cover
Contact Name
Yusuf Faisal Ali
Contact Email
yusuffaisalali2016@gmail.com
Phone
+6281320757324
Journal Mail Official
prodippkn@stkippasundan.ac.id
Editorial Address
Permana 32 B, 40512 Cimahi - West Java
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran
ISSN : 24431664     EISSN : 29865492     DOI : 10.37742
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran diterbitkan Prodi. PPKN, STKIP Pasundan Cimahi. Para editor menerima artikel yang menjelaskan penelitian teoritis dan eksperimental terbaru terkait dengan (1) artikel Teoritis; (2) studi empiris; (3) Makalah berorientasi praktik; (4) Studi kasus; (5) Review makalah dan buku. Jurnal Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran mendorong studi dan penelitian sistematis dalam pendidikan hukum, politik, dan kewarganeraan. Jurnal melakukan proses peer review dan double-blind reviewing. Penerimaan atau penolakan artikel akan diputuskan oleh dewan editorial berdasarkan hasil review. Tidak ada komunikasi antara penulis dan editor tentang keputusan penolakan. Penulis yang makalahnya ditolak akan diinformasikan mengenai alasan penolakan. Jurnal Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik dan Kewarganegaran adalah jurnal akses terbuka yang berarti semua konten tersedia secara gratis. Pengguna diizinkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap artikel, atau menggunakannya untuk tujuan yang sah lainnya, tanpa meminta izin sebelumnya dari penerbit atau penulis.
Articles 64 Documents
HABITUASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN ETIKA SOPAN SANTUN SISWA Martini, Eneng; Arita
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.25

Abstract

Habituasi nilai-nilai religius dalam meningkatkan etika sopan santun siswa harus dilaksanakan disetiap sekolah. Sekolah sebagai lembaga formal pendidikan seharusnya mampu mendidik siswa-siswinya baik segi kognitif, afektif ,maupun skill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan: (1) Habituasi nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil, (2) cara membiasakan nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil, (3) cara meningkatkan etika sopan santun di Marga Insan Kamil. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipan, dan (3) studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Habituasi nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil adalah (a) membiasakan siswa agar memiliki rasa cinta pada Al-Qur’an, Hadist dan cinta kepada Allah SWT, (b) membiasakan siswa agar menghargai waktu, dan orang lain, dan (c) menanamkan nilai religius kepada siswa. (2) cara membiasakan nilai-nilai religius di SMK Marga Insan Kamil yaitu melalui: (a) kegiatan Remaja Studi Islam, (b) pemberian motivasi, dan (c) mengadakan sosialisasi mengenai nilai-nilai religius.(3) cara meningkatkan etika sopan santun di Marga Insan Kamil yaitu dengan (a) memberikan bimbingan dan arahan tentang etika sopan santun (b) guru menjadi role modeling etika sopan santun disekolah.    
NILAI-NILAI MORAL DALAM KESENIAN TEMBANG SUNDA CIANJURAN Darmana, Feni Awati
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.27

Abstract

Budaya merupakan ciri atau bagian dari kegiatan tradisional yang dimiliki oleh warga negara Indonesia yang mencakup berbagai kehidupan dalam keseharian mereka, seperti agama, kebiasaan, tradisi, adat istiadat, mata pencaharian, kesenian, dan lain-lain. Tapi bagaimanapun juga unsur-unsur kebudayaan tersebut mendapat tantangan yang cukup berat, yaitu masuknya era globalisasi. Dengan masuknya era globalisasi tersebut jelas akan berdampak pada kebudayaan tradisional tersebut yang mendapat pengaruh-pengaruh. Selain itu, unsur-unsur kebudayaan tersebut menjadi nilai-nilai bahkan normanorma yang dianut oleh masyarakat Indonesia, salah satunya adat Sunda. Budaya Sunda memiliki nilainilai atau norma-norma yang telah lama dianut secara turun temurun. Pandangan nilai budaya Sunda adalah merujuk pada kepentingan utama, yaitu budaya, integrasi, dan ideologi orang Sunda sendiri dan sebagai pembinaan kebudayaan nasional. Salah satu budaya Sunda yang masih berkembang dan terpelihara adalah tembang Sunda Cianjuran. Tembang Sunda Cianjuran merupakan ciri khas budaya daerah Cianjur mempunyai ciri khas, yaitu memiliki 2 (dua) kelompok besar yang terdiri dari lagulagu tembang (mamaos) dan lagu-lagu panambih (ekstra). Tembang Sunda Cianjuran memiliki unsur nilai-nilai moral yang menjadi amanat tentang bagaimana cara bersikap dan bertutur kata yang baik terhadap orang tua, guru, teman sebaya, maupun orang lain
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Rahayu, Hanny
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.28

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh teori civic education (Cogan), citizenship education continuum (David Kerr). Good character yang meliputi moral knowing, moral feeling, dan moral action (Thomas Lickona). Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengkaji informasi tentang pengembangan karakter siswa melalui Pendidikan Kewarganegaraan di SMK Bandung Barat 2 Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus, untuk mengungkapkan dan memahami kenyataan-kenyataan yang terjadi secara intensif dan mendalam berkenaan dengan fenomena di atas. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi partisipan dan non-partisipan, studi dokumentasi, dan studi literatur. Dalam membuat silabus dan RPPharus memuat nilai-nilai sikap dan perilaku agar kelak mereka menjadi individu atau warga negara mempunyai potensi yang diharapkan, baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sekolah harus mengembangkan proses pembelajaran yang bermakna yang disesuaikan dengan budaya sekolah tersebut dan hal tersebut harus ditunjang dengan adanya sarana dan prasarana yang baik sehingga proses pembelajaran siswa menjadi nyaman.    
INTERNALISASI NILAI-NILAI HUKUM MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA SEBAGAI WAHANA MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM MAHASISWA Tripuspita, Neneng; Adisurya, Brata
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.29

Abstract

Masalah kemerosotan moral semakin mengancam generasi muda di Indonesia khususnya pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya unit kegiatan mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai hukum guna meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Upaya yang dilakukan guna menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui unit kegiatan mahasiswa dengan cara mentransferkan pengetahuan hukum, pemahaman isi hukum, sikap serta pola perilaku hukum sebagai indikator kesadaran hukum.    
PERAN SEKOLAH DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI PENDIDIKAN SEKS Faisal Ali, Yusuf; Feby Rosaline, Vicky
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.30

Abstract

Konten informasi pornografi akan berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas terutama pada kehidupan sekolah. Sekolah merupakan tempatnya pemenuhan hak peserta didik yang tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada pengaruh konten pornografi. Maka dari itu, untuk menghindari pengaruh dari konten tersebut pihak sekolah harus menerapkan pendidikan seks. Pendidikan seks sangat penting keberadaannya sebagai proteksi kepada peserta didik akan bahayanya konten pornografi. Dengan demikian, pendidikan seks atau pendidikan mengenai kesehatan reproduksi penting diberikanmelalui keluarga maupun kurikulum sekolah. Dengan adanya pendidikan seks, peserta didik akan memahami bagaimana nilai-nilai normatif mengenai hubungan intim antara lawan jenis, baik dalam perspektif kesehatan maupun psikologisnya. Lebih jauh keberadaan pendidikan seks akan menjelaskan mengenai perilaku yang bersifat antonomis, behavior, emosi, kepribadian, pandangan hidup, lingkungan sosial, nilai-nilai moral yang berlaku dalam suatu masayarakat.    
KESADARAN HUKUM PEMBUATAN SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH SEBAGAI PERWUJUDAN WARGA NEGARA YANG BAIK Permadi, Pongki; Poppy Belladonna, Aprillio; Marlina, Neni
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.31

Abstract

Masyarakat lebih memahami kesadaran hukum dalam bidang pidana dibandingkan perdata terutama dalam bidang tertib administrasi pertanahan yang di anggap masyarakat bukanlah hal yang penting untuk dimiliki yang salah satunya yaitu adalah tertib pembuatan sertifikat hak atas tanah. Peneliti menemukan bahwa di Desa Karangsari masih banyak masyarakat yang dalam kesadaran hukum pembuatan sertifikat hak atas tanahnya masih rendah sehingga masyarakat tersebut tidak dapat dikatakan sebagai warga negara yang baik karena belum tertib dalam bidang hukum. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalahbagaimana kesadaran hukum masyarakat mengenai pembuatan sertifikat hak atas di Desa Karangsari Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat ?; Metode penelitian yang dilakukan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, untuk memahami dan menjelaskan secara mendalam pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa masyarakat Desa Karangsari Kecamatan Cipongkor memiliki kesadaran hukum yang masih rendahkhusunya dalam membuat sertifikat hak atas tanah yang merupakan perwujudan warga negara yang baik sehingga masyarakat Desa Karangsari belum bisa dikatakan sebagai warga negara yang baik.    
PENINGKATAN NASIONALISME MAHASISWA MELALUI RESIMEN MAHASISWA Poppy Belladonna, Aprillio; Dwi Rika Firdianty, Rd. Intan
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.32

Abstract

Kesadaran warga negara juga khususnya mahasiswa untuk menanamkan sikap nasionalisme, secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Demikian halnya jika mahasiswa turut terlibat dalam permasalahan bangsa dan negara, salah satunya dengan mengikuti organisasi Resimen Mahasiswa (MENWA). Penelitian ini bertujuan untuk menggali, mengkaji, dan memperoleh gambaran tentang peranan Resimen Mahasiswa (MENWA) dalam meningkatkan nasionalisme mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pandangan mahasiswa mengenai Resimen Mahasiswa dalam meningkatkan nasionalisme, mayoritas mahasiswa berpandangan bahwa Resimen Mahasiswa yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa berperan sebagai stabilisator dan dinamisator kampus yang dilandasi kemampuan bela negara. (2) Program Resimen Mahasiswa dalam meningkatkan nasionalisme mahasiswa melalui Pendidikan Dasar (Diksar), Kursus Kader Pelaksana (Suskalak), Kursus Kepemimpinan (Suskapin), dan Pendidikan Khusus. Adapun program pendukung di dalam kegiatan Menwa seperti: seminar-seminar, mounteneering, Hirbak (Kemahiran menembak), latihan terjun payung, melakukan pengamanan, serta mengikuti upacara hari-hari besar.    
KAJIAN TERPAAN ARUS MODERNISASI DI ADAT ISTIADAT KAMPUNG DUKUH DALAM PERSEPSI PENDIDIKAN IPS Ratnasari, Rany
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2020): Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i2.33

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejauh mana vitalitas nilai adat dan budaya kampung adat dukuh dapat bertahan di tengah arus modrenisasi. Hasil penelitian didapati bahwa sampai saat ini adat istiadat dan budaya leluhur di kampung adat dukuh masih dipegang teguh oleh masyarakat dan pemangku adatnya sebagai sebuah pranata sosial yang secara tidak langsung mengatur pola kehidupan masyarakat kampung dukuh kecamatan cikelet kabupaten garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Nilai yang dapat diambil setelah dilaksanakan penelitian bahwa adat dan kebudayaan leluhur memberikan peranan penting dalam kehidupan masyarakat, mereka meyakini dengan dilaksanakannya adat istiadat dan budaya tersebut hidup mereka akan lebih tentram, damai, berkah serta dapat lebih berprilaku bijak terhadap lingkungan baik fisik ataupun sosial. Selain itu juga kegiatan-kegiatan tersebut mengajarkan kebersamaan dan gotong royong sesame manusia sehingga dapat dimaknai bahwa semakin tinggi tingkatpemahaman masyarakat terhadap adat leluhur maka akan semakin meningkat nilai-nilai kebersamaan atau gotong royong.    
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI KURIKULUM MU’ADALAH MU’ALLIMIM DI PONDOK PESANTREN AL BASYARIYAH Andrian; Ratnasari, Rany
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2020): Lifelong Education dalam Pembelajaran PKn
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i1.35

Abstract

Perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia yaitu pendidikan yang berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. Pendidikan dianggap berhasil, apabila semua ikut bertartisipasi aktif yang didalamnya mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap- sikap yang dimiliki seseorang atau masyarakat, baik melalui pendidikan umum atau pendidikan Islam. Penelitian ini menganalisis tentang pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan melalui kurikulum Mu’adalah Mu’allimin di Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Penelitian ini didasarkan bahwa Pondok Pesantren Al Basyariyah telah menerapkan pengembangkan Pendidikan Kewarganegaraan pada kurikulum Mu’adalah Mu’allimin secara terintegrasi antara kurikulum keagamaan dan Pendidikan Kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan melalui kurikulum Mu’adalah Mu’allimim adalah dengan mengintegrasikan nilai keagamaan dengan Pendidikan Kewarganegaraan dengan menanamkan nilai- nilai pancasila, pendidikan karakter atau membentuk karakter dari seorang santri dan pendidikan demokrasi. Selain itu, membentuk generasi yang unggul, berkepribadian baik, memiliki sifat kritis, memiliki nilai- nilai moral yang luhur, cerdas trampil dan setia kepada bangsa, negara dan pondok.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KERANGKA KONSEP LIFELONG EDUCATION Trihastuti, Meiwatizal; Fajar, Arnie
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2020): Lifelong Education dalam Pembelajaran PKn
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i1.37

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dalam kerangka konsep lifelong education. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan dimensi penting yang harus dimiliki oleh generasi muda guna meningkatkan kebiasaan berfikir kritis, analisis, bersikap dan bertindak demokratis yang akan melahirkan warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter. Dengan lifelong education generasi muda akan mendapatkan konsep, belajar yang berkesinambungan (continuing learning). Metode yang dingunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Penelitian ini mempergunakan sumber perpustakaan dalam mengumpulkan dan untuk memperoleh data-data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan bila dijadikan sebuah kerangka konsep lifelong education, dapat di jadikan empat tahapan yaitu, a) Kehidupan Fisik dan Fikiran; b) Proses Belajar; c) Metode Mencari Jawaban; dan Metode SQ3R. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan dalam kerangka konsep lifelong education yang melibatkan warganegara di dapat melahirkan warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 yaitu warganegara yang memiliki kompetensi yang baik berkualitas sebagai warganegara yang aktif.