cover
Contact Name
Intan Safiah
Contact Email
Editor.jimpgsd.eer@gmail.com
Phone
085260108474
Journal Mail Official
jimpgsd.eer@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Elementary Education Research
ISSN : -     EISSN : 29876028     DOI : 10.24815
Core Subject : Education,
Elementary Education Research (EER) is a journal of research results and literature review in the field of learning. a scientific journal published by Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Syiah Kuala. Has been published in 2016. JIM-EER contains scientific articles resulting from research and critical studies in the fields of Education, learning media, educational technology, and educational evaluation. The languages used in this journal are Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 460 Documents
PELAKSANAAN KETERAMPILAN GURU DALAM KEGIATAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN DI KELAS IV SD NEGERI LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Sauki, Muhammad; M. Hussen., M Hussen; Hasan, Hasmiana
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7716

Abstract

Keterampilan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran merupakan komponen terpenting dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada proses pembelajaran agar menjadi optimal. Sebagai seorang guru hendaknya guru harus mampu menguasai keterampilan membuka dan menutup pelajaran baik secara teori maupun pelaksanaannya. Keterampilan tersebut nantinya akan sangat berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa pada setiap proses pembelajaran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini bagaimana pelaksanaan keterampilan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran dan apa saja yang dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan tersebut pada kelas IV SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Lampeuneurut Aceh Besar dengan subjek penelitian 4 orang guru kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara, data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara diolah dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran masih memiliki kekurangan dalam beberapa komponen baik pada kegiatan membuka maupun kegiatan menutup pelajaran, dari pelaksanaan dalam keterampilan tersebut hanya satu orang guru yang hampir melaksanakan keseluruhan kegiatan membuka dan menutup pelajaran tersebut, sedangkan ketiga orang guru lainnya kurang mampu melaksanakan dengan baik pada keterampilan membuka dan menutup pelajaran tersebut.Simpulan penelitian ini yaitu pelaksanaan yang dilakukan guru dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran masih terbilang tidak baik. Maka masih diperlukannya banyak bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Disarankan kepada pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi pengadaan bimbingan mengenai keterampilan membuka dan menutup pelajaran melalui pelatihan, seminar, bahkan lokakarya, sehingga pelaksanaan pada kegiatan membuka dan menutup pelajaran lebih optimal pada proses pembelajaran di kelas.
PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUDAYA SEKOLAH DI SD NEGERI LAM ILIE KABUPATEN ACEH BESAR Mudassir., Mudassir; Hasan, Bakhtiar; Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7712

Abstract

Pengimplementasian pendidikan karakter pada budaya sekolah merupakan hal penting untuk menciptakanberkarakter peserta didik.Pembentukan karekter sangat tepat jika dimulai dari usia dini. Begitu pula pada jenjang pendidikan,penerapan nilai karakter memang lebih difokuskan pada jenjang sekolah dasar. Hal tersebut sangat sejalan dengan tujuan pendidikan di SD sebagai usaha dalam membentuk dasar kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan spiritual siswa.Bertujuan untuk mengetahui gambaran pendidikan karakter dalam budaya sekolah SDN Lam Ilie, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan karakter.Menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dengan subjeknya yaitu kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan warga di sekitar sekolah. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dianalisis dengan cara reduksi data, model data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam budaya SDN lam Ilie terimplementasikan pada lapisan artifak, nilai dan keyakinan. Perencanaannya terdiri dari penetapannilai karakteryaitu religius, disiplin, semangat kebangsaan, dan menghargai prestasi. Pelaksanaannya melalui penyediaan fasilitas kegiatan dalam membentuk karakter siswa melalui aktivitas pembiasaan. Secara keseluruhan, SDNlam Ilie sudah mencapai indikator keberhasilan sekolah dalam mengimplementasikan 4 nilai karakter utama dan nilai peduli lingkungan. Pengevaluasian dilakukan dengan monitoring dan evaluasi akhir semester menggunakann instrumen catatan pelanggaran serta hasil observasi monitoring. Aspek evaluasinya yaitu perencanaan, kelengkapan fasilitas, pelaksanaan, ketercapaian target dan perbandingan kondisi.
PERBANDINGAN HASIL UJIAN NASIONAL ANTARA SEKOLAH DASAR YANG MENGGUNAKAN KTSP DENGAN SEKOLAH DASAR YANG MENGGUNAKAN KURIKULUM 2013 DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH Mirawati, Mirawati; yusuf, M. Nasir; Safiah, Intan
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7711

Abstract

Ujian nasional merupakan pengukuran kemampuan potensi siswa terhadap mata pelajaran tertentu setelah mengikuti pembelajaran di sekolah dengan berpedoman pada kurikulum. Namun terkait pelaksanaan UN tahun 2016 sekolah dasar di Kecamatan Wih Pesam Bener Meriah menggunakan dua kurikulum yang berbeda padahal untuk soal UN 2016 seluruh sekolah sama. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul perbandingan hasil ujian nasional antara sekolah dasar yang menggunakan KTSP dengan sekolah dasar Yang menggunakan kurikulum 2013 di kecamatan Wih Pesam kabupaten Bener Meriah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan hasil ujian nasional antara sekolah yang menggunakan KTSP dengan sekolah yang menggunakan K-13, dan apakan hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan K-13 lebih baik dari sekolah yang menggunakan KTSP. Penelitian ini bertujuan mengungkap hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan KTSP dengan sekolah yang menggunakan K-13.Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil ujian nasional kedua kurikulum yang berbeda. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil ujian nasional tahun 2016 yang diambil dari kedua sekolah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Data yang diperoleh dari sekolah diolah menggunakan rumus t untuk uji beda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh sebesar -2,86154 dan sebesar 2,000. Dengan demikian disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil ujian nasional antara sekolah yang menggunakan KTSP dengan sekolah yang menggunakan K-13. Dan hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan KTSP lebih baik dari hasil ujian nasional sekolah yang menggunakan K-13
KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN SISWA KELAS II DI SD NEGERI KILOMETER SEBELAS SUBULUSSALAM Maryanti., Maryanti; Monawati., Monawati; Vitoria, Linda
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7710

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalahoperasi hitung penjumlahan siswa kelas II diSD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam, dan apa penyebab ketidakmampuan siswa dalam melakukan operasi hitung penjumlahan kelas II diSD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam. hasil. kesanggupan siswa kelas IIdi SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk operasi hitung penjumlahan serta untuk mengetahui penyebab dari ketidakmampuan siswa tersebut ditinjau dari cara guru mengajar.Penelitian ini memakaiancangankualitatif dengan jenis pengkajian deskriptif.pengkajian ini dilakukandi kelas II SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam dengan subjek penelitian sebanyak 34 orang siswa. cara penghimpunan data dengan dukunganuji dan observasi. Pertanyaan uji/tes yang berkenaan dari 20pertanyaan dalam bentuk operasi hitung penjumlahan pada bilangan cacah, dengan 5 soal menggunakan teknik bersusun panjang, 5 soal menggunakan teknik bersusun pendek, 5 soal dengan teknik menyimpan, dan 5 soal dengan teknik tanpa menyimpan. Observasi dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran guru kelas IIdi SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam yang meliputi penjelasan guru, keaktifan proses pembelajaran, dan penggunaan alat peraga.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 20 soal tes yang diberikan kepada siswa, 3 orang siswa tergolong sangat mampu dalam menyelesaikan operasi hitung penjumlahan, 7 orang tergolong mampu, 6 orang cukup mampu dan 18 orang tergolong kurang mampu.Datahasil observasi kegiatan guru mengajar menunjukan bahwa guru tidak melakukan tahapan-tahapan belajar mengajar.Seperti guru tidak membericontoh soal yang bervariasi saat metode berlatih mengajar berlangsung.Dari dapatatan deduksicara guru mengajar dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi operasi hitung penjumlahan.
EFEKTIVITAS METODE PEMBERIAN TUGAS PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD NEGERI GAROT GEUCEU ACEH BESAR Devianti, Inda; AB, suid; Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7709

Abstract

Dalam konteks mengajar di kelas, seorang guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi untuk menarik perhatian siswa, salah satu metode yang sering di gunakan oleh guru kepada siswa adalah metode pemberian tugas. Dalam penelitian ini mendeskripsikan jenis tugas yang diberikan oleh guru pada pembelajaran IPA di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar dan untuk megetahui efektifitas tugas yang yang diberikan oleh guru pada pembelajaran IPA di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Yang menjadi subjek guru kelas II,III,V dan VI di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru kelasdi SD Negeri Garot Guceu Aceh Besar dalam menerapkan metode pemberian tugas pada pembelajaran IPA dalam bentuk bermacam-macam diantaranya ada tugas secara berkelompok juga tugas secara mandiri. Tugas tersebut diberikan kepada siswa berupa pertanyaan pilihan ganda, essay, uraian, pengamatan/percobaan, dan tabel/grafik. Dengan tujuan untuk melatih siswa dalam memahami dan menguasai materi yang berhubungan dengan pelajaran IPA.Simpulan penelitian ini adalah metode pemberian tugas efektif diterapkan dalam pelajaran IPA, karena siswa dapat lebih memahami materi juga melaksanakan semua kegiatan yang diberikan oleh guru.Dengandemikian,siswa terlatih untuk berpikir dan mengolah informasi secara mandiri. Sehingga, siswa dapat menyimpulkan sendiri makna yangterdapat dalam pembelajaran khususnya pada materi pelajaran IPA. Tugas yang diberikan juga melibatkan keaktifan, percaya diri, tanggungjawab dan disiplin. Pada akhirnya siswa dapat menguasai materi dengan baik.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Ilsadiati., Ilsadiati; Mislinawati., Mislinawati; Tursinawati., Tursinawati
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7706

Abstract

Aspek pengetahuan sains, aspek aplikasi sains, aspek proses sains dan aspek sikap ilmiah adalah aspek yang akan dibahas dalam konteks literasi sains pada pembelajaran IPA, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam literasi sains di kelas V padamata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan penelitiannya deskriptif, datanya diambil dari murid Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Yang akan diteliti adalah murid kelas V Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan dokumentasi. Peneliti mengamati siswa selama proses belajar oleh guru, sedangkan dokumentasinya adalah soal tes yang diberikan guru kepada siswa. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan persentase.Hasil dari observasi dan dokumentasi mengatakan bahwa siswa belum mampu melaksanakan aspek proses sains dan aspek sikap ilmiah sains dengan baik, adapun indikator aspek proses sains yang mampu dilaksanakan siswa yaitu mampu mengetahui perubahan yang akan terjadi, mampu menerapkan ilmu sains yang diperoleh, ilmu sains yang digunakan pada kondisi tertentu, mengetahui penemuan yang ilmiah untuk menarik suatu kesimpulan, sedangkan pada aspek sikap ilmiah sains, indikator yang mampu dilakukan siswa yaitu siswa mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap sains, siswa menampakkan minat belajar terhadap sains, siswa peduli terhadap lingkungan sekitar dan memperhatikan keberlangsungan kehidupan, siswa memiliki jiwa besar dalam melaksanakan dan mengajak pada tindakan yang menjaga lingkungan. Namun pada aspek pengetahuan sains dan aspek aplikasi sains telah terlaksanakan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa mampu melaksanakan aspek pengetahuan sains dan aspek aplikasi sains dengan sangat baik (88.6%) dibandingkan aspek proses sains berada pada kategori kurang baik (40.4%) dan aspek sikap ilmiah sains berada pada kategori kurang baik (47.3%). Diharapkan guru lebih meningkatkan literasi sains pada aspek proses sains dan sikap ilmiah sains.
KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN TANDA BACA DALAM KARANGAN DESKRIPSI DI KELAS IV SD NEGERI 10 BANDA ACEH Firhan, Muhammad; Idham, Muhammad; Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7705

Abstract

Dalam menulis penggunaan tanda baca perlu diketahui oleh semua siswa agar isi pokok dalam penulisan tersebut tersalurkan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini melihat bagaimana kemampuan siswa menggunakan tanda baca dalam karangan deskripsi. Secara khusus Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa menggunakan pungtuasi dalam karangan deskripsi di ruang 4 SDN 10 Banda Aceh. Pendekatan yang dipakai penelitian ini yaitu kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian diadakan di kelas IV SD N 10 Banda Aceh. Subjek penelitian 29 siswa dengan 18 wanita dan 11 pria. Teknik pengumpulan data menggunkan tes. Hasil Data siswa yang diperoleh dianalisis dengan tabel kategori kemampuan, selanjutnya menentukan persentase, dihitung dengan memakai rumus persentase. Dalam tes tersedia 25 kotak kosong yang akan di isi oleh siswa berupa jenis-jenis tanda baca yang cocok dalam karangan tersebut. Masing-masing kotak akan mendapat nilai 4 apabila benar. Hasil analisis data, jika dilihat dari kategori kemampuan siswa, sebagian besar kemampuan siswa baik. Baik sekali 6 murid (20,69%), baik 11 murid (37,93%), cukup 9 murid (31,03%), kurang 2 murid (6,90%), dan gagal 1 murid (3,45%). Hasil dari data seluruh siswa, nilai rata-rata tes siswa yaitu 67,72. Jadi, hasil untuk melihat acuan dalam skripsi ini, hasil seluruhnya 67,72 masuk golongan baik. Jadi dalam hal ini, kesimpulannya kesanggupan kelas IV SDN 10 Banda Aceh dalam memakai tanda baca di dalam karangan deskripsi di matakemampuan siswa kelas IV SD N 10 Banda Aceh memakai tanda baca di dalam karangan deskripsi pada mata pelajaran bahasa Indonesia mendapat tingkatan kesanggupan yang baik.
KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN KEMBALI CERITA MELALUI BAHASA TULIS SISWA KELAS IV SD NEGERI MUTIARA KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Purnama, Fazlia; Adnan., Adnan; M. Yamin., M. Yamin
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7704

Abstract

Kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya faktor kurangnya perhatian siswa dalam menyimak, kurangnya minat siswa dalam membaca dan menulis sehingga siswa tidak dapat mengungkapkan cerita dengan bahasa tulis siswa itu sendiri. Dengan rumusan masalahnya bagaimanakah tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan. Bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan dengan subjek penelitian berjumlah 16 siswa yaitu 10 laki-laki dan 6 perempuan. Instrumen yang digunakan adalah tes menuliskan kembali cerita. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, kemudian untuk menentukan persentase dihitung dengan menggunakan rumus persentase.Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis berada pada kategori baik dengan persentase 37,5%, sedangkan kemampuan siswa lainnya berada pada kategori cukup dengan persentase 18,75% kategori kurang dengan persentase 25% dan kategori gagal dengan persentase 18,75%. Dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan di SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan yaitu 65, maka dari 16 siswa yang mengikuti tes, 6 siswa mencapai KKM dengan persentase 48%. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,4 yang berada pada kategori kurang. Dengan demikian, dapat disimpulkan kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan berada pada kategori kurang.
PENANAMAN KARAKTER MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA SD NEGERI 27 BANDA ACEH Juliana, Dira; Ely, Rosma; Nurmasyitah., Nurmasyitah
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7702

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan dilatar belakangi oleh krisisnya moral yang terjadi pada sekarang ini. Hal ini dapat terlihat dengan munculnya kelakuan-kelakuan negatif yang dilakoni oleh para pelajar. Untuk mengatasi hal-hal ini, perlu adanya penanaman karakter yang dilakukan sejak usia dini. Menanamkan karakter yang baik pada siswa tidak mungkin dengan menggunakan penjelasan saja, akan tetapi perlu membiasakannya untuk melakukan hal-hal yang baik.Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui penanaman karakter melalui metode pembiasaan, kedua, untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami guru dalam menanamkan karakter melalui metode pembiasaan. Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan melalui tatacara observasi, bertanya mendalam, pengumpulan berkas-berkas dan menggunakan teknik analisis data model Miles, dan Humberman. Dengan subjek yang menjadi narasumber yaitu guru kelas I sampai dengan Kelas VI yang berjumlah 6 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter melalui metode pembiasaan pada SD Negeri 27 Banda Aceh dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti peserta didik sudah dibiasakan bekerja sendiri, bertanya, kerja secara kelompok, bersikap adil, berfikir kritis, mandiri, terbuka dalan saran dan kritikan, shalat berjamaah, upacara bendera, gotong royong, membaca yasin setiap jumat, memberikan salam saat masuk kelas, membuang sampah pada tempatnya, berpakaian rapi, berbahasa yang baik dan santun, rajin membaca, memuji kebaikan orang lain, dan datang tepa
PENDIDIKAN KARAKTER PADA PROSES PEMBELAJARAN IPA OLEH GURU SDN UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR retnosari, Dian; suid., suid; Mahmud., Mahmud
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7701

Abstract

Dalam konteks pendidikan karakter guru dapat melaksanakannya dalam proses pembelajaran IPA. Penelitian ini berupaya mengungkapkan proses pendidikan karakter melalui pembelajaran IPA oleh guru di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Bertujuan mendeskripsikan proses pendidikan karakter melalui pembelajaran IPA oleh guru yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilakukan di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar dengan subjek 13 orang guru kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Selanjutnya diolah dengan analisis data kualitatif yaitu mereduksi, mendeskripsikan, dan pengambilan kesimpulan.Bedasarkan hasil analisis data, proses pendidikan karakter melalui pembelajaran IPA oleh guru di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu (1) Perencanaan yang telah dipersiapkan dengan baik berdasarkan silabus yang dikembangkan dalam bentuk RPP dan bahan ajar (2) Pelaksanaan yang meliputi 3 tahapan yaitu kegitan awal, inti dan kegitan akhir serta (3) Evaluasi untuk melakukan penilaian terhadap karakter yang telah dicapai oleh siswa. Terdapat beberapa karakter yang sering di masukkan oleh pendidik dalam pelajaran IPA yaitu religius, rasa ingin tahu, kerja keras, daya cipta, mandiri, kerja sama, menghargai, peduli lingkungan, kreatif, tekun, ketelitian, tanggung jawab dan gemar membaca. Sedangkan karakter yang jarang dikembangkan oleh guru meliputi jujur, rasa hormat dan disiplin.Simpulan penelitian ini adalah proses pendidikan karakter di SDN Unggul Lampeuneurut Aceh Besar telah berjalan dengan baik. Guru telah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang sesuai dengan ketentuan pendidikan karakter. Sehingga karakter yang ditanamkan pada siswa dapat berkembang dalam proses pembelajaran.