cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,996 Documents
Model Team Assisted Individualization Berbantuan Media Digital untuk Meningkatkan Partisipasi, Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Titik Isdarwati; Parji Parji; Muhammad Hanif
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20830

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan media digital serta menganalisis peningkatannya terhadap partisipasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 28 siswa kelas IV-C SDN 01 Taman Kota Madiun Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TAI berbantuan media digital menghasilkan peningkatan yang konsisten pada seluruh indikator pembelajaran. Partisipasi belajar meningkat dari 36,43% menjadi 78,21%, sedangkan kemampuan berpikir kritis meningkat dari 34,64% menjadi 86,43%. Nilai rata-rata hasil belajar juga meningkat dari 52,32 menjadi 85,00, disertai peningkatan ketuntasan belajar dari 7,14% menjadi 100%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi pembelajaran kooperatif-individual melalui TAI dan pemanfaatan media digital mampu memperluas keterlibatan siswa, mendorong aktivitas berpikir tingkat tinggi, serta memperkuat pencapaian akademik. Temuan ini menegaskan bahwa model TAI berbantuan media digital efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang partisipatif dan adaptif untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS melalui Problem Based Learning Berbantuan Media Video Pada Sekolah Dasar SDN 01 Taman Kota Madiun Pudji Noerhayati; Muhammad Hanif; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20831

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video pada siswa kelas III SDN 01 Taman Kota Madiun. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh hanya 27,27% siswa berkategori aktif dan 23% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator penelitian. Keaktifan belajar meningkat dari 27,27% pada prasiklus menjadi 77% pada Siklus I dan 91% pada Siklus II. Ketuntasan hasil belajar meningkat dari 23% pada prasiklus menjadi 73% pada Siklus I dan 91% pada Siklus II, sedangkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 37,70 menjadi 90,40. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video efektif meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Program Selis Kangen sebagai Pembiasaan Sekolah untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Peserta Didik Kelas VI SD Negeri 04 Manisrejo Kota Madiun Nartini Nartini; Sudarmiani Sudarmiani; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20832

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Program Selis Kangen (Selasa Menulis dan Kamis Mendongeng) dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 35 peserta didik kelas VI SD Negeri 04 Manisrejo Kota Madiun pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Selis Kangen menghasilkan peningkatan yang konsisten pada kemampuan literasi, numerasi, dan ketuntasan belajar peserta didik. Kemampuan literasi meningkat dari 34% pada prasiklus menjadi 78% pada Siklus II, sedangkan kemampuan numerasi meningkat dari 35% menjadi 76%. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari 17% pada kondisi awal menjadi 80% pada akhir tindakan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa integrasi kegiatan menulis dan mendongeng secara terstruktur mampu memperkuat pemahaman bacaan, kemampuan mengidentifikasi informasi penting, serta keterampilan menyelesaikan masalah numerasi kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa Program Selis Kangen dapat menjadi strategi pembiasaan yang efektif untuk mengembangkan literasi dan numerasi secara terpadu melalui aktivitas belajar yang kontekstual, komunikatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif penguatan budaya literasi dan numerasi di sekolah dasar.
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Berbantuan Media Diorama untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII SMPN 6 Madiun Marsiti Marsiti; Sudarmiani Sudarmiani; Muhammad Rifai
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20833

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMPN 6 Madiun menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII-F SMPN 6 Madiun melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media diorama. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus meliputi empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII-F SMPN 6 Madiun. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi kemampuan komunikasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus persentase dan secara kualitatif dengan model Miles–Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa meningkat dari 39,3% (pra siklus) menjadi 60,1% (Siklus I) dan 84% (Siklus II). Ketuntasan komunikasi meningkat dari 47% pada Siklus I menjadi 100% pada Siklus II. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 68,93 (pra siklus) menjadi 74,3 (Siklus I) dan 83,1 (Siklus II) dengan ketuntasan klasikal 83%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan media diorama secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan hasil belajar IPS siswa.
Implementasi Metode Project Based Learning (PjBL) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Fatimah Azzahrah; Kunaenih Kunaenih; Winda Djaniwa; Syarifah Amirah; Hamimah Salsa Rahmania Batubara
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20834

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, siswa kelas X dan XI, serta Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mendorong peningkatan keaktifan siswa, kerja sama antarpeserta didik, motivasi belajar, serta pemahaman terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Proses pembelajaran berbasis proyek juga menggeser peran guru dari sumber utama informasi menjadi fasilitator yang membimbing siswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan proyek. Meskipun demikian, implementasi PjBL masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan waktu pembelajaran, pengelolaan dinamika kelompok, dan kompleksitas evaluasi hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL merupakan pendekatan yang relevan untuk menciptakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Studi ini menegaskan pentingnya pengelolaan waktu, pendampingan kelompok, dan strategi asesmen yang sistematis untuk mengoptimalkan penerapan pembelajaran berbasis proyek dalam Pendidikan Agama Islam.
Pengembangan E-Lkpd Berbantuan Educaplay untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku Tamara Julianty; Elly Sukmanasa; Fitri Anjaswuri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20835

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menguji kelayakan, dan mengevaluasi efektivitas E-LKPD berbantuan Educaplay dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Keunikan Kebiasaan Masyarakat di Sekitarku dalam pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Populasi penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas IV SDN Kartika Sejahtera 02 Kabupaten Bogor Tahun Pembelajaran 2025/2026, dengan subjek uji coba sebanyak 34 siswa kelas IV-B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan analisis persentase dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD memperoleh rata-rata validasi ahli sebesar 96,5% dengan kategori sangat layak. Tingkat kepraktisan produk juga ditunjukkan oleh respons guru sebesar 98% dan respons siswa sebesar 89%. Efektivitas E-LKPD tercermin dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 49,15 pada pre-test menjadi 87,79 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,77 yang termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Educaplay dalam E-LKPD mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang layak, praktis, dan efektif sekaligus mendukung peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, E-LKPD berbantuan Educaplay dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya pada materi yang berkaitan dengan keunikan kebiasaan masyarakat.
Port Visits as Instruments of Defense Diplomacy: The Case of KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991's South Pacific Mission (2024) Tri Huliyani; Rizerius Eko Hadisancoko; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20836

Abstract

The South Pacific region holds strategic significance for Indonesia due to its geographical proximity to the east part of Indonesia especially Papua, its Melanesian cultural connections, and the increasing geopolitical dynamics in the Indo-Pacific region. Amid challenges related to perceptions of the Papua issue and the need to strengthen relations with Pacific countries, Indonesia conducted the South Pacific Port Visit Mission 2024 using KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 to Solomon Islands, Fiji, Vanuatu, and Papua New Guinea. This article aims to analyze how the port visit utilized as an instrument of Indonesia’s defense diplomacy and its implications for Indonesia’s interests in the South Pacific. This study employs a descriptive qualitative descriptive method through literature review, official documents, activity reports, local media coverage, and interviews with the Commander of the 2024 Port Visit Task Force and the Commander of KRI WSH-991. The findings show that the port visit served as a means of defense diplomacy through courtesy calls, official meetings, open ship activities, and military engagement. In addition, health services, medical aid, cultural promotion, culinary diplomacy, and social service activities strengthened Indonesia’s soft power dimension. This mission is important because it demonstrates a peaceful, humanitarian, and relevant defense approach to strengthening Indonesia’s image and engagement in the South Pacific.
Analisis Persepsi Pelaku UMKM Sektor Kuliner Terhadap Penggunaan Aplikasi Shopee Partner Menggunakan Technology Acceptance Model Hilmy Mutamawil Hambali; Sigit Anggoro; Tacbir Hendro Pudjiantoro
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20844

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU) dan Behavioral Intention (BI), serta menguji peran mediasi Perceived Usefulness pada hubungan antara Perceived Ease of Use dan Behavioral Intention dalam penggunaan aplikasi Shopee Partner oleh pelaku UMKM sektor kuliner di Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Usefulness dan Behavioral Intention. Selain itu, Perceived Usefulness juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention serta mampu memediasi pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Behavioral Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan merupakan faktor penting dalam meningkatkan niat pelaku UMKM sektor kuliner untuk terus menggunakan aplikasi Shopee Partner. Penelitian ini memperkuat penerapan Technology Acceptance Model (TAM) dalam menjelaskan penerimaan teknologi pada sektor UMKM serta memberikan masukan bagi pengembang aplikasi dalam meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Peningkatan Kesetiakawanan Sosial dan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Media Cerita Big Book di TK Efrata Kartoharjo Kota Madiun Bernadetta Hari Widyaningtyas; Muhammad Hanif; Sudarmiani Sudarmiani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20845

Abstract

Kesetiakawanan sosial dan kemandirian merupakan bagian penting dari perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang perlu dibangun melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan partisipatif. Hasil observasi awal di Kelompok A TK Efrata Kartoharjo Kota Madiun menunjukkan bahwa kedua aspek tersebut belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesetiakawanan sosial dan kemandirian anak melalui penggunaan media cerita Big Book. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten pada kesetiakawanan sosial dan kemandirian anak setelah penerapan media cerita Big Book. Anak menunjukkan perkembangan dalam kemampuan bekerja sama, berbagi, membantu teman, menyelesaikan tugas secara mandiri, serta mengambil tanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran. Peningkatan tersebut semakin terlihat ketika penggunaan Big Book dipadukan dengan aktivitas kolaboratif yang memberi ruang bagi anak untuk berinteraksi, merespons cerita, dan mempraktikkan nilai-nilai sosial dalam situasi pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa media cerita Big Book dapat mendukung pengembangan sosial-emosional anak melalui pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa Big Book dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran karakter untuk memperkuat kesetiakawanan sosial dan kemandirian pada pendidikan anak usia dini.
Rekonstruksi Pengaturan Restorative Justice sebagai Ide Pembaharuan Sistem Peradilan Pidana di Indonesia Sade Nila Pradha; Sidik Sunaryo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20846

Abstract

Sistem peradilan pidana Indonesia masih menghadapi persoalan struktural yang berkaitan dengan dominasi pendekatan retributif dan positivistik, yang antara lain berkontribusi terhadap overcrowding lembaga pemasyarakatan serta belum optimalnya pemulihan hak dan kepentingan korban. Keadilan restoratif (restorative justice) berkembang sebagai pendekatan alternatif yang menempatkan pemulihan, tanggung jawab pelaku, partisipasi korban, dan pemulihan relasi sosial sebagai bagian penting penyelesaian perkara pidana. Meskipun demikian, pengaturannya di Indonesia masih tersebar dalam berbagai regulasi sektoral dan kebijakan internal lembaga penegak hukum, sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan standar penerapan, tumpang tindih kewenangan, dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi rekonstruksi pengaturan keadilan restoratif dalam kerangka pembaruan sistem peradilan pidana terpadu di Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan untuk mengkaji konstruksi normatif, problematika fragmentasi regulasi, serta praktik pengaturan keadilan restoratif dalam beberapa yurisdiksi pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmentasi pengaturan keadilan restoratif menimbulkan persoalan hierarki norma, disharmoni prosedural, dan ketidaksinkronan antar-lembaga yang dapat menghambat bekerjanya prinsip Integrated Criminal Justice System. Penelitian ini mengusulkan rekonstruksi pengaturan melalui unifikasi norma dalam bentuk undang-undang payung (umbrella legislation) atau integrasinya secara komprehensif ke dalam hukum acara pidana. Model tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kepastian normatif dengan keadilan substantif sehingga keadilan restoratif tidak sekadar menjadi kebijakan sektoral, tetapi menjadi bagian integral dari arsitektur sistem peradilan pidana Indonesia yang lebih konsisten, terpadu, dan berorientasi pada pemulihan.