cover
Contact Name
Erick Erianto Arif
Contact Email
ariferickerianto@gmail.com
Phone
085214902659
Journal Mail Official
medilabumwkdi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution. No. 37, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Mandala Waluya Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal MediLab Mandala Waluya
ISSN : 25804073     EISSN : 26851113     DOI : https://doi.org/10.54883/
Core Subject : Science,
Jurnal Medilab merupakan media yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi dosen baik di lingkup prodi Program studi D-IV Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik, institusi lokal maupun nasional untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya di berbagai disiplin ilmu khususnya dalam bidang Medical Sains dan Kesehatan. Penamaan jurnal Medilab ini diadopsi dari nama Laboratorium Medik. Laboratorium bermakna pemeriksaan atau pengujian baik secara biologi, kimia, fisika yang memberi informasi teliti dan akurat tentang aspek laboratoris terhadap spesimen atau sampel. Sedangkan medik bermakna hal-hal yang berhubungan dengan kedokteran/kesehatan, meliputi bidang Hematologi, Kimia klinik, Mikrobiologi, Imunoserologi, Parasitologi, Mikologi, Toksikologi, Kimia Air, Makanan dan minuman, dan lain-lain.
Articles 140 Documents
HUBUNGAN NILAI RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DAN HEMOGLOBIN PADA PENDERITA Ca MAMMAE STADIUM LANJUT LOKAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BAHTERAMASPROVINSI SULAWESI TENGGARA Asni Ramayana Tina; La Ode Sahlan Zulfadlih; Jusmina
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1424

Abstract

Kanker payudara stadium lanjut lokal (locally advanced breast cancer/LABC) adalah kanker yang telah berkembang di payudara dan jaringan sekitarnya, tetapi belum menyebar ke organ lain yang jauh. Kanker ini dapat ditandai oleh tumor yang besar, menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, atau melibatkan kulit payudara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan nilai rasio neutrofil limfosit dan hemoglobin pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan yaitu penderita ca mammae stadium lanjut lokal sebanyak 25 sampel. Sampel  darah EDTA di analisis menggunakan alat hematology analyzer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian uji korelasi spearman nilai mean pada rasio neutrofil limfosit yaitu 2,00 dan nilai mean kadar hemoglobin yaitu 14,37. Pada nilai signifikasi diperoleh nilai p = 0,87 > 0,05 dan nilai r = 0,034 < 0,05. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan nilai rasio neutrofil limfosit dan hemoglobin pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan nilai rasio neutrofil limfosit dan hemoglobin pada penderita ca mammae stadium lanjut lokal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk Penelitian lebih lanjut dapat menambah sampel dan parameter.
HUBUNGAN LAMA TERAPI OBAT DIABETES MELITUS TERHADAP KADAR KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BOMBANA Wa Ode Gustiani Purnamasari; Asni Ramayana Tina; Rudiman
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1735

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupkan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang ditandai dengan ganggaun sekresi insulin. Pada dasarnya penyakit metobilik dalam ini menjalani pengobatan Tentunya memiliki risiko terjadinya komplikasi ditandai dengan kenaikan kadar kreatinin atau tergangunya fungsi ginjal. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama terapi obat diabetes melitus terhadap kadar kreatinin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana Metode penelitian ini adalah bersifat survei analitik kuantitatif dengan Rancangan Cross Sectional, Populasi dari penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, Analisis data yang digunakan dalam uji normalitas dari distribusi data menggunakan Shapiro-Wilk sig 0,195 >0,05 artinya terdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana pada bulan November – Desember 2025, nilai kadar kreatinin dengan lama terapi <1 Tahun,1-5 Tahun dan >5 Tahun, abnormal sebanyak 15 penderitan sedangkan normal 15 penderita. Usia penderita yang menjalani terapi 45 - > 60 Tahun mayoritas jensi kelamin perempuan sebesar 86,3% sedangkan jenis kelamin laki – laki 13,3 %.  Dari hal tersebut diperolah Hasil uji Chi Squere Test 0,301 >0,05 yang artinya tidak ada hubungan lama terapi obat diabetes melitus tipe dengan kadar  kreatinin. Adapun kesimpulan kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubngan lama terapi diabetes melitus terhadap kadar kreatinin pada diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana. Saran dari penelitian ini perlu dilakukan penelitan lebih lanjut karena ketepatan minum obat dan gaya hidup akan mempengaruhi fungsi ginjal.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KRISTAL KALSIUM OXALAT PADA SEDIMEN URINE DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Sanatang; Sugireng; Agusrianty
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1736

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan irreversible. Pemeriksaan sedimen urine, termasuk identifikasi kristal kalsium oxalat, memiliki peran penting dalam menggambarkan kondisi patologis ginjal yang dapat memengaruhi fungsi filtrasi. Kristal kalsium oxalat dapat menimbulkan iritasi tubulus, inflamasi, dan kerusakan nefron sehingga berdampak pada penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sedimen urine kristal kalsium oxalat dengan LFG pada pasien GGK di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pasien GGK yang dipilih secara purposive. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square, dan dilanjutkan dengan uji risk estimate dalam bentuk Odds Ratio (OR) beserta interval kepercayaan 95% (CI) apabila nilai signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 23 orang (77%) berjenis kelamin laki-laki dan 7 orang (23%) perempuan, dengan persentase tertinggi pada kelompok usia lansia awal (57%). Kristal kalsium oxalat menunjukkan 80% negatif dan 20% positif satu. Nilai LFG menunjukkan 27 responden (90%) memiliki LFG < 15 mL/menit dan 3 responden (10%) memiliki LFG 15–29 mL/menit. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara kristal kalsium oxalat dengan penurunan LFG pada pasien GGK (p = 0,000; p < 0,05) dengan nilai OR sebesar 2,00. Kesimpulannya, kristal kalsium oxalat dalam sedimen urine berhubungan signifikan dengan LFG pada pasien GGK. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan jumlah sampel lebih besar serta metode pengukuran yang lebih beragam seperti pengukuran kadar oxalat serum, status elektrolit, dan biomarker ginjal lainnya
PERBANDINGAN LAMA PENYIMPANAN SAMPEL HASIL ISOLASI DNA MENGGUNAKAN METODE CTAB (Cetil Trimetil Ammonium Bromide) UNTUK MENDETEKSI MUTASI HETEROPLASMI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Satriani Syarif; La Ode Hamiru; Abdi Handayani
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1737

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kadar glukosa tinggi dari normal karena tubuh tidak mensekresi insulin dengan baik. Lama penyimpanan hasil isolasi DNA pada sampel DNA yang telah diisolasi dapat disimpan tanpa mengalami degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi mutasi heteroplasmi menggunakan metode CTAB pada sampel langsung dan sampel lama penyimpanan 6 bulan pada penderita diabetes melitus.  Jenis penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah hasil isolasi DNA dengan jumlah 7 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Amplification Refractory Mutation System (ARMS PCR). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode CTAB langsung didapatkan sampel hasil mutasi heteroplasmi 5 responden dari 7 reponden. Sedangkan hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode ARMS PCR dengan lama penyimpanan sampel 6 bulan didapatkan sampel normal 7 responden. Kesimpulan ada perbedaan antara hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode CTAB langsung didapatkan sampel didapatkan mutasi heteroplasmi 5 responden dari 7 responden. Sedangkan hasil elektroforesis isolasi DNA menggunakan metode ARMS PCR dengan lama penyimpanan sampel 6 bulan didapatkan hasil normal 7 responden. Saran adapun saran dalam penelitian ini diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mendeteksi dengan metode ini dengan sampel penyakit lain.
ANALISIS JUMLAH PROTEIN, LEUKOSIT DAN ERITROSIT DALAM URINE PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI RS BHAYANGKARA KOTA KENDARI Erick Erianto Arif; Laode Hamiru; Inayah Wulandari
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1739

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme di dalam saluran kemih manusia. Gejala ISK sangat bervariasi mulai dari demam, disuria, nyeri perut atau pinggang dan dipengaruhi oleh usia, berat infeksi, intensitas peradangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kadarProtein, leukosit dan eritrosit yang terdapat pada sampel urine penderita infeksi saluran kemih di RS Bhayangkara Kota Kendari. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif observasional.Populasi pada penelitian ini diambil pada bulan Mei 2024 berjumlah 20 responden.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 subjek penelitian.Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 20 orang, sehingga penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidentalsampling dengan jumlah sampel sebanyak 19 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Pengambilan sampel urin digunakan sebagai bahan untuk mengukur jumlah protein, leukosit dan eritrosit menggunakan metode Urine Analyzer. Hasil dalam penelitian ini didapatkan hasil subjek penelitian jumlah protein yang abnormal sebanyak 5 orang (26,3%), negatif sebanyak 14 orang (73,7%). Jumlah leukosit yang abnormal ditemukan sebanyak 13 pasien (68,4%), negatif sebanyak 6 orang (31,6%). Dan Jumlah eritrosit yang abnormal ditemukan sebanyak 8 pasien (42,1%), negatif sebanyak 11 pasien (57,9%) Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pasien Infeksi Saluran Kemih banyak ditemukan hasil pemeriksaan leukosit, eritrosit dan jumlah protein yang abnormal. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahas pengaruh usia dan jenis pada penyakit Infeksi Saluran Kemih.
HUBUNGAN KADAR ELEKTROLIT KALIUM DAN KLORIDA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD BAHTERAMASPROVINSI SULAWESI TENGGARA Vicha Nur Fatanah; Eka Dharma Putra; Megawati
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1740

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Hiperglikemia yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan diuresis osmotik sehingga terjadi kehilangan elektrolit seperti kalium dan klorida. Ketidakseimbangan elektrolit tersebut dapat mempengaruhi stabilitas metabolik tubuh, sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan kadar elektrolit pada pasien dengan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar elektrolit kalium dan klorida terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 16 pasien DM Tipe 2 yang diperiksa kadar kalium, klorida, dan glukosa darah puasa pada bulan Oktober 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi pearson dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil analisis menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan bahwa kadar kalium memiliki korelasi positif sangat lemah dan tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (r = 0,191; p = 0,478). Sedangkan kadar klorida memiliki korelasi negatif sangat lemah dan tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (r = –0,060; p = 0,824). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar elektrolit kalium dan klorida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya agar melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta menambahkan variabel lainnya seperti magnesium (Mg²⁺) dan fungsi ginjal.
HUBUNGAN ANTARA HEMOGLOBIN DAN TROMBOSIT PADA PENDERITA DM (DIABETES MELITUS) TIPE 2 DI PUSKESMAS LABARAGA KABUPATEN BUTON UTARA Asfandi Yuhadi; Sanatang; Nurmalasari
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1741

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai gangguan sistemik, termasuk perubahan parameter hematologi seperti kadar hemoglobin dan jumlah trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin, jumlah trombosit, serta hubungan antara kadar hemoglobin dan jumlah trombosit pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Labaraga Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 30 penderita DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin dan jumlah trombosit menggunakan Hematology Analyzer, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 20 orang (67%) berjenis kelamin perempuan dan 10 orang (33%) laki-laki. Berdasarkan usia, mayoritas responden berada pada kelompok lansia awal (46–65 tahun) yaitu sebanyak 26 responden (87%). Pemeriksaan hemoglobin menunjukkan 27 responden (90%) memiliki kadar tidak normal, sementara pemeriksaan trombosit menunjukkan 23 responden (77%) mengalami kelainan jumlah trombosit. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah antara kadar hemoglobin dan jumlah trombosit (r = 0,342), namun tidak bermakna secara statistik (p = 0,065). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya kecenderungan hubungan positif yang lemah antara kadar hemoglobin dan jumlah trombosit pada penderita DM Tipe 2, namun tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan penambahan variabel lain seperti kadar gula darah, fungsi ginjal, dan profil lipid.
ANALISIS KORELASI INDEKS ERITROSIT DAN PROFIL HEMATOLOGI (Hb, Hct) PADA PEKERJA KAWASAN INDUSTRI KONAWE Sapril Kartini; Ririn Teguh Ardiansyah; Isan Maya Kartini
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1742

Abstract

Aktivitas pertambangan nikel yang intensif di Kecamatan Morosi, khususnya oleh PT. Virtue Dragon dan PT. OSS, berdampak signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan pekerja. Paparan senyawa logam berat seperti nikel dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kerusakan organ, hingga gangguan hematologi seperti anemia. Paparan ini berisiko memengaruhi parameter darah seperti hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct), serta indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) yang merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan darah seseorang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks eritrosit dan profil hematologi (Hb, Hct) pada pekerja tambang di Kecamatan Morosi. Populasi penelitian adalah pekerja tambang di daerah morosi yang memeriksakan diri di puskesmas Morosi pada bulan Maret yaitu sebanyak 355 pasien. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 20% sehingga diperoleh 23 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan kriteria inklusi dan esklusi tertentu. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara Hb dengan MCV (r=0,563; p=0,005) serta Hb dengan MCH (r=0,569; p=0,005), dan antara Hct dengan MCV (r=0,538; p=0,008). Sementara itu, Hb dengan MCHC (p=0,473), Hct dengan MCH (p=0,091), dan Hct dengan MCHC (p=0,206) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa paparan polutan tambang, khususnya nikel, berpotensi memengaruhi profil hematologi pekerja, terutama pada parameter Hb dan Hct yang berhubungan dengan indeks eritrosit MCV dan MCH. Hal ini menegaskan adanya risiko anemia pada pekerja tambang sehingga diperlukan pemantauan kesehatan hematologi secara berkala serta upaya pencegahan paparan polutan untuk melindungi kesehatan pekerja dan mendukung keberlanjutan produktivitas.
POTENSI UJI CEFTRIAXONE DAN CIPROFLOXACIN PADA ISOLAT BAKTERI PENDERITA ISK Suwarny; Tasman; Yiping Kartika
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1749

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang paling umum terjadi dengan tingkat morbiditas yang signifikan. Peningkatan resistensi antibiotik pada bakteri penyebab ISK menuntut evaluasi efektivitas terapi obat secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan potensi serta efektivitas antibiotik ceftriaxone dan ciprofloxacin terhadap isolat bakteri penderita ISK di Rumah Sakit Bhayangkara. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan pendekatan deskriptif menggunakan dua isolat bakteri tunggal, yaitu Proteus sp. dan Pseudomonas sp., yang diidentifikasi dari sampel urin pasien. Uji sensitivitas antibiotik dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer sesuai dengan standar Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa kedua isolat resisten terhadap ceftriaxone, tetapi menunjukkan respons intermediate terhadap ciprofloxacin. Isolat Proteus sp. ditemukan resisten terhadap ceftriaxone (tidak terbentuk zona bening) dan berada pada kategori intermediate terhadap ciprofloxacin dengan diameter zona hambat sebesar 18,5 mm. Sementara itu, isolat Pseudomonas sp. juga resisten terhadap ceftriaxone (zona hambat 15,5 mm) dan menunjukkan kategori intermediate terhadap ciprofloxacin dengan diameter zona hambat sebesar 19 mm. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ciprofloxacin memiliki potensi hambatan yang lebih baik dibandingkan ceftriaxone terhadap isolat bakteri penyebab ISK tersebut, meskipun efektivitasnya sudah berada pada kategori intermediate. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data tambahan bagi tenaga kesehatan dalam memonitor peta resistensi lokal guna optimalisasi terapi ISK.
HUBUNGAN KADAR KALIUM, NATRIUM DAN GULA DARAH 2 JAM POSTPRANDIAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II YANG MENJALANI PENGOBATAN DI RUMAH SAKIT UMUM SANTA ANNA KOTA KENDARI Syawal Abdurrahman; Sapril Kartini; Sri Mulia Elni Naningsih
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v10i1.1761

Abstract

Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan ketidakmampuan sel pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup. Hal ini memicu peningkatan ekskresi kalium dan natrium melalui urine yang mempengaruhi kadar elektrolit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar kalium, natrium dan kadar gula darah 2 jam postprandial pada pasien diabetes mellitus II yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Santa Anna Kota Kendari. Metode penelitian ini observasional analitik dengan desain penelitian cross selectional. Populasi penelitian berjumlah 25 responden. Teknik pengambilan sampel Total Sampling dengan pasien diabetes mellitus tipe II yang berjumlah 25 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisisi data yang digunakan uji normalitas dengan menggunakan Shapiro-Wilk. yang dilanjutkan uji statistik Pearson’s correlation. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Santa Anna Kota Kendari. Berdasarkan kelompok umur yang terbanyak adalah kelompok usia lansia yaitu 12 orang. Berdasarkan kelompok jenis kelamin yang terbanyak adalah jenis kelamin perempuan yaitu 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kadar natrium dengan diabetes tipe II yaitu (p=0.000 <0,005), ada hubungan kadar kalium dengan diabetes tipe II yaitu (p=0,002<0,005) dan ada hubungan kadar G2PP dengan diabetes tipe II yaitu (p=0,002<0,005). Adapun kesimpulan penelitian ini ada hubungan kadar gula darah 2 jam postprandial, natrium dan kalium pada penderita diabetes mellitus tipe II yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Santa Anna Kota Kendari. Saran dari penelitian perlu lebih lanjut memasukkan variabel komplikasi yang terkait dengan penyakit ginjal dan hati pada penderita DM tipe II