cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnaljukemas@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnaljukemas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 29882052     EISSN : 29882052     DOI : https://doi.org/10.60126/jukemas
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is a journal that is a scientific forum for community service, with the online registered number E-ISSN 2988-2052. This multidisciplinary scientific journal in the field of community service is published by Lumbung Pare Cendekia with the aim of publishing the results of community service activities related to the development and application of science and technology research results, which include concepts, models and its implementation as an effort to increase community participation in development. JUKEMAS is a scientific publication in the field of community service and empowerment with coverage of areas: Human development and nation competitiveness, Local resource-based poverty alleviation, Management of rural and coastal areas of local wisdom. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, Education, Animal Husbandry, Fisheries, Marine, Public Health, UMKM, Development of environmentally sound technologies. Health, nutrition, tropical diseases, herbal medicines, Art, literature, and culture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Pendampingan Penyusunan Paket Wisata Minat Khusus Pendukung Desa Wisata Situs Wajakensis Desa Gamping, Campurdarat, Tulungagung Nurhidayati, Sri Endah; Santoso, Yuniawan Heru; Noviyanti, Upik Eka; Ariyah, Mochammad Reizza Al
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1500

Abstract

Desa Gamping dilimpahi kekayaan alam dan sumber data kars yang menguntungkan dikembangkan sebagai sumber pendapatan untuk jangka pendek, dan menyisakan masalah lingkungan (banjir, longsor, kerusakan tanah). Sebagai alternative sumber daya yang ada dapat dikembangkan sektor pariwisata. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap peluang sektor pariwsata, mengembangkan sumber daya lokal menjadi atraksi wisata, dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan penyusunan paket wisata. Metode pengabdian di Desa Gamping antara lain FGD untuk menggali kebutuhan dan harapan masyarakat, sosialisasi tentang keuntungan pengembangan pariwisata, pelatihan meliputi penyusunan paket wisata, dan monitoring dan evaluasi dilakukan melalui kunjungan lapangan dan komunikasi berkelanjutan via grup WhatsApp. Kegiatan dibagi dalam beberapa tahap. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui sosialisasi, FGD, dan pelatihan (paket wisata, kuliner, souvenir, digital marketing). Kedua, Memberdayakan perempuan agar lebih aktif dalam usaha pariwisata, tidak hanya sebagai pendukung tetapi juga pelaku usaha. Ketiga, Menguatkan peran Pokdarwis dalam mengidentifikasi potensi lokal dan mengemasnya menjadi paket wisata minat khusus. Hasil program pendampingan di Desa Gamping, Tulungagung telah memberikan manfaat bagi pengembangan desa wisata dan berhasil memperkuat Desa Gamping sebagai desa wisata minat khusus.
Penerapan Biopori Pengelolaan Air dan Sampah (Biopas) Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik dan Pencegahan Genangan Air di Perumahan Griya Mustika Sedayu, Dusun Gunung Polo Akbarini, Indah Witdya; Putri, Nurlaili Raihanah; Rahmawati, Nunik Andina; Afni Hartika; Umaya, Auliana Nurutsani; Arsalan, Fauzan Naufal; Heru Subaris Kasjono
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1501

Abstract

Biopori merupakan teknologi sederhana yang berfungsi meningkatkan daya resap air tanah sekaligus memanfaatkan sampah organik rumah tangga secara ramah lingkungan. Lingkungan Perumahan Griya Mustika Sedayu, Dusun Gunung Polo, masih menghadapi permasalahan berupa pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal serta rendahnya daya serap tanah yang menyebabkan genangan air saat hujan. Permasalahan ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai teknologi pengelolaan lingkungan yang sederhana dan ramah lingkungan. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan Program Biopori Pengelolaan Air dan Sampah (BIOPAS) pada tanggal 25 Januari 2026 melalui metode pre-test dan post-test, penyuluhan, serta praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Program BIOPAS terbukti efektif sebagai solusi eduaktiff dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah organik dan pencegahan genangan Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta mewujudkan lingkungan perumahan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pendampingan Pemanfaatan Google Sheet sebagai Sistem Reminder Otomatis Berbasis Email bagi Petugas Pelayan Ibadah Gereja Purwanto
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1506

Abstract

Pelayanan ibadah gereja melibatkan banyak petugas dengan jadwal yang berubah setiap minggu. Permasalahan yang muncul tidak hanya terkait distribusi informasi, tetapi juga keterbatasan individu dalam mengingat jadwal pelayanan akibat gangguan prospective memory, distraksi aktivitas, interferensi informasi, serta faktor gaya hidup seperti stres dan kelelahan. Kondisi ini meningkatkan risiko kelalaian dalam pelaksanaan tugas pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pemanfaatan Google Sheet sebagai sistem informasi pengingat otomatis berbasis email guna mendukung kesiapan petugas ibadah pada gereja di Salatiga. Metode yang digunakan adalah Participatory Rapid Appraisal (PRA) melalui tahapan survei awal, identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan 90% peserta menyatakan materi mudah dipahami, 80% mampu mengakses jadwal secara mandiri, dan 75% menilai sistem mudah digunakan. Sebanyak 83,3% peserta merasa sistem membantu mengingat jadwal, 80% merasa lebih siap melayani, dan 73,3% menyatakan bersedia menggunakan sistem secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem efektif sebagai media pengingat dan berpotensi direplikasi pada organisasi pelayanan sejenis.  
Sosialisasi Mitigasi Banjir dan Sistem Normalisasi di Kabupaten Aceh Utara Sari, Hasrina; Salsabila, Almas; Muttaqin, Zainul
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1507

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Tingginya intensitas curah hujan, sedimentasi sungai, degradasi daerah aliran sungai (DAS), serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor utama meningkatnya risiko banjir. Pengabdian ini bertujuan menganalisis efektivitas mitigasi banjir berbasis normalisasi sistem air yang meliputi drainase, irigasi, waduk, sungai, laut, dan hutan serta mengintegrasikannya dengan pendekatan manajemen risiko. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumen dari instansi terkait. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa normalisasi sistem air mampu meningkatkan kapasitas aliran dan menurunkan durasi genangan. Namun, efektivitasnya menjadi terbatas apabila tidak diintegrasikan dengan pengelolaan DAS dan kebijakan tata ruang yang berkelanjutan. Pendekatan manajemen risiko menunjukkan bahwa mitigasi struktural perlu dikombinasikan dengan mitigasi non-struktural untuk menurunkan tingkat risiko banjir secara signifikan.
Optimalisasi Pencegahan Leptospirosis melalui Edukasi Kesehatan di Dusun Metes, Kalurahan Argorejo Puspitasari, Yuliana; Amini, Putri Qomariah; Andiani, Shinta Pasha; Pradani, Merita Rizki; Irawan, Kahfi Kurnia; Nabilla; Istiqomah, Siti Hani; Iswanto, Iswanto
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1513

Abstract

Leptosirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditulakan melalui kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi oleh urine hewan yang terinfeksi. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit leptospirosis di Indonesia mencapai 2,5 – 16,45%. Dusun Metes memiliki karakteristik lingkungan dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan paparan masyarakat terhadap sumber infeksi leptospirosis, terutama pada musim penghujan ketika risiko genangan air meningkat. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara penularan, gejala, serta upaya pencegahan leptospirosis di Dusun Metes. Metode penyuluhan diberikan melalui pemaparan materi, pengerjaan kuesioner, dan diskusi interaktif. Materi penyuluhan mencakup pengertian leptospirosis, cara penularan, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan penyakit leptospirosis. Hasil Kegiatan penyuluhan leptospirosis di RT 46 dan RT 48 Dusun Metes terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta terhadap penyakit leptospirosis baik cara penularan, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan penyakit leptospirosis. Kesimpulannya penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani, untuk lebih memahami risiko leptospirosis dan menerapkan upaya pencegahan dalam aktivitas sehari-hari.