cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Phone
+6285735821873
Journal Mail Official
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan
ISSN : 24077232     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.32660/jpk.v11i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Penelitian Keperawatan a national scientific journal is open to seeking innovation, creativity, and novelty. Jurnal Penelitian Keperawatan is a peer-review journal published by the STIKES RS Baptis Kediri. The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Jurnal Penelitian Keperawatan Pembelajaran published two times a year, in February and August by publishing research results and critical analysis studies in the field of nursing, health, and education.
Articles 278 Documents
BADUANJIN EXERCISE INTERVENTION TERHADAP PENCEGAHAN STROKE PADA POPULASI YANG BERESIKO TERKENA STROKE: LITERATURE REVIEW Tri Antika Rizki Kusuma Putri; Susy Puspasari; Heri Harsono; Darimasih; Refina Nurfazriatisya’ah; Siti Tri Oktaviani; Tanti Sumiati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.658

Abstract

Stroke merupakan penyakit kronis dengan angka kesakitan dan kematian tertinggi di dunia bahkan di Indonesia. Upaya preventif berupa aktifitas fisik sangat dibutuhkan sebagai Langkah dalam pencegahan terhadap resiko terkena stroke. Latihan baduanjin dapat dilakukan untuk mencegah stroke namun artikel di bidang ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meringkas studi penelitian tentang pengaruh baduanjin exercise terhadap populasi pasien beresiko stroke. Literature review menggunakan tiga database (Pubmed, Sciendirect, Google Cendekia) untuk studi sebelumnya yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Format CASP dan pedoman PRISMA, serta PICOT framework digunakan untuk menilai kualitas studi dan membantu dalam pemilihan artikel serta untuk menentukan kriteria inklusi penelitian. Sebanyak 5 artikel dari 3716 studi dimasukkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari baduanjin exercise dalam pencegahan stroke pada populasi pasien yang beresiko terkena stroke. Manfat dari Latihan baduanjin ini, masyarakat diharapkan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya untuk mencegah resiko tinggi terkena stroke.
ANALISIS KUALITATIF KEPATUHAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER DALAM TATALAKSANA PENDERITA STROKE DENGAN IMOBILISASI, SERTA KEPATUHAN PASIEN TERHADAP CAREGIVER DI RUMAH Tunik; Rahayu Niningasih; Elok Yulidaningsih
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.661

Abstract

Stroke adalah suatu penyakit cerebrovaskuler dimana terjadi penurunan perfusi darah ke otak dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya yang paling sering terjadi adalah kelumpuhan pada alat gerak yang menyebabkan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dan membutuhkan pemulihan dan perawatan dalam waktu yang lama. Kepatuhan pasien maupun caregiver dalam mengikuti proses perawatan sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kualitatif kepatuhan caregiver dalam tatalaksana pasien stroke imobilisasi dirumah, dan melakukan analisis kepatuhan pasien terhadap caregiver di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan / action research. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 caregiver yang merawat penderita stroke dengan immobilisasi. Sampel diambil dengan pendekatan purposive sampling di Ruang Unit Stroke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Partisipan dilakukan wawancara mendalam secara terpisah untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan untuk proses perawatan pasien post hospital di rumah. Peneliti melakukan action berupa membuatkan modul dan memberikan edukasi berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan melalui 7 siklus tahapan penelitian dan 4 kali pertemuan dengan caregiver. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan caregiver sebelum diberikan edukasi dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu pengetahuan, kebiasaan, sosial budaya, status hubungan keluarga, status peran caregiver, media dalam edukasi, usia caregiver dan faktor kebutuhan/kesibukan caregiver. Kepatuhan pasien setelah diberikan edukasi dipengaruhi oleh factor pengalaman/trauma, letak demografi, dan factor dukungan.
PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN DM TIPE 2 USIA PRA-PENSIUN Dwi Nurhidayah; Artha Wijaya; Wira Kusuma
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.663

Abstract

Diabetes Melitus tidak tergolong dalam penyakit yang menular. Penyakit ini mustahil bisa disembuhkan dan memerlukan waktu pengobatan yang tidak sebentar, sehingga dapat menimbulkan masalah psikologis yaitu kecemasan. Psikoedukasi adalah terapi nonfarmakologi yang dapat menurunkan kecemasan pasien. Pemberian psikoedukasi dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan koping yang positif sehingga dapat mengurangi kecemasan pada klien dengan DM tipe 2. Mengidentifikasi efek psikoedukasi pada tingkat kecemasan pasien DM tipe 2 usia pra-pensiun adalah tujuan dari penelitian yang telah dilakukan. Desain yang diterapkan adalah Pre Experimental dengan pendekatan One-Group Pretest Postest dengan teknik purposive sampling pada 16 pasien DM tipe 2 usia prapensiun. Instrument pengumpulan data dengan kuesioner dan analisis pengaruh dengan uji Nonparametric Test yaitu Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji statistic menunjukkan nilai ρ-value 0,002 (< 0,05), maknanya ada pengaruh pemberian psikoedukasi pada tingkat kecemasan pasien DM tipe 2. Pemberian psikoedukasi berpengaruh terhadap tingkat kecemasa pasien DM tipe 2 usia prapensiun (45-54 tahun).
ADAKAH HUBUNGAN ADIKSI GAME ONLINE DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA Anita Dwi Ariyani; Katrin Dwi Lestari; Yulifah Salistia Budi
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.664

Abstract

Bermain game online secara berlebihan dalam durasi yang lama dan dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan adiksi dalam bermain permainan online. Kecanduan dalam bermain permainan online dapat berpengaruh terhadap motivasi siswa terutama belajar sehingga dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan adiksi game online dengan prestasi belajar siswa. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas 8 sejumlah 187 responden dengan besar sampel berjumlah 42 responden dan pemilihan sampel melalui teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner Internet Addiction Test (IAT). Uji statistik dengan uji chi square. Hasil penelitian dari adiksi game online sebagian besar responden dalam kategori parah sebanyak 33 responden (79%). Prestasi belajar siswa sebagian besar responden dalam kategori kurang yaitu 28 responden (67%). Uji chi square didapatkan Asymp Sig. 0.002<0.05 yang menunjukkan adanya hubungan adiksi game online terhadap prestasi belajar siswa. Adiksi game online mempengaruhi prestasi siswa sehingga diperlukan upaya untuk membatasi dan mengawasi penggunaan game online serta upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa agar dapat belajar dengan baik.
EKSPLORASI TAHAPAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Vitaria Wahyu Astuti; Dyah Ayu Kartika Wulan Sari; Fidiana Kurniawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.665

Abstract

Cuci tangan memakai sabun merupakan indikator PHBS karena tindakan ini merupakan tindakan membersihkan keseluruhan tangan mulai dari punggung tangan, sela jari dan ujung kuku, yang apabila dilakukan dengan benar sesuai tahapan sangat efektif dalam pencegahan penyakit yang dapat menular karena perantara tangan yang kotor. Penelitian ini memiliki Tujuan untuk mengetahui gambaran tahapan cuci tangan pakai sabun. Penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif, sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dari tahapan cuci tangan pakai sabun, Analisa data menggunakan analisis univariat. Penelitian ini mendapatkan hasil berdasarkan kuesioner terstruktur yang dikerjakan oleh siswa bahwa terdapat 15 siswa melakukan cuci tangan memakai sabun sesuai dengan tahapan, sedangkan 11 siswa yang melakukan cuci tangan memakai sabun tidak sesuai tahapan. Siswa yang melakukan cuci tangan tidak sesuai dengan tahap adalah siswa dengan jenis kelamin laki-laki, hal ini disebabkan adanya pola kebiasaan yang dilakukan. Penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk seluruh warga sekolah khususnya guru yang dapat kembali mengingatkan siswa untuk melakukan cuci tangan dengan sabun sesuai tahapan yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia.
PERBEDAAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN TERAPI BINA WICARA TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN ANAK TUNA RUNGU DI SLB NEGERI TANAH BUMBU Udiyani, Ritna; Dewy, Tika Sari; A, Bayu Purnama
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i1.667

Abstract

Tunarungu merupakan gangguan dalam pendengaran yang meliputi seluruh gradasi atau tingkatan ringan, sedang, berat dan sangat berat yang diakibatkan oleh organ pendengaran yang tidak berfungsi secara maksimal. Ketunarunguan akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti permasalahan komunikasi dan bahasa Sehingga dibutuhkan suatu terapi untuk dapat meningkatkan kemampuan bahasa tersebut, salah satu terapi tersebut adalah terapi bina wicara. Tujuan Penelitian adalah mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pemberian terapi bina wicara terhadap kemampuan berbahasa lisan anak tunarungu di SLB Tanah Bumbu. Metode penelitian menggunakan desain quasy eksperimen dengan rancangan pre and post test without control. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 7 siswa. Tehnik sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah SOP terapi wicara dan 20 soal kemampuan berbahasa lisan. Penelitian dilakukan selama 2 minggu dengan rincian pertemuan sebanyak 6 kali yang mana terbagi 3 kali pertemuan perminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi wicara sebagian besar (71%) berada pada kategori kurang sekali, kemudian setelah diberikan terapi wicara pertemuan pertama sampai ketiga diperoleh data bahwa kemampuan bahasa lisan anak tuna rungu sebagian kecil (43%) berada dikategori kurang sekali. Selanjutnya setelah diberikan terapi wicara dari pertemuan keempat sampai dengan keenam kemampuan bahasa lisan anak tuna rungu hampir setengahnya (29%) berada dikategori cukup. Analisis bivariat dari pertemuan pertama sampai dengan keduabelas menggunakan uji paired test diperoleh informasi bahwa p value 0,000 (p<0,05) yang artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan didapatkan bahwa Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan terapi wicara terhadap kemampuan Bahasa lisan anak tunarungu di SLB Negeri Tanah Bumbu Tahun 2020. Disarankan kepada orangtua responden untuk berperan aktif dalam melatih wicara responden dengan memperkaya pengenalan kosakata agar anak mampu membiasakan berbicara secara lisan.
DUKUNGAN SOSIAL PADA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI RUMAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Fathiya Luthfil Yumni; Sofie Ramadhani
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.668

Abstract

Autisme merupakan gangguan saraf otak pada anak yang menghambat perkembangan dan menyebabkan tidak mampu berkembang secara normal ditandai dengan gangguan komunikasi, bahasa, interaksi sosial serta timbulnya ketertarikan terhadap suatu dan berperilaku berulang. Gangguan pada anak autis tersebut menyebabkan orang tua terutama ibu harus lebih memperhatikan anak Autisme dalam hal merawat serta pendidikan untuk anaknya. Maka dari itu dukungan sosial dibutuhkan oleh keluarga terutama pada ibu yang merawat anak autisme. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah untuk mengetahui dukungan sosial pada keluarga yang memiliki anak autisme. Metode dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah deskriptif dengan pendekatan Case Study (Studi Kasus). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua keluarga yang memiliki anak autisme berusia 6 tahun. Pengumpulan data ini menggunakan metode kuisioner tentang dukungan sosial. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada keluarga A, yaitu ibu mendapatkan dukungan sosial baik dengan jumlah skor 93 terdiri dari dukungan informasional sebanyak 24 skor, dukungan emosional 31 skor, dukungan penghargaan 18 skor, dan dukungan instrumental 20 skor dengan latar belakang pendidikan terakhir ibu S1, usia 38 tahun, pendapatan per bulan >Rp. 1.000.000 sedangkan pada keluarga B yaitu ibu mendapatkan dukungan sosial cukup dengan jumlah skor 68 terdiri dari dukungan informasional 16 skor, dukungan emosional 22 skor dan dukungan penghargaan 14 skor dengan latar belakang pendidikan terakhir ibu SMA, usia 39 tahun dan pendapatan per bulan <Rp. 1.000.000. Dukungan sosial yang baik membuat keluarga terutama ibu yang memiliki anak Autisme merasa diterima, dihargai, dicintai sehingga berkembangnya rasa percaya diri dan konsep diri ibu yang merawat dan mendidik anaknya.
DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PENDERITA KUSTA Srinalesti Mahanani; Titus Kelvin Whant
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.669

Abstract

Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang kulit, syaraf tepi, pada penderita dengan tipe Lepromatosa menyerang saluran pernapasan bagian atas. Dukungan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan memotivasi diri dalam membangun hubungan yang positif. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita kusta di Rumah Sakit Khusus Kusta Kota Kediri. Desian penelitian yaitu korelasional. Responden dalam penelitian penderita kusta yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 63 responden menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan kualitas hidup. Instrumen menggunakan lembar kuesioner analisis data menggunakan uji Spearman Rho α = 0,05. Dari penelitian ini di dapatkan bahwa lebih dari 50% dukungan keluarga pada penderita kusta memiliki dukungan keluarga sedang yaitu 43 responden (68,3%) dan paling banyak kualitas hidup pada kategori biasa-biasa saja yaitu 31 responden (49,2%) dan baik yaitu 23 responden (36,5%) dan analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho didapatkan ρ = 0,036 maka H1 diterima dan Ho ditolak yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidupdengan Correlation Coefficient r = - 0,265 yang dimaknai bahwa hubungan antara kedua variabel yaitu dukungan keluarga dengan kualitas hidup memiliki kekuatan lemah, jadi dukungan keluarga berhubungan dengan kualitas hidup penderita kusta. Semakin tinggi dukungan keluarga semakin tinggi kualitas hidup. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan penderita kusta dengan dukungan keluarga yang baik akan meningkatkan kualitas hidupnya
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWA STIKES FAATHIR HUSADA TANGERANG TAHUN 2022 Siti Hamidah; Abdul Karim; Antonius Rino Vanchapo
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i2.677

Abstract

Dispepsia merupakan istilah yang digunakan untuk sindrom atau kumpulan gejala/keluhan yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, perut rasa penuh atau begah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan pola makan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa STIKes Fathir Husada Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan total sampling yaitu dengan mengambil sampel dari keseluruhan populasi sebanyak 45 orang. Anaslisis data menggunakan uji chi-square dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menununjukan Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p value = 0.033) dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p value = 0.07). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia dimana nilai p value = 0.033 < α = 0.05, dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia p value = 0.07 > α = 0.05.
EVALUASI TUGAS SATGAS COVID-19 DI KOTA YOGYAKARTA Antonius Yogi Pratama
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i2.681

Abstract

Seiring bertambahnya kasus covid maka penanganan level terendah menjadi penting. Satgas Covid-19 tingkat RT/RW telah menjadi perhatian oleh pemerintah pusat maupun daerah. Karena itu perlu ada pemberdayaan agar masyarakat bawah mampu berperan sebagai subjek dan partner aktif bagi pemerintah dalam menangani dan mencegah COVID-19. Satgas sudah melakukan tugasnya dan perlu di evaluasi tugas dan perannya. Tujuannya untuk mengetahui tugas dan peran satgas Covid serta kendala yang ditemui selama bertugas. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. 37 responden terdaftar dalam penelitian ini dengan total sampling. Kuesioner tertutup dan terbuka digunakan untuk pengumpulan data. Sehingga deperoleh hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 36 responden (97,3%) masuk kategori baik dan sisanya 1 responden (2,7%) cukup. Terdapat 8 faktor pendukung pelaksanan tugas satgas Covid-19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Tugas Satgas Covid-19 di Kota Yogyakarta memiliki pencapaian yang baik dikarenakan factor pendukung yang relevan.