cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 271 Documents
Resiliensi dan Dukungan Sosial: Strategi Mengurangi Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Aprillia, Sherlyta Ayu; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12704

Abstract

Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus tentunya dihadapkan dengan tantangan pengasuhan yang lebih rumit dibandingkan ibu dengan anak normal, sehingga mudah sekali memicu timbulnya parenting stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial dengan parenting stress pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah subjek 53 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan mengaplikasikan skala parenting stress, skala resiliensi dan skala dukungan sosial. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial memiliki hubungan simultan dengan parenting stress. Uji parsial menunjukkan bahwa variabel resiliensi maupun dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan parenting stress Tingkat resiliensi dan sukungan sosial yang tinggi maka tingkat parenting stress ibu akan rendah. Sebaliknya jika tingkat resiliensi dan dukungan sosial rendah, maka tingkat parenting stress pada ibu cenderung tinggi.
Stres Akademik dengan Emotional Eating pada Mahasiswa Ramadhani, Sevila Putri; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12705

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena perilaku makan beresiko yang ada di kalangan mahasiswa di Indonesia. Perilaku makan beresiko yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh salah satunya adalah emotional eating. Emotional eating adalah perilaku makan yang dipicu oleh emosi negatif, salah satunya adalah stes. Stres yang kerap terjadi pada mahasiswa adalah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa. Terdapat 145 mahasiswa aktif berusia 19-23 tahun yang menjadi partisipan pada penelitian ini. Stres akademik diukur menggunakan skala Perceived Sources of Academic Stress sedangkan emotional eating diukur menggunakan sub-skala emotional eating dari Dutch Eating Behavior Questionnaire. Analisis data dilakukan menggunakan metode Spearman’s rho dengan bantuan program Jamovi 2.2.5. Hasil analisis menemukan korelasi yang signifikan antara stres akademik dan emotional eating (r=0,276; p < 0.001). Korelasi bersifat positif yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin tinggi pula tingkat emotional eating.
FOMO pada Remaja Pengguna Media Sosial: Adakah Peranan Kecemasan Sosial dan Harga Diri? Sabneno, Trezani; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12706

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) merujuk pada kondisi di mana individu memiliki dorongan kuat untuk terus memantau aktivitas orang lain secara daring di media sosial. Hal ini sering memunculkan rasa cemas ketika individu membandingkan dirinya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses. Beberapa faktor yang diyakini mempengaruhi FOMO meliputi harga diri, kecemasan sosial, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan sosial dan harga diri dengan tingkat FOMO pada remaja pengguna media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional, dengan melibatkan 130 remaja Surabaya berusia 12-19 tahun sebagai responden. Responden dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian mencakup tiga skala, yakni skala FOMO berdasarkan aspek yang dikembangkan oleh Przybylski, dkk (2013), skala kecemasan sosial dari aspek yang disusun oleh La Greca & Lopez (Akbar & Faryansyah, 2018), serta skala harga diri yang merujuk pada aspek Coopersmith (Nafeesa & Novita, 2021). Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecemasan sosial dan harga diri secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan FOMO. Secara parsial, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecemasan sosial dengan FOMO. Sebaliknya, hubungan negatif yang signifikan ditemukan antara harga diri dengan FOMO, menunjukkan bahwa semakin rendah harga diri individu, semakin tinggi tingkat FOMO yang dialaminya.
Kecenderungan Nomophobia pada Dewasa Awal: Adakah Peranan Loneliness? Natalia, Anita; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12714

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah meningkatkan ketergantungan terhadap smartphone, terutaman pada usia dewasa awal. Ketergantungan ini memunculkan fenomena nomophobia, yaitu rasa takut berlebihan ketika tidak dapat mengakses smartphone. Loneliness menjadi salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan kecenderungan nomophobia pada dewasa awal. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif. Partisipan dalam penelitin ini berjumlah 384 responden yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dan skala yang digunakan yaitu skala loneliness dan skala nomophobia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis spearman rho dengan bantuan program computer IBM Statistical for Social Science (SPSS) versi 27 for Windows. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara loneliness dengan kecenderungan nomophobia pada dewasa awal dengan rentang usia 24 hingga 30 tahun dengan skor r sebesar 0,880 dengan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima.
Keterikatan Akademik pada Mahasiswa: Bagaimana Peranan Dukungan Sosial dan Efikasi Diri Akademik? Rakib, Mohammad Indra; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12716

Abstract

There are four significant roles of academic engagement in the learning process: creating productive learning, predicting how well students perform in their studies, providing educational institutions with considerations for necessary interventions, and offering feedback to educators regarding the effectiveness of their teaching. This study aims to analyze the relationship between social support and academic self-efficacy with academic engagement. The research employs a quantitative correlational method with a total of 285 student respondents selected through random sampling. The study utilizes parametric multiple linear regression analysis techniques. The findings indicate a significant positive correlation between social support and academic self-efficacy with academic engagement, both individually and collectively. Additionally, it was found that social support and academic self-efficacy account for 52.2% of the variance in academic engagement. Through social support and academic self-efficacy, students can enhance their academic engagement, enabling them to face academic challenges optimally.
Internal Locus of Control dan Manajemen Waktu: Kunci Atasi Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Berorganisasi Firdaus, Muhammad Mauris; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara internal locus of control, manajemen waktu, dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Prokrastinasi akademik sering menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama mereka yang harus menyeimbangkan tugas akademik dengan tanggung jawab organisasi. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari mahasiswa organisasi di sebuah Universitas Swasta di Surabaya. Analisis menggunakan regresi linier berganda menunjukkan hubungan signifikan antara internal locus of control dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik (R = 0,043, p < 0,05). Mahasiswa dengan internal locus of control tinggi cenderung memiliki manajemen waktu yang lebih baik, sehingga mampu meminimalkan prokrastinasi akademik. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan program intervensi yang berfokus pada peningkatan manajemen waktu dan penguatan internal locus of control guna mengurangi prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa.
Self Compassion dan Dukungan Sosial: Kunci Mengatasi Quarter Life Crisis Gen Z Setyowati S, Ninda Widya; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12719

Abstract

Abstract This study was conducted to explore the relationship between self compassion and social support and the quarter life crisis for Gen Z social media users. The application of correlational quantitative methods was used in this study involving 183 participants aged 20–27 years. Research data was obtained through distributing Likert scale-based questionnaires which included three main variables: self compassion, social support, and quarter life crisis. Research findings indicate a significant negative relationship between self compassion and social support and quarter life crisis. Self compassion encourages individuals to be more accepting of life's challenges, while social support provides a sense of emotional security and reduces psychological stress. The variables self compassion and social support simultaneously play an important role in supporting Generation Z in facing changes towards adulthood. Keywords: Generation Z; quarter life crisis; self compassion; social media; social support Abstrak Studi ini dilakukan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara self compassion dan dukungan sosial dengan quarter life crisis bagi pengguna media sosial Gen Z. Penerapan metode kuantitatif korelasional digunakan dalam studi ini dengan melibatkan 183 partisipan berusia 20–27 tahun. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert yang mencakup tiga variabel utama: self compassion, dukungan sosial, dan quarter life crisis. Temuan penelitian mengindikasikan hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dan dukungan sosial dengan quarter life crisis. Self compassion mendorong individu untuk lebih menerima tantangan hidup, sementara dukungan sosial memberikan rasa aman emosional dan mengurangi stres psikologis. Variabel self compassion dan dukungan sosial secara bersamaan memegang peranan penting dalam mendukung Generasi Z menghadapi perubahan menuju kedewasaan. Kata kunci: dukungan sosial; Generasi Z; media sosial; quarter life crisis; self compassion
Problem Focused Coping sebagai Prediktor Kualitas Hidup pada Family Caregiver Pasien Kanker Payudara Fairuz, Maulida Ihza; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12722

Abstract

Family caregivers play an important role in caring for breast cancer patients. However, their condition has not received much attention, where studies on family caregivers in Indonesia are still limited, especially those related to quality of life. This study aimed to determine the relationship between problem-focused coping and quality of life in family caregivers of breast cancer patients. The research design is a correlational study. The sample of the study was 74 family caregivers of breast cancer patients, obtained from purposive sampling. The sample criteria were limited to family caregivers who were of productive age as students or workers, and had accompanied families with breast cancer for 0-1 year. Problem-focused coping and quality of life were measured using scale constructed by the writer. Data analysis was conducted with Spearman Brown. The result of the study shows a significant positive correlation between the two variables. This shows that the higher tendency of family caregivers to apply problem-focused coping, the higher the level of quality of life.
Sense of Belongingness dan Academic Engagement pada Mahasiswa: Peran Psychological Well-Being sebagai Mediator Nadifah, Nadifah; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12725

Abstract

Rendahnya academic engagement dapat memunculkan berbagai permasalahan baru yang berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa, kesehatan mental, dan isu akademik lainnya. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa academic engagement memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan intensi untuk drop out. Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2023, tercatat sebanyak 4% atau 375.134 mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia mengalami putus studi. Dari jumlah tersebut, mahasiswa program sarjana mendominasi sebanyak 308.495 orang atau 82,24% dari keseluruhan kasus drop out. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran psychological well-being sebagai variabel mediator dalam hubungan antara sense of belongingness dan academic engagement pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan variabel mediator. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, melibatkan 384 mahasiswa sebagai responden. Analisis mediasi menggunakan perangkat statistik Jamovi versi 2.6.17 menunjukkan bahwa sense of belongingness memiliki hubungan langsung yang signifikan dengan academic engagement. Namun, analisis hubungan tidak langsung menunjukkan bahwa psychological well-being tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Dengan demikian, H1 diterima, sedangkan H2 ditolak.
Menjaga Jiwa di Perantauan: Peranan Father Involvement dalam Psychological Well-Being Mahasiswa Rantau Firdaus, Noviana; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12730

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penilaian hubungan antara father involvement dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian terdiri dari 180 mahasiswa rantau program studi Psikologi angkatan 2021. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang mencakup skala father involvement dan psychological well-being. Metode yang diterapkan untuk analisis data adalah korelasi Product Moment. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara antara father involvement dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau. Oleh karena itu, hipotesis yang diidentifikasi dalam penelitian ini dapat diterima.