cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddinazka15@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
abdurraufeducationislamicstudi@gmail.com
Editorial Address
Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
ISSN : 30894085     EISSN : 30897610     DOI : 10.70742
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies adalah jurnal double-blind peer-review yang diterbitkan oleh Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara, Indonesia. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian tentang Pendidikan dan Studi Islam (Lihat Fokus dan Cakupan ) . Artikel jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun, yaitu Januari, Mei dan September. Setiap edisi memiliki 6 artikel baik pada artikel konseptual dan artikel penelitian. Diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2024 dengan versi cetak ( Print ISSN 3089-4085) , kemudian pada tahun 2025 terbit versi daring ( Online ISSN 3089-7610) dari terbitan Vol 1 No. 2. Jurnal ini telah terdaftar di CrossRef. Semua artikel yang diterbitkan memiliki nomor DOI. Jurnal ini juga terindeks oleh Garuda, Moraref, BASE, dan masih banyak lagi pengindeksan lainnya.
Articles 16 Documents
Management of Infrastructure in Vocational High Schools Ante, Lady D.; Sumual, Tinneke EM; Monigir, Norma N,
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v1i3.258

Abstract

This study aims to explore the management of educational facilities and infrastructure at Christian Private Vocational High School, Christian Education Foundation in Manado, Evangelical Christian Church in Minahasa, with a specific focus on the Computer and Network Engineering department. The research is grounded in the reality that many key learning facilities—such as computer laboratories and internet networks—have not been managed effectively. However, the availability of appropriate resources is essential to support technology-based learning, especially in vocational education settings. A qualitative approach was used, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. The findings reveal that although planning for facility procurement has taken place, there are still significant challenges in the areas of organization, implementation, and supervision. The lack of a structured management system and limited technical personnel have led to poorly maintained facilities. Moreover, the involvement of teachers and students in reporting issues and maintaining equipment remains minimal. This study highlights the importance of applying the POAC management principles (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) in the administration of school infrastructure. The results are expected to serve as strategic input for the school, helping to create a more supportive and efficient learning environment that prepares students to compete in a technology-driven workforce.
Efektivitas Penggunaan Media Puzzle Pada Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil belajar Peserta Didik Kelas IV SD Inpres Samata Risnayanti, Risnayanti; Mustami, Muh Khalifah; Suarti, Suarti
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.278

Abstract

This study aims to determine the differences in learning outcomes of students before and after the use of puzzle media and to evaluate its effectiveness in thematic learning on Theme 3 “Caring for Living Beings,” Subtheme 1 “Animals and Plants in My Home Environment,” among fourth-grade students at SD Inpres Samata. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using the Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two classes, each comprising 22 students. Data collection instruments included learning outcome tests (pretest and posttest) and documentation. The analysis results indicated a significant improvement in learning outcomes following the use of puzzle media, with an average N-Gain of 74.22% (high category) compared to 30.82% (low category) before the intervention. These findings suggest that puzzle media is reasonably effective in enhancing student learning outcomes. The implications of this study include increased student motivation, valuable input for school-based learning evaluations, and practical insights for researchers. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah diterapkannya media puzzle serta keefektifannya pada pembelajaran tematik tema 3 “Peduli terhadap Makhluk Hidup” subtema 1 “Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku” pada siswa kelas IV SD Inpres Samata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, masing-masing 22 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar (pretest dan posttest) dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media puzzle, dengan rata-rata N-Gain sebesar 74,22% (kategori tinggi), dibandingkan 30,82% (kategori rendah) sebelum penggunaan media. Hal ini menggambarkan bahwa media puzzle cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini mencakup peningkatan motivasi belajar siswa, bahan evaluasi pembelajaran bagi sekolah, dan wawasan langsung bagi peneliti. Kata Kunci: Media puzzle, hasil belajar, pembelajaran tematik, eksperimen semu, siswa sekolah dasar
Relevansi Ontologis dalam Perkembangan Filsafat Ilmu Pengetahuan Riadi, Dayun; Suradi, Ahmad; Sulistri, Sulistri; Anggita, Lonie; Norvaizi, Ikhrom
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.316

Abstract

This article discusses the development of science that is fundamentally closely related to the role of philosophy, particularly from an ontological perspective. Science functions to elaborate on the phenomena of the universe, while philosophy aims to explain these phenomena with truths obtained through thought based on experience. Therefore, the advancement of science also reinforces the position of philosophy, whose goal is to discover true truths, especially in the context of present-day education. The method of this research is a literature study utilizing secondary data from library sources, documents, and scientific journals. Data was collected through note-taking and literature review related to traditional games. The researcher acted as the main instrument, analyzing the data through reduction, presentation, and simultaneous conclusion drawing to produce conclusions from the literature study. The ontology of science focuses on examining whether a field of knowledge truly exists or not. For instance, in the context of Islamic Educational Management, what is discussed ontologically is not only the existence of its study program but also whether the knowledge taught within it really exists and whether it is different from Educational Management in general. Ontological review is very important in the development of knowledge. By understanding what is considered real and how existence is defined in various disciplines, scholars can build more robust theories philosophically. Ontology is not just an abstract theory, but the foundation that determines the direction and validity of scientific knowledge. Ontological review provides a deep understanding of the metaphysical foundations of knowledge. Abstrak: Artikel ini membahas perkembangan ilmu pengetahuan yang pada dasarnya sangat terkait dengan peran filsafat terkhusus dari tinjauan ontologis. Ilmu pengetahuan berfungsi untuk menguraikan fenomena alam semesta, sementara filsafat bertugas menjelaskan fenomena tersebut dengan kebenaran yang diperoleh melalui pemikiran berdasarkan pengalaman. Oleh karena itu, kemajuan ilmu pengetahuan juga turut memperkuat posisi filsafat, yang tujuannya adalah menemukan kebenaran sejati, terutama dalam konteks pendidikan masa kini.Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan menggunakan data sekunder dari sumber perpustakaan, dokumen, dan jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui pencatatan dan kajian literatur terkait permainan tradisional. Peneliti berperan sebagai instrumen utama, menganalisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara simultan untuk menghasilkan kesimpulan studi literatur.Ontologi ilmu berfokus pada pemeriksaan apakah suatu ilmu pengetahuan benar-benar ada atau tidak. Misalnya, dalam konteks Manajemen Pendidikan Islam, secara ontologis yang dibahas bukan hanya keberadaan program studinya, tetapi juga apakah ilmu yang diajarkan di dalamnya benar-benar ada dan apakah berbeda dengan Manajemen Pendidikan pada umumnya.Tinjauan ontologis sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan memahami apa yang dianggap nyata dan bagaimana keberadaan didefinisikan dalam berbagai disiplin ilmu, para ilmuwan dapat membangun teori yang lebih kokoh secara filosofis. Ontologi bukan sekadar teori abstrak, tetapi fondasi yang menentukan arah dan validitas suatu pengetahuan ilmiah. Tinjauan ontologis memberikan pemahaman mendalam tentang fondasi metafisik dari ilmu pengetahuan. Kata kunci: Relevansi, ontologis; filsafat, ilmu pengetahuan
Eksplorasi Makna Hidup Anak Gen Z di Era Digital Najmi, Akmalun; Ismail, Ismail; Romli B, Moh
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.382

Abstract

The digital era has brought about fundamental changes in how Generation Z interprets life, amid the flood of information and widespread use of social media. The methodology in this study uses qualitative research through literature review to understand the elements, challenges, and opportunities in the formation of their meaning of life. The results of this study indicate that digital media, social media, and digital spaces play a significant role in the process of identity formation and the search for meaning in life for Generation Z. However, on the other hand, they also pose challenges in the form of digital distractions, identity crises, and concerns about the future. Family, social community, education, and information technology skills can play a role in helping Gen Z children find authentic, spiritual meaning in life and have a positive impact in the digital age. This study emphasizes that cooperation between families, schools, and communities is essential to improve digital literacy and self-awareness so that Generation Z can use technology wisely in finding direction and meaning in their lives. Abstrak: Era digital telah menghasilkan banyak perubahan mendasar untuk cara generasi Z dalam menginterpretasikan kehidupan, di tengah derasnya informasi dan penggunaan media sosial secara luas. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui kajian pustaka yang bertujuan untuk memahami elemen, tantangan, serta kesempatan dalam pembentukan makna hidup mereka. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa media digital, media sosial, serta ruang digital memiliki peran signifikan dalam proses pembentukan identitas diri dan pencarian makna hidup generasi Z, namun di sisi lain turut memunculkan tantangan berupa gangguan digital, krisis identitas, serta kekhawatiran terhadap masa depan. Faktor keluarga, komunitas sosial, pendidikan, dan kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi bisa memainkan peran dalam membantu anak-anak Gen Z mencari arti hidup yang asli, spiritual, dan membawa dampak positif di zaman digital. Penelitian ini menekankan bahwa kerjasama antara keluarga, sekolah, dan komunitas sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi digital dan kesadaran diri, sehingga generasi Z dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dalam mencari arah dan makna hidup mereka.
Peran Pengelolaan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Keberhasilan Program Kewirausahaan Di Sekolah Wahira, Wahira; Anwar, Andi Ratu Ayuashari
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.364

Abstract

Education is a key pillar in shaping superior human resources (HR) who are adaptive to the challenges of globalization and the industrial revolution 4.0. In this context, schools are not only required to produce graduates with strong academic achievements but also individuals who are independent, creative, and innovative through the development of entrepreneurship programs. The success of such programs is highly influenced by the effectiveness of HR management, particularly teachers and educators who play a crucial role in designing, implementing, and evaluating the entrepreneurship learning process. This study aims to identify the strategic role of HR management in enhancing the success of entrepreneurship programs in schools, to analyze the management aspects that significantly influence program effectiveness, and to provide an overview of HR management practices that can be implemented in the context of entrepreneurship education. The method applied is a literature review by examining theories, previous research findings, and HR management practices in schools. The analysis focuses on four main aspects: recruitment and placement of educators, training and competency development, motivation and well-being of HR, as well as program evaluation and monitoring. The theoretical framework of this study refers to the concept of HR management in education and theories of school-based entrepreneurship development. The findings indicate that well-planned and sustainable HR management is a determining factor in the success of entrepreneurship programs in schools. Recruitment of qualified educators, practice-based training, improvement of motivation and well-being, and systematic program evaluation contribute to the creation of effective entrepreneurship learning. Entrepreneurship programs supported by optimal HR management are proven to produce graduates who are not only academically competitive but also possess an entrepreneurial spirit that is independent, innovative, and adaptive to the dynamics of change. Abstrak: Pendidikan sebagai pilar utama dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif terhadap tantangan globalisasi serta revolusi industri 4.0. Dalam konteks ini, sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang berprestasi akademik, tetapi juga individu yang mandiri, kreatif, dan inovatif melalui pengembangan program kewirausahaan. Keberhasilan program tersebut sangat dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan SDM, khususnya guru dan tenaga pendidik, yang berperan penting dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran kewirausahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran strategis pengelolaan SDM dalam meningkatkan keberhasilan program kewirausahaan di sekolah, menganalisis aspek-aspek pengelolaan yang berpengaruh signifikan, serta memberikan gambaran praktik manajemen SDM yang dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah teori, hasil penelitian terdahulu, serta praktik manajemen SDM di sekolah. Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik, pelatihan dan pengembangan kompetensi, motivasi dan kesejahteraan SDM, serta evaluasi dan monitoring program. Kerangka teoritis penelitian ini mengacu pada konsep manajemen SDM dalam pendidikan dan teori pengembangan kewirausahaan berbasis sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM yang terencana dan berkelanjutan terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan program kewirausahaan di sekolah. Rekrutmen tenaga pendidik yang relevan, pelatihan berbasis praktik, peningkatan motivasi dan kesejahteraan, serta evaluasi program yang sistematis berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran kewirausahaan yang efektif. Program kewirausahaan yang didukung oleh manajemen SDM yang optimal mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompetitif secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang mandiri, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Kata kunci: Pengelolaan SDM, Kompetensi Guru, Manajemen Sekolah 
Dari Pasar Tradisional ke Platform Digital: Relevansi Akad Salam dalam Fiqih Muamalah Klasik terhadap E-Commerce Azhaari, Hasna; Zen, Muhamad
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.406

Abstract

The age of information technology has changed the face of global trade to become digital, one of which is through e-commerce. This has become an interesting phenomenon in the view of classical salam contracts. The application of modern innovation concepts with various futuristic offers in buying and selling can give birth to new concepts that have the potential to change the provisions of classical muamalah law. This study aims to analyze the application of digital salam contracts and legal adjustments with classical fiqh requirements. The method used is descriptive qualitative through a library research approach. The research data sources were examined from various written sources, including Fatwa DSN-MUI No.05/DSN-MUI/IV/2000 on Salam Transactions, the book Al-Mughni, other books, scientific articles, and relevant official documents through content analysis).  The results of the study indicate that the discussion of digital contracts by contemporary scholars in Islamic commercial law literature state that the use of digital Salam contracts is consistent with classical fiqh requirements provided they meet the fundamental pillars and conditions. Based on the guidelines of classical muamalah fiqh, which essentially states that all forms of muamalah are permissible unless there is evidence to prohibit them. Digital technology is nothing more than a means and does not change the essence of the contract. Islamic muamalah does not automatically oppose technological advances as long as the innovation complies with basic rules such as the prohibition of riba, gharar (uncertainty), and injustice. This legal orientation is taken from modern ijtihad fiqh muamalah today. Abstrak: Zaman teknologi informasi yang telah mengubah wajah perdagangan global menjadi serba digital salah satunya melalui e-commerce, hal ini menjadi fenomena menarik dalam pandangan hukum akad salam klasik. Pengaplikasian konsep inovasi modern dengan berbagai penawaran futuristic pada jual beli yang dapat melahirkan konsep baru sehingga berpotensi terhadap perubahan ketentuan hukum muamalah klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaplikasian akad salam digital dan penyesuaian hukum dengan syarat fiqih klasik. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data penelitian dengan menelaah diberbagai sumber tertulis, termasuk Fatwa DSN-MUI No.05/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Jual Beli Salam, kitab Al-Mughni, buku-buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan melalui analisis isi).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembahasan akad digital oleh para ulama kontemporer dalam literatur fiqih muamalah Indonesia menyatakan penggunaan akad salam digital sudah sesuai dengan syarat fiqih klasik asal memenuhi rukun dan syarat dasar tersebut. Berdasarkan pedoman fiqih muamalah klasik yang pada dasarnya semua bentuk muamalah boleh dilakukan terkecuali terdapat dalil yang mengharamkannya. Teknologi digital tidak lebih dari suatu wasilah dan tidak mengubah inti akad. Muamalah islam tidak secara otomatis menentang kemajuan adanya teknologi selama inovasi tersebut mematuhi aturan dasar seperti larangan riba, gharar (ketidakpastian) dan kezaliman. Orientasi hukum ini diambil dari ijthad modern fiqih muamalah masa kini.

Page 2 of 2 | Total Record : 16