cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 265 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3: April 2026" : 265 Documents clear
Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Sebagai Mitra Epistemik Dalam Pengembangan Fiqh Muamalah Muhammad Faqih Ainurrokhim; Achmad Muhaini; Anwar Ma’rufi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15894

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi keuangan digital telah secara signifikan meningkatkan kompleksitas fiqh muamalah kontemporer, terutama dalam konteks integrasi sistem berbasis data dan algoritma. Artikel ini menegaskan urgensi memposisikan Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar sebagai instrumen teknis, melainkan sebagai mitra epistemik dalam pengembangan yurisprudensi ekonomi Islam. Tujuannya adalah menjelaskan bagaimana AI dapat berkontribusi terhadap proses hukum tanpa menggeser otoritas normatif mujtahid dan institusi fatwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif berbasis teori hukum Islam yang diperkaya dengan kerangka maqāṣid al-sharī'ah, serta melakukan pemetaan epistemologis untuk menempatkan AI dalam hierarki sumber dan metode nalar uṣūl al-fiqh. Analisis hukum komparatif juga dilakukan untuk memahami bagaimana AI dioperasionalkan dalam sistem hukum kontemporer sebagai konteks evaluatif. Temuan menunjukkan bahwa AI tidak dapat diposisikan sebagai mujtahid independen karena ketiadaan intensionalitas moral, kapasitas etis, dan akuntabilitas hukum. Namun demikian, AI memiliki potensi signifikan sebagai instrumen analitik berbasis data yang memperkuat ijtihad kolektif, khususnya melalui deteksi pola, pemodelan risiko, dan evaluasi dampak berbasis maqāṣid pada produk keuangan kompleks. Artikel ini mengusulkan model istinbāṭ kolaboratif manusia–AI yang menempatkan AI secara augmentatif, bukan substitutif, serta merekomendasikan pengembangan kerangka pengelolaan etis bagi integrasi lembaga AI dalam fatwa dan regulasi keuangan Islam.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Tanjung Lubuk Kholidan Kholidan; Bukman Lian; Muhammad Juliansyah Putra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15900

Abstract

This study aims to examine and analyze the influence of transformational leadership and principals’ work motivation on teachers’ performance at public junior high schools in Tanjung Lubuk District. The research background is based on the importance of improving teachers’ performance as a key determinant of the quality of learning processes and student outcomes. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of all 86 teachers from public junior high schools in Tanjung Lubuk District, all of whom were included as samples through a census technique. The research instrument was a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using multiple linear regression to determine the partial and simultaneous effects of transformational leadership (X₁) and principals’ work motivation (X₂) on teachers’ performance (Y). The findings indicate that transformational leadership has a positive and significant effect on teachers’ performance. Principals’ work motivation also has a positive and significant effect on teachers’ performance. Simultaneously, both variables contribute significantly to improving teacher performance. Thus, it can be concluded that enhancing transformational leadership practices and principals’ work motivation plays a vital role in improving teachers’ professionalism and performance at public junior high schools in Tanjung Lubuk District.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Urban Farming Di Desa Masangan Kulon Sidoarjo Dengan Pendekatan Asset Based Community Development Arfiani Syari'ah; Yusrianti Yusrianti; Dyah Ratri Nurmaningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15906

Abstract

Urban Farming menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan akibat perubahan iklim, termasuk di kawasan Desa Masangan Kulon, Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kampung tematik urban farming dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemetaan dan optimalisasi asset fisik maupun nonfisik masyarakat. Pengabdian dilaksanakan melalui pemilihan lokasi prioritas di beberawa RW, pemetaan asset, observasi potensi fisik, wawancara serta Focus Group Discussion (FGD), yang diintegrasikan dalam tahapan ABCD yaitu discovery, dream, design, define dan destiny. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bentuk urban farming yang diminati warga meliputi hidroponik, aquaponic dan budikdamber namun hidroponik lebih diprioritaskan karena keterbatasan lahan, kemudahan pengelolaan dan minim dampak bau. Desain yang dihasilkan berupa modul hidroponik 1x2 meter yang adaptif untuk lahan sempit maupun luas dan dengan dukungan organisasi kemasyarakatan sebagai penggerak awal tata kelola. Keberlanjutan program ini lebih ditentukan oleh kemauan dan komitmen masyarakat disbanding aspek teknis sehingga pendampingan dan penguatan kelembagaan menjadi kunci keberhasilan program urban farming berbasis ABCD.
Dialektika Kebenaran dan Kebohongan: Rekonstruksi Metode Kisah Abu Hurairah dan Setan dalam Menanamkan Literasi Kritis Anak Usia Dini Siti Alfi Fauziah; Achmad Baiquni; Nurwahid Zulkarnaen; Dwi Puspa Krismayanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15907

Abstract

Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di era postmodern menghadapi tantangan hyperreality dan simulacra, di mana batas antara kebenaran dan manipulasi informasi semakin kabur. Metode kisah konvensional yang cenderung dogmatis dan pasif dinilai tidak lagi memadai untuk membekali nalar kritis anak. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi narasi Hadits Abu Hurairah dan Setan (terkait Ayat Kursi) dari sekadar dogma teologis menjadi instrumen pedagogis literasi kritis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan pisau analisis Hermeneutika Gadamerian (Fusion of Horizons) dan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, penelitian ini membedah struktur dialektika dalam teks Sahih Al-Bukhari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah ini menawarkan model pembelajaran inkuiri melalui tiga dimensi: (1) Dekonstruksi simulacra melalui paradoks "sumber jahat (Setan) yang membawa konten benar (Ayat Kursi)" untuk melatih anak memisahkan pesan dari pembawa pesan; (2) Penerapan scaffolding dan pembelajaran enaktif (Bruner) melalui proses investigasi berulang selama tiga malam; dan (3) Transformasi metode dari storytelling pasif menjadi role-playing investigatif untuk membangun habitus tabayyun (validasi). Implikasi studi ini merekomendasikan pergeseran peran guru dari penceramah menjadi fasilitator otoritatif yang memvalidasi temuan anak, sejalan dengan fungsi Nabi SAW dalam narasi hadits tersebut.
Tantangan Dan Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Di Era Merdeka Belajar SDN 1 Lubuk Ketepeng Marini Marini; Edi Harapan; Pahlawan Pahlawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15920

Abstract

This study examines the challenges and leadership strategies of the principal in implementing the Merdeka Belajar policy at SDN 1 Lubuk Ketepeng. It focuses not only on identifying obstacles but also on how the principal interprets, adapts, and applies the policy to align with the school’s context and characteristics. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, direct observations, document analysis, and a Likert-scale questionnaire distributed via Google Form. Findings reveal key challenges, including shifts in the learning paradigm requiring teacher creativity and autonomy, limited ICT skills among some educators, heavy administrative demands, and restricted access to continuous professional development. To address these challenges, the principal implemented strategies such as fostering teacher collaboration, conducting regular supervision and coaching, optimizing communication with parents and the school committee, and organizing internal digital literacy training. Questionnaire results from 16 respondents indicated a highly positive perception of the principal’s leadership, with an average score of 4.07 (81.4%). The study concludes that the principal’s leadership is adaptive and collaborative, yet further strengthening of teachers’ technical and professional competencies is needed to optimize Merdeka Belajar implementation. These findings provide practical insights for educational leadership in enhancing school performance under national policy reforms.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kurikulum Merdeka Terhadap Inovasi Guru SMP Banyuasin I Minarti Minarti; Nur Ahyani; Andi Rahman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15921

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh efektifitas kepemimpinan kepala sekolah dan kurikulum merdeka secara bersama-sama terhadap inovasi pembelajaran guru SMP Negeri Sekecamatan Banyuasin I. Penelitian ini dilakukan pada SMP Negeri di Kecamatan Banyuasin I yang terdiri atas 6 (enam) sekolah. Penelitian dilakukan mulai bulan Juli sampai Oktober 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru SMP Negeri di Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, yang berjumlah 143 orang. Berdasarkan perhitungan, sampel yang diperoleh sebesar 108 responden di SMP Negeri se Kecamatan Banyuasin I. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, obsevasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, analisis korelasi sederhana, analisis korelasi ganda, analisis regresi sederhana, uji t dan uji F. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan kurikulum merdeka secara bersama-sama terhadap inovasi pembelajaran SMP Negeri Sekecamatan Banyuasin I. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung (100,086) > Ftabel (3,14) dengan nilai signifikan (probability) 0,000 < 0,05. Dengan kepemimpinan kepala sekolah dan kurikulum merdeka yang baik, yang berkorelasi secara bersama-sama maka akan sangat mendukung untuk meningkatkan inovasi pembelajaran.
Pengaruh Kepemimpinan Visioner dan Kemampuan Komunikasi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SD Negeri Rosmiah Rosmiah; Bukman Lian; Muhammad Juliansyah Putra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15922

Abstract

This study aims to analyze the influence of visionary leadership and principals’ communication skills on teachers’ performance at public elementary schools in Cluster I, Tanjung Lubuk District. The background of this research lies in the importance of principals’ roles in inspiring teachers and establishing effective communication to improve teaching quality. This research applied a quantitative approach with a survey method. The population consisted of all 60 teachers at public elementary schools in Cluster I, Tanjung Lubuk District, all of whom were taken as samples using the census technique. The data were collected through a closed-ended questionnaire based on a Likert scale that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression to determine both partial and simultaneous effects among the variables. The results revealed that principals’ visionary leadership had a positive and significant influence on teachers’ performance, as did their communication skills. Simultaneously, both variables contributed significantly to improving teachers’ performance. Therefore, effective visionary leadership combined with strong communication skills from the principal can enhance teachers’ professionalism and performance in public elementary schools in Cluster I, Tanjung Lubuk District.
Pelabelan Halal Sebagai Modal Politik Dalam Negosiasi Hukum Islam Untuk Kepentingan Bisnis Muttorik Alil Abasir; Febryan Hidayat; Firman Dwi Alamsyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15960

Abstract

Dalam penelitian ini, label halal tidak hanya dipahami sebagai indikator normatif kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, melainkan sebagai instrumen hukum yang memiliki dimensi simbolik dan politis. Melalui proses negosiasi antara norma hukum Islam, kewenangan regulatif negara, dan kepentingan pelaku usaha, label halal bertransformasi menjadi sumber legitimasi moral, kekuatan tawar dalam ranah regulasi, serta instrumen peningkatan daya saing ekonomi. Dengan demikian, konstruksi kesalehan tidak lagi berada semata dalam ranah etik-teologis, tetapi juga dalam konfigurasi kekuasaan hukum dan tata kelola bisnis modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-legal kualitatif dengan analisis kebijakan dan studi dokumen kritis, mengingat dinamika pelabelan halal berlangsung dalam ranah normatif-tekstual dan regulatif. Temuan menunjukkan bahwa pelabelan halal berfungsi sebagai perangkat administratif sekaligus simbolik yang mentransformasikan nilai agama menjadi instrumen hukum yang dapat dinegosiasikan dalam tiga rezim normatif: hukum Islam berbasis ijtihad yang plural, hukum negara yang menuntut standardisasi dan kepastian hukum, serta rezim korporasi yang berorientasi pada efisiensi dan kepastian rantai pasok. Dalam praktiknya, kepastian halal cenderung dimaknai sebagai kepastian prosedural yang dapat diaudit, bukan kepastian substantif yang hidup dalam praktik sosial keagamaan masyarakat.
Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Terintegrasi: Penguatan Sikap Religius Dan Moderasi Beragama Pada Siswa Ryan Radjendra; Sunariyah; Imam Syafe'i; Ahmad Fauzan; Sunarto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15987

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang efektif berbasis kurikulum terintegrasi dalam upaya memperkuat sikap religius dan moderasi beragama siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran PAI berbasis kurikulum terintegrasi serta kontribusinya dalam penguatan sikap religius dan moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI, serta analisis dokumen perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI berbasis kurikulum terintegrasi, seperti pembelajaran kontekstual, internalisasi nilai-nilai keislaman, dan pembelajaran kolaboratif, berperan positif dalam membentuk sikap religius siswa dan pemahaman moderasi beragama. Strategi tersebut mendorong siswa untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap menjunjung tinggi sikap toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, integrasi kurikulum dan strategi pembelajaran PAI menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter religius dan penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
Kepastian Hukum Terhadap Ancaman Non-Verbal Sebagai Tindak Pidana kekerasan Dalam Pasal 335 KUHP (Studi Kasus Putusan 1035/PID.B/2024/PN SBY) Heru Herlambang; Siti Marwiyah; Wahyu Prawesthi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15991

Abstract

This research examines legal certainty regarding non-verbal threats as a criminal act of violence under Article 335 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) by analyzing Decision Number 1035/Pid.B/2024/PN Sby as a case study. The issue arises from the absence of a clear normative definition of non-verbal threats, such as body gestures or movements that appear intimidating without physical contact. In judicial practice, such actions are often interpreted as threats of violence, raising concerns related to legal certainty, the principle of legality, the doctrine of lex certa, and the protection of the defendant’s rights. This study aims to analyze whether Indonesian criminal law provides clear legal guidelines for determining when non-verbal conduct can be classified as a threat of violence under Article 335 of the Criminal Code. It also examines the implications of this normative ambiguity on legal certainty and the protection of defendants’ rights within judicial practice. The research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches. Legal materials are analyzed qualitatively through normative interpretation and jurisprudential examination. The results show that Article 335 of the Criminal Code does not provide clear parameters for assessing non-verbal threats as threats of violence. This lack of clarity creates broad interpretative discretion for law enforcement and potentially leads to subjective judgments and overcriminalization. Criminalizing gestures without physical contact may also contradict the principle of legality, the doctrine of lex certa, and the principle of ultimum remedium in criminal law. Therefore, clearer legal formulations regarding the classification of non-verbal threats are necessary to ensure legal certainty and proportional protection of defendants’ rights in the criminal justice system.