cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,996 Documents
Analisis Perlindungan Hukum Bagi Reputasi Merek Dari Tindakan Passing Off Fadlilyani Ainusyamsi; Dudung Hidayat
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20760

Abstract

Merek tidak lagi sekadar tanda pembeda, melainkan telah berkembang menjadi representasi nilai, kualitas, dan reputasi suatu produk atau jasa. Keberadaan merek bahkan sering kali menjadi faktor utama dalam membentuk kepercayaan konsumen. Seiring meningkatnya nilai ekonomi tersebut, berbagai bentuk penyalahgunaan pun mulai bermunculan, salah satunya adalah praktik passing off. Permasalahan muncul ketika praktik passing off dihadapkan pada sistem hukum merek di Indonesia yang belum mengatur konsep tersebut secara eksplisit. Kondisi ini menimbulkan ketidakjelasan dalam menentukan batasan maupun kualifikasi perbuatannya, sekaligus menyulitkan dalam memberikan perlindungan hukum yang tepat terhadap reputasi merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi tindakan passing off sebagai pelanggaran merek berdasarkan unsur persamaan menurut Undang-Undang Merek di Indonesia, serta menganalisis perlindungan hukum terhadap reputasi merek dari tindakan passing off menurut peraturan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan passing off pada dasarnya dapat dikenali melalui adanya persamaan pada pokoknya, potensi terjadinya kebingungan di kalangan konsumen, serta adanya indikasi itikad tidak baik dari pelaku usaha. Di sisi lain, perlindungan hukum terhadap reputasi merek telah tersedia melalui mekanisme preventif dan represif.
Problematika Pembuktian Perjanjian Lisan dalam Penetapan Wanprestasi pada Sistem Praktik Peradilan Perdata di Indonesia Tasya Daffa Julivia; Joni Emirzon; Muhammad Syaifuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20761

Abstract

Problematika pembuktian perjanjian lisan dalam menentukan terjadinya wanprestasi tampak dalam Putusan Nomor 84/Pdt.G/2022/PN Yyk. Putusan tersebut menunjukkan adanya kelemahan dalam pertimbangan hukum hakim ketika menilai hubungan hukum para pihak. Hakim menerima keberadaan perjanjian lisan berdasarkan bukti transfer, percakapan, dan keterangan saksi, tanpa menguraikan secara mendalam unsur kesepakatan sebagai syarat sahnya perjanjian menurut hukum perdata. Kondisi ini menimbulkan persoalan mengenai standar pembuktian perjanjian lisan dan ketepatan hakim dalam menetapkan wanprestasi. Penelitian ini membahas penerapan standar pembuktian perjanjian lisan dalam praktik peradilan perdata serta konstruksi hakim dalam menentukan wanprestasi berdasarkan fakta persidangan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus melalui analisis ratio decidendi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim cenderung mereduksi hubungan hukum para pihak ke dalam hubungan kontraktual tanpa pemeriksaan ketat terhadap kehendak para pihak. Selain itu, unsur wanprestasi, khususnya keadaan lalai dan waktu pelaksanaan prestasi, belum dianalisis secara komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam perkara perjanjian lisan perlu diperkuat agar putusan yang dihasilkan tepat secara substansial dan kuat secara doktrinal.
Pemahaman Hadis Di Kalangan Generasi Z Dalam Menghadapi Tantangan Informasi Keagamaan Di Era Digital Ahmad Khairan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman hadis di kalangan Generasi Z serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul dalam era digital. Generasi Z merupakan kelompok yang lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat, sehingga memiliki kemudahan dalam mengakses berbagai sumber pengetahuan keagamaan melalui media sosial, situs web, aplikasi digital, dan platform video daring. Kondisi ini memberikan peluang yang besar untuk meningkatkan wawasan keislaman, termasuk pemahaman terhadap hadis Nabi Muhammad saw. Namun, kemudahan akses informasi juga menghadirkan sejumlah permasalahan. Banyak informasi keagamaan yang beredar di ruang digital belum tentu memiliki sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z menghadapi beberapa tantangan utama dalam memahami hadis, antara lain rendahnya literasi hadis, keterbatasan kemampuan dalam memverifikasi keaslian sumber, serta pengaruh media sosial yang sering menyebarkan hadis tanpa penjelasan yang memadai. Selain itu, pemahaman hadis yang cenderung tekstual tanpa memperhatikan konteks juga masih sering ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi hadis, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan media digital secara bijak agar Generasi Z mampu memahami hadis secara lebih tepat, kontekstual, dan bertanggung jawab.
Kepentingan Ekonomi Nasional Kerja Sama Bilateral Indonesia - Amerika Serikat (Studi Agreement on Reciprocal Trade) Amiliya Safira; Nonik Wahyu Ningsih; Regita Ayu Cahyani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20763

Abstract

Perjanjian perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjanjikan peningkatan akses pasar, namun menimbulkan tantangan terhadap kepentingan ekonomi nasional Indonesia. Penelitian ini menganalisis upaya perlindungan kepentingan tersebut secara normatif, dengan pendekatan yuridis normatif yang mengkaji hierarki norma internasional (GATT 1994) dan nasional (UUD 1945 Pasal 33). Hasil menunjukkan bahwa klausul safeguard, anti-dumping, dan pengecualian keamanan nasional dalam ART selaras dengan prinsip konstitusional, meskipun memerlukan penguatan implementasi domestik melalui regulasi turunan. Rekomendasi mencakup penguatan posisi tawar Indonesia dalam negosiasi lanjutan.
Implementasi Sipraja Dalam Pelayanan Administrasi Desa: Analisis Critical Success Factors Di Desa Larangan Probo Putro Aji Pangestu; Achmad Rian Fadilah Supriyono; Anandika Vicki Pratama; Kalvin Edo Wahyudi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20764

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi, khususnya dalam pelayanan administrasi desa. Salah satu bentuk pelayanan berbasis digital di Kabupaten Sidoarjo adalah Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo (SIPRAJA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIPRAJA di Desa Larangan menggunakan pendekatan Critical Success Factors (CSF) yang dikemukakan oleh Bryson (2004). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIPRAJA memberikan perubahan terhadap pelayanan administrasi desa karena masyarakat dapat mengakses layanan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Penggunaan SIPRAJA juga memberikan efisiensi pelayanan melalui penggunaan tanda tangan digital dan pengarsipan elektronik. Namun demikian, implementasi SIPRAJA masih menghadapi beberapa kendala seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan perangkat teknologi, ketidakstabilan server, serta pelayanan manual yang masih berjalan bersamaan dengan sistem digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SIPRAJA dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, koordinasi organisasi, dan adaptasi birokrasi. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dalam mendukung efektivitas pelayanan administrasi berbasis digital di tingkat desa.
Pengaruh Kelekatan Ayah Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Andi Nurfadilah; Dian Novita Siswanti; Wilda Ansar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20765

Abstract

Masa remaja adalah waktu pertumbuhan yang ditandai dengan peningkatan emosi yang lebih kuat, sehingga kemampuan untuk mengatur emosi menjadi hal yang penting untuk penyesuaian psikologis. Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh dalam perkembangan pengaturan emosi adalah hubungan dengan orang tua, terutama hubungan dengan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh keterikatan seorang ayah terhadap dua cara mengatur emosi, yaitu mengubah cara berpikir tentang situasi (cognitive reappraisal) dan menahan ekspresi emosi (expressive suppression), pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dengan total sampel sebanyak 202 orang. Setelah itu, data tersebut dianalisis dengan metode path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan antara ayah dan anak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penilaian kognitif, dengan nilai R² sebesar 0,002. Ini berarti bahwa kontribusinya sangat kecil, hanya sekitar 0,2%. Sedangkan untuk penekanan ekspresif, R² = 0,045 yang menunjukkan bahwa kelekatan ayah dapat menjelaskan 4,5% variasi penekanan ekspresif pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin dekat hubungan antara ayah dan anak, semakin kecil kemungkinan remaja untuk menekan perasaan mereka. Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan komunikasi yang terbuka, penuh empati, dan mendukung antara ayah dan remaja untuk membantu remaja mengatur emosi mereka dengan lebih baik.
Hubungan Dukungan Sosial dan Self-Esteem Pada Perempuan Generasi Z di Kota Jambi Ammy Mutia Ratri; Fadzlul; Hanna Widya Gultom; Rion Nofrianda
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20766

Abstract

Perempuan Generasi Z yang lahir pada rentang tahun 1997–2012 tumbuh di era digital yang penuh tekanan psikologis, seperti perbandingan sosial di media sosial, tuntutan penampilan, dan paparan komentar negatif, sehingga kelompok ini rentan mengalami penurunan self-esteem. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor eksternal yang berperan penting dalam membentuk dan mempertahankan self-esteem individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat dukungan sosial, gambaran tingkat self-esteem, dan hubungan antara dukungan sosial dan self-esteem pada perempuan Generasi Z di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional yang melibatkan 150 responden perempuan Generasi Z berusia 15–29 tahun yang berdomisili di Kota Jambi. Dukungan sosial diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), sedangkan self-esteem diukur menggunakan skala berbasis aspek teori Coopersmith (1967). Tingkat dukungan sosial pada perempuan Generasi Z di Kota Jambi berada pada kategori tinggi (68%), sedangkan tingkat self-esteem berada pada kategori sedang (68,7%). Karena data tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rhoyang menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,317 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan rendah antara dukungan sosial dan self-esteem pada perempuan Generasi Z di Kota Jambi, yang berarti semakin tinggi dukungan sosial yang dirasakan tidak selalu diikuti oleh peningkatan self-esteem. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas persepsi individu terhadap dukungan yang diterima serta faktor-faktor lain turut memengaruhi pembentukan self-esteem pada perempuan Generasi Z di Kota Jambi.
Manajemen Kurikulum Di Lembaga Pendidikan Islam: Tantangan Dan Strategi Pengembangan Di Era Digital Auni Luthfiah Nurfathina; Agus Pahrudin; Sri Rahmi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20773

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk pada lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam pengelolaan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pengembangan manajemen kurikulum di lembaga pendidikan Islam pada era digital. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber literatur berupa artikel jurnal ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan data secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama manajemen kurikulum di era digital meliputi rendahnya kompetensi digital tenaga pendidik, keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi terhadap perubahan kurikulum, serta tantangan dalam menjaga karakter Islami peserta didik. Adapun strategi pengembangan yang dapat dilakukan meliputi peningkatan kompetensi digital pendidik, integrasi teknologi dengan nilai-nilai Islam, pengembangan sistem manajemen pendidikan berbasis digital, serta penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era digital harus dilakukan secara adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter religius.
Peran Kecerdasan Emosional Dalam Mempertahankan Ketahanan Keluarga Guna Menekan Kasus KDRT Abdurrahman Azzam; Bayu Kasa Pranata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20774

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga menunjukkan pentingnya penguatan kualitas relasi keluarga, khususnya dalam pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kecerdasan emosional dalam mempertahankan ketahanan keluarga guna menekan kasus KDRT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam membangun komunikasi yang empatik, pengendalian diri, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif dalam keluarga. Kemampuan tersebut berkontribusi terhadap penguatan ketahanan keluarga sehingga dapat mencegah munculnya konflik destruktif yang berpotensi berkembang menjadi KDRT. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kecerdasan emosional menjadi strategi penting dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas keluarga dalam perspektif hukum keluarga Islam.
Rekognisi Masyakarat Hukum Adat Dalam Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Muhtadli; Rudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20795

Abstract

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan pengakuan terhadap Masyarakat Hukum Adat (MHA) melalui keberadaan Desa Adat sebagai bagian dari sistem pemerintahan desa. Namun, implementasi pengakuan tersebut masih menimbulkan berbagai persoalan terkait syarat pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsepsi rekognisi Masyarakat Hukum Adat serta implikasi yuridis pengakuan Desa Adat berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Desa telah memperkuat dasar hukum pengakuan Masyarakat Hukum Adat melalui Desa Adat. Namun, pengakuan tersebut masih bersifat bersyarat sehingga berpotensi membatasi eksistensi dan hak-hak tradisional masyarakat adat. Selain itu, pengaturan kelembagaan Desa Adat yang cenderung seragam mengurangi ruang otonomi masyarakat adat dalam mempertahankan karakteristik kelembagaannya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan hukum yang lebih menjamin pengakuan dan perlindungan hak-hak Masyarakat Hukum Adat secara efektif.