cover
Contact Name
Marlina
Contact Email
marlina@unuha.ac.id
Phone
+6281373533135
Journal Mail Official
alitibar@unuha.ac.id
Editorial Address
Editorial address: Jl. Kotabaru Sukaraja, Buay Madang, OKU Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan 32161.
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam
Published by Universitas Nurul Huda
ISSN : 25274546     EISSN : 2581222X     DOI : https://doi.org/10.30599/jpia.v11i1
Al I`tibar Jurnal Pendidikan Islam is a Islamic education journal published with a view to facilitating academics and researchers to publish their research results in the field of Islamic Education Innovation and Research.
Articles 181 Documents
Filosofi Kurikulum PAI untuk Pendidikan Holistik Pertiwi, Ida; Satrio, Rahmad Bagas; Marlina, Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/xpqtw523

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan mengeksplorasi landasan filosofis dan prinsip-prinsip dasar kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna mewujudkan pendekatan holistik. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai individu dengan berbagai dimensi yang saling terkait: intelektual, emosional, keterampilan, karakter, dan spiritual. Temuan penelitian mengungkap bahwa kurikulum PAI yang dilandasi nilai ketauhidan, etika profetik, serta potensi alami manusia dapat menciptakan lingkungan belajar yang menekankan pemahaman konsep sekaligus penanaman nilai-nilai Islam dalam praktik kehidupan. Implikasinya, kurikulum semacam ini sangat penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki spiritualitas dan akhlak yang luhur. Inti dari penelitian ini adalah mengkaji landasan filosofis kurikulum PAI untuk menciptakan pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, psikomotor, karakter, dan spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAI yang dibangun di atas nilai tauhid dan pengembangan fitrah berperan penting dalam membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan dapat berpartisipasi secara konstruktif dalam masyarakat.    
Tipologi Kekerasan Dalam Pendidikan dan Relevansinya Terhadap Upaya Pencegahan Berbasis Nilai Islam Muhammad Galih Kusuma Wardhana; Rustam Ibrahim
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/r6qynt48

Abstract

Kekerasan dalam pendidikan merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensi, meliputi kekerasan fisik, verbal, psikologis, digital, simbolik, hingga struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi kekerasan dalam pendidikan, dampaknya terhadap peserta didik, serta menawarkan upaya pencegahan berbasis nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan literatur dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan berdampak serius terhadap aspek psikologis (trauma, rendah diri), akademik (penurunan prestasi, risiko putus sekolah), dan sosial (normalisasi kekerasan, siklus balas dendam). Upaya pencegahan berbasis nilai Islam dapat dilakukan melalui lima strategi utama, yaitu safeguarding Islami, restorative justice, trauma-informed education, digital literacy Islami, dan moderasi beragama, yang diperkuat dengan pembiasaan akhlakul karimah dan sinergi keluarga-sekolah-masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Islami memberikan landasan normatif sekaligus praktis dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, damai, dan berkeadilan.
Moderasi Beragama Sebagai Berrier Radikalisme Dan Sekulerisme Albert Taqy Asy Syakur; Rustam Ibrahim
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/r98zmc33

Abstract

Penelitian ini membahas konsep moderasi beragama (religious moderation) sebagai paradigma teologis dan strategi sosial dalam menghadapi dua ekstrem ideologis yang mengancam kehidupan berbangsa, yaitu radikalisme keagamaan dan sekularisme ekstrem. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis nilai-nilai wasathiyyah Islam seperti keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), keadilan (‘itidal), dan jalan tengah (tawasuth) sebagai dasar moderasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama berfungsi secara defensif untuk mencegah penyebaran ideologi ekstrem, sekaligus konstruktif dalam membangun tatanan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Dalam konteks pendidikan, moderasi diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai moderasi dalam kurikulum, pembelajaran dialogis, dan pembentukan budaya sekolah inklusif. Sementara dalam masyarakat, moderasi diwujudkan melalui pemberdayaan tokoh agama, literasi digital keagamaan, dan penguatan nilai sosial berbasis kebersamaan. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi mekanisme ideologis dan kultural yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan rasionalitas, antara iman dan kemanusiaan, serta memperkuat ketahanan ideologis bangsa di tengah tantangan global dan digital.
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Literasi Digital untuk Mencegah Radikalisme Online pada Siswa SMA Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/d7fg4r43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi digital sebagai upaya preventif terhadap radikalisme online pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis, wawancara mendalam dengan 15 guru PAI, Focus Group Discussion (FGD) dengan 30 siswa SMA, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis literasi digital yang dikembangkan mencakup lima komponen utama: (1) integrasi kewargaan digital dengan nilai-nilai Islam, (2) pengembangan berpikir kritis terhadap konten online, (3) penguatan karakter berbasis moderasi beragama, (4) pemanfaatan teknologi edukatif, dan (5) keterlibatan orang tua dan komunitas. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi pengembang kurikulum dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran PAI untuk mencegah radikalisme online di kalangan siswa SMA.    
Pendidikan Islam Klasik Dan Kontemporer Reni Dianti Rukmini; Aprianti, Serly; Deri Wanto
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/geap0119

Abstract

Pendidikan Islam mengalami perkembangan dari masa klasik hingga kontemporer dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, tokoh, dan perkembangan pemikiran filsafat pendidikan Islam pada kedua periode tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik berfokus pada pembentukan akhlak dan spiritual melalui lembaga pesantren, masjid, dan halaqah, dengan tokoh seperti Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi. Sementara itu, pendidikan Islam kontemporer mengintegrasikan ilmu agama dengan teknologi dan ilmu modern, dengan lembaga seperti madrasah dan perguruan tinggi Islam. Kedua periode menunjukkan kesinambungan tujuan pembentukan insan kamil meski dengan pendekatan yang berbeda. Disimpulkan bahwa pendidikan Islam perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar.
Implikasi Kurikulum Merdeka Terhadap Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Sekecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang Aprianti, Serly; Muhammad Istan; Eka Apriani
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/a6x52e87

Abstract

Penelitian ini mengkaji implikasi implementasi Kurikulum Merdeka terhadap pendidikan karakter siswa Sekolah Dasar. Metode campuran dengan desain sequential explanatory diterapkan terhadap 112 responden (100 siswa, 12 guru) di 21 SD Negeri Kecamatan Muara Pinang. Hasil menunjukkan implementasi kurikulum secara umum dalam kategori cukup baik, dengan aspek proyek P5 tertinggi dan penilaian autentik terendah. Profil karakter siswa secara umum baik, didominasi nilai religius namun dengan kemandirian terendah. Analisis regresi membuktikan pengaruh positif dan signifikan implementasi kurikulum terhadap karakter siswa (β=0,562; p<0,01) dengan kontribusi 31,6%. Temuan kualitatif mengungkap kesenjangan antara pelaksanaan P5 dan penilaian, ketimpangan fasilitas, serta kapasitas guru yang belum sepenuhnya transformatif meski pelatihan meningkatkan persepsi kompetensi. Disimpulkan bahwa implikasi kurikulum bersifat positif namun terkondisi, sangat bergantung pada kapasitas guru dalam penilaian autentik, ketersediaan sistem penilaian yang bermakna, dan dukungan sumber daya sekolah yang memadai. Rekomendasi difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian praktis, pendampingan guru berbasis komunitas praktik, dan kebijakan afirmatif untuk pemerataan fasilitas.
Liveworksheets  Sebagai  Instrumen Asesmen Digital Dalam  Pembelajaran  Fikih Untuk  Meningkatkan  Kemampuan  Pemahaman  Konsep Dan Motivasi  Belajar Siswa Ernawati, Ernawati; Marlina, Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/4xd06017

Abstract

Asesmen memegang peranan strategis dalam pendidikan sebagai instrumen untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran. Perkembangan teknologi mendorong meningkatnya kebutuhan akan asesmen digital yang relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Liveworksheets karena kemudahannya dalam membantu guru merancang, mendistribusikan, dan mengelola instrumen penilaian secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi asesmen digital berbasis Liveworksheets dalam pembelajaran fiqih, efektivitasnya dalam mengukur capaian belajar siswa, motivasi belajar, persepsi siswa, serta hambatan dan tantangan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru fiqih dan tiga belas siswa kelas XI, sedangkan objek penelitian difokuskan pada penerapan instrumen asesmen berbasis Liveworksheets dalam pembelajaran fiqih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Liveworksheets mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna, terutama melalui soal objektif seperti pilihan ganda, menjodohkan, dan isian singkat. Platform ini efektif mengukur pemahaman konseptual siswa serta meningkatkan motivasi belajar melalui umpan balik otomatis. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan akses internet, ketersediaan perangkat, variasi jenis soal, serta kemampuan guru dalam merancang instrumen asesmen digital yang optimal.
Menata Ruang Nilai: Reinterpretasi Ruang Lingkup Kurikulum Pendidikan Agama Islam Sebagai Upaya Menjaga Moralitas di Era Digital Nisak, Zakiatun; Septiani, Bhakti Mega; Marlina, Marlina
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/j29jw193

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan kembali kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) agar mampu menjawab tantangan moral pada era digital. Latar belakang penelitian ini adalah melemahnya habituasi nilai-nilai keislaman di kehidupan sehari-hari akibat budaya digital, banjir informasi yang tidak tersaring, serta rendahnya sensitivitas moral warga digital dalam interaksi media sosial. Untuk itu, kurikulum PAI perlu diperbarui agar dapat mempertahankan integritas moral peserta didik sesuai ajaran Islam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Peneliti menelaah dokumen kurikulum PAI, teori perkembangan moral, konsep literasi digital Islami, serta model pembelajaran berbasis teknologi. Analisis dilakukan secara evaluatif untuk merumuskan substruktur kompetensi dasar, kesinambungan materi, serta pendekatan pembelajaran yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI perlu diperluas dengan menginternalisasikan nilai-nilai akhlak pada setiap kompetensi, mengintegrasikan literasi digital Islami, memanfaatkan media pembelajaran kreatif, serta menerapkan pendekatan kontekstual yang sesuai dinamika digital. Inovasi ini diyakini mampu meningkatkan ketahanan moral, menumbuhkan sikap religius, membangun kesadaran berteknologi, serta memperkuat identitas keislaman peserta didik dalam perkembangan sosial yang cepat.
Ekosistem Budaya Pesantren dalam Pencegahan Radikalisasi Ideologis: Studi Etnografis di Makassar Sulaeman; St. Muthahharah
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/yn06rk59

Abstract

Radikalisasi ideologis merupakan ancaman serius yang dapat memengaruhi kestabilan sosial. Fenomena ini tidak hanya terkait dengan doktrin agama, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ekosistem budaya pesantren berfungsi sebagai mekanisme pencegahan radikalisasi ideologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain etnografis yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan di Makassar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan komunal yang terstruktur berperan sebagai mekanisme protektif terhadap penetrasi ideologi radikal. Selain itu, relasi otoritas keagamaan berbasis keteladanan juga berperan penting dalam pencegahan tersebut. Tradisi literasi keagamaan yang menghargai keragaman pandangan ulama turut mendukung upaya pencegahan radikalisasi. Di samping itu, internalisasi empat pilar moderasi beragama dalam praktik keseharian juga memainkan peran penting dalam melawan ideologi radikal. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki kapasitas internal yang kuat dalam pencegahan radikalisasi ideologis dan perlu dipahami sebagai ekosistem budaya pendidikan yang berkelanjutan.
Model Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kontekstual Melalui Pendekatan  Contextuall Teaching Learning Untuk Meningkatkan Literasi Spiritual Siswa Nur Aliah; Andi Fitriani Djollong; Sudirmanto, Sudirmanto; Nurul Ilmi Adyana; Jeny Rheka
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/mv0bh489

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah masih cenderung normatif dan berorientasi kognitif sehingga belum optimal dalam meningkatkan literasi spiritual siswa dalam kehidupan nyata. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan pembelajaran PAI kontekstual berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berorientasi pada peningkatan literasi spiritual siswa. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual melalui analisis literatur terhadap teori pembelajaran kontekstual, karakteristik pembelajaran PAI, serta konsep literasi spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip CTL dengan pembelajaran PAI menghasilkan model yang menekankan keterkaitan materi dengan pengalaman nyata, refleksi spiritual, pembelajaran kolaboratif, dan penilaian autentik. Model ini mendorong internalisasi nilai-nilai Islam secara reflektif dan aplikatif sehingga berpotensi meningkatkan literasi spiritual siswa. Dengan demikian, pendekatan CTL dapat menjadi landasan sistematis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang lebih relevan dengan realitas kehidupan peserta didik.