cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 421 Documents
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN KESADARAN EKOLOGIS PESERTA DIDIK: TINJAUAN NILAI-NILAI AL-QUR'AN Aryogo Adi Guna; Muh. Fauzi; Yelfi Dewi S
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ekologi dalam perspektif Al-Qur’an serta menguraikan peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun kesadaran ekologis peserta didik, dengan latar belakang meningkatnya kerusakan lingkungan akibat perilaku eksploitasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka melalui penelusuran dan analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, kitab tafsir, literatur akademik, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan melalui tiga prinsip utama, yakni khalifah, mizan, dan amanah, yang mengarahkan manusia untuk mengelola bumi dengan bertanggung jawab, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menghindari segala bentuk kerusakan (fasad). Selain itu, PAI memiliki peran strategis dalam penguatan kesadaran ekologis melalui integrasi nilai-nilai keislaman terkait lingkungan ke dalam kurikulum, bahan ajar, dan metode pembelajaran seperti tadabbur alam dan proyek aksi lingkungan. Dengan demikian, pendidikan Islam berkontribusi penting dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta berkomitmen mewujudkan keberlanjutan kehidupan
PENGILMUAN ISLAM: GAGASAN PENGILMUAN KUNTOWIJOYO Nur Rohmah; Fara Kanza Azzahra; Fadilah Amalia; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma keilmuan modern telah menciptakan dikotomi tajam antara ilmu agama dan ilmu umum, menyebabkan keilmuan Islam menjadi terlalu tekstual dan normatif, sementara sains sekuler kehilangan landasan etika dan transendensi. Untuk mengatasi hal ini, konsep pengilmuan Islam Kuntowijoyo menawarkan alternatif fondasional yang berbeda dari pendekatan reaktif "islamisasi ilmu". Alih-alih sekadar menambahkan nilai-nilai Islam ke dalam kerangka Barat yang sudah ada, pengilmuan Islam mengambil inti epistemologisnya dari wahyu Ilahi, menerjemahkan prinsip-prinsip Al-Qur'an menjadi teori-teori ilmiah yang rasional, empiris, dan berorientasi sejarah. Proses ini dipandu oleh Trilogi Profetik Kuntowijoyo humanisasi, liberasi, dan transendensi yang memastikan ilmu pengetahuan melayani martabat manusia, keadilan sosial, dan orientasi ketuhanan. Penelitian ini, yang menggunakan studi kepustakaan kualitatif, menunjukkan bahwa pengilmuan Islam menyediakan kerangka terpadu yang koheren untuk pendidikan tinggi Islam (PTKI). Implementasinya dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, metodologi penelitian multidisiplin yang menyelaraskan wahyu dan akal, serta penerapan praktis dalam bidang-bidang seperti ekonomi (keuangan Syariah) dan pendidikan. Pada akhirnya, integrasi ini bukan hanya akademis, melainkan sebuah visi yang diperlukan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang membangun peradaban dan membimbing manusia menuju nilai-nilai ilahiah
RELEVANSI AL QUR'AN DAN HADITS TENTANG PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DI ERA GLOBAL Lutfi Said Pratama
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan akidah dan akhlak sebagaimana digariskan dalam Al-Qur’an dan Hadits, serta mengevaluasi relevansinya terhadap pembentukan karakter umat Islam di era global. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber-sumber primer berupa ayat Al-Qur’an dan Hadits, serta referensi sekunder dari karya para ulama klasik, modern, dan penelitian terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah memiliki posisi fundamental sebagai dasar keyakinan yang menentukan orientasi perilaku, sedangkan akhlak merupakan implementasi praktis dari akidah yang terinternalisasi. Temuan juga memperlihatkan adanya hubungan kausal antara kemantapan akidah dan kualitas akhlak seseorang. Selain itu, penelitian mengidentifikasi perbedaan konseptual antara akhlak, karakter, dan etika melalui perspektif teologi Islam, psikologi modern, dan filsafat Barat. Analisis menunjukkan bahwa pendidikan akidah-akhlak memiliki kontribusi strategis dalam mengatasi tantangan moral kontemporer seperti degradasi nilai, hedonisme, individualisme, dan disinformasi digital. Penelitian ini menegaskan urgensi integrasi nilai-nilai Qur’ani dan hadis dalam sistem pendidikan untuk memperkuat pembentukan karakter dan pembangunan umat secara berkelanjutan.
REKONSILIASI SAINS ISLAM DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM Suci Awaliyah; Aliza Nirmalasari; Berlian Adenta Islami; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji rekonsiliasi antara sains Islam dan sains modern dalam perspektif Nidhal Guessoum, seorang fisikawan Muslim yang mengusulkan konsep sains teistik sebagai jalan tengah untuk menyelaraskan agama dan ilmu pengetahuan. Tujuan utama adalah memperoleh pemahaman mendalam tentang ide-ide, dasar-dasar, dan implementasi rekonsiliasi guna mencapai harmonisasi antara agama dan sains, serta mendorong kemajuan peradaban Muslim. Metode yang digunakan adalah studi pustaka deskriptif, dengan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel relevan untuk menggambarkan tema-tema pokok secara sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa rekonsiliasi Islam menekankan dialog antaragama, pengembangan epistemologi tauhid, dan penolakan sekularisme Barat. Nidhal Guessoum mengajukan sains teistik sebagai alternatif untuk memberikan makna etis pada sains modern. Prinsip-prinsip rekonsiliasi meliputi: (1) prinsip tidak bertentangan (keselarasan antara wahyu, akal, dan alam); (2) prinsip penafsiran berlapis (interpretasi ayat Al-Qur'an sesuai konteks ilmiah); dan (3) prinsip teisme falsifikatif (integrasi perspektif teistik dengan metode ilmiah). Implementasinya mencakup pendidikan integratif, diskusi antara teolog dan ilmuwan, serta kosmologi Islam modern yang menyelaraskan teori Big Bang dan evolusi dengan ajaran Islam. Kesimpulan menegaskan bahwa rekonsiliasi ini mampu mencegah konflik dan mempromosikan harmonisasi, meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan epistemologi dan resistensi budaya
PERAN PESANTREN DALAM MENANGGULANGI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI Fernanda, Moch Alvinas Naufal Fernanda Adie; Muhammad Husni
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization brings progress in many aspects of human life, but it also brings negative effects, particularly regarding the moral values, culture, and behavior of the younger generation. Islamic boarding schools, as Islamic educational institutions that are both traditional and modern, play a crucial role in distilling values through religious education, moral development, and character building. This article examines how Islamic boarding schools contribute to addressing the negative effects of globalization through educational approaches, internalizing values, and enhancing social roles. The method used is desk research, exploring relevant literature on Islamic boarding schools, globalization, and values education. The findings of this study indicate that Islamic boarding schools can serve as a moral bulwark in society by emphasizing character education, strengthening religious culture, increasing digital literacy, and revitalizing social roles.
REKONSILIASI SAINS ISLAM KONSEP, PRINSIP, DAN IMPLEMENTASI HUMANISASI ILMU Ainidian Saputri, Aini; Irmasari , Nur Aini; Fadlan Ramadan, Muhammad; Prayogi, Arditya
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the perceived contradiction between the values of modern scientific knowledge and Islamic religious studies. The objective is to deepen and formulate the Reconciliation of Islamic Science through the concept of the Humanization of Knowledge. This study employs a conceptual literature review method by analyzing relevant written sources. The results indicate that the Reconciliation of Islamic Science is realized through a comprehensive understanding of the Humanization of Knowledge, which is characterized by three main principles: the utilization of knowledge in understanding religious teachings, the relevance of religious teachings to social problems, and the internalization of the substance of teachings into the human personality. The implementation of the Humanization of Knowledge affirms the integration of the vertical dimension (relationship with God) and the horizontal dimension (relationship with fellow humans) in the development of science. It can be concluded that the Humanization of Knowledge offers a strong framework for aligning science and Islam by placing humanitarian and spiritual values at the core of the entire scholarly process.
PENGARUH PROGRAM RAMAH ANAK TERHADAP PERILAKU BULLYING DI SMP NEGERI 01 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Siskawati Tuluki; Ibnu Rawandy N. Hula; Apriliyanus Rakhmadi Pratama
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh program sekolah ramah anak terhadap perilaku bullying di SMP Negeri 01 Limboto, Kabupaten Gorontalo, di mana kasus bullying masih sering terjadi meskipun ada upaya pencegahan melalui kebijakan nasional seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak program tersebut menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 156 siswa dari populasi 518 siswa melalui stratified random sampling, instrumen kuesioner yang telah divalidasi dan direliabilkan (Alpha Cronbach >0,60), serta uji prasyarat seperti normalitas Kolmogorov-Smirnov dan linearitas. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (sig. 0,000 < 0,05; koefisien beta 0,500), sehingga program ramah anak terbukti efektif menciptakan lingkungan sekolah aman, inklusif, dan mengurangi agresi melalui penguatan interaksi guru-siswa serta fasilitas pendukung
NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DALAM SURAH AL-MA'UN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN EMPATI DAN SOLIDARITAS DI ERA INDIVIDUALISME Durratul Lutfiah Qaidah; Sarwadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan sosial yang terkandung dalam Surah Al-Ma’un sebagai dasar pembentukan empati dan solidaritas sosial di era modern yang ditandai oleh meningkatnya individualisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Surah Al-Ma’un mengandung pesan fundamental tentang keseimbangan antara iman dan kepedulian sosial. Ayat-ayatnya menegaskan bahwa ibadah tidak bermakna apabila tidak disertai tanggung jawab sosial terhadap anak yatim dan fakir miskin. Nilai-nilai seperti empati, solidaritas, dan amal sosial dalam surah ini dapat diimplementasikan dalam pendidikan karakter Islam melalui pembelajaran kontekstual dan pembiasaan social Penelitian ini menegaskan bahwa Surah Al-Ma’un merupakan landasan konseptual yang efektif untuk membangun masyarakat berakhlak sosial dan berkeadilan
IMPLEMENTASI HARMONISASI SAINS DAN AGAMA DI UIN GUS DUR BERBASIS PRINSIP, PENDEKATAN, DAN LANGKAH STRATEGIS Mutiara As'syifa, Rahma; Mutoharoh , Aenun; Prayogi, Arditya; Indah Lestari , Kartini
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the implementation of science and religion harmonization at the State Islamic University (UIN) KH. Abdurrahman Wahid, better known as UIN Gus Dur, with a focus on the principles, approaches, and strategic steps implemented to promote scientific integration. The harmonization of science and religion is an effort to bridge scientific rationality with Islamic spirituality, thereby overcoming the dualism between modern knowledge and religious teachings. Using a qualitative approach through a literature review and institutional policy analysis, this study reveals that the harmonization process at UIN Gus Dur is based on integrative-holistic principles and applies an integrated framework that connects faith and knowledge. Strategic efforts include curriculum improvement, faculty development, and the promotion of collaborative research. These initiatives reflect UIN Gus Dur's commitment to building a scientific paradigm rooted in Islamic values ​​while remaining adaptive to advances in modern science.
HUMANISASI ILMU AGAMA SEBAGAI DASAR REKONSILIASI SAINS DAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHYAR FANANI Shyeftya Nurdyan; Himatun Nisa; Lailatul Qodriah; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humanisasi ilmu agama menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kembali Islam normatif dengan realitas historisnya, terutama dalam menghadapi kemajuan sains modern. Penelitian ini bertujuan menelaah konsep humanisasi ilmu agama sebagai dasar integrasi antara sains dan Islam menurut pemikiran Muhyar Fanani. Metode yang digunakan ialah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis berbagai sumber terkait humanisasi, epistemologi Islam, dan pemikiran Fanani. Hasil kajian menunjukkan bahwa humanisasi ilmu agama dijalankan melalui tiga proses utama: mengoptimalkan ilmu pengetahuan dalam memahami ajaran agama, menyesuaikan ajaran dengan dinamika sosial, serta menerapkan nilai-nilai moral secara reflektif dalam kehidupan individu. Ketiga proses ini membuka ruang dialog yang konstruktif antara ilmu agama dan sains tanpa menghilangkan dimensi ilahiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa humanisasi memberikan kerangka yang efektif bagi harmonisasi nilai agama dan sains, sehingga keduanya dapat berkolaborasi dalam membangun peradaban yang lebih humanis dan beradab