cover
Contact Name
Firdaus Syah
Contact Email
jurnalazkia@gmail.com
Phone
+6282367771980
Journal Mail Official
jurnalazkia@gmail.com
Editorial Address
Gedung A Kampus Al-Hilal Sigli. Jalan Lingkar Keniree, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh. Kode Pos. 24151
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Azkia : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam
Core Subject : Religion, Education,
Azkia : jurnal aktualisasi Pendidikan Islam yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli, Aceh. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang Pendidikan Agama Islam. Artikel yang dimuat dalam jurnal Azkia adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang Pendidikan Agama Islam yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember.
Articles 158 Documents
THE QUALITY OF ISLAMIC EDUCATION LEARNING ASSESSMENT: AN EVALUATIVE STUDY AT THE ELEMENTARY, JUNIOR HIGH, AND HIGHER EDUCATION LEVELS Ahwil Lutan Hidayah; Sofwatun Nida; Arif Zefrizen
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.874

Abstract

A quality assessment instrument is an important component in the learning evaluation process to measure the achievement of student learning outcomes. This article aims to describe how to analyze the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning assessment instruments at the primary, secondary, and tertiary education levels. The method used is a literature study with a descriptive-analytic approach to the aspects of validity, reliability, difficulty level, differentiating power, and effectiveness of distractors in assessment instruments. The results of the analysis show that the quality of assessment instruments is often not optimal. At the primary level, aspects of suitability with learning indicators and materials are the main focus. At the intermediate level, the distribution of question difficulty levels is not balanced, with the dominance of questions that are too easy. At the high level, there is a need to clarify the substance of the material and avoid redundancy of questions. An ideal assessment instrument must meet the principles of validity, reliability and fairness and be prepared according to learning needs. This article emphasizes the importance of systematic development and analysis of assessment instruments to ensure the quality of accurate and representative learning evaluation results. Thus, efforts are needed to improve educators' competence in developing and analyzing assessment instruments according to educational evaluation standards.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN PAI: ANALISIS KRITIS EPISTEMOLOGI DAN ETIKA TEOLOGIS PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Dahniar
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.883

Abstract

Maraknya penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perguruan tinggi telah menggeser paradigma lama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Mahasiswa semakin bergantung pada AI untuk menjawab persoalan teologis dan menyusun karya ilmiah, yang berpotensi memicu pudarnya dominasi keagamaan dan kekosongan spiritual. Penelitian kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk merekonstruksi etika epistemologis pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI di perguruan tinggi menggunakan pisau analisis Maqashid Syariah (kerangka al-kulliyat al-khams). Data dikumpulkan melalui studi tekstual terhadap literatur klasik Maqashid Syariah dan artikel jurnal bereputasi terkait kecerdasan buatan dalam pendidikan Islam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI memberikan maslahat signifikan terhadap pilar hifdz al-’aql (memelihara akal) melalui efisiensi akses literatur dan akselerasi data kognitif. Namun, ketergantungan mutlak pada AI membawa mafsadat serius terhadap pilar hifdz ad-din (memelihara agama) dan hifdz an-nafs (memelihara jiwa) akibat risiko halusinasi informasi keagamaan, degradasi tradisi sanad keilmuan, serta hilangnya transfer nilai spiritual. Penelitian ini merumuskan formula etis berupa reposisi AI secara ketat sebagai wasilah (sarana instrumental), sedangkan dosen harus dipertahankan sebagai mu’addib dan mursyid yang memegang otoritas transformasi spiritual dan moral mahasiswa. Implikasi riset ini menekankan pentingnya regulasi "fikih digital" di perguruan tinggi untuk menjaga integritas akademik dan teologis
KARAKTERISTIK SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI BELANDA Hadini
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.884

Abstract

Berbagai kekhasan sistem pendidikan Islam di berbagai dunia tentu saja menarik untuk diteliti. Hall ini dikarenakan setiap negara mempunyai berbagai perbedaan kultur dan sosiopolitis yang mempengaruhi sistem pendidikan Islam, sehingga lembaga pendidikan Islam di setiap negara di dunia mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri yang membedakannya dari satu negara dengan negara-negara lainnya. Dalam kajian ini dicoba dikaji sistem pendidikan Islam di Belanda sebagai salah satu negara di benua Eropa., karakteristik Pendidikan Islam tentu saja mempunyai keunikan tersendiri mengingat ia berada di dalam negara yang menganut paham sekuler. Kekhasan sistem pendidikan Islam di Belanda juga tentu merupakan bagian dari kekayaan khazanah Islam yang bisa diambil untuk pengembangan lembaga pendidikannya, di samping itu juga penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam di era modern sekarang ini. Dalam hal ini peneliti mencoba menggunakan metode library research (penelitian pustaka). Untuk itu peneliti melakukan penelusuran terhadap literatur-literatur berupa buku-buku, hasil penelitian, serta jurnal-jurnal, baik nasional maupun internasional yang berkaitan dengan karakteristik system Pendidikan Islam di Belanda. Dari hasil penelusuran ditemukan bahwa Pendidikan Islam di Belanda secara formal mulai dari tingkat SD/Islamic bassic school, Menengah/ secondary school sampai Tingkat Perguruan Tinggi yang kesemuanya berada dalam naungan dan pendanaan dari pemerintah
EFEKTIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAN MENGGUNAKAN METODE BILQIS DI MTS ATTAFSIRIYYAH SUKABUMI Infa Idzna Rahmani; Yanti Susanti; Alfi Lutfiyah
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.885

Abstract

Pemilihan metode harus dilakukan oleh pengajar (ustadz/ustadzah) dalam pembelajaran Al-Qur‟an, karena metode aspek yang sangat penting dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur‟an sering kali tidak relevan walaupun dalam suatu lembaga sudah ada ketentuan dalam penggunaan metode pembelajaran Al-Qur‟an, sehingga tidak dapat meningkatkan kemampuan membaca dan mengiramakan Al-Qur‟an. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah penyimpulan dan cenderung menggunakan analisis. Berdasarkan penelitian Efektivitas Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Menggunakan Metode Bilqis, dapat disimpulkan bahwa, siswa mampu menguasai materi-materi yang diajarkan dalam modul bilqis jilid 1 dan 2 selama satu tahun, serta mampu menguasai hukum-hukum tajwid dan dapat mengikuti irama murottal syekh dari timur tengah dengan menggunakan rumus “tu wa ga pat ma nam juh pan”, menguasai murotal, tajwid gerak dan tajwid terapan dengan kepalan tangan. Misalnya jika ayat mengandung gunnah maka pengajar mengepalkan tangan dan menahannya, dan ketika ayat tersebut panjang 4 atau enam harkat pengajar menghitung jarinya sesuai dengan banyak harkatnya
SASTRA ARAB ANDALUSIA: KEUNIKAN DAN KETERPADUAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SASTRA Nurhalifa; Haniah; Muhsin Ahmad
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah masuknya sastra Arab di Andalusia, periodisasi perkembangannya, serta keunikan dan bentuk keterpaduan budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), dengan menelaah dan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait sejarah dan sastra Arab Andalusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra Arab Andalusia berkembang melalui enam periode yang sejalan dengan dinamika politik Islam di wilayah tersebut, dimulai dari masa yang masih sangat dipengaruhi sastra Masyriq hingga lahirnya bentuk khas seperti muwasyyahat dan zajal. Keunikan sastra ini terletak pada sifatnya yang terbuka, adaptif, dan integratif, yang memadukan bahasa, tema, dan estetika lokal dengan tradisi sastra Arab klasik. Kondisi ini terjadi karena posisi geografis dan sosial-politik Andalusia sebagai titik temu peradaban Islam, Eropa, dan tradisi lokal Iberia mendorong terjadinya proses akulturasi yang intensif, sehingga melahirkan corak sastra yang berbeda dari sastra Masyriq. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra Andalusia bukan sekadar duplikasi sastra Masyriq, melainkan entitas sastra dengan identitas tersendiri hasil akulturasi budaya yang kompleks. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika sastra Arab dalam konteks interaksi lintas budaya dan peradaban
HUBUNGAN KONDISI INFRASTRUKTUR KELAS DENGAN KINERJA PROFESIONAL GURU DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN BERKUALITAS Rana Huwaidah; Ghonimah; Salamah
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.887

Abstract

Pembelajaran berkualitas merupakan tujuan utama penyelenggaraan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kondisi infrastruktur kelas dan kinerja profesional guru. Infrastruktur kelas yang memadai dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sementara kinerja profesional guru menentukan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi infrastruktur kelas dengan kinerja profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah guru pada satuan pendidikan dasar, dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi infrastruktur kelas dan kinerja profesional guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kondisi infrastruktur kelas, semakin optimal pula kinerja profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan demikian, peningkatan kualitas infrastruktur kelas perlu menjadi perhatian dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran.
Rekonstruksi Pendidikan Islam: Menggali Khazanah Klasik, Mengkritisi Era Modern, Merancang Model Futuristik Sugeng Hidayat
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.888

Abstract

Pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi yang membawa nilai-nilai modern seperti sekularisme, rasionalisme, dan materialisme, menyebabkan dilema antara mempertahankan tradisi klasik atau mengadopsi modernitas. Di Indonesia, perpaduan pemikiran ulama pesantren dengan dinamika teknologi menimbulkan masalah seperti kesenjangan digital, dekadensi moral, radikalisme, dan krisis identitas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma pendidikan Islam melalui penggalian khazanah klasik (seperti model Rasulullah dan pemikiran Al-Ghazali, Ibn Sina), kritik terhadap era modern yang formalistik-sekuler, serta perancangan model futuristik yang integratif-holistik berbasis Society 5.0. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, analisis menunjukkan kebutuhan rekonstruksi untuk mengintegrasikan ilmu agama dan umum, dengan inspirasi dari Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Al-Attas) dan Integrasi-Interkoneksi (Amin Abdullah). Hasilnya menekankan kurikulum holistik, metode inovatif, dan penguatan guru sebagai mentor spiritual agar pendidikan Islam tetap relevan, transformatif, dan mampu membentuk generasi beriman, berilmu, serta adaptif terhadap tantangan global. Rekomendasi mencakup reformasi kebijakan untuk pendidikan moderat dan inklusif
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN IBADAH SHOLAT DHUHA BERJAMA’AH DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK Warinih; Eka Naelia Rahmah
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 21 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v21i1.889

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi pembiasaan ibadah sholat dhuha berjama’ah dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjek penelitian ini, Kepala Sekolah, Wali Kelas, Guru PAI, dan 4 peserta didik. teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembiasaan ibadah sholat dhuha terdapat tiga kegiatan, yaitu: kegiatan rutin, pembiasaan sholat dhuha berjama’ah dilaksanakan secara rutin pada hari senin-jumat jam 07.10-07.45. kegiatan spontan, dengan adanya sholat dhuha, peserta didik terlatih secara spontan mengucap takbir, tasbih, tahmid dan basmalah di kehidupan sehari-hari. keteladanan, guru memberikan teladan dengan melaksanakan sholat dhuha dan memberikan motivasi. Melalui pembiasaan ibadah sholat dhuha berjama’ah dapat membentuk karakter disiplin peserta didik, terlihat dari aspek menaati tata tertib sekolah, terlihat peserta didik datang ke sekolah tepat waktu. Aspek perilaku kedisiplinan di dalam kelas, peserta didik diharuskan berprilaku baik, khususnya pada saat melaksanakan sholat dhuha. Aspek disiplin dalam menepati jadwal belajar dibentuk dengan memberikan motivasi mengenai kepatuhan terhadap jadwal belajar dan pentingnya sholat dhuha. Aspek belajar secara teratur yaitu peserta didik dapat melaksanakan sholat dhuha secara teratur.