cover
Contact Name
Nasrul Hadi Purwanto
Contact Email
masyarakatmandiridanberdaya@gmail.com
Phone
+6282131336065
Journal Mail Official
masyarakatmandiridanberdaya@gmail.com
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Jl. Raya Teras No.4 Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Masyarakat Mandiri dan Berdaya
ISSN : 29618568     EISSN : 2961791X     DOI : https://doi.org/10.56586/mbm.v3i6.414
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Masyarakat Mandiri dan Berdaya merupakan jurnal ilmiah yang berfokus kepada publikasi hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Lingkup kegiatan yang menjadi fokus adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat atau pemikiran di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, public health, farmasi dan lain sebagainya) yang dilakukan oleh civitas akademika internal STIKES Dian Husada Mojokerto, civitas akademika lain dan stakeholder kesehatan dan diimplementasikan kepada masyarakat sasaran.
Articles 57 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PIJAT BAYI MANDIRI PADA IBU MENYUSUI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI Wardani, Riska Aprilia; Virgia, Vera; Rosyidah, Nanik Nur
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4, Nomor 2, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i2.486

Abstract

Permasalahan tidur pada bayi sering kali berkaitan dengan rendahnya pengetahuan ibu mengenai teknik dan manfaat pijat bayi sebagai salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur. Banyak ibu yang belum memahami bahwa pijat bayi tidak hanya memberikan efek relaksasi, tetapi juga membantu mengatur pola tidur, meredakan ketegangan otot, serta menenangkan sistem saraf bayi. Akibat kurangnya pengetahuan ini, ibu cenderung tidak memasukkan pijat bayi dalam rutinitas harian, sehingga bayi lebih rentan mengalami gangguan tidur seperti sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur yang tidak nyenyak. Ketidaktahuan ini menunjukkan perlunya edukasi yang tepat dan praktis bagi ibu agar mampu menerapkan pijat bayi secara mandiri sebagai upaya sederhana namun efektif untuk mendukung tidur yang berkualitas dan perkembangan optimal pada bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan metode edukasi. Materi disampaikan kepada peserta kegiatan melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan secara sumatif. Dari hasil sumatif yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat tentang pijat bayi sebelum dilakukan kegiatan edukasi sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang tentang pijat bayi yaitu sebanyak 11 peserta (73,3%), dan setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan lebih dari separuh peserta kegiatan memiliki pengetahuan cukup tentang pijat bayi yaitu sebanyak 8 peserta (53,3%). Kegiatan transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi, karena memberikan akses langsung kepada informasi yang akurat, terstruktur, dan mudah dipahami mengenai manfaat serta teknik pijat yang aman bagi bayi. Melalui kegiatan ini, ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam perawatan sehari-hari. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu, diharapkan pijat bayi dapat menjadi bagian dari rutinitas yang mendukung kesehatan fisik dan emosional bayi, termasuk dalam membantu bayi tidur lebih nyenyak dan tumbuh optimal
TRANSFER IPTEK CARA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI MUSIM PENGHUJAN Atmaja, Bayu Purnama; Widyaningrum, Dian Anisia; Diliyana, Yudha Fika
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.492

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan kasus yang terus berfluktuasi setiap tahun, terutama akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, urbanisasi, serta perubahan iklim yang memperpanjang masa hidup nyamuk Aedes aegypti. Upaya pencegahan utama meliputi PSN 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, plus penggunaan repellent atau larvasida), pemberdayaan kader jumantik, serta inovasi seperti teknologi Wolbachia, namun tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, dan resistensi nyamuk terhadap insektisida masih menghambat efektivitas program. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta serta pendekatan edukasi yang kreatif dan berkelanjutan diperlukan untuk menekan angka penularan DBD secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat SEMAR DBD dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan lima aksi utama : 1) Serbu Sarang Nyamuk (pemeriksaan rumah dan lingkungan), 2) Eradikasi Jentik Nyamuk (pemberian larvasida dan pembersihan wadah air), 3) Modifikasi Lingkungan Sehat (perbaikan drainase dan penghijauan), 4) Antisipasi Genangan Air (pembagian penutup wadah dan pelatihan pot anti-nyamuk), serta 5) Rutin Melaksanakan PSN (pembentukan kelompok jumantik mandiri). Metode ini didukung dengan pendampingan intensif, pembagian paket PSN (sikat, ember, abate), dan sistem pemantauan berbasis komunitas. Hasilnya, program berhasil meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 65% menjadi 92%, menumbuhkan kesadaran mandiri masyarakat dalam PSN, serta mengurangi kasus DBD di wilayah sasaran, membuktikan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam pencegahan DBD berbasis masyarakat. Diperlukan adanya koordinasi serta pendampingan untuk memastikan upaya PSN dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan
EDUKASI PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DENGAN GERAKAN BERBATIK (BERSAMA BERANTAS JENTIK) PADA MASYARAKAT Asyim, Raden Bagus; Firmaniar, Rizdyana; Rusdi, Moh; Putri, Ardhanita Qalbani
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.495

Abstract

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus mulai sering dianggap remeh oleh Masyarakat. Hal ini salah satunya diakibatkan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya PSN dengan 3M Plus, perlu upaya serius membantu pemerintah dalam menekankan aspek promotif dan preventif di masyarakat. Adapun tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi PSN dengan 3M Plus bekerjasama dengan Puskesmas Batuan melalui program BERBATIK (Bersama Berantas Jentik) dalam upaya peningkatan cakupan Angka Bebas Jentik (ABJ) pada Kader Kesehatan di Desa Gedungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Balai Desa Gedungan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep pada Bulan April 2025. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwasanya peserta kegiatan yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pentingnya PSN dengan 3M Plus yang semula sebanyak 13 peserta menurun menjadi 0 peserta, dan untuk peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya memiliki pengetahuan tentang pentingnya PSN dengan 3M Plus dalam kategori baik yang semula 2 peserta naik menjadi 20 peserta
MENJAGA KEBERSIHAN REPRODUKSI PADA REMAJA Tania, Mery; Putri, Saparingga Dasti; Iklima, Nurul
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.494

Abstract

Kegiatan edukasi mengenai kebersihan reproduksi pada remaja putri di SMK PIRAMIDA Bandung menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan skor rata-rata dari 56 menjadi 88, dengan lebih dari 85% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar setelah edukasi. Mayoritas siswa memahami kaitan antara perilaku personal hygiene yang buruk dan risiko infeksi saluran reproduksi. Perubahan sikap juga teridentifikasi, seperti meningkatnya kesadaran mengganti pembalut setiap 4–6 jam dan penerapan teknik membasuh yang benar. Dari wawancara dan kuesioner, siswa menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan menyenangkan, serta mendorong agar program edukatif serupa dijalankan secara rutin. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan interaktif dan praktis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja.
EDUKASI DAN SOSIALISASI KOMPREHENSIF APLIKASI MOBILE JKN UNTUK PENINGKATAN AKSESIBILITAS DAN PENGETAHUAN LAYANAN KESEHATAN Rahmaputri, Al Wafi; Zein, Eta Sabila; Fitriani, Ririn Dwi
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.497

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan bertujuan menyediakan perlindungan jaminan sosial kesehatan merata bagi seluruh warga negara Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami optimalisasi aplikasi Mobile JKN, sehingga berpotensi menghambat akses dan kualitas layanan JKN. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Desa Kranjan, Bantengan, Wungu, Madiun, dalam memahami program JKN dan aplikasi Mobile JKN. Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Mei 2025 ini melibatkan 35 peserta dan menggunakan metode penyampaian materi, demonstrasi langsung, serta pendampingan individual oleh mahasiswa dalam proses registrasi. Tantangan yang dihadapi antara lain peserta tidak membawa KTP dan ketiadaan pulsa untuk verifikasi SMS. Meskipun demikian, tingkat pemahaman peserta mencapai 90%. Inisiatif ini diharapkan dapat menyederhanakan dan mempercepat prosedur administrasi kesehatan serta meningkatkan kepuasan peserta terhadap layanan Kesehatan
Lindungi Matamu dari Layar: Bijak Pakai Gadget, Sehatkan Penglihatan Saputra, Anggi; Maidartati, Maidartati; Khasanah, Umi
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.498

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan komunikasi, belajar, dan bekerja. Gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas remaja. Namun, penggunaan gadget yang tidak bijak dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mata dan upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 di SMK Kencana Bandung dengan sasaran siswa kelas XI sebanyak 50 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, edukasi visual melalui leaflet, dan permainan edukatif berbasis digital. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30,4% siswa memiliki pengetahuan baik, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 93%. Selain itu, 84% siswa berkomitmen menerapkan metode 20-20-20 dalam penggunaan gadget. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang interaktif dan menyenangkan dapat secara efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata di era digital. Tindak lanjut dari kegiatan ini direkomendasikan dalam bentuk promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK SEBAGAI UPAYA MODIFIKASI PERILAKU REMAJA PEROKOK DAN POTENSIAL MEROKOK Enjelina, Erlin; Utami, Gamya Tri; Mariyam, Fidelma; Chaerunnisa, Nazwa Auliya; Putri, Syahda Fhauliah; Santi, Made Ayu Ari
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4, Nomor 4, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i4.512

Abstract

Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah secara global. Prevalensi merokok pada remaja semakin meningkat akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampak buruk yang ditimbulkan. Masa transisi remaja menghadirkan tantangan dalam pembentukan jati diri, sehingga muncul perilaku meniru orang dewasa, termasuk merokok, sebagai bentuk eksistensi diri. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya rokok sangat penting diberikan kepada remaja guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta membentuk sikap dan persepsi positif untuk menghindari perilaku merokok. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap dampak negatif merokok, mendorong kemampuan mereka dalam menolak ajakan merokok serta menekankan pentingnya upaya preventif dan kuratif dalam mengatasi kebiasaan merokok di kalangan usia remaja. Kegiatan penyuluhan ini melibatkan sebanyak 32 siswa-siswi dari kelas XI, yang menjadi target sasaran karena berada dalam rentang usia remaja yang rentan terhadap pengaruh rokok. Melalui pendekatan ceramah dan diskusi interaktif, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai informasi penting terkait bahaya rokok dan upaya pencegahannya. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah presentasi PowerPoint sebagai alat bantu visual dalam penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta terkait bahaya merokok, sebagaimana terlihat dari peningkatan skor rata-rata dari 56% pada pre-test menjadi 78% pada post test. Kesimpulannya, penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya merokok, sehingga dapat menjadi strategi preventif dalam menekan angka perokok pemula di kalangan remaja.
EDUKASI PRAKONSEPSI TENTANG PERAN ASAM FOLAT DALAM PERSIAPAN PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT PADA WANITA USIA SUBUR Hidayati, Tutik; Hanifah, Iis; Yuliana, Wahida
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.572

Abstract

Kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik, mental dan pengetahuan, oleh karena itu perencanaan kehamilan harus dilakukan sebelum masa kehamilan oleh wanita usia subur (WUS). Komplikasi kehamilan bisa terjadi akibat sejumlah kondisi yang telah ada sebelum hamil maupun yang terjadi saat hamil. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan wus dalam persiapan peencnaan kehamilan sehat. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu memberikan edukasi prakonsepsi tentang peran asam folat terhadap perencanaan kehamilan sehat pada Wanita usia subur. Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Wanita Usia Subur dan Kader, sebanyak 40 orang. Tempat pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil kegiatan PKM pada hari Selasa, 20 Juni 2025 yaitu Peserta paham dan mampu menjelaskan kembali asam folat dan manfaatnya. Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan bisa memberikan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan peranan petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi asam folat pada sebelum dan saat hamil.. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan peranan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang pentingnya memahami peranan asam folat
PELATIHAN ORANG TUA HEBAT DALAM PENGGUNAAN METODE BABY LED WEANING (BLW) Hanifah, Iis; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.575

Abstract

Permasalahan tumbuh kembang balita di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo, sering kali melibatkan hambatan dalam mencapai kemandirian makan, yang dipengaruhi oleh persepsi tradisional, keterbatasan pengetahuan orang tua tentang metode modern seperti Baby Led Weaning (BLW), serta kesenjangan akses terhadap makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan sesuai. Data awal di lokasi sasaran menunjukkan bahwa meskipun kesadaran akan gizi seimbang telah ada, pengetahuan tentang implementasi praktis BLW dan keterampilan menyiapkan makanan bergizi untuk stimulasi makan mandiri masih sangat rendah. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga aplikatif, untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pengasuhan sehari-hari dalam rangka mendukung perkembangan motorik halus dan status gizi anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap terstruktur: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode utama mencakup tiga sesi intervensi, yaitu penyuluhan, pelatihan praktik langsung dalam menyiapkan menu utama dan camilan bergizi, serta sesi tanya jawab untuk evaluasi. Kegiatan melibatkan 46 peserta (orang tua balita) dan didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa Profesi Bidan, Kepala Desa, bidan setempat, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pretest, 60,87% peserta berada dalam kategori cukup, dan 39,13% kategori kurang. Setelah intervensi (posttest), terjadi peningkatan drastis di mana 30,43% peserta mencapai kategori baik, 56,52% kategori cukup, dan hanya 13,04% yang tetap dalam kategori kurang. Hasil ini membuktikan efektivitas pendekatan edukasi yang menggabungkan teori, praktik, dan dialog interaktif. Diskusi lebih lanjut menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini didukung oleh model pembelajaran orang dewasa (andragogi) dan lingkungan sosial yang kolaboratif, sekaligus menyoroti perlunya pendampingan berkelanjutan untuk mengonsolidasi perubahan perilaku dan menjangkau kelompok sisa yang pengetahuannya masih kurang
PELATIHAN KADER POSKESTREN PADA PROGRAM PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA DENGAN PENDAMPINGAN MINUM TTD, SISTEM PAKAR DIAGNOSA, ISI PIRINGKU, DAN EMODEMO Yuliana, Wahida; Hanifah, Iis; Hidayati, Tutik
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan serius yang banyak dialami remaja putri, dengan prevalensi mencapai 35,7% di Kabupaten Probolinggo. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kebutuhan zat besi, menstruasi, dan asupan gizi yang tidak memadai, yang berisiko mengganggu perkembangan kognitif, prestasi belajar, dan kesehatan jangka panjang. Upaya pencegahan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sering terkendala rendahnya kepatuhan akibat efek samping dan kurangnya pemahaman. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif kreatif yang melibatkan remaja secara langsung sebagai agen perubahan, dalam hal ini melalui pengoptimalan peran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di lingkungan pesantren melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode partisipatif diterapkan dengan melatih 56 remaja putri sebagai kader Poskestren. Pelatihan mencakup pemberian materi, praktik penggunaan sistem pakar untuk diagnosis anemia, simulasi penyuluhan dengan teknik emodemo, dan perencanaan menu "Isi Piringku". Evaluasi efektivitas dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana kategori pengetahuan baik naik dari 46,4% (26 orang) menjadi 75,0% (42 orang). Kegiatan ini berhasil membekali kader dengan pemahaman dan keterampilan praktis, sehingga menciptakan sistem pendampingan sebaya yang berkelanjutan untuk mendukung program pencegahan anemia dan kesehatan reproduksi di pesantren