cover
Contact Name
Marlina
Contact Email
marlina@unuha.ac.id
Phone
+6281373533135
Journal Mail Official
alitibar@unuha.ac.id
Editorial Address
Editorial address: Jl. Kotabaru Sukaraja, Buay Madang, OKU Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan 32161.
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam
Published by Universitas Nurul Huda
ISSN : 25274546     EISSN : 2581222X     DOI : https://doi.org/10.30599/jpia.v11i1
Al I`tibar Jurnal Pendidikan Islam is a Islamic education journal published with a view to facilitating academics and researchers to publish their research results in the field of Islamic Education Innovation and Research.
Articles 190 Documents
Pendidikan Holistik dan Transformatif Melalui Integrasi Ilmu dan Kesetaraan Gender: Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja Mardiansyah, Dedy; Selviani, Rani; Sutarto, Sutarto; Wanto, Deri
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/8w1pgf80

Abstract

Pendidikan holistik dan transformatif menjadi pendekatan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu keagamaan dan ilmu umum serta mewujudkan kesetaraan gender. Penelitian mini riset ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan holistik dan transformatif melalui integrasi ilmu dan kesetaraan gender di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh pesantren, ustaz/ustazah, serta santri, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja menerapkan pendidikan holistik dengan mengintegrasikan kurikulum keagamaan dan umum secara seimbang, disertai pembinaan karakter, spiritualitas, dan keterampilan hidup. Selain itu, prinsip kesetaraan gender diwujudkan melalui kesempatan belajar yang setara bagi santri putra dan putri, keterlibatan perempuan dalam kegiatan akademik dan kepemimpinan, serta pola pengasuhan yang adil dan inklusif. Pendidikan transformatif tercermin dari perubahan pola pikir santri menuju sikap moderat, kritis, dan berkeadilan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ilmu dan kesetaraan gender di pesantren mampu memperkuat peran pendidikan Islam dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berkeadilan gender.
Integrasi Nilai-Nilai Adat Lokal Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di SMK Islam Raden Fatah Nur Machmudi; Mai Indriani; Ani Maghfiroh
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/39wqzh48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi nilai-nilai adat lokal dalam kurikulum pendidikan agama Islam (PAI), strategi guru PAI dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut, serta dampaknya terhadap peserta didik di SMK Islam Raden Fatah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, PAI, dan dokumen kurikulum, sedangkan subjek penelitian difokuskan pada bentuk, strategi, dan dampak integrasi nilai-nilai adat lokal dalam pembelajaran PAI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai adat lokal dilakukan secara konteksual melalui pengaitan materi PAI dengan nilai budaya seperti gotong royong, musyawarah, sopan santun, dan kepedulian sosial. Guru PAI menerapkan strategi pembelajaran konteksual dan keteladanan sebagai upaya internalisasi nilai. Integrasi tersebut berdampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam penguatan sikap religius, sosial, dan moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai adat lokal dalam kurikulum PAI berperan penting dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang konteksual, bermakna, dan berakar pada budaya lokal.
Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga dan Stress Kerja Terhadap Tenaga Pendidik Perempuan di Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru Alvionita, Mila; Sohiron, Sohiron; Agustiar, Agustiar
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 3 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/yqqxrb85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik kerja-keluarga dan stres kerja terhadap kinerja tenaga pendidik perempuan di Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang mana melibatkan 62 responden dari Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur persepsi terhadap konflik kerja-keluarga, stres kerja, dan kinerja, serta dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil uji t menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja (Y), dengan nilai sig. 0,141 (>0,05) dan t hitung 1,494 (< t tabel 2,000). Sebaliknya, stres kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan t hitung 5,161 (> t tabel 2,000). Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan konflik kerja-keluarga dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik, dengan nilai sig. 0,000 (<0,05) Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap manajemen stres kerja untuk meningkatkan kinerja pendidik. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain seperti dukungan organisasi atau strategi coping dalam memperkuat pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja tenaga pendidik.
Pendidikan Islam Multikultural: Masihkah Relevan di Tengah Maraknya Kekerasan dan Intoleransi di Sekolah? Hilmy Alwy Abdillah
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/fwqhs816

Abstract

Pendidikan Islam multikultural selama ini dipandang sebagai pendekatan strategis dalam membangun toleransi dan keadaban sosial di lingkungan pendidikan. Namun, maraknya kekerasan dan intoleransi di sekolah memunculkan pertanyaan kritis mengenai relevansi dan efektivitas penerapan konsep tersebut dalam praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan merefleksikan secara kritis relevansi pendidikan Islam multikultural di tengah realitas kekerasan dan intoleransi di sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan melemahnya daya transformasi konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui analisis terhadap literatur ilmiah yang membahas pendidikan Islam multikultural, pendidikan toleransi, serta fenomena kekerasan dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam multikultural masih relevan secara konseptual, namun kerap terjebak dalam formalisme normatif, kegagalan internalisasi nilai, minimnya pemahaman guru, dan lemahnya budaya kelembagaan yang berkeadaban. Kondisi tersebut menyebabkan nilai-nilai multikultural tidak terimplementasi secara efektif dalam praktik pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam multikultural hanya akan tetap relevan apabila direkontekstualisasikan sebagai paradigma etis dan pedagogis yang hidup, terintegrasi dalam pembelajaran, keteladanan guru, serta budaya institusi pendidikan.
Integrasi Nilai-Nilai Demokrasi dalam PengembanganPendidikan Islam Inklusif Ni&#039;am Khurotul Asna -; Nafisatun Hasanah -; Sholeh Hasan; Muhamad Ikhsanudin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/vphe9366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi penguatan nilai-nilai demokrasi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang bersifat inklusif. Kajian ini menitikberatkan pada penerapan prinsip keadilan, pemerataan akses pendidikan, praktik musyawarah dalam proses pembelajaran, serta sikap toleran terhadap keberagaman sebagai fondasi utama bagi terbangunnya pendidikan Islam yang inklusif. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui telaah dan analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang berkaitan dengan tema demokrasi, pendidikan Islam, serta inklusivitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai demokrasi secara sistematis mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang partisipatif, adil, serta menghargai perbedaan individu tanpa diskriminasi. Penguatan nilai demokrasi tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter peserta didik yang toleran, bertanggung jawab sosial, dan siap hidup dalam masyarakat multikultural. Dengan demikian, pendidikan Islam berbasis nilai demokrasi menjadi strategi penting yang inklusif dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadaban dan berkeadilan.
Motivasi Belajar dalam Perspektif Q.S. Al-Mujadalah Ayat 11 dan Relevansinya dengan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka M. Faishal Haq; Anisa Ramadhani; Dias Aisha Az Zahra; Ahmad Yusam Thibroni
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/7wbhnk59

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep motivasi belajar dalam perspektif Islam berdasarkan QS. Al-Mujadalah ayat 11 serta relevansinya terhadap peningkatan semangat belajar siswa. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan normatif dan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber yang berkaitan dengan motivasi belajar dan tafsir ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Mujadalah ayat 11 menegaskan adanya hubungan antara keimanan, pencarian ilmu, dan peningkatan derajat manusia di sisi Allah SWT. Ayat ini menjadi landasan teologis yang mendorong siswa untuk belajar tidak hanya demi prestasi akademik, tetapi juga untuk memperoleh kemuliaan, memperkuat keimanan, dan mengembangkan akhlak. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran terbukti dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa sehingga mereka lebih tekun, disiplin, dan bertanggung jawab dalam belajar. Dengan demikian, motivasi belajar dalam perspektif Islam berfungsi sebagai pendorong pengembangan intelektual sekaligus spiritual yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan Islam secara menyeluruh.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kenabian dalam Pengembangan Pendidikan Islam Kontemporer Lailatul Kamila; Muhammad Farid Tafyulloh Al Azizi; Mochammad Rafly Syauqi Beck
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/5fqhh109

Abstract

Artikel ini membahas pendidikan karakter dan akhlak dalam pandangan Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dengan tantangan kehidupan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin jelasnya masalah moral di kalangan generasi muda, seperti ketidakjujuran, rendahnya tanggung jawab sosial, perilaku tidak santun di ruang digital, serta meningkatnya gaya hidup individualistis dan hedonistis. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan konsep pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kenabian, menguraikan pandangan Nabi SAW tentang pembinaan akhlak, menganalisis metode beliau dalam membentuk karakter, serta menelaah relevansinya dengan persoalan zaman sekarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, literatur ilmiah, dan jurnal yang berkaitan dengan pendidikan Islam, karakter, dan pembentukan akhlak. Data dianalisis menggunakan analisis isi secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Nabi SAW bukan sekadar penyampaian pengetahuan moral, tetapi proses menyeluruh yang membentuk hati, pikiran, dan tindakan melalui keteladanan, pembiasaan bertahap, dialog persuasif, dan kasih sayang. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kenabian relevan untuk mengatasi krisis etika digital, integritas, individualisme, dan menurunnya kepedulian sosial.
Implementasi Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Sebuah Tinjauan Pustaka Muziburrahman Muziburrahman; Agus Riziqi Saputra; Ruslan Ruslan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/prc70573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi antarumat beragama dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka (literature review) dengan mengumpulkan, mereduksi, dan menganalisis data dari berbagai literatur ilmiah, buku teks PAI, serta kebijakan kurikulum yang relevan yang diterbitkan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum PAI saat ini telah mengintegrasikan konsep tasamuh (toleransi) secara struktural, baik melalui materi fikih muamalah maupun sejarah peradaban Islam. PAI memiliki peran krusial sebagai instrumen preventif dalam menangkal paham radikalisme dan eksklusivisme di lingkungan sekolah. Namun, efektivitas implementasi kurikulum ini masih sangat bergantung pada kesiapan pedagogis guru dalam menerjemahkan nilai inklusif di ruang kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi toleransi berbasis PAI memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Optimalisasi Pembelajaran PAI di SMP Sandika: Telaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Materi Pokok, Strategi Pembelajaran, dan Sistem Evaluasi Nelpa Sari; Della Septy Anggraini; Muhamad Fauzi; Widya Wulandari
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/w2araj39

Abstract

Penelitian ini menganalisis optimalisasi pendidikan agama Islam di SMP Sandika terkait standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD), materi pembelajaran, strategi pembelajaran, dan sistem evaluasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggabungkan tinjauan pustaka dengan observasi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan evaluasi literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan inferensi, menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama di SMP Sandika selaras dengan kurikulum saat ini, khususnya kurikulum 2013 dan implementasi bertahap kurikulum Merdeka. Materi pembelajaran mencakup Al-Quran dan Hadits, Aqidah, moralitas, fiqih/ibadah, dan sejarah peradaban Islam. Strategi pembelajaran yang diterapkan terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran dinilai secara berkelanjutan melalui evaluasi kognitif, afektif, dan psikomotor. Namun, beberapa kendala masih tetap ada, seperti rendahnya motivasi dan konsentrasi siswa akibat pandemi COVID-19, keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, serta penggunaan teknologi yang berlebihan. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong perkembangan pribadi siswa.
Implementasi Teknik Evaluasi Team Quiz Dalam Pembelajaran Fikih: Studi Deskriptif Kualitatif di MAN 1 Payakumbuh Winda Irsyidah Kholish Siregar; Mutia Chairunnisa; Remiswal Remiswal; Khadijah Khadijah
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 2 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/9wn4ap78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi teknik evaluasi Team Quiz pada mata pelajaran Fikih kelas X di MAN 1 Payakumbuh serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran yang ideal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap guru mata pelajaran Fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan teknik Team Quiz sebagai bentuk active learning dengan membagi peserta didik ke dalam lima kelompok besar yang secara bergantian berperan sebagai pembuat kuis dan penjawab pertanyaan. Namun, ditemukan adanya kesenjangan antara praktik yang berjalan dengan prosedur ideal, yakni belum optimalnya penyampaian materi secara komprehensif sebelum pelaksanaan kuis sehingga berpotensi mengaburkan konsep materi yang dipelajari. Berdasarkan teori evaluasi formatif Bloom, prinsip konstruktivisme Vygotsky, serta konsep penilaian autentik, disimpulkan bahwa teknik Team Quiz memiliki potensi besar dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta didik apabila dilaksanakan dengan prosedur yang sistematis: penjelasan materi terlebih dahulu, pembagian kelompok, pelaksanaan kuis, dan penguatan di akhir pembelajaran.