cover
Contact Name
Mohamad Reza Assidhiq
Contact Email
mohamadreza@staff.poltekkes-smg.ac.id
Phone
0895329402121
Journal Mail Official
jurnalrisetgizi@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Wolter Monginsidi No.115, Pedurungan Tengah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : 10.31983/jrg.v12i2.11757
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Gizi is a journal publishing original research papers, review articles and case studies focused on clinical nutrition, community nutrition, and food services.
Articles 339 Documents
Efektifitas Rainbow Smoothies terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2 di Klub Senam Prolanis Bina Sehat Mandiri Cepu Wuryaningrum, Endah; Jaelani, Mohammad; Sunarto, Sunarto
JURNAL RISET GIZI Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v4i2.3268

Abstract

Latar Belakang  : Diabetes melitustipe 2 merupakan penyakit diabetes melitus  dengan penyebab utama adalah pola makan (life style) yang tidak sehat. Pengaturan terapi diet memegang peranan penting dalam pengendalian kadar gula darah. Rainbow smoothies adalah salah satu modifikasi diet yang disajikan sebagai minuman segar kaya nutrisi, tinggi serat dan rendah IG serta dapat menurunkan kadar gula darah pasien DM tipe 2.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas rainbow smoothies terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di klub senam.Metode  : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan randomized pre test-post test control group design. Subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan pengukuran kadar gula darah puasa sebanyak 3 kali selama 10 hari. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, kemudian dianalisis dengan uji repetead measure test.Hasil : Data yang dikumpulkan berdistribusi normal dan menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara bermaknasebelum dan sesudah perlakuan (p0,05). Penurunan kadar gula darah pada kelompok perlakuanyang diberi rainbow smoothies paling efektif hingga 43,75%  dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terdapatperbedaan nilai rata-rata kadar gula darah pasien DM Tipe 2.
Analisis Dampak, Solusi serta Pencegahan Stunting: Literature Riview Dewi, Adjeng Permana; Rahmadini, Adinda; Setiawati, Julia; Wakhidah, Anisatu Zulkhistianingtias
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.10943

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh terhambatnya penyerapan nutrisi. Permasalahan stunting pada anak berdampak pada buruknya perkembangan motorik, kognitif, dan sosial emosional. Gangguan ini dapat menyebabkan menurunnya prestasi di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi literatur. Semua literatur yang diterbitkan di atas tahun 2009 mengenai kejadian dan pencegahan stunting pada anak dikumpulkan dan dikaji. Sumber perpustakaan yang diteliti berasal dari artikel penelitian yang dipublikasikan dari web pencarian Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah gizi kompleks, dampak dan pencegahan stunting, data yang diambil dari literatur. Balita dengan panjang badan lahir 48cm dan berat badan lahir 2500 gram termasuk bayi stunting atau pendek. Stunting menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang menyebabkan peningkatan angka kesakitan, kematian, dan penurunan kemampuan kognitif dan motorik. Memperhatikan jumlah nutrisi dapat menurunkan kejadian stunting. Pencegahan stunting pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengkonsumsi tablet suplemen darah , suplemen (energi, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, zinc) dan memberikan ASI eksklusif pada balita. Jika anak sudah terlanjur mengalami stunting, maka harus melakukan pencegahan seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, kentang, dan kubis. 
Efek Suplementasi Probiotik terhadap Indeks Massa Tubuh pada Dewasa Overweight Sarbini, Dwi; Safitri, Arini Dewi; Pratiwi, Winda Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12653

Abstract

Perubahan kebiasaan makan serta ketersediaan berbagai macam makanan tinggi energi membuat obesitas dan overweight  menjadi salah satu masalah serius. Prevalensi obesitas di Indonesia pada usia 18 tahun ke atas tergolong tinggi (23,4%) berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (2023). IMT membantu memantau status gizi pada dewasa gizi lebih dengan mudah. Gizi lebih ditandai dengan nilai IMT ≥25,0 kg/m2 untuk overweight dan ≥30,0 kg/m2 untuk obesitas. Orang dengan obesitas atau overweight memiliki rasio bakteri Firmicutes lebih banyak. Firmicutes meningkatkan penyimpanan energi di jaringan adiposa. Probiotik dapat memanipulasi mikrobiota usus untuk memulihkan ketidakseimbangan rasio bakteri Firmicutes sehingga dapat mengatasi gizi lebih. Untuk mengetahui efek suplementasi probiotik terhadap IMT dewasa gizi lebih. Menggunakan metode Literature Review terhadap 7 artikel desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) 10 tahun terakhir (2014-2024) dipilih dari Pubmed dan Google Scholar reputasi internasional (Q1-Q4) dan nasional (S1-S3). Kata kunci digunakan probiotics, obesity, BMI, body mass index,  probiotik, obesitas, IMT. Sebanyak 5 artikel (71.42%) menyatakan ada penurunan IMT yang signifikan pada dewasa gizi lebih setelah suplementasi probiotik. Suplementasi probiotik dapat memberikan efek penurunan IMT signifikan pada penderita gizi lebih diimbangi dengan dosis 107 hingga 109  dan durasi pemberian 9-12 minggu atau jenis probiotik lebih dari satu.
Edukasi Gizi Melalui Media Flashcard Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Overweight Mardiana, Mardiana; Yuspita, Rina; Sihite, Nathasa Weisdania; Nilawati, Nurul Salasa; Yulianto, Yulianto
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.11864

Abstract

Latar belakang: Overweight atau kegemukan ialah suatu penyakit yang dicirikan oleh akumulasi lemak tubuh yang berlebihan. Anak yang menderita kelebihan berat badan akan mempunyai risiko tinggi terjadinya obesitas. Analisis data Riskesdas (2018) mengenai status gizi anak usia 5-12 tahun mengungkapkan prevalensi overweight sebesar 10,8% dan obesitas sebesar 9,2% secara nasional. Di tingkat provinsi, Sumatera Selatan mencatat angka overweight 10,2% dan obesitas 9,1%. Lebih spesifik lagi, di Kota Palembang ditemukan prevalensi overweight 8,12% dan obesitas mencapai 11,59%.Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan flashcard tentang pencegahan obesitas anak dapat memperbaiki pemahaman dan perilaku siswa overweight.Metode penelitian: Penelitian ini mengadopsi pendekatan quasi-eksperimental dengan memberikan tes awal dan akhir pada satu kelompok sampel. Penelitian dilakukan sepanjang tahun 2024, mulai dari bulan kedua hingga bulan kelima. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Wilcoxon.Hasil: Nilai p yang diperoleh dari uji Wilcoxon lebih kecil dari 0.05, mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada kedua variabel yang diukur.Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi media flashcard “Pencegahan Overweight pada Anak” terhadap pengetahuan dan sikap siswa overweight di SD Negeri 126 Palembang.
Efektivitas Media Edukasi Gizi Terhadap Keamanan Makanan Ditinjau Dari Perilaku dan Pengetahuan Higiene Dan Sanitasi Penjamah Makanan Usaha Katering: Literatur Review Andita, Puteri Dwi; Kurniasari, Ratih
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12044

Abstract

Latar Belakang: Higiene Sanitasi merupakan salah satu upaya mendasar yang dilakukan dalam rangka mengendalikan faktor risiko yang memungkinkan terjadinya kontaminasi pada makanan baik itu berasal dari bahan makanan, tempat dan peralatan produksi atau penjamah. Pengetahuan tentang keamanan pangan akan menjadi dasar awal seseorang dalam menerapkan praktik higiene dalam tahap pengolahan makanan yang bertujuan untuk menjaga keamanan pangan. Salah satu bentuk upaya meningkatkan pengetahuan dan perilaku penjamah makanan mengenai higiene sanitasi adalah dengan pemberian edukasi dengan media komunikasi gizi.Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas Media Edukasi Gizi terhadap Keamanan Makanan ditinjau dari Perilaku dan Pengetahuan Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Usaha Katering.Metode: Jenis penelitian ini adalah kajian literatur (literatur review) dengan melakukan pengkajian secara kritis dari hasil temuan maupun gagasan ilmiah dari penelitian  yang telah di publikasikan sebelumnya. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari database google scholar dan PubMed dengan bantuan aplikasi Harzing’s Publish or Perish.Hasil: Peningkatan pengetahuan gizi setelah dilakukan edukasi menggunakan media gizi leaflet, booklet, poster, dan audiovisual sudah cukup efektif. Namun, perubahan perilaku praktik higiene sanitasi masih minim. Hal ini disebabkan karena adanya faktor penyediaan fasilitas catering yang kurang dan asumsi penjamah makanan yang menilai penggunaan APD menyusahkan saat bekerja.Kesimpulan: Terdapat pengaruh media gizi terhadap peningkatan pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan usah katering, tetapi belum maksimal pada penerapan praktik higiene sanitasi. Kata kunci: Higiene; Sanitasi; Penjamah makanan; Katering
Kualitas Diet Ibu Hamil Anemia dan Non Anemia Kusumawati, Dewi; Khoirunnisa, Rissa; Muhlishoh, Arwin
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12666

Abstract

Background: The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high which has an impact on mothers and babies born. One of the causes of anemia in pregnancy is the inappropriate quantity and quality of diet.Objectives: This study aims to determine differences in the quality of the diet of anemic and non-anemic pregnant women.Methods: Observational study with a case control design. The sample population taken in this study were pregnant women with as many as 80 people. The number of samples was 54 pregnant women divided into 27 anemia groups and 27 non-anemic groups using purposive sampling technique. The time of research was September 2022 – February 2023. The instrument in this study was the Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), the Diet Quality Index (DQI) form. Data analysis used the Mann Whitney test. Results: The study showed that the average score for quality of diet in the anemic group was 52.18% (low), in the non-anemic group it was 65.48% (good). There were differences in the components of variation in the two groups (p=0.015). There were differences in the adequacy and moderation components in the two groups (p=0.000). There was no difference in the overall balance component in the two groups (p=1.000). There was a difference in the score of the quality of the diet for the anemic and non-anemic groups (p=0.000).Conclusions: There are differences in the quality of the diet of pregnant women in the anemic and non-anemic groups. In anemic pregnant women, the quality of the diet is lower than in non-anemic pregnant women. Pregnant women are expected to improve the quality of the diet consumed in order to achieve optimal health.
Hubungan Massa Otot, Asupan Energi dan Protein Dengan Kekuatan Otot Tungkai Pada Atlet Sepak Bola Permadi, M Rizal; Alist, Arifah Novi
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12083

Abstract

Background: Leg muscle strength is important in soccer because all movements in the sport require leg muscle strength. Leg muscle strength is influenced by muscle mass, nutritional intake, age, and sex. Inadequate nutritional intake can disrupt an athlete's performance.Objective: This research aims to determine the relationship between muscle mass percentage and energy and protien intake with leg muscle strength among Pordes FC soccer athletes.Method: This study uses a cross-sectional research design. The subjects of this study were 25 Pordes FC soccer athletes from Kalisat, Jember Regency, aged 18-30 years, using total sampling techniques. Data on energy and protein intake were collected using the 2x24 hour food recall method, muscle mass was measured using BIA, and leg muscle strength was measured with the vertical jump test.Result:The analysis results for the variables of energy, protein, fat, and carbohydrate intake with leg muscle strength showed energy intake (p=0.000) and protein (p=0.001), indicating a significant relationship between energy, protein intake and leg muscle strength.Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between muscle mass percentage, energy and protein intake with leg muscle strength, in Pordes FC soccer athletes. Pordes FC athletes ought to diet based on their dietary requirements and choose high-quality protein sources.  
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kegemukan pada Wanita yang Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Octavia, Zana Fitriana; Azzhira, Nisrina Claudy
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12704

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada wanita usia subur adalah malnutrisi. Kejadian obesitas dapat disebabkan oleh asupan zat gizi makro yang berlebihan. Penggunaan kontasepsi hormonal pada wanita usia subur dalam jangka panjang memiliki efek samping obesitas.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonalMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 59 orang wanita usia subur berusia 30-35 tahun yang memiliki berat badan lebih dan mengggunakan kontrasepsi hormonal secara rutin. Tingkat kecukupan zat gizi makro diketahui melalui metode recall dan tingkat kegemukan dengan mengukur indeks massa tubuh. Perbedaan rerata antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hubungan antar variabel diketahui melalui uji Sommers d’.Hasil: Terdapat perbedaan rerata persentase kecukupan zat gizi makro antara kelompok overweight dan obesitas (p0,05). Tingkat kecukupan karbohidrat berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,006) dan Tingkat kecukupan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,013). Tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,167).Kesimpulan: Tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral. Sedangkan tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal
Pengaruh Pemberian Media Edukasi Gizi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Produktivitas Kerja Karyawan di Katering Industri Khumaisa, Najwa
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12328

Abstract

Latar belakang: Tingginya kasus keracunan akibat makanan dan minuman didasari oleh hasil produk makanan dari usaha katering yang tidak berkualitas. Diperlukan media edukasi untuk menunjang produk makanan yang dihasilkan.Tujuan: Menganalisa pengaruh pemberian media edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan produktivitas kerja.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Hasil: Uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan dan produktivitas kerja setelah diberikan media edukasi.Kesimpulan: Media edukasi poster, video, dan hiasan dinding berpengaruh secara positif terhadap pengetahuan dan produktivitas kerja karyawan.  
Faktor Risiko Gizi Lebih Pada Dewasa Muda : Konsumsi Minuman Manis Dan Perilaku Sedentari Setyaningsih, Aryanti
JURNAL RISET GIZI Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12941

Abstract

Background: The incidence of overnutrition in adults over 18 years old, based on the 2023 Indonesian Health Survey, is 14.4% overweight and 23.4% obese. Overnutrition in Indonesia is estimated to continue to increase. Factors that influence overnutrition are unhealthy eating habits and low physical activity. This study aims to analyze the incidence of overnutrition and is caused by the consumption of sweet drinks and sedentary lifestyle on the incidence of overnutrition in the young adult age group in Ungaran. Method: The research was conducted from January to March 2024 in Ungaran with an observational design and cross-sectional approach. This research involved 104 respondents who were selected using proportional random sampling, with the inclusion criteria being between 18-25 years old and willing to be respondents. The exclusion criteria include individuals who are sick, have an infectious or chronic disease, or were hospitalized a week before data collection. Respondents' nutritional status data were obtained based on height and weight measurements, which were then categorized based on body mass index. Interviews were conducted to obtain data on the consumption of sweet drinks using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaires (SQ-FFQ), while interviews regarding sedentary behavior were conducted using the Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Bivariate analysis used Kendall Tau analysis (α=0.05). Results: A total of 60 respondents (57.7%) experienced overnutrition. There were 57 respondents (54.8%) who consumed sweet drinks in the high category, and 82 (78.8%) respondents had sedentary behavior in the high category. Consumption of sweet drinks and sedentary behavior are related to overnutrition in young adults in Ungaran. (p 0.05). Conclusion: Consumption of sweet drinks and sedentary behavior are risk factors for overnutrition among young adults in Ungaran.Keywords: overnutrition; sweet drinks; sedentary behavior; young adult