cover
Contact Name
Nasrul Hadi Purwanto
Contact Email
masyarakatmandiridanberdaya@gmail.com
Phone
+6282131336065
Journal Mail Official
masyarakatmandiridanberdaya@gmail.com
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto Jl. Raya Teras No.4 Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Masyarakat Mandiri dan Berdaya
ISSN : 29618568     EISSN : 2961791X     DOI : https://doi.org/10.56586/mbm.v3i6.414
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Masyarakat Mandiri dan Berdaya merupakan jurnal ilmiah yang berfokus kepada publikasi hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Lingkup kegiatan yang menjadi fokus adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat atau pemikiran di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, public health, farmasi dan lain sebagainya) yang dilakukan oleh civitas akademika internal STIKES Dian Husada Mojokerto, civitas akademika lain dan stakeholder kesehatan dan diimplementasikan kepada masyarakat sasaran.
Articles 57 Documents
EDUKASI EMPAT ASUPAN KUNCI UTAMA DI PERIODE EMAS ANAK PADA IBU NIFAS Romdhani, Retno Hastri Risqi; Faraswati, Riska
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.582

Abstract

Stunting, sebagai masalah kesehatan prioritas nasional, masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 15,1% pada tahun 2024. Salah satu penyebab mendasar adalah kurangnya pemahaman mengenai asupan kunci pada periode emas anak (0-12 bulan) di kalangan ibu nifas, yang berperan sentral dalam pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan melalui edukasi spesifik kepada ibu nifas mengenai empat pilar asupan utama guna mendukung pencegahan stunting. Edukasi ini penting untuk menjembatani kesenjangan informasi dan membekali ibu dengan ilmu yang tepat sebagai fondasi perilaku pengasuhan yang optimal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo pada 28 Juni 2025, melibatkan 30 ibu nifas dengan metode ceramah interaktif berbantuan booklet dan sesi tanya jawab. Evaluasi menggunakan pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hasul pretest menunjukkan distribusi pengetahuan baik (60%), cukup (30%), dan kurang (10%). Setelah intervensi, posttest mencatat kenaikan tajam pada kategori baik menjadi 83,3% (25 peserta), kategori cukup 16,7% (5 peserta), dan penghilangan kategori kurang (0%). Hasil ini membuktikan efektivitas metode edukasi yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman kognitif peserta secara keseluruhan. Diskusi mengindikasikan bahwa kegiatan telah berhasil mentransfer IPTEKS dan mengisi kesenjangan pengetahuan, sehingga membentuk landasan kritis bagi perubahan perilaku nyata dalam praktik pemberian gizi pada periode emas anak. Rekomendasi untuk keberlanjutan adalah pendampingan rutin dan integrasi materi ke dalam program posyandu
SKRINING GULA DARAH, KOLESTEROL DAN ASAM URAT SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT Putri, Saparingga Dasti; Maidartati, Maidartati; Tania, Mery
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.621

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas baik secara global maupun nasional. Salah satu tantangan utama pengendalian PTM adalah rendahnya deteksi dini faktor risiko metabolik, khususnya peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat melalui skrining gula darah dan kolesterol yang disertai edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 di Skadik 202 Lanud Sulaiman melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan melibatkan dosen dan mahasiswa keperawatan Universitas ARS. Metode pelaksanaan meliputi edukasi pra-skrining, pemeriksaan gula darah dan kolesterol menggunakan alat tes cepat, konseling hasil pemeriksaan, serta pemberian rekomendasi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PTM dan pentingnya deteksi dini. Kolaborasi dengan TNI mendukung keteraturan dan efektivitas pelaksanaan kegiatan, sehingga skrining dan edukasi kesehatan dapat berjalan optimal. Kegiatan ini menegaskan bahwa skrining kesehatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan edukasi dan kolaborasi lintas sektor merupakan strategi promotif–preventif yang efektif dalam mendukung pengendalian PTM
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (IKP) YANG EFEKTIF BAGI STAF NON KEPERAWATAN RUMAH SAKIT Agustiningsih, Ida; Yulianto, Yulianto
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.624

Abstract

Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan pilar utama dalam membangun budaya keselamatan di rumah sakit. Namun, efektivitasnya sering terhambat oleh partisipasi yang rendah dari staf non-keperawatan, yang disebabkan oleh keterbatasan pemahaman, persepsi budaya yang punitif, dan ketidakpercayaan terhadap sistem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterlibatan staf non-keperawatan di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang melalui sosialisasi dan implementasi sistem pelaporan IKP yang efektif. Kegiatan dilaksanakan pada 8-10 September 2025 dengan melibatkan 32 orang staf dari berbagai unit non-keperawatan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan berjenjang, mencakup: (1) ceramah interaktif tentang konsep dasar IKP dan just culture, (2) studi kasus dan simulasi role-play berbasis konteks kerja peserta, dan (3) focus group discussion (FGD) untuk identifikasi hambatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan data awal (pre-test) dan data akhir (post-test) menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, persepsi, dan niat perilaku. Analisis komparatif menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua aspek yang diukur. Pemahaman konseptual peserta tentang IKP meningkat dari 31,2% menjadi 93,8%. Pengetahuan prosedural mengenai alur pelaporan melonjak dari 9,4% menjadi 87,6%. Persepsi terhadap budaya pelaporan non-punitif meningkat dari 9,4% menjadi 59,4%, sementara keyakinan bahwa laporan akan ditindaklanjuti naik dari 15,6% menjadi 75,0%. Selain itu, 90,7% peserta menyatakan niat yang kuat untuk melaporkan insiden di masa depan. Hasil kegiatan membuktikan bahwa pendekatan pelatihan yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam mentransfer pengetahuan, menginisiasi perubahan sikap, dan membangun niat perilaku positif. Peningkatan multi-dimensi ini mengindikasikan terputusnya siklus kegagalan sistemik yang sebelumnya terjadi. Keberhasilan ini selaras dengan kerangka teori Knowledge-Attitude-Practice (KAP) dan prinsip pemberdayaan dalam pengabdian masyarakat. Untuk keberlanjutan, diperlukan komitmen manajemen dalam menciptakan enabling environment melalui kebijakan yang mendukung, penyederhanaan prosedur, dan mekanisme umpan balik yang transparan, sehingga niat yang terbentuk dapat diwujudkan menjadi praktik pelaporan yang konsisten dan berkontribusi pada peningkatan keselamatan pasien secara holistik
TRANSFER IPTEKS PENCEGAHAN KESALAHAN PENGOBATAN DI RUMAH TANGGA (TEPAT PASIEN, TEPAT WAKTU, TEPAT OBAT, TEPAT CARA, TEPAT DOKUMENTASI, DAN TEPAT DOSIS) Darsini, Darsini; Indrawati, Indrawati
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i4.625

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya risiko kesalahan pengobatan di tingkat rumah tangga yang berpotensi menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, dan peningkatan morbiditas. Fenomena ini kerap terjadi akibat kurangnya pemahaman komprehensif masyarakat mengenai prinsip dasar pengelolaan obat yang aman. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam menerapkan prinsip 6T Ketepatan Pengobatan tepat pasien, waktu, obat, cara, dokumentasi, dan dosis sebagai upaya preventif menekan insiden medication error di lingkungan domestik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode kombinasi partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, demonstrasi alat bantu, simulasi role-play berdasarkan skenario nyata, serta diskusi kelompok terpimpin. Kegiatan ini melibatkan 42 peserta dan dilaksanakan di Poli Rumah Sakit Dian Husada Mojokerto pada bulan Juli 2025, dengan fokus pada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana yang langsung dapat diaplikasikan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan capaian yang positif dan signifikan. Berdasarkan post-test, terjadi peningkatan pengetahuan peserta secara menyeluruh, ditandai dengan hilangnya kategori pengetahuan kurang dan munculnya kategori pengetahuan baik pada sebagian peserta. Secara lebih rinci, sebanyak 6 peserta (14,3%) mencapai tingkat pengetahuan baik, sementara 36 peserta (85,7%) berada pada tingkat pengetahuan cukup. Selain peningkatan kognitif, peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi praktik dan telah dibekali dengan alat bantu konkret seperti kartu ceklis pengobatan, leaflet edukasi, serta akses ke grup pendampingan daring untuk konsultasi berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi kesehatan peserta tetapi juga telah meletakkan fondasi untuk perubahan perilaku yang lebih aman dalam pengelolaan terapi mandiri, sejalan dengan tujuan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga keselamatan pengobatan di rumah tangga
PENDAMPINGAN IBU MENYUSUI (BREASTFEEDING COACH) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DAN MENURUNKAN RISIKO PNEUMONIA PADA BALITA Suwanti, Iis; Cahyono, Eko Agus
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.626

Abstract

Tingginya angka kesakitan dan kematian balita akibat pneumonia di Indonesia masih menjadi perhatian serius, di mana rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan faktor risiko utama. Meski data nasional menunjukkan capaian 70,7%, tantangan di tingkat komunitas seperti pengetahuan yang minim dan praktik menyusui yang tidak optimal masih menghambat pencegahan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tambakagung, Kabupaten Mojokerto, untuk menjawab permasalahan tersebut melalui intervensi yang terintegrasi antara peningkatan kemampuan menyusui dan literasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik menyusui dan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita melalui pendekatan pendampingan intensif. Capaian yang diharapkan adalah transformasi signifikan pada kedua aspek tersebut, sehingga berkontribusi pada keberhasilan ASI eksklusif dan penurunan risiko pneumonia. Menggunakan desain intervensi partisipatif dengan 18 ibu menyusui sebagai peserta selama September 2025. Metode utama mencakup edukasi interaktif melalui workshop dan pendampingan personal (breastfeeding coach) berupa kunjungan rumah mingguan dan dukungan grup WhatsApp. Evaluasi dilakukan dengan observasi langsung menggunakan checklist dan tes pengetahuan (pre-test post-test) untuk mengukur peningkatan kemampuan dan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan yang dramatis. Kemampuan praktik menyusui mengalami transformasi dari dominasi kategori kurang (66,7%) menjadi dominasi kategori baik (77,8%). Secara paralel, pengetahuan tentang pneumonia mengalami peningkatan dimana kategori kurang (77,8%) hilang dan kategori baik melonjak dari 5,5% menjadi 72,2%. Data ini membuktikan efektivitas model intervensi yang diterapkan. Keberhasilan kegiatan mengonfirmasi bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan coaching intensif efektif membangun self-efficacy dan pengetahuan ibu. Teori Social Cognitive Theory dan Health Belief Model menjelaskan mekanisme perubahan melalui penguasaan pengalaman, dukungan sosial, dan peningkatan persepsi risiko. Untuk keberlanjutan, model ini perlu diintegrasikan ke dalam sistem layanan kesehatan primer dan program pemberdayaan komunitas, sehingga dapat direplikasi sebagai strategi berbasis bukti dalam upaya nasional menurunkan morbiditas dan mortalitas balita
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGENDALIAN FAKTOR LINGKUNGAN PENYEBAB STUNTING Saputri, Ika Sutra Perwirahayu Aji; Rosalina, Vivi; Puspita, Sylvia; Fuadah, Neyla Nour
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.639

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi kesehatan lingkungan yang kurang baik, seperti sanitasi dasar, kualitas air bersih, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kader posyandu memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan stunting, namun pengetahuan dan keterampilan kader terkait pengendalian faktor lingkungan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu dalam pengendalian faktor lingkungan penyebab stunting melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan dan stunting, pelatihan kader mengenai identifikasi faktor risiko lingkungan, demonstrasi praktik sanitasi dasar yang baik, serta pendampingan kader dalam melakukan edukasi kepada ibu balita. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi kader selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu mengenai hubungan kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting, serta meningkatnya kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat. Kader juga menjadi lebih aktif dalam memantau kondisi sanitasi rumah tangga balita dan memberikan saran perbaikan sederhana yang dapat diterapkan oleh keluarga. Pembahasan menunjukkan bahwa pemberdayaan kader posyandu efektif sebagai pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian faktor lingkungan penyebab stunting. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan kader posyandu mampu meningkatkan peran kader dalam upaya pencegahan stunting melalui pengendalian faktor kesehatan lingkungan. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor untuk memperkuat dampak terhadap penurunan angka stunting di masyarakat
KOLABORASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM INDONESIA–MALAYSIA DALAM EDUKASI DAN INOVASI PRODUK FARMASI BERBASIS OBAT TRADISIONAL Nurmaulawati, Rina; Sari, Trisiyana Sholika; Sari, Putri Rovita; Natawaskita, Kuncoro; Harun, Nurhidayati; Hariadha, Enti
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.640

Abstract

Indonesia dan Malaysia memiliki kekayaan bahan alam yang berpotensi besar sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih didominasi pendekatan empiris tanpa dukungan edukasi kefarmasian terkait mutu, keamanan, dan efektivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia–Malaysia melalui edukasi dan inovasi produk farmasi berbasis obat tradisional. Metode yang digunakan meliputi edukasi daring melalui Zoom, diskusi interaktif, serta demonstrasi virtual pengolahan bahan alam menjadi sediaan obat tradisional sederhana. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, pelaku UMKM herbal, dan mahasiswa farmasi di Indonesia dan Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai identifikasi bahan alam, proses pengolahan yang benar, serta aspek keamanan dan regulasi obat tradisional. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi lintas negara dan mendukung pemanfaatan bahan alam secara aman, bermutu, berkhasiat, dan berkelanjutan