cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 253 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2: Februari 2026" : 253 Documents clear
Pengaruh Narsisme Ceo, Tata Kelola Perusahaan, Risiko Perusahaan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Penghindaran Pajak Pika, Pika; Sihono, Agus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12951

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara narsisme CEO, ukuran dewan komisaris, direksi perempuan, kesulitan keuangan, risiko perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak. Dengan menggunakan metode purposive samping pada populasi perusahaan, sehingga mendapat sampel sesuai dengan kriteria sebanyak 40 perusahaan pada sektor basic material yang tercatat di BEI pada periode 2021-2023 dengan 120 laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda, analisis data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak analisis statistik. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa narsisme CEO, ukuran dewan komisaris, direksi perempuan, kesulitan keuangan, risiko perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh simultan terhadap penghindaran pajak. Kemudian, kesulitan keuangan, risiko perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak, sedangkan narsisme CEO, ukuran dewan komisaris dan direksi perempuan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Dalam konteks ini, manajer bertujuan untuk mengurangi beban pajak perusahaan guna mempertahankan kinerja dan meringankan beban keuangan, meskipun langkah ini dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan pajak. Dengan demikian, posisi dan karakteristik keuangan perusahaan memengaruhi teknik penghindaran pajak, meskipun faktor-faktor pribadi seperti narsisme CEO dan keberagaman gender di dewan direksi belum terbukti memiliki dampak substansial terhadap perilaku oportunistik agen.
Peran Kepercayaan Diri Sebagai Moderator Antara Pola Asuh Otoriter Dan Kecemasan Berbicara Pada Remaja Rahmattika Munafaroh Panca Putri; Zahro Varisna Rohmadani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12952

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana kepercayaan diri dapat berfungsi sebagai variabel moderator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan berbicara pada remaja di Kapanewon Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain yang bersifat analisis korelasional serta regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Sebanyak 100 remaja berusia 15 hingga 18 tahun dipilih sebagai subjek melalui teknik Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan meliputi skala kecemasan berbicara dari McCroskey (2015), skala pola asuh otoriter dari Santrock (2014), dan skala kepercayaan diri dari Lauster (2015). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data normal, tidak terdapat multikolinearitas, dan tidak terdapat heteroskedastisitas. Dari analisis regresi, diketahui bahwa pola asuh otoriter mempunyai pengaruh signifikan terhadap kecemasan berbicara (p < 0,05), selain itu kepercayaan diri juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kecemasan berbicara (p < 0,05). Sementara itu, pola asuh otoriter berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri (p < 0,05). Namun kepercayaan diri tidak berfungsi sebagai moderator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan berbicara (p > 0,05). Nilai R² yang diperoleh sebesar 0,723 menunjukkan bahwa kombinasi dari pola asuh otoriter dan kepercayaan diri memberikan kontribusi sebesar 72,3% terhadap kecemasan berbicara. Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memiliki pengaruh langsung terhadap kecemasan berbicara tanpa adanya moderasi dari kepercayaan diri.
Diversitas Kupu-Kupu (Lepidoptera) di Taman Kayu Putih Kota Pekanbaru Sebagai Rancangan Poster Pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA Nadya Fitri Fadilla
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas kupu-kupu (Lepidoptera) di kawasan Taman Kayu Putih Kota Pekanbaru dan menghasilkan rancangan poster yang valid pada pembelajaran biologi SMA berdasarkan hasil penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode jelajah dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada kawasan Taman Kayu Putih Kota Pekanbaru dan dilanjutkan proses analisis serta identifikasi di Laboratorium PMIPA Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman kupu-kupu di Taman Kayu Putih Kota Pekanbaru tergolong sedang dengan indeks keanekaragaman 1,92, serta hasil rancangan poster keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di Taman Kayu Putih Kota Pekanbaru sangat valid dan dapat digunakan sebagai sumber belajar pada materi keanekaragaman hayati kelas X.
Kajian Interaksi Simbolik Penggunaan Nail Art Dalam Pembentukan Kepercayaan Diri Perempuan Priscilia, Brenda; Winayanti, Ratna Devy
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12981

Abstract

Tren nail art mencerminkan transformasi budaya kecantikan modern, di mana aspek estetika berpadu dengan ekspresi identitas dan komunikasi nonverbal. Lebih dari sekadar ornamen visual, nail art mengandung dimensi sosial dan psikologis yang berperan penting dalam pembentukan citra diri serta kepercayaan diri perempuan. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada aspek estetika dan emosional, dengan perhatian empiris yang terbatas terhadap nail art sebagai bentuk interaksi interpersonal dan pembentukan makna sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis makna simbolik nail art dalam pembentukan kepercayaan diri perempuan melalui perspektif teori interaksi simbolik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap sepuluh artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2021 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nail art berperan penting dalam proses representasi diri dan pembentukan identitas sosial perempuan. Secara sosial, nail art menjadi medium ekspresi nilai, kepribadian, dan status sosial, sedangkan secara psikologis, praktik ini meningkatkan rasa percaya diri, penghargaan diri, dan kesejahteraan emosional. Temuan lintas budaya menunjukkan variasi makna sesuai konteks sosialnya, namun secara umum nail art dipahami sebagai simbol pemberdayaan dan afirmasi diri perempuan. Penelitian ini mengisi kekosongan kajian yang selama ini lebih menekankan aspek estetika nail art, dengan menghadirkan pendekatan interaksi simbolik untuk memahami dimensi sosial dan gender dari praktik kecantikan tersebut. Dengan demikian, nail art dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang mengintegrasikan aspek estetika, sosial, dan psikologis dalam pembentukan identitas serta kepercayaan diri perempuan di masyarakat kontemporer.
Relevansi Konsep Insan Kamil dengan Tujuan Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Modern Rohma, Allifatur; Khodijah Amatulloh Sholihat; Yanti Yuniarti; Mohammad Solihin; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12983

Abstract

Perubahan sosial kontemporer ditandai oleh digitalisasi, konektivitas, dan tuntutan kompetensi global mendesak sistem pendidikan Islam untuk meninjau kembali tujuan dasarnya agar tetap relevan secara moral, intelektual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan memetakan relevansi operasional konsep Insan Kamil yang berakar pada tasawuf Ibn ‘Arabī dan al-Jīlī dengan rumusan tujuan pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial modern Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), berfokus pada analisis konseptual dan filosofis terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil temuan menegaskan bahwa Insan Kamil berfungsi sebagai matriks normatif dan operasional yang mengharmonikan dimensi intelektual, moral (adab/akhlaq), dan kemasyarakatan (‘amal) dalam kerangka tauhid. Konsep ini menuntut integrasi wahyu, akal, dan pengalaman, sehingga kualitas Ilahi tercermin dalam karakter dan praktik sosial. Secara praksis, hal ini meniscayakan empat poros: integrasi ilmu berbasis tauhid, pembentukan adab sebagai inti, tazkiyah dan tahqīq sebagai metode, serta etika kekhalifahan di ekologi digital. Kesimpulannya, Insan Kamil memberikan orientasi yang mampu menjawab krisis adab dan fragmentasi ilmu, serta membentuk profil lulusan yang kritis, beretika, dan berdaya cipta dalam masyarakat plural.
Implementasi Nilai-Nilai Tarbiyah dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Islam Fauzi Nurjaman; Abimanyu Panurat; Irawan, Wahyudi Saputra; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13010

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi nilai-nilai Tarbiyah dalam proses pembelajaran Pendidikan Islam sebagai upaya fundamental membentuk peserta didik yang berkarakter dan berkepribadian Islami di tingkat dasar. Menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif, kajian ini berfokus pada analisis konsep Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib serta relevansinya dengan tantangan kontemporer, terutama pengaruh budaya digital dan inkonsistensi guru. Hasil sintesis literatur menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam terletak pada peran guru sebagai Murobbi Sejati, yang diwujudkan melalui keteladanan (uswah) dan pembiasaan disiplin (shabr). Selain itu, optimalisasi Ta’dib dalam kerangka Kurikulum Merdeka esensial untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual secara holistik, menjadikannya solusi untuk melawan problem rendahnya minat belajar dan kesulitan membaca Al-Qur'an pada siswa. Kesimpulannya bahwa Model Tarbiyah merupakan fondasi pedagogis yang paling efektif untuk mencapai Insan Kamil, menuntut adaptasi strategi pembelajaran yang didukung teori inovatif seperti Andragogi.
Penerapan Prinsip Maqasid Al-Shari'ah Dalam Kurikulum Untuk Menghadapi Tantangan Zaman Digital Ghozali, Imam; Suwadi Pranoto; Miswan; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13019

Abstract

Pendidikan Islam di era digital berada di persimpangan antara kemajuan teknologi dan krisis kemanusiaan. Kemajuan ini memicu disorientasi nilai, di mana tantangan utamanya bukanlah kekurangan pengetahuan, tetapi 'kehilangan kebijaksanaan' sebuah kondisi di mana akal berfungsi tanpa akhlak, dan ilmu berkembang tanpa ruh adab. Menjawab krisis ini, penelitian filosofis-kepustakaan ini menegaskan Maqasid al-Shari‘ah (hifz al-din, ‘aql, nafs, nasl, mal) sebagai paradigma alternatif yang integral. Maqasid direkonseptualisasi dari sekadar prinsip hukum menjadi 'fondasi filosofis' untuk kurikulum yang menjembatani teknologi dan kemanusiaan. Inti terapinya adalah integrasi ‘aql (akal), qalb (hati), dan adab (moralitas) untuk mendefinisikan ulang kecerdasan: berpikir kritis bukan lagi sekadar berpikir logis, melainkan 'berpikir dengan tanggung jawab moral dan spiritual'. Tujuan akhir kurikulum ini adalah membentuk insan kamil, sebuah upaya untuk tidak hanya mencerdaskan manusia, tetapi 'memanusiakan kecerdasan' itu sendiri
Prinsip Tauhid Sebagai Landasan Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Kurikulum Fatoni Aziz; Darul Ihsan; Abbas, Ibnu Abbas; Sabaruddin Ado; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13020

Abstract

Penelitian ini didasari oleh sebuah renungan diagnostik atas krisis ontologis dalam pendidikan Islam modern, di mana dikotomi antara ilmu agama dan sains telah menyebabkan ilmu kehilangan jiwa spiritualnya dan berorientasi pada sekularisasi yang tidak utuh. Dengan mengadopsi pendekatan kajian pustaka kualitatif menelusuri gema pemikiran Al-Attas, Al-Faruqi, dan narasi kontemporer studi ini bertujuan untuk menegaskan kembali hakikat Tauhid sebagai fondasi filosofis dan epistemologis yang menautkan wahyu dan akal dalam satu kesatuan makna yang otentik (unity of knowledge). Hasilnya menunjukkan bahwa Tauhid bukan sekadar teori, melainkan sebuah kompas etis yang mengarahkan seluruh kurikulum pada tujuan aksiologis tertinggi: pembentukan Insan Kamil yang beriman, berilmu, dan beradab. Kesatuan ini menjadi perangkat spiritual yang esensial, memungkinkan peserta didik untuk tetap waspada dan berpihak pada kemaslahatan di tengah tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, sehingga ilmu dan teknologi tidak menjadi alat dehumanisasi, melainkan sarana untuk meraih ridha Ilahi.
Dialog Krisis Filsafat Pendidikan Islam dengan Pemikiran Pendidikan Progresif John Dewey Mada Yudha Sasana; Addinul Subhan; Roni Nuryusmansyah; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Transaksi (Transaction) antara Filsafat Pendidikan Islam dan Instrumentalisme John Dewey, dengan hipotesis bahwa sintesis keduanya dapat mengatasi Kesulitan yang Dirasakan (The Felt Difficulty) dalam pembentukan karakter adaptif di era modern. Dengan menggunakan metode komparatif-kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa kesamaan tujuan dalam mencapai Pertumbuhan (Growth) individu yang utuh dapat diwujudkan melalui Instrumentalisme pedagogis. Pendekatan berbasis Pengalaman Nyata ala Dewey berfungsi sebagai alat fungsional untuk menguji dan mengaplikasikan nilai-nilai normatif Islam, memindahkannya dari ranah kepatuhan pasif menjadi Berpikir Reflektif (Reflective Thinking) yang aktif. Hasilnya adalah sebuah model Rekonstruksi Pengalaman yang holistik, di mana spiritualitas diperkuat oleh Kecerdasan Sosial (Social Intelligence) siswa. Dengan demikian, integrasi ini menawarkan kerangka pendidikan yang relevan dan inklusif, yang siap membekali generasi mendatang dengan karakter moral yang berdaya guna dalam menghadapi dinamika sosial yang plural dan senantiasa berubah.
Kajian Literatur Tentang Kebijakan Monopoli Distribusi BBM dan Implikasinya terhadap Tata Kelola Pemerintahan di Indonesia Ramadhani , Anindya Maharani Putri; Noorwinanda, Muchammad Navis Roihan Daru; Aditya, Viky; Wjayana, Fajar Septian
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13034

Abstract

Indonesia masih sangat bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai sumber energi utama, dengan porsi impor mencapai sekitar 60%. Ketergantungan tinggi ini menimbulkan risiko strategis seperti kerentanan terhadap fluktuasi harga global dan ancaman bagi ketahanan energi nasional. Sebagai upaya menjaga pasokan, pemerintah menunjuk Pertamina sebagai distributor tunggal BBM bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO) yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. Namun, kebijakan monopoli ini menuai kritik karena dianggap berpotensi menimbulkan inefisiensi dan menghambat persaingan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan monopoli distribusi BBM terhadap prinsip good governance di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus, melalui analisis data model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan bahwa penunjukan Pertamina memiliki legitimasi hukum yang kuat dan mampu menjaga stabilitas pasokan energi, terutama di wilayah terpencil. Meski demikian, kebijakan ini menimbulkan tantangan berupa minimnya kompetisi, inefisiensi, serta lemahnya transparansi dan akuntabilitas. Kesimpulannya, kebijakan ini penting untuk menjamin ketersediaan energi, tetapi perlu penguatan tata kelola agar tercapai prinsip good governance.

Page 11 of 26 | Total Record : 253