uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keterikatan karyawan dan kualitas lingkungan kerja merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain serta memperluas cakupan objek penelitian.
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Capaian Akademik Siswa SMK Akuntansi: Peran Mediasi Kesadaran Metakognitif Reni Asmarani; Nurhasan Hamidi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18546

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kecerdasan emosional dan capaian akademik siswa, hubungan antara kesadaran metakognitif dan capaian akademik siswa, serta peran kesadaran metakognitif memediasi kecerdasan emosional dan capaian akademik siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif korelasional serta dilaksanakan secara sensus terhadap siswa kelas XII Akuntansi SMK Negeri 2 Gedangsari. Pengukuran kecerdasan emosional dilakukan menggunakan instrumen Emotional Intelligence Questuinnaire (EI), sedangkan kesadaran metakognitif diukur menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI). Data diperoleh melalui kuesioner untuk mengukur kecerdasan emosional dan kesadaran metakognitif, serta dokumentasi nilai rapor sebagai indikator capaian akademik siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya hubungan positif antara kecerdasan emosional dan capaian akademik siswa, serta hubungan positif antara kesadaran metakognitif dan capaian akademik siswa. Selain itu, kesadaran metakognitif berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kecerdasan emosional dan capaian akademik, yang menunjukkan bahwa keterkaitan kecerdasan emosional dengan capaian akademik juga terjadi melalui kesadaran metakognitif. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan kesadaran metakognitif dalam mendukung peningkatan capaian akademik siswa secara optimal.
Fenomena Magis KopiKlotok: Analisis Persepsi Wisatawan terhadap Elemen Kuliner, Atmosfer Lokasi, dan Kekuatan Digital Word-of-Mouth Khaerul Mukminin; Nining Yulianti; Amin Kiswantoro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18746

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wisatawan domestik membangun persepsi mereka tentang Pengalaman Wisata Berkesan (Memorable Tourism Experience/MTE) di Warung Kopi Klotok, Yogyakarta. Di tengah tren pergeseran menuju ekonomi berbasis pengalaman, Kopi Klotok telah muncul sebagai daya tarik wisata fenomenologis unik yang tidak hanya menjual makanan tradisional, tetapi juga memproyeksikan "fenomena magis" yang berakar kuat dalam otentisitas pedesaan Jawa. Dengan menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann (Eksternalisasi, Objektifikasi, dan Internalisasi), studi kualitatif ini mengeksplorasi bagaimana wisatawan menginternalisasi elemen sensorik dari lingkungan fisik situs (servicescape/foodscape) dan bagaimana Word-of-Mouth digital (e-WOM) memperkuat ekspektasi awal mereka. Temuan menunjukkan bahwa keterikatan yang kuat terhadap tempat (place attachment) dan identitas tempat yang khas diciptakan bersama melalui pengalaman multisensori, termasuk estetika arsitektur warisan Jawa, aroma masakan tradisional yang dimasak dengan kayu bakar, dan interaksi makan bersama, yang secara kolektif mengatasi ketidakpuasan operasional negatif seperti antrean panjang dan kepadatan pengunjung yang berlebihan.
Kajian Musik Pengiring pada Tari Zapin Bengkalis sebagai Identitas Budaya Melayu Riau Gina Yessica Br Simanjuntak; Yoe Anto Ginting; Rahmatika Luthfiana Sholikhah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18838

Abstract

Penelitian ini membahas musik pengiring Tari Zapin Bengkalis sebagai bagian dari identitas budaya Melayu di Riau pada Sanggar Rumah Seni Balai Proco Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian musik pengiring dan menganalisis fungsinya dalam pertunjukan Tari Zapin Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori fungsi musik Alan P. Merriam dan teori struktur musik Bruno Nettl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik pengiring dimainkan secara langsung menggunakan instrumen tradisional seperti gambus, marwas, rebana, dan vokal. Musik berfungsi sebagai pengatur tempo dan ritme tari, pembangun suasana pertunjukan, pendukung ekspresi penari, dan elemen estetika dalam pertunjukan. Struktur musik terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup yang saling terkait dengan gerakan tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik pengiring merupakan elemen utama yang menciptakan kesatuan pertunjukan dan memperkuat identitas budaya Melayu dalam Tari Zapin Bengkalis.
Menelusuri Garis Demarkasi antara Sosiological jurisprudance dan Sosiologi Hukum sebagai Novelty Epistemologis dalam Filsafat Hukum Reno Mandala Putra; Fitriana Dianty; Muhammad Indra Adi Satria Wijaya; Jhonatan Rafli; Elviandri Elviandri
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18873

Abstract

Hubungan antara hukum dan masyarakat melahirkan berbagai aliran pemikiran dalam filsafat hukum, salah satunya sosiological jurisprudance. Namun, aliran ini sering disamakan dengan sosiologi hukum meskipun keduanya memiliki dasar keilmuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan perkembangan sosiological jurisprudance serta menganalisis perbedaannya dengan sosiologi hukum. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan historis yang didukung studi kepustakaan terhadap literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiological jurisprudance berkembang sebagai kritik terhadap formalisme hukum yang memandang hukum secara kaku dan terpisah dari realitas sosial. Pemikiran Eugen Ehrlich tentang living law dan gagasan Roscoe Pound mengenai law as a tool of social engineering menjadi landasan utama aliran ini. Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan sosiological jurisprudance dan sosiologi hukum tidak hanya terletak pada arah pendekatan metodologis, tetapi juga pada aspek epistemologis dan ontologis. Sosiological jurisprudance tetap berakar pada ilmu hukum normatif dengan menjadikan realitas sosial sebagai dasar evaluasi dan pembentukan hukum yang responsif, sedangkan sosiologi hukum berakar pada ilmu sosial yang memandang hukum sebagai fenomena empiris. Temuan ini menegaskan bahwa garis demarkasi keduanya terletak pada rumah epistemologis masing-masing yang menentukan orientasi kajian, metode analisis, dan legitimasi keilmuan yang berbeda.
Gagalnya Homologasi dan Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex): Analisis Yuridis Pembatalan Perdamaian PKPU dalam Putusan Nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg Arya Tirta Kembara
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18876

Abstract

Penelitian ini menganalisis kegagalan homologasi dan kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) melalui pendekatan yuridis normatif terhadap Putusan Nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Semarang. Fokus kajian terletak pada pemenuhan syarat pembatalan perjanjian perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) serta implikasinya terhadap para pihak, khususnya pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan homologasi terjadi karena debitur tidak memenuhi kewajiban sebagaimana disepakati dalam perjanjian perdamaian yang telah disahkan pengadilan. Secara yuridis, putusan pailit yang dijatuhkan telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, namun masih terdapat kelemahan dalam aspek pengawasan pasca-homologasi dan perlindungan hak pekerja. Dampak sosial kepailitan ini sangat signifikan, ditandai dengan pemutusan hubungan kerja massal dan ketidakpastian pemenuhan hak normatif pekerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi regulasi kepailitan untuk menjamin keseimbangan kepentingan antara kreditur, debitur, dan pekerja.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Kelas VII SMP Negeri 5 Kupang Inel Letsama; Yeheskial Nggandung; Retno Hernawati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18889

Abstract

Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Negeri 5 Kupang, khususnya pada Kelas VII masih banyak yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran yang ditetapkan dan salah satu faktor internal yang sangat berpengaruh adalah motivasi belajar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas VII SMP Negeri 5 kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yang berjumlah 64 responden (siswa). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa nilai thitung sebesar 4,109 ≥ ttabel 1,669 yang arti ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas VII SMP Negeri 5 Kupang. Uji koefisien determinasi, terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Ilmu pengetahuan sosial di SMP Negeri 5 Kupang sebesar 21,4% sisanya di pengaruhi oleh variabel lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya motivasi belajar dan guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode pembelajaran yang menarik, pemberian penghargaan dan dukungan belajar agar hasil belajar siswa dapat meningkat dengan optimal.
Kekosongan Pengaturan Online Dispute Resolution sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Indonesia Marsela Marsela; Satriya Nugraha
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18909

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk transaksi elektronik yang berpotensi menimbulkan sengketa hukum. Kondisi tersebut melahirkan Online Dispute Resolution (ODR) sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekosongan pengaturan ODR dalam sistem hukum Indonesia serta urgensi penguatan regulasi guna mendukung efektivitas penyelesaian sengketa di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, belum terdapat pengaturan khusus yang mengatur pelaksanaan ODR secara komprehensif. Kekosongan pengaturan tersebut terlihat pada aspek definisi, prosedur pelaksanaan, pembuktian digital, dan kekuatan hukum hasil penyelesaian sengketa secara daring. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan bagi para pihak, dan mendukung optimalisasi ODR sebagai alternatif penyelesaian sengketa di era transformasi digital.
Analisis Sosiologi Hukum terhadap Fenomena Gelandangan dan Pengemis di Masyarakat Muhammad Fauzan Noor; Akhmad Maulidina Noor Rachman; Muhammad Aini
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18911

Abstract

Fenomena gelandangan dan pengemis di ruang publik mencerminkan disharmoni mendalam antara konstruksi normatif hukum dan realitas sosial yang dialami kelompok marginal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketegangan antara norma hukum dengan realitas sosial, menjelaskan fenomena tersebut melalui kerangka sosiologi hukum, mengevaluasi fungsi hukum antara represi dan emansipasi, mengidentifikasi faktor kausalitas struktural multidimensional, serta merumuskan implikasi kebijakan berbasis pendekatan hak asasi manusia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, khususnya Pasal 34 UUD 1945 dan Perda Kota Banjarmasin Nomor 12 Tahun 2014, serta literatur akademik relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelandangan dan pengemis merupakan produk tekanan struktural berupa kemiskinan kronis, disintegrasi keluarga, dan urbanisasi tidak terencana, sebagaimana dijelaskan melalui Strain Theory, Social Control Theory, dan Anomie Theory. Pendekatan hukum yang dominan bersifat represif terbukti tidak efektif dan melanggengkan kriminalisasi kemiskinan. Fungsi emansipatoris hukum belum terwujud optimal akibat lemahnya koordinasi antarlembaga. Penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan rekonseptualisasi paradigma hukum menuju pendekatan rehabilitatif, restoratif, dan berbasis hak, termasuk adaptasi regulasi terhadap fenomena cyber begging yang terus berkembang.
Definisi Ketertiban Umum dalam Pelaksanaan Putusan Arbitrase Internasional (Perbandingan Antara Indonesia, Negara-Negara Asia dan Prancis) Yohan Kurnia Pasca Yohan; Tasya Gita Irwanda; Fahri Erlangga; Yemima Maharani Natassia; Diani Sadiawati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18962

Abstract

Pelaksanaan eksekusi putusan arbitrase merupakan tujuan utama dari setiap sengketa arbitrase internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan definisi ketertiban umum dalam hukum arbitrase di Negara-negara Asia dan Prancis Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan komparatif, dengan membandingkan rezim arbitrase di Indonesia, Negara-negara Asia dan Prancis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, dengan analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan putusan arbitrase internasional sangat dipengaruhi oleh tingkat intervensi pengadilan dan penafsiran ketertiban umum. Bahwa Indonesia menggunakan ketertiban umum dalam arti yang luas, sehingga mekanisme penolakan eksekusi arbitrase internasional berdasarkan Pasal 66 huruf (c) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, menimbulkan ketidakpastian hukum. Sebaliknya, Negara-negara Asia dan Perancis dalam penelitian ini telah mengadopsi UNCITRAL Model Law dan menerapkan pembatasan yang sangat ketat terhadap alasan penolakan eksekusi arbitrase internasional, khususnya dalam menafsirkan ketertiban umum hanya pada pelanggaran serius terhadap prinsip hukum yang mendasar. Oleh karena itu bahwa diperlukan pembaharuan hukum di Indonesia guna memperjelas batasan ketertiban umum secara restriktif sehingga tercipta kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan dunia internasional terutama kepercayaan investor asing untuk melakukan investasi di Indonesia.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9: Agustus 2026 Vol. 5 No. 8: Juli 2026 Vol. 5 No. 7: Juni 2026 Vol. 5 No. 6: Mei 2026 Vol. 5 No. 5: April 2026 Vol. 5 No. 4: Maret 2026 Vol. 5 No. 3: Februari 2026 Vol. 5 No. 2: Januari 2026 Vol. 4 No. 12: November 2025 Vol. 4 No. 11: Oktober 2025 Vol. 4 No. 10: September 2025 Vol. 5 No. 1: Desember 2025 Vol. 4 No. 9: Agustus 2025 Vol. 4 No. 8: Juli 2025 Vol. 4 No. 7: Juni 2025 Vol. 4 No. 6: Mei 2025 Vol. 4 No. 5: April 2025 Vol. 4 No. 4: Maret 2025 Vol. 4 No. 3: Februari 2025 Vol. 4 No. 2: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: November 2024 Vol. 3 No. 11: Oktober 2024 Vol. 3 No. 10: September 2024 Vol. 4 No. 1: Desember 2024 Vol. 3 No. 9: Agustus 2024 Vol. 3 No. 8: Juli 2024 Vol. 3 No. 7: Juni 2024 Vol. 3 No. 6: Mei 2024 Vol. 3 No. 5: April 2024 Vol. 3 No. 4: Maret 2024 Vol. 3 No. 3: Februari 2024 Vol. 3 No. 2: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: November 2023 Vol. 2 No. 11: Oktober 2023 Vol. 2 No. 10: September 2023 Vol. 3 No. 1: Desember 2023 Vol. 2 No. 9: Agustus 2023 Vol. 2 No. 8: Juli 2023 Vol. 2 No. 7: Juni 2023 Vol. 2 No. 6: Mei 2023 Vol. 2 No. 5: April 2023 Vol. 2 No. 4: Maret 2023 Vol. 2 No. 3: Februari 2023 Vol. 2 No. 2: Januari 2023 Vol. 1 No. 11 (2022): Oktober 2022 Vol. 1 No. 12: November 2022 Vol. 1 No. 10: September 2022 Vol. 2 No. 1: Desember 2022 Vol. 1 No. 8: Juli 2022 Vol. 1 No. 7: Juni 2022 Vol. 1 No. 6: Mei 2022 Vol. 1 No. 5: April 2022 Vol. 1 No. 4: Maret 2022 Vol. 1 No. 3: Februari 2022 Vol. 1 No. 2: Januari 2022 Vol. 1 No. 9: Agustus Vol. 1 No. 1: Desember 2021 More Issue