cover
Contact Name
Muhammad Muzakki
Contact Email
kangzaky92@gmail.com
Phone
+6281259428689
Journal Mail Official
kangzaky92@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perkutut RT 002 RW 011
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 29628172     DOI : DOI PREFIKS 10.36232
Core Subject : Education,
PAIDA: Jurnal Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) . Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi Pendidikan Agama Islam (PAI). Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Peran Pembelajaran Bahasa Arab dalam Sistem Pendidikan Islam terhadap Penguatan Identitas Keislaman Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Guroba) Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5739

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran bahasa Arab dalam penguatan identitas keislaman santri di Pondok Pesantren Modern Al-Guroba Kabupaten Sorong. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pembelajaran bahasa Arab di pesantren tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan kompetensi kebahasaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai Islam dan pembentukan identitas keislaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis peran pembelajaran bahasa Arab sebagai instrumen penguatan identitas keislaman santri dalam konteks pesantren modern di wilayah Papua Barat, yang masih relatif terbatas dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab berperan penting dalam penguatan identitas keislaman santri melalui peningkatan pemahaman terhadap sumber ajaran Islam, pembiasaan penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan kompetensi linguistik, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan memberikan ulasan mengenai transmisi pembelajaran bahasa Arab dan pendidikan Islam, serta menawarkan perspektif bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat menjadi instrumen strategi dalam penguatan identitas keislaman santri di lingkungan pesantren.
Pengaruh Pembelajaran Bina Pribadi Islam Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SDIT Mutiara Insan Kabupaten Sorong Sari Pinasih; Zulkifli; Muhammad Muzakki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5830

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam pendidikan karena berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan perilaku positif pada peserta didik. Namun, berbagai fenomena menunjukkan adanya penurunan nilai karakter di kalangan siswa sehingga diperlukan pembinaan karakter melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Bina Pribadi Islam terhadap pembentukan karakter siswa di SDIT Mutiara Insan Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental (ex post facto). Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25 setelah memenuhi uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bina Pribadi Islam dan pembentukan karakter siswa berada pada kategori tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 9,665 > t tabel 2,032 dengan koefisien regresi sebesar 0,769 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,533. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bina Pribadi Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter siswa dengan kontribusi sebesar 53,3%. Disimpulkan bahwa semakin baik pelaksanaan pembelajaran Bina Pribadi Islam, maka semakin baik pula pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, sekolah perlu mempertahankan dan mengembangkan pembelajaran Bina Pribadi Islam serta memperkuat kerja sama dengan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa.
Implementasi Pendidikan Al-Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah Malawili Kabupaten Sorong Asyam Muis; Zulkifli; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5909

Abstract

Pembentukan karakter religius pada jenjang pendidikan dasar merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan generasi muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan Al-Islam dalam membentuk karakter religius siswa kelas VI serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut di SD Muhammadiyah Malawili Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, satu guru Al-Islam, dan enam siswa kelas VI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan tiga teknik Yin, yaitu pattern matching, explanation building, dan time-series analysis, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Islam berperan signifikan dalam membentuk karakter religius siswa melalui tiga dimensi utama: penguatan akidah melalui hafalan Al-Qur'an dan doa harian, pembiasaan ibadah melalui sholat zuhur berjamaah dan tadarus, serta pembentukan akhlak melalui keteladanan guru. Faktor pendukung meliputi kurikulum terintegrasi, keteladanan guru, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, pemanfaatan teknologi, dan dukungan keluarga. Faktor penghambat mencakup rendahnya motivasi intrinsik siswa, gangguan teman sebaya, lingkungan multireligius, paparan media sosial negatif, keterbatasan fasilitas, dan alokasi waktu yang terbatas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang memadukan kurikulum, keteladanan, dan pembiasaan merupakan strategi paling efektif dalam membentuk karakter religius siswa di sekolah dasar berbasis Islam.
Hubungan Penerapan Metode Wafa dengan Motivasi Belajar Al-Qur'an Siswa di SMP Muhammadiyah 4 Tanggul Muhammad Alfiansyah Nurohim; Siti Nursyamsiyah; Badrut Tamami
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6039

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an memerlukan metode yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu metode yang digunakan adalah Metode Wafa yang mengintegrasikan pendekatan otak kanan, multisensori, dan prinsip Quantum Teaching dalam proses pembelajaran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan Metode Wafa dengan motivasi belajar Al-Qur’an siswa di SMP Muhammadiyah 4 Tanggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 49 siswa dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sampling total. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan Metode Wafa dengan motivasi belajar Al-Qur’an siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,563 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,01. Nilai koefisien korelasi tersebut berada pada kategori sedang. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,317 menunjukkan bahwa 31,7% variasi motivasi belajar Al-Qur’an berkaitan dengan penerapan Metode Wafa, sedangkan 68,3% berkaitan dengan faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu bagi sekolah, diharapkan dapat terus mendukung penerapan Metode Wafa dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai, bagi guru Al-Qur’an, diharapkan dapat menerapkan Metode Wafa secara lebih kreatif dan konsisten dengan memaksimalkan penggunaan media pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Kinestetik terhadap Pemahaman Belajar Siswa pada Pembelajaran Fikih Muhammad Odha Meditamar; Mulyana
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6058

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pembelajaran Fiqih yang ditandai dengan perilaku siswa yang mengganggu, pasif, kurang percaya diri, serta rendahnya konsentrasi dan pemahaman makna ibadah, sehingga siswa belum mampu menunjukkan sikap khusyuk. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan, fokus, dan pemahaman komprehensif siswa melalui penerapan model pembelajaran kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan guru dan siswa Pendidikan Agama Islam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kinestetik dalam pembelajaran Fiqih di MAS Al-Muhsin Koto Petai belum optimal, terutama pada penyusunan konsep dan strategi demonstrasi yang sistematis. Pemahaman siswa masih tergolong rendah, dengan aspek afektif sebagai aspek yang paling lemah dibandingkan aspek kognitif dan motorik. Pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran kinestetik berpotensi meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa apabila dirancang secara terstruktur dan aplikatif. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran kinestetik belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih. Oleh karena itu, disarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran kinestetik yang lebih terarah, sistematis, dan menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik
Internalisasi Nilai Aqidah, Ibadah, dan Akhlak dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas IX di MTs Muhammadiyah 2 Aimas Aswar Hasyim; Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6065

Abstract

Karakter religius menjadi salah satu pencapaian utama dalam pendidikan Islam, karena pendidikan ini tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga harus menumbuhkan penghayatan serta pengamalan nyata nilai-nilai keagamaan dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai aqidah, ibadah, dan akhlak diinternalisasikan dalam membentuk karakter religius siswa kelas IX di MTs Muhammadiyah 2 Aimas, sekaligus menelusuri faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data digali dari kepala madrasah, guru PAI, dan siswa kelas IX yang ditentukan secara purposive, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa penguatan nilai aqidah berlangsung melalui proses pembelajaran PAI, peneguhan keimanan kepada Allah SWT., dan pembiasaan sikap keimanan dalam aktivitas sehari-hari. Nilai ibadah ditanamkan lewat rutinitas salat duha, salat zuhur berjamaah, muraja'ah Al-Qur'an, kultum, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Sementara itu, nilai akhlak terbentuk melalui teladan para guru serta pembiasaan sikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab yang didukung budaya keagamaan madrasah. Lingkungan madrasah yang kondusif, keteladanan guru, dan hilangnya program keagamaan menjadi faktor pendorong, sedangkan pengaruh negatif dari luar sekolah, media digital, dan pergaulan menjadi penghambat. Penelitian menekankan pentingnya internalisasi nilai ketiga tersebut secara berkesinambungan, dan merekomendasikan penguatan kerja sama sekolah, guru, dan orang tua serta pengembangan program pembiasaan keagamaan yang lebih konsisten.
Implementasi Metode Iqra’ dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al – Qur’an Santri di TPQ Al – Hikmah Aldi Akbar; Jumadi; Muhammad Muzakki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Iqra' dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di TPQ Al-Hikmah Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Permasalahan yang ditemukan berupa kesulitan santri dalam makharijul huruf, tajwid, dan kelancaran akibat metode konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Iqra' dilaksanakan melalui tiga tahapan: perencanaan setiap semester, penerapan sistem pembelajaran klasikal awal (15 menit), pembelajaran individual/ talaqqi (30 menit), dan klasikal akhir. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas, motivasi guru, serta dukungan orang tua. Faktor penghambatnya meliputi usia santri yang masih dini, kurang fokus, dan keterbatasan ruang kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Iqra' efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an santri secara signifikan. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan kajian yang lebih luas mengenai keefektifan metode Iqra' dengan pendekatan penelitian kuantitatif atau metode campuran untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif serta mengembangkan model pembelajaran yang mengakomodasi perbedaan karakteristik santri.
Implementasi Deep Learning untuk Menanamkan Pendidikan Karakter Islami Siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong Riska Jaya; Muhammad Muzakki; Abdul Gani
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6141

Abstract

enelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penanaman karakter Islami pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam menanamkan pendidikan karakter Islami serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, pengkodean, penyusunan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam diterapkan melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, reflektif, dan menyenangkan. Penerapannya diwujudkan melalui praktik ibadah, media visual, permainan edukatif, cerita Islami, diskusi, refleksi, serta pembiasaan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter Islami siswa yang tercermin dalam sikap religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, kompetensi guru, program pembiasaan keagamaan, dan sarana pembelajaran. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi dan media sosial, keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya konsistensi perilaku siswa, serta keterbatasan sarana pendukung. Sekolah disarankan memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan mengoptimalkan penerapan deep learning secara berkelanjutan.
Hubungan Antara Pembelajaran Akidah Akhlak dan Perilaku Sopan Santun Peserta Didik Kelas VIII di MTs Negeri Kota Sorong Amalia Fausabila; Zulkifli; Jumadi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6343

Abstract

Pembelajaran akidah akhlak merupakan pembelajaran yang bertujuan bagi peserta didik, agar memiliki pengetahuan, penghayatan, dan keyakinan yang benar dalam bersikap dan bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kesenjangan antara tujuan pembelajaran dan perilaku nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran akidah akhlak dan perilaku sopan santun peserta didik kelas VIII di MTs Negeri Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,495 dengan signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan tingkat hubungan sedang. Artinya, semakin baik pembelajaran akidah akhlak, maka semakin baik pula perilaku sopan santun peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran akidah akhlak memiliki hubungan yang positif dengan perilaku sopan santun peserta didik, namun tidak tergolong kuat karena ada faktor lain yang juga berkontribusi terhadap pembetukkan perilaku sopan santun.
Analisis Kesenjangan Materi Pendidikan Agama Islam dan Kebutuhan Kontekstual Peserta Didik di Era Disrupsi Muhammad Muzakki; Awaludin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6486

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menghadapi tantangan krusial berupa kesenjangan antara materi ajar yang cenderung normatif-tekstual dengan kebutuhan kehidupan nyata peserta didik yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan area kesenjangan, mengidentifikasi faktor penyebab, dan merumuskan model konseptual PAI yang lebih kontekstual. Menggunakan explanatory sequential mixed-methods design, data kuantitatif dikumpulkan melalui skala kesenjangan relevansi materi PAI terhadap 285 siswa SMA/SMK di Kabupaten Sorong, kemudian diperdalam dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 6 guru PAI dan FGD dengan 4 kelompok siswa. Temuan statistik deskriptif mengungkap kesenjangan tertinggi pada dimensi Literasi Digital (GAP=1.82), diikuti dimensi Psikologis-Spiritual (GAP=1.75) dan Ekologis (GAP=1.68). Analisis kuadran memetakan materi "Etika Bermedia Sosial" dan "Manajemen Stres Perspektif Islam" sebagai area "Kritis" yang paling membutuhkan intervensi. Hasil kualitatif mengidentifikasi tiga faktor penyebab utama: (1) orientasi kurikulum yang berfokus pada cakupan konten (content coverage); (2) keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan isu kontemporer; dan (3) sumber belajar yang tidak responsif terhadap perkembangan zaman. Sebagai sintesis, dirumuskan "Model PAI Transformatif-Kontekstual" berbasis pedagogi reflektif dan proyek sosial untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reorientasi kurikulum PAI dari sekadar transmisi doktrin menuju internalisasi nilai dalam aksi nyata menjadi sebuah keniscayaan. Saran dari hasil penelitian ini yaitu perlu disempurnakan kurikulum PAI agar lebih responsif terhadap isu kontemporer, guru harus berani keluar dari zona nyaman dan menjadi pembelajar sepanjang hayat serta kebijakan sekolah harus selaras dengan nilai-nilai PAI.