cover
Contact Name
Erick Erianto Arif
Contact Email
ariferickerianto@gmail.com
Phone
085214902659
Journal Mail Official
medilabumwkdi2025@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution. No. 37, Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Mandala Waluya Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal MediLab Mandala Waluya
ISSN : 25804073     EISSN : 26851113     DOI : https://doi.org/10.54883/
Core Subject : Science,
Jurnal Medilab merupakan media yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi dosen baik di lingkup prodi Program studi D-IV Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik, institusi lokal maupun nasional untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya di berbagai disiplin ilmu khususnya dalam bidang Medical Sains dan Kesehatan. Penamaan jurnal Medilab ini diadopsi dari nama Laboratorium Medik. Laboratorium bermakna pemeriksaan atau pengujian baik secara biologi, kimia, fisika yang memberi informasi teliti dan akurat tentang aspek laboratoris terhadap spesimen atau sampel. Sedangkan medik bermakna hal-hal yang berhubungan dengan kedokteran/kesehatan, meliputi bidang Hematologi, Kimia klinik, Mikrobiologi, Imunoserologi, Parasitologi, Mikologi, Toksikologi, Kimia Air, Makanan dan minuman, dan lain-lain.
Articles 131 Documents
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) DAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA PERSONIL KEPOLISIAN RESOR (POLRES) KOTA KENDARI Titi Purnama; Wa Ode Gustiani Purnamasari; Masir
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1407

Abstract

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah berada di atas batas normal yaitu ≥130/90 mmHg. Terdapat berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi, di antaranya adalah usia, faktor genetik, suku, jenis kelamin, obesitas, faktor lingkungan, stres, serta pola makan seperti konsumsi natrium berlebih, meminum alkohol, perilaku merokok, dan konsumsi kolesterol yang membuat profil lipid menjadi tinggi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan kadar high density lipoprotein (HDL) dan kadar low density lipoprotein (LDL) pada Personil Kepolisian Resor (POLRES) Kota Kendari. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross selectional. Populasi dari penelitian ini berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan pasien hipertensi yang berjumlah 22 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisisi data yang digunakan uji normalitas dari distribusi data menggunakan Shapiro-Wilk. yang dilanjutkan dengan uji statistik Pearson’s correlation, jika hasilnya berdistribusi tidak normal maka dilanjutkan ke uji korelasi spearman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Hati Mulia Kendari. Berdasarkan umur responden didapatkan responden paling banyak adalah pada kelompok usia lansia (46-65) yaitu 13 orang dengan presentase 59%. Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 22 orang dengan presentase 100%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan hipertensi dengan kadar high density lipoprotein (HDL).yaitu (p=0,014 <0,005) sedangkan ada hubungan hipertensi dengan kadar low density lipoprotein (LDL) yaitu (p=0,047 <0,005). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan hipertensi dengan kadar high density lipoprotein (HDL) dan kadar low density lipoprotein (LDL) pada Personil Kepolisian Resor (POLRES) Kota Kendari. Saran dalam penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai riwayat penyakit dan gaya hidup yang dapat mempengaruhi kadar LDL dan HDL pada pasien hipertensi.
PERBANDINGAN NILAI LAJU ENDAP DARAH MENGGUNAKAN ANTIKOAGULAN EDTA DAN NATRIUM SITRAT 3,8% PADA REMAJA YANG SEDANG MENSTRUASI Erik Erianto Arif; Wa Ode Nova Novianti; Ayuni
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1408

Abstract

Pemeriksaan laju endap darah (LED) merupakan parameter penting untuk mendeteksi inflamasi dan kondisi patologis. Penggunaan antikoagulan yang berbeda dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan LED, khususnya pada remaja yang sedang menstruasi yang rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah periodik. Metode Westergren menggunakan darah EDTA yang diencerkan dengan natrium sitrat 3,8%, namun penggunaan dua antikoagulan secara bersamaan menimbulkan pertanyaan metodologis yang perlu dikaji. Mengetahui perbandingan nilai LED menggunakan antikoagulan EDTA dan natrium sitrat 3,8% pada remaja yang sedang menstruasi. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 50 mahasiswi berusia 17-20 tahun yang sedang menstruasi di Universitas Mandala Waluya. Pemeriksaan LED dilakukan menggunakan metode Westergren dengan kedua jenis antikoagulan. Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan uji Independent Samples t-Test. Nilai rata-rata LED dengan antikoagulan EDTA sebesar 13,28 ± 3,911 mm/jam dengan 92% sampel normal, sedangkan natrium sitrat 3,8% sebesar 11,32 ± 3,838 mm/jam dengan distribusi serupa. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p=0,874; p>0,05) dengan perbedaan rata-rata hanya 0,140 mm/jam. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai LED menggunakan antikoagulan EDTA dan natrium sitrat 3,8% pada remaja yang sedang menstruasi. Kedua antikoagulan dapat digunakan secara bergantian dalam praktik laboratorium klinis.
PERBEDAAN KADAR LEUKOSIT DAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU LAMA DAN BARU  DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS POASIA Asfani Yuhadi; Ummi Kaltsum; Sunarsih
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1409

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Salah satu aspek penting dalam memahami TB paru adalah perubahan parameter hematologi, khususnya kadar leukosit dan hemoglobin. Leukosit, berperan dalam respon imun tubuh terhadap infeksi, sedangkan hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kadar leukosit dan hemoglobin pada pasien tuberkulosis lama dan baru di Puskesmas Poasia. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan kompatarif study. Populasi adalah seluruh penderita TB Baru dan TB Lama di Puskesmas Poasia Kota Kendari berjumlah 22 responden. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasi.  Pra analitik yang terdiri persiapan pasien hingga pengambilan sampel, tahap analitik yaitu pemeriksaan kadar leukosit dan hemoglobin dan terakhir tahap pasca analitik yaitu validasi dan pelaporan hasil pemeriksaan. Analisis data yaitu analisis independent t-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil distribusi pemeriksaan kadar leukosit didapatkan hasil normal   berjumlah 11 pasien dengan persentase 50% dan hasil pemeriksaan leukositosis berjumlah 11 pasien dengan persentase 50%. Dan distribusi frekuensi pemeriksaan kadar hemoglobin  didapatkan hasil rendah berjumlah 13 pasien dengan persentase 59,095 dan kadar hemoglobin normal berjumlah 1 pasien dengan persentase 4,54%, sedangkan hasil pemeriksaan hemoglobin tinggi berjumlah 8 pasien dengan persentase 36,36 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar leukosit pada pasien tuberkulosis paru lama dan baru   di wilayah kerja UPTD Puskesmas Poasia.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar hemoglobin pada pasien tuberkulosis  paru lama dan  baru   di  wilayah  kerja UPTD  Puskesmas  Poasia.  Bagi  Peneliti selanjutnya perlu adanya pemeriksaan lanjutaan terkait parameter pemeriksaan lain yang berhubungan dengan kategori TB lama dan TB baru.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DITEMUKANNYA PARASIT STH (SOIL TRANSMITTED HELMINTHS) PADA PETANI DI DESA WAKANGKA, KECAMATAN KAPONTORI, KABUPATEN BUTON Rosdarni; La Ode Saafi; Ni Luh Sri Ayu Ratna Ningsih3
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1413

Abstract

Infekai  parasit  STH  (Soil  Transmitted  Helminths)  merupakan  salah  satu  masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Petani merupakan kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi STH karena sering kontak langsung dengan tanah. Faktor perilaku seperti kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) diduga mempengaruhi kejadian infeksi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan,dan penggunaan APD dengan kejadian ditemukannya parasit STH pada petani di Desa Wakangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross- sectional. Sampel berjumlah 36 orang petani yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan mikroskopis sampel kuku dan pengisian kusioner. Analisis data menggunakan Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil  penelitian  menunjukkan  adanya parasit  STH paada kuku  petani  dengan spesies Ascaris lumbricoides dan Hookworm. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan kuku (p = 1,000), kebiasaan mencuci tangan (p = 1,000), dan penggunaan APD (p = 0,097 dan p = 1,000) dengan kejadian ditemukannya parasit STH. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan APD tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ditemukannya parasit STH pada petani di Desa Wakangka. Meskipun demikian, edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat tetap perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi parasit STH di kalangan petani
UJI RESISTENSI ANTIBIOTIK SEFALOSPORIN GENERASI KETIGA PADA BAKTERI Escherichia coli PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA- LAKTAMASE (ESBL) DARI URIN PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KULTUR Sanatang; Sugireng; Defi sarnita
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1417

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan 15 sampel urin pasien ISK yang dikumpulkan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara melalui purposive sampling. Isolat E. coli diidentifikasi menggunakan media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), dilanjutkan uji sensitivitas antibiotik metode disk difusi, dan konfirmasi produksi ESBL dengan Double Disk Synergy Test (DDST) sesuai standar CLSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel urin pasien ISK, terdapat 5 isolat (33,3%) Escherichia  coli  yang  positif  ESBL.  Sebagian besar isolat  menunjukkan  resistensi  terhadap cefotaxime, ceftriaxone, dan ceftazidime, sedangkan konfirmasi DDST memperlihatkan fenomena keyhole effect pada isolat positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel urin pasien ISK, terdapat 5 isolat (33,3%) Escherichia  coli  yang  positif  ESBL.  Sebagian besar isolat  menunjukkan  resistensi  terhadap cefotaxime, ceftriaxone, dan ceftazidime, sedangkan konfirmasi DDST memperlihatkan fenomena keyhole effect pada isolat positif. Kesimpulannya, Escherichia coli penghasil ESBL terdeteksi pada pasien ISK di RSUD Bahteramas dengan tingkat resistensi tinggi terhadap sefalosporin generasi ketiga. Hasil ini menegaskan perlunya penggunaan antibiotik secara rasional dan surveilans resistensi secara berkala untuk mencegah peningkatan kasus resistensi.
HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD KOTA KENDARI Sapril Kartini; Andi Asri; Wa Ode Belasi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1418

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang termasuk dalam gangguan metabolik. Penyakit ini ditandai dengan hiperglikemia kronis yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Hemoglobin A1c (HbA1c) adalah bentuk hemoglobin yang mengalami modifikasi pasca-translasi melalui ikatan glukosa stabil pada gugus N-terminal rantai HbA0. Glukosa darah adalah glukosa dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat yang terdapat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di dalam hati dan otot rangka. Faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah ada 2, yaitu faktor endogen dan eksogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe ll di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian berjumlah 25 orang, dengan jumlah sampel yang ditentukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 20 pasien rawat jalan dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Kota Kendari. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dilakukan menggunakan metode fotometri, sedangkan kadar HbA1c diperiksa menggunakan metode Fluorescence-based Lateral Flow Immunoassay. Berdasarkan hasil penelitian, dari 20 pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Kota Kendari, sebanyak 9 orang pasien (45%) berjenis kelamin laki-laki dan 11 orang pasien dengan (55%) berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan distribusi usia, 4 orang pasien dengan presentase (20%) berusia 40–50 tahun, 6 orang pasien dengan prsesentase (30%) berusia 51–60 tahun, 8 orang pasien dengan presentase (40%) berusia 61–70 tahun, dan 2 orang pasien dengan presentase (10%) berusia 70-080 tahun. Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,746 dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p < 0,01). Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik antara kadar HbA1c dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Kendari. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan uji statistik Spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,746 dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p < 0,01). Hal ini membuktikan terdapat hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik antara kadar HbA1c dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Kendari.
IDENTIFIKASI JAMUR (YEAST) KRISTAL KALSIUM OKSALAT DAN NITRIT PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Sugireng; Satriani Syarif; Valdisa Azsahra Violania
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1419

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai, terutama pada wanita, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Selain bakteri, keberadaan jamur (yeast), kristal kalsium oksalat, serta nitrit dalam urin juga berperan dalam gambaran laboratorium ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur (yeast), kristal kalsium oksalat, dan nitrit pada penderita ISK di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kota Kolaka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 16 responden rawat jalan yang didiagnosis ISK, dipilih menggunakan teknik Slovin. Identifikasi jamur dan kristal dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis sedimen urin, sedangkan deteksi nitrit menggunakan uji kimia metode carik celup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 sampel urin penderita ISK, jamur (yeast) positif ditemukan pada 1 responden (10%), kristal kalsium oksalat positif pada 1 responden (10%), sedangkan nitrit positif ditemukan pada 2 responden (20%). Jamur yang ditemukan berbentuk bulat kecil dengan tunas (budding) yang mengarah pada Candida albicans, kristal yang muncul berbentuk amplop khas kalsium oksalat, dan uji nitrit ditandai dengan perubahan warna strip menjadi merah muda. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sebagian kecil penderita ISK menunjukkan adanya jamur, kristal kalsium oksalat, dan nitrit dalam urinnya. Hasil ini menegaskan pentingnya pemeriksaan laboratorium urin secara mikroskopis dan kimia sederhana untuk mendukung diagnosis klinis ISK serta memberikan gambaran faktor predisposisi infeksi.
DETEKSI GEN TEMONEIRA (TEM) PADA URIN PENDERITA GAGALGINJAL KRONIK (GGK) SEBAGAI PENANDA RESISTENSI ANTIBIOTIK DENGANMENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Syawal Abdurrahman; Sanatang; Shalsa Juniastrid Masiar
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1420

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a condition in which the kidneys experience a decline in kidney function. Chronic kidney disease (CKD) causes a decline in immunity, metabolism, and catheter use, which can increase the risk of urinary tract infections (UTIs). Urinary tract infections (UTIs) are common infections caused by the pathogenic bacterium Escherichia coli. The Temoneira (TEM) gene is one of the genes specifically associated with resistance to β-lactamase antibiotics. The objective of this study is to detect the TEM gene as a marker of antibiotic resistance in the urine of patients with chronic kidney disease using the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The type of research conducted was quantitative research. The population in this study consisted of 12 respondents with chronic kidney disease (CKD) at the Bahteramas Regional General Hospital in Southeast Sulawesi Province, while the sample size was 10 respondents, representing the entire population. The research methods included DNA isolation, DNA concentration measurement, TEM gene amplification, and visualization of the results using agarose gel electrophoresis. Based on the absorbance measurements of the DNA isolates, a DNA purity ratio below 1.8 was obtained, indicating protein contamination. DNA visualization results showed that there were 10 samples that exhibited an 861 bp DNA band, indicating the presence of the TEM gene as an antibiotic resistance marker. The conclusion of this study is that out of 10 respondents, there were 10 positive samples of the TEM gene, marked by the appearance of an 861 bp DNA band. Further research is recommended to continue using the DNA sequencing method to confirm the variation of the TEM gene mutation..
ANALISIS KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN POSTPRANDIAL SEBAGAI PREDIKTOR RISIKO DIABETES MELITUS PADAKELOMPOK USIA PRODUKTIF 15-59 TAHUN DI PUSKESMAS MOWEWE Satriani Syarif; Armayani; Nada Adilah Sulistiawati Satho
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1421

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang semakin meningkat dan menjadi masalah kesehatan global. Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) dan glukosa darah 2 jam postprandial (GD2PP) sangat penting, terutama pada kelompok usia produktif yang memiliki risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara GDP dan GD2PP sebagai prediktor risiko diabetes melitus, serta melihat hubungan kategori kadar glukosa darah dengan risiko diabetes pada usia produktif di Puskesmas Mowewe.   Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 responden dari populasi 50 orang usia produktif, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan GDP dan GD2PP menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s rho untuk melihat hubungan antar variabel numerik dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan kategori kadar glukosa dengan tingkat risiko diabetes.   Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara GDP dan GD2PP (r = 0,884; p = 0,000). Artinya, semakin tinggi kadar glukosa darah puasa  seseorang,  maka  semakin  tinggi  pula  kadar  glukosa  darah  2  jam  postprandial  dan meningkat pula risiko diabetes melitus.   Selain itu, hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kategori kadar glukosa darah dengan risiko diabetes melitus (p = 0.000), yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kadar gula darah dengan risiko diabetes.   Kesimpulannya, GDP dan GD2PP memiliki keterkaitan erat dan dapat digunakan sebagai prediktor risiko diabetes melitus pada usia produktif. Saran dari penelitian ini adalah agar masyarakat usia produktif melakukan pemeriksaan glukosa darah secara rutin, dan pihak Puskesmas meningkatkan program skrining dini sebagai upaya pencegahan diabetes melitus.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KADAR  LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DAN TRIGLISERIDA PADA  PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD  BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Vicha Nur Fatanah; Sanatang; Fitriani
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i2.1423

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di  indonesia. PJK disebabkan oleh penumpukan plak arteri koroner, yang berhubungan erat dengan  faktor risiko seperti dislipidemia dan obesitas. Obesitas dapat diukur dengan menggunakan  Indeks Massa Tubuh (IMT), dan penumpukkan lemak dalam tubuh berhubungan dengan  peningkatan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Trigliserida. Penelitian Ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar LDL dan Trigliserida pada penderita PJK  di RSUD Bahteramas, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian cross-sectional .  sebanyak 17 sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini dan ditentukan dengan menggunakan  rumus Slovin, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan  menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik sampel dan uji korelasi  pearson untuk mengukur hubungan antara variabel  Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dari 17 responden terdapat 12 orang (70.5%) yang  berjenis kelamin laki-laki dan 5 orang (29.41 %) berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan usia  diperoleh hasil pada usia Pra lanjut usia sebanyak 8 orang (47.06%) dan usia Lansia awal yaitu  sebanyak 9 orang (52.94%). Hasil yang diperoleh setelah dilakukan uji Normalitas menunjukkan  tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dengan dengan kadar LDL  dengan (p-value = 0.51) dan juga kadar Trigliserida (p-value = 0.345) pada pasien PJK.  Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh  terhadap kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Trigliserida pada Penderita Penyakit  Jantung Koroner di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.