cover
Contact Name
Erick Erianto Arif
Contact Email
ariferickerianto@gmail.com
Phone
085214902659
Journal Mail Official
medilabumwkdi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution. No. 37, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Mandala Waluya Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal MediLab Mandala Waluya
ISSN : 25804073     EISSN : 26851113     DOI : https://doi.org/10.54883/
Core Subject : Science,
Jurnal Medilab merupakan media yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi dosen baik di lingkup prodi Program studi D-IV Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik, institusi lokal maupun nasional untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya di berbagai disiplin ilmu khususnya dalam bidang Medical Sains dan Kesehatan. Penamaan jurnal Medilab ini diadopsi dari nama Laboratorium Medik. Laboratorium bermakna pemeriksaan atau pengujian baik secara biologi, kimia, fisika yang memberi informasi teliti dan akurat tentang aspek laboratoris terhadap spesimen atau sampel. Sedangkan medik bermakna hal-hal yang berhubungan dengan kedokteran/kesehatan, meliputi bidang Hematologi, Kimia klinik, Mikrobiologi, Imunoserologi, Parasitologi, Mikologi, Toksikologi, Kimia Air, Makanan dan minuman, dan lain-lain.
Articles 118 Documents
GENOTYPING GEN ICAM-1 PADA IBU PREEKLAMPSIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION RESTRICTION FRAGMENT LENGTH POLYMORPHISM (PCR-RFLP) Satriani Syarif; Dian sasmita; Sanatang
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 1 (2024): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.999i

Abstract

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan pada trimester 2 dan trimester 3 yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria yang terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. Invasi trofoblas pada arteri spiralis uterus dengan gejala klinis hipertensi, proteinuria dan edema, yang berasal dari perubahan patologis dalam vaskularisasi endotelium ibu atau mengakibatkan disfungsi endotel pada plasenta. Preeklampsia meningkatkan ekspresi molekul adhesi ICAM-1 pada permukaan sel endotel yang berinteraksi dengan ligannya pada permukaan leukosit. Munculnya sitokin inflamasi mengakibatkan peningkatan aktifitas makrofag dan netrofil pada pembuluh darah arteri spiralis sehingga akan mengakibatkan disfungsi endotel. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya genotip gen ICAM-1 pada ibu preeklampsia dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif laboratorium. Populasi dalam penelitian ini yaitu pada ibu preeklampsia yang berumur 26-40 tahun dengan usia kehamilan ≥ 20 minggu (Trimester 2 dan trimester 3) sebanyak 6 responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) dengan menggunakan enzim retriksi BstU1 (Bsh1236I). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa hasil visualisasi tersebut dari 6 sampel pasien preeklampsia diperoleh hasil 4 positif (66%) yang menjadi gen ICAM-1. Hasil PCR dengan menggunakan serum pasien ibu preeklampsia adalah genotipe KK (100 %) ditandai dengan adanya hasil positif gen ICAM-1 pada 4 sampel dengan terbentuk pita DNA berukuran 223 bp dan setelah dilakukan digesti DNA dengan enzim retriksi BstU1 (Bsh1236I) ditemukan hasil membawa genotipe KK terbentuk pita DNA berukuran 223 bp (50%) dan genotipe EK terbentuk pita DNA berukuran 223 bp, 136 bp dan 87 bp (50%) yang menandakan adanya mutasi gen ICAM-1, sedangkan pada genotipe EE (0%). Kesimpulannya Polimorfisme gen ICAM-1 exon 6 pada serum pasien ibu preeklampsia dengan menggunakan enzim retriksi BstU1 (Bsh1236I) diperoleh hasil pita DNA yang berukuran 223 bp (KK) dan 223 bp, 136 bp dan 87 bp (EK) yang menandakan adanya mutasi gen ICAM-1.
UJI EFEKTIVITAS HAIR TONIC ANTIKUTU RAMBUT EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)SECARA IN-VITRO Jastria Pusmarani; Titi Saparina
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. I (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.0000012

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektroparasit penyebab pedikulosis pada manusia. Selama ini kutu kepala dapat dimatikan dengan obat pedikulus kimiawi yaitu Hexachlorocyclohexane 0,5% tetapi menimbulkan efek samping timbulnya resitensi serangga terhadap insektisida. Secara empiris masyarakat bombana biasa menggunakan Daun sirsak untuk mengatasi kutu rambut. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui daun sirsak mempunyai kandungan acetogenin diantaranya asimisin, bulatasin, squamosin, saponin, flavanoid dan tannin yang digunakan sebagai insektisida nabati. Tujuan penelitian untuk melihat efektivitas hair tonic ekstrak daun sirsak terhadap mortalitas kutu rambut.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Pengujian dilakukan menggunakan hair tonic ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi 1%, 3% dan 5% pada 10 sampel kutu yang telah memenuhi syarat uji viskositas,uji organoleptik,uji homogenitas, uji pH, dan cycling test. Penelitian ini dibuat 3 formula sampel dengan bahan aktif ekstrak daun sirsak dengan konsentrai 1%,3%,5% (kontrol negatif) dan obat peditox (kontrol positif) perlakuan dilakukan dengan diteteskan sebanyak 0,5 mL dan diamati pergerakan kutu setiap 5 menit pertama selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa hair tonic ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 1%, 3% dan 5% memberikan mortalitas yang baik yang diuji kurang dari 30 menit. Hair tonic ekstrak daun sirsak formula A memberikan tingkat mortalitas tercepat dengan waktu 10 menit. Berdasarkan uji Anova maka hipotesis diterima kemudian dilanjutkan Uji BNT dan diperoleh hair tonic ekstrak daun sirsak pada konsentrasi 1% lebih efektif dan efisien dalam memberikan mortalitas kutu.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI EKSTRAK DAUN KENCANA UNGU (Ruellia tuberosa L.) SECARA IN VIVO YANG DIINDUKSI DENGAN ALOKSAN Syawal Abdurrahman; Safitriyani Samsudin; Mus Ifaya
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tahunan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kadar gula darah dalam tubuh melebihi kadar normal yaitu gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl dan kadar gula darah puasa lebih atau sama dari 126 mg/dl. Tanaman kencana ungu adalah tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat herbal dan digunakan sebagai obat diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan dosis optimal ekstrak daun kencana ungu (Ruellia tuberosa L.) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi dengan aloksan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental laboratorium. Populasi pada penelitian ini adalah mencit yang diinduksi aloksan dengan jumlah hewan uji yang digunakan sebanyak 25 ekor dengan pembagian 5 kelompok. Sampel yang digunakan penelitian ini adalah daun kencana ungu. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji One Way Analysis Of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan penurunan kadar glukosa darah paling optimal pada hari ke-14 pada acarbose, konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dengan nilai rata-rata 64 mg/dL, 86 mg/dL, 79 mg/dL, 78 mg/dL, juga terdapat perbedaan bermakna pada kontrol negatif, kontrol positif dan ekstrak konsentrasi 30% yang paling memiliki aktivitas penurunan kadar glukosa darah. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kencana ungu memiliki aktivitas yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit dan dosis yang dapat memberikan efek yang optimal yaitu konsentrasi 30% sebesar 60%. Perlu dilakukan uji histopatologi pankreas pada mencit untuk melihat kondisi pankreas mencit setelah diinduksi aloksan, acarbose, Na-CMC, dan ekstrak daun kencana ungu.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI EKSTRAK DAUN KENCANA UNGU (Ruellia tuberosa L.) SECARA IN VIVO YANG DIINDUKSI DENGAN ALOKSAN Syawal Abdurrahman; Safitriyani Samsudin; Mus Ifaya
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tahunan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kadar gula darah dalam tubuh melebihi kadar normal yaitu gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl dan kadar gula darah puasa lebih atau sama dari 126 mg/dl. Tanaman kencana ungu adalah tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat herbal dan digunakan sebagai obat diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan dosis optimal ekstrak daun kencana ungu (Ruellia tuberosa L.) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi dengan aloksan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental laboratorium. Populasi pada penelitian ini adalah mencit yang diinduksi aloksan dengan jumlah hewan uji yang digunakan sebanyak 25 ekor dengan pembagian 5 kelompok. Sampel yang digunakan penelitian ini adalah daun kencana ungu. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji One Way Analysis Of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan penurunan kadar glukosa darah paling optimal pada hari ke-14 pada acarbose, konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dengan nilai rata-rata 64 mg/dL, 86 mg/dL, 79 mg/dL, 78 mg/dL, juga terdapat perbedaan bermakna pada kontrol negatif, kontrol positif dan ekstrak konsentrasi 30% yang paling memiliki aktivitas penurunan kadar glukosa darah. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kencana ungu memiliki aktivitas yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit dan dosis yang dapat memberikan efek yang optimal yaitu konsentrasi 30% sebesar 60%. Perlu dilakukan uji histopatologi pankreas pada mencit untuk melihat kondisi pankreas mencit setelah diinduksi aloksan, acarbose, Na-CMC, dan ekstrak daun kencana ungu.
DETEKSI JAMUR DERMATOPHYTA PADA KUKU KAKI PETANI DENGAN METODE KULTUR DI DESA MATANGGORAI KECAMATAN PADANGGUNI KABUPATEN KONAWE Sugireng; Jumita Sari; Selpirahmawati Saranani
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Dermatofita merupakan golongan jamur yang melekat dan tumbuh pada jaringan keratin, seperti stratum korneum kulit, kuku, dan rambut pada manusia. Keratin digunakan sebagai sumber makanan. Dermatofita menyebabkan dermatofitosis. Spesies penyebab utama dermatofitosis yang biasa menginfeksi masyarakat Indonesia adalah Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, Microsporum canis, Microsporum gypseum. Tujuan penelitian ini bertujuan Mendeteksi Jamur Dermathopita pada kuku kaki petani dengan menggunakan metode kultur di Desa Matanggorai Kecamatan Padangguni Kabupaten Konawe. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif untuk melihat jamur dermatophyta pada sampel kerokan kulit kuku petani dengan desain penelitian yakni dilakukan identifikasi jamur dermatophyta pada kerokan sampel kulit. Populasi pada penelian ini yaitu 39 dan besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 28 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan metode kultur didapatkan hasil positif jamur Dermatophyta pada 9 sampel dengan presentase 32,14% yaitu pada sampel 1, 13, 15, dan 25 terduga jamur Epidermophyton Floccosum dengan morfologi mikroskopis jamur menunjukkan makrokonidia berbentuk gada bersekat tanpa mikrospora, serta hifa bersekat tipis sebagai struktur utama jamur. Pada sampel 5, 14, 16 dan 26 terduga jamur Trichophyton rubrum dengan morfologi mikroskopis jamur menunjukkan hifa bersekat dan hialin dari Trichophyton rubrum, dengan sedikit makrokonidia berbentuk cerutu dan mikrospora kecil di sepanjang hifa. Sedangkan pada sampel 22 terduga jamur Trycophyton mentagrophytes dengan morfologi mikroskopis jamur menunjukkan hifa bersekat yang hialin, makrokonidia berbentuk cerutu atau spindle, dan mikrospora bulat atau oval di sepanjang hifa, warna biru dari perwarnaan LCB memperjelas detailnya. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu dari 28 sampel terdapat 9 sampel dengan presentase 32,14% yang positif terdeteksi jamur dermatofita pada kuku kaki petani. Saran diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode lain seperti melakukan pemeriksaan PCR kemudian melanjukan sampai ke tahap sequensing.
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN NILAIHEMATOKRIT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD KOTA KENDARI Asni Ramayana Tina; Ovin; Noviati
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Pada kasus DBD, nilai hematokrit akan meningkat (hemokonsentrasi) karena peningkatan kadar sel darah atau penurunan kadar plasma darah. Darah yang pekat dapat disebabkan kebocoran plasma dan pecahnya pembuluh kapiler. Akibat adanya kebocoran di pembuluh darah kapiler, tubuh berupaya menutup celah tersebut dengan bantuan trombosit, sehingga kadar trombosit pun menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dan nilai hematokrit pada penderita demam berdarah dengue. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien demam berdarah dengue yang dirawat di RSUD Kota Kendari yang berjumlah 288 pasien dengan jumlah Sampel yaitu 23 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman dengan menggunakan program SPSS untuk menganalisa data. Jumlah trombosit normal sebanyak 1 pasien (4,35%) dan abnormal sebanyak 22 pasien (95,65%), sedangkan nilai hematokrit normal sebanyak 12 pasien (52,17%) dan abnormal sebanyak 11 pasien (47,83%). nilai signifikansi p = 0,006 yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dan nilai hematokrit, sedangkan nilai r = 0,558 yang menunjukkan korelasi kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah trombosit dan nilai hematokrit pada pasien demam berdarah dengue. Disarankan agar memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya penyakit demam berdarah dengue dengan tujuan mencegah penyebaran demam berdarah dengue di lingkungan masyarakat.
PERBANDINGAN LAMA PENYIMPANAN SAMPEL HASIL ISOLASI DNAMENGGUNAKAN METODE CTAB (Cetil Trimetil Ammonium Bromide) UNTUK MENDETEKSI MUTASI HETEROPLASMI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Satriani Syarif; Abdi Handayani; H. Laode Hamiru
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kadar glukosa tinggi dari normal karena tubuh tidak mensekresi insulin dengan baik. Lama penyimpanan hasil isolasi DNA pada sampel DNA yang telah diisolasi dapat disimpan tanpa mengalami degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi mutasi heteroplasmi menggunakan metode CTAB pada sampel langsung dan sampel lama penyimpanan 6 bulan pada penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah hasil isolasi DNA dengan jumlah 7 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Amplification Refractory Mutation System (ARMS PCR). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode CTAB langsung didapatkan sampel hasil mutasi heteroplasmi 5 responden dari 7 reponden. Sedangkan hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode ARMS PCR dengan lama penyimpanan sampel 6 bulan didapatkan sampel normal 7 responden. Kesimpulan ada perbedaan antara hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode CTAB langsung didapatkan sampel didapatkan mutasi heteroplasmi 5 responden dari 7 responden. Sedangkan hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode ARMS PCR dengan lama penyimpanan sampel 6 bulan didapatkan hasil normal 7 responden. Saran adapun saran dalam penelitian ini diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mendeteksi dengan metode ini dengan sampel penyakit lain.
DETEKSI PROTEIN AEG-1 PADA PEKERJA INDUSTRI PENGOLAHAN NIKEL DI KECAMATAN MOROSI MENGGUNAKAN METODE SODIUM DODESILSULFAT POLIAKRILAMIDA GEL ELEKTROFORESIS (SDS-PAGE) Sanatang; Erwin Azizi Jayadipraja; Fardila Santi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Pengolahan nikel menghasilkan unsur kimia berbahaya yang dapat mempengaruhi kualitas udara, sehingga apabila nikel masuk kedalam tubuh manusia melalui inhalasi, oral dan dermal maka nikel diserap dalam darah dan terakumulasi didalam tubuh pekerja industri pengolahan nikel sehingga dapat menyebabkan kanker. Salah satu protein penanda kanker yaitu AEG-1 yang diekspresikan secara berlebihan pada semua kanker dan secara bertahap meningkat seiring dengan proses perkembangan kanker, dan tingkat ekspresi AEG-1 jelas berkorelasi dengan prognosis pasien yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi protein AEG-1 dalam sampel darah pekerja industri pengolahan nikel di kecamatan Morosi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja industri pengolahan nikel divisi smelter berjumlah 36 orang, dengan teknik penarikan sampel secara Accidental Sampling., dengan jumlah sampel 14 orang. Metode pemeriksaan menggunakan metode Sodium Dodesilsulfat Poliakrilamida Gel Elektroforesis (SDS-PAGE). Hasil penelitian ini menunjukkan dari 14 sampel terdapat 65 pita-pita protein dengan berat molekul yang berbeda. Terdapat 7 sampel (S1, S3, S4, S8, S9, S11, dan S12) menunjukan berat molekul protein AEG-1 berkisar antara 70-80 kDa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat protein AEG-1 pada 7 sampel serum pekerja industri pengolahan nikel. Sebaiknya pekerja industri pengolahan nikel lebih memperhatikan dan mentaati peraturan keselamatan kerja tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja dilingkungan industri  pengolahan nikel dan  untuk penelitian yang lebih lanjut agar lebih spesifik melakukan pemeriksaan terhadap pekerja industri pengolahan nikel tentang jenis kanker yang diakibatkan oleh paparan nikel.
ANALISIS KADAR KREATININ PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS YANG TERDIAGNOSIS LEBIH DARI 5 TAHUN DI RSUD dr.H.L.M.BAHARUDDIN,M.KesKABUPATEN MUNA Titi Purnama; Vivi Fithriani Hasan; Wa Ode Gustiani P
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikimia akibat kelainan sekresi insulin, Kondisi resistensi pada penderita Diabetes Melitus yang terdiangnosisi 5 tahun menyebabkan komplikasi kronis seperti nefripati diabetik. Penyakit ini telah menjadi penyebab utama kedua penyakit ginjal dan salah satu komplikasih diabetes yang paling umum berbahaya. Kadar kreatinin dalam darah merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal, seperti kosentrasi plasma dalam waktu 24 jam. Kadar kreatinin serum yang lebih besar dari nilai normal menujukkan satu gangguan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar Kreatinin pada penderita Diabetes Mellitus yang telah terdiagnosis diatas limah tahun dan mengonsumsi obat tidak teratur di RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna.  Jenis penelitian  ini  adalah Deskriptif. Sebanyak 32 sampel. Penelitian ini di laksanakan di laboratorium RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna. Hasil penelitian didapatkan kadar Kreatinin yang dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu Tinggi, Rendah dan Normal. Kadar kreatinin yang tinggi didapatkan 18 sampel (56,3%), kadar kreatinin rendah didapatkan 5 sampel (28,1%) dan kadar kreatinin Normal didapatkan 9 sampel (15,6%). Kadar kreatinin serum yang tinggi lebih didominasi pada kelompok usia 61 – 70 Tahun  9 sampel (50%), kadar kreatinin yang rendah dijumpai pada umur 41 – 50 Tahun diperoleh 3 sampel (9.4%) dan kadar kreatinin normal 51 – 60 tahun diperoleh 6 sanpel (66,6%).  Jenis kelamin lebih banyak dijumpai pada penderita diabetes mellitus yaitu jenis kelamin  laki – laki 10 sampel (55,6%) dan kadar kreatinin serum yang rendah didominasi pada perempuan 8 sampel (66,7%) penderita diabetes mellitus. Diperoleh hasil yang tinggi pada penderita dengan lama menderita 5 – 10 tahun didapatkan 10 sampel  (62,5%) dan hasil yang rendah pada penderita dengan lama menderita 16 – 20 tahun dan >20 tahun didapatkan 3 sampel (13%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pasien diabetes mellitus  yang terdiangnosis diatas 5 tahun di RSUD dr. H. L. M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna, yang  lama menderita memiliki kadar kadar kreatinin yang tinggi, Saran penelitian, diharapkan pada peneliti untuk mengembangkan dan meneliti lebih lanjut mengenai hal – hal yang berkaitan dengan Diabetes Mellitus yang terdiangnosis diatas 5 tahun dikarenakan banyak komplikasih yang disebabkan oleh  Diabetes Mellitus yang terdiangnosis diatas 5 tahun.
ANALISIS KADAR G-GT (GAMMA-GLUTAMYL TRANSFERASE) TERHADAP MASYARAKAT YANG MENGKONSUMSI MIRAS TRADISIONAL (KAMEKO) DI DESA LABONE KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA Wa Ode Gustiani Purnamasari; Mulani Ramsi; Titi Purnama
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Kameko salah satu jenis minuman tradisional yang disajikan dalam kebudayaan adat suku Muna. Kameko disajikan pada acara kaghoghoniwi dan tradisi pada acara adat di masyarakat Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol dapat menyebabkan terjadinya Gangguan Mental Organik (GMO), pembengkakan otak, dapat merusak saraf. Selain itu dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati diantaranya perlemakan hati (fatty liver), hepatitis alkoholik (alcoholic hepatitis) dan sirosis (cirrhosis). Salah satu metode pemeriksaan gangguan fungsi hati adalah pemeriksaan kadar G-GT (gamma-glutamyl transferase). Kadar G-GT (gamma-glutamyl transferase) serum ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya asupan alkohol. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar G-GT terhadap masyarakat yang mengkonsumsi miras tradisional (kameko) di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah deskriptif sebanyak 34 sampel. Penelitian ini dilaksanakan di Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Tehnik pengambilan sampel purposive sample , setiap responden memenuhi kriteria inklusi dipilih sampai jumlah terpenuhi. Sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan kadar G-GT yang mengkonsumsi Kameko ≤ 10 tahun dengan hasil normal sebanyak 11 sampel (64,7 %) dan yang abnormal sebanyak 6 sampel (35,3%). Sedangkan kadar G-GT yang mengkonsumsi Kameko ≥ 10 tahun dengan hasil abnormal sebanyak 17 sampel (100%). Kesimpulan, terdapat peningkatan kadar G-GT masyarakat yang mengkonsumsi Kameko ≥ 10 tahun sebanyak 100%. Saran penelitian, Bagi masyarakat di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna diharapkan mengurangi mengkonsumsi minuman miras tradisional (kameko). Untuk peneliti yang selanjutnya agar menambahkan hubungan kadar pemeriksaan G-GT terhadap beberapa faktor pemeriksaan G-GT yaitu usia, jenis kelamin, frekuensi minum perhari dan perokok.

Page 10 of 12 | Total Record : 118