cover
Contact Name
Marlina
Contact Email
marlina@unuha.ac.id
Phone
+6281373533135
Journal Mail Official
alitibar@unuha.ac.id
Editorial Address
Editorial address: Jl. Kotabaru Sukaraja, Buay Madang, OKU Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan 32161.
Location
Kab. ogan komering ulu timur,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam
Published by Universitas Nurul Huda
ISSN : 25274546     EISSN : 2581222X     DOI : https://doi.org/10.30599/jpia.v11i1
Al I`tibar Jurnal Pendidikan Islam is a Islamic education journal published with a view to facilitating academics and researchers to publish their research results in the field of Islamic Education Innovation and Research.
Articles 168 Documents
Kajian Dasar Teologi Pendidikan Islam dalam Mewujudkan Masyarakat Berakhlak Mulia melalui Pendidikan Islam Arif Rahman Hakim; Adang Hambali; Andewi Suhartin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/f9fzey06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan teologis pendidikan Islam dalam membentuk masyarakat yang bermoral mulia. Fokus utamanya adalah menggali peran teologi dalam reformasi pendidikan Islam agar tetap relevan terhadap tantangan zaman dan dinamika sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dari berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi pendidikan Islam, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, memberikan fondasi filosofis yang kuat dalam pembentukan karakter, akhlak mulia, serta penguatan spiritualitas umat. Teologi tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga dimensi moral dan spiritual yang membentuk kepribadian peserta didik secara utuh. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip-prinsip dasar Islam, seperti konsep tauhid dan nilai-nilai universal Islam, dalam memperkuat hubungan antaragama dan membangun masyarakat yang harmonis dan adil di era globalisasi. Keunikan studi ini terletak pada upayanya menjawab tantangan zaman dan keberagaman budaya melalui pendekatan teologis dalam pendidikan. Dengan demikian, teologi pendidikan Islam diharapkan menjadi instrumen strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul secara moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi Pemahaman Agama Islam Di Era Disrupsi: Analisis Model Flipped Learning Dalam Pendidikan Agama Islam Balqisa Ratu Nata; Evi Fatimatur Rusydiyah; Mohtarom, Ali
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/vczw0p26

Abstract

Literasi pemahaman agama Islam di era disrupsi mengalami tantangan serius akibat kemajuan teknologi dan perubahan gaya belajar peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis model flipped learning sebagai alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang melibatkan penelusuran dan seleksi artikel ilmiah dari Google Scholar dan Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa model flipped learning mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, mandiri, dan kontekstual, yang mana peserta didik dapat memahami materi keagamaan secara lebih mendalam dan aplikatif. Model ini juga menempatkan guru sebagai fasilitator dan mendorong kolaborasi antar peserta didik melalui media digital. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa flipped learning berpotensi menjadi strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan literasi pemahaman agama Islam, sekaligus menjawab tantangan pembelajaran PAI di era disrupsi secara adaptif dan transformatif.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Al Qur’an Hadist di MA Mirqotul Ulum Probolinggo Saiful, Saiful; Imam Bukhori; Siti Maryam
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/5r4ey390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di MA Mirqotul Ulum. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengungkap proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan melalui tahapan yang sistematis, meskipun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, sarana prasarana, serta kesulitan dalam pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen autentik. Di sisi lain, faktor pendukung seperti kolaborasi guru, dukungan kepala madrasah, keterlibatan orang tua, serta semangat guru dalam mengembangkan kompetensi turut memperkuat pelaksanaan kurikulum. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadist yang kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik.
Kajian Literatur: Analisis Nilai-Nilai P5 Pada Bahan Ajar PAI Kelas 1 SD Ahmad Fauzi; M. Khotibul Umam; Wasehudin; Utang Ranuwijaya
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/q62j0909

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan  nilai yang terdapat pada kurikulum merdeka atau Profil  Pelajar Pancasila atau (P5) pada buku PAI dan budi pekerti kelas 1 SD yang diterbitkan oleh PT Tiga Serangkai  Pustaka Mandiri, Solo yang diterbitkan tahun 2022, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian kepustakaan (library research) dalam penyajiannya data bersifat deskriptif kualitatif. Adapun kesimpulan hasil analisis buku ajar PAI menghasilkan dan memuat secara global pada sumber belajar atau buku ajar Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD terbitan tahun 2022 mengandung nilai-nilai profil pelajar Pancasila (P5) yaitu memuat enam dimensi pada nilai profil pelajar Pancasila yakni (1)beriman kepada Tuhan yang maha Esa dimana pada dimensi ini meliputi 
Paradigma Pendidikan Islam Integral dan Harmonis Dalam Transformasi Digital Studi Analisis Pemikiran Muhammad Natsir Gunagraha, Shindid; Baidi, Baidi
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/b55dzf67

Abstract

Fenomena transformasi digital dalam dunia pendidikan menghadapi tantangan serius berupa sekularisasi ilmu, fragmentasi kurikulum, dan dikotomi ilmu agama dan umum. Ketimpangan dalam aspek ilmu agama dan umum, melemahnya nilai-nilai spiritual dan intelektual pada sistem pendidikan menjadi problem krusial. Muhammad Natsir, sebagai tokoh pendidikan dan pemikir Muslim Indonesia, menawarkan solusi dengan konsep pendidikan yang menyatukan dimensi spiritual dan intelektual, yang berpijak pada nilai tauhid sebagai landasan utama. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi paradigma pendidikan Islam yang integral dan harmonis berdasarkan pemikiran Muhammad Natsir serta relevansinya di era transformasi digital. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) terhadap karya-karya dan pemikiran Muhammad Natsir. Hasil penelitian ditemukan bahwa paradigma pendidikan ala Muhammad Natsir mampu menghilangkan dikotomi ilmu melalui  pendekatan integral dan harmonis dalam mengembangkan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Penelitian merekomendasikan revitalisasi konsep pendidikan Islam dalam bentuk implementasi pembelajaran yang menjawab tantangan zaman melalui pemikiran M. Natsir dalam pendekatan pendidikan yang integral dan harmonis.  
Analisis Strategi Pengajaran Tahfidz dalam Meningkatkan Hafalan Santri di Pesantren Al-Azhar Muncar Banyuwangi Faqih Fathul Ihsan; Kamila Rahma Shalehah; Annida Nur Alfi Laily; Virza Qurrota A’yun; Salsabila; Amanda Novia Anwar
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/td92zs41

Abstract

Pendidikan tahfidz Al-Qur'an sangat penting untuk membentuk generasi muslim yang tidak hanya menghafal Al-Qur'an tetapi juga memahami dan mengamalkannya. Dalam hal ini, pesantren menjadi pusat utama pembelajarannya. Karena setiap guru memiliki kemampuan yang berbeda, strategi yang tepat diperlukan untuk proses menghafal. Metode seperti muraja'ah dan penggunaan teknologi mulai digunakan untuk meningkatkan hasil belajar. Pesantren Al-Azhar Muncar terlibat aktif dalam program tahfidz dan menggunakan berbagai metode pengajaran. Namun, belum ada penelitian yang menyeluruh tentang efektivitas metode tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengajaran khususnya tahfidz di Pesantren Al-Azhar Muncar serta dampaknya terhadap santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menerapkan metode klasikal (talaqqi, takrir, dan mu'aradhah), selain itu dibantu dengan media pembelajaran visual, serta sistem evaluasi (ziyadah, murajaah, dan setoran hafalan). Strategi ini disesuaikan dengan minat dan kemampuan santri dan didukung oleh sistem manajemen pendidikan Islam yang terstruktur. Meskipun pada pelaksanaannya metode ini terdapat kekurangan yaitu tidak bisa digunakan pada ayat-ayat al-Qur'an yang panjang, pesantren tetap mempertahankan metode konvensional sebagai pendekatan utama. Hal ini terbukti mampu meningkatkan kualitas hafalan dan membentuk karakter Qur'ani para santri.  
Pendidikan Islam sebagai Pilar Harmoni Sosial dan Keadilan Hukum dalam Masyarakat Multikultural Anisa Ananda; Mia Hasanah Amanah Illahi; Teddy Rahman Al Hakim; Saepul Anwar
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/ekqdqa36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi pendidikan Islam dalam membentuk karakter toleran, kesadaran hukum, dan sikap inklusif di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-kualitatif, melalui analisis isi (content analysis) terhadap literatur akademik dari jurnal nasional terakreditasi, buku, dan dokumen kebijakan terkait. Fokus analisis diarahkan pada keterkaitan pendidikan Islam dengan nilai-nilai sosial seperti ukhuwah insaniyah, keadilan, dan penghargaan terhadap hukum positif serta prinsip demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki potensi strategis sebagai instrumen pembentukan kesadaran sosial yang mendorong integrasi nilai-nilai keislaman dengan realitas pluralisme hukum dan budaya. Temuan ini menegaskan perlunya peran aktif institusi pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan Islam berbasis multikultural. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif sosiologis, yuridis, dan multikultural dalam kerangka pendidikan Islam—yang belum banyak dikaji dalam studi sebelumnya. Implikasi praktisnya mencakup perlunya reformasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru dalam pendekatan multikultural, serta pembentukan budaya sekolah yang inklusif dan demokratis untuk menjawab dinamika keragaman sosial kontemporer.
Analisis Manajemen Pendidikan Multi Jenjang Sebagai Inovasi Manajemen Pendidikan Pesantren Di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Mila Hanifah; Rida Wardatul Saura; Muhammad Hanif Fadillah; Valerina Rusmana Putri; Muhammad Nathan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/4phpmy17

Abstract

Pendidikan multi jenjang adalah sistem penyelenggaraan pendidikan dimana berbagai tingkatan pendidikan diselenggarakan secara bersamaan dan terorganisir dalam satu lingkungan sebagai inovasi manajemen pendidikan. Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi menjadi contoh nyata keberhasilan pelaksanaan pendidikan multi jenjang dalam satu manajemen yang terpusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait dokumen yang berkaitan dengan topik penelitian. Pendekatan ini dipilih dengan tujuan untuk memahami secara mendalam pelaksanaan pendidikan multi jenjang di pesantren sebagai inovasi dalam manajemen pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multi jenjang di pesantren ini diterapkan secara bertahap sebagai solusi atas kebutuhan pendidikan masyarakat dan alumni. Terdapat berbagai unit pendidikan yang lengkap, mulai dari RA/PAUD, MI, MTs, MA, SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi (S1). Keberhasilan pelaksanaan manajemen ini didukung oleh peran kuat pimpinan pesantren, hubungan baik dengan masyarakat, alumni, dan pemerintah, serta tenaga pendidik yang kompeten. Meskipun demikian, terdapat faktor penghambat terkait keterbatasan sarana dan prasarana akibat meningkatnya jumlah santri setiap tahunnya. Namun, pesantren terus melakukan upaya pembangunan dan pengembangan untuk mengatasi hal tersebut. Pelaksanaan pendidikan multi jenjang di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi merupakan bentuk inovasi manajemen pendidikan Islam yang patut dicontoh dalam mengembangkan pendidikan Islam yang efektif, holistik, dan berkelanjutan
Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam Di Era Digital: Studi Kasus Pengelolaan Kurikulum Pondok Pesantren Imam Asy Syafi'i (PPIA) Banyuwangi Isti'anah, Dhuhaa; Sulistia Salsabiilaa; Suci Dwi Aprillia; Mohammad Dzaky Zaidan, Dzaky; Anggi Kurniawan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/sfhgek07

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Asy Syafi’i Banyuwangi dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa pesantren tersebut berhasil mengembangkan sistem kurikulum yang secara efektif mengintegrasikan nilai-nilai tradisional Islam dengan adaptasi teknologi secara selektif. Proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum di pesantren ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan secara aktif pimpinan, guru, santri, dan wali santri. Digitalisasi diterapkan secara terbatas, terutama melalui sistem pelaporan digital dan pemanfaatan media edukatif seperti film, tanpa menggeser inti pendidikan karakter dan spiritual yang menjadi ciri khas pesantren. Model adaptasi ini menunjukkan adanya harmonisasi antara tradisi dan modernitas. Pesantren tidak sekadar mengadopsi teknologi secara membabi buta, melainkan secara sadar dan terkontrol menggunakannya sebagai alat untuk memperkuat tujuan pedagogis dan spiritual utamanya. Ini merupakan pilihan strategis untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan, bukan menggantikan, inti pendidikan yang berbasis nilai. Temuan ini menegaskan signifikansi manajemen kurikulum berbasis nilai dalam menjaga relevansi pendidikan Islam di tengah transformasi digital yang berlangsung pesat.
Dukun di Tengah Umat: Studi Tentang Pandangan Masyarakat Simeulue Timur, Simeulue, Aceh Mustika, Mustika
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 3 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/32tr0c82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persistensi praktik perdukunan serta memahami persepsi masyarakat Muslim di Kecamatan Simeulue Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku perdukunan, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perdukunan berakar pada tradisi pra-Islam seperti animisme dan dinamisme, dan dipertahankan melalui sistem pewarisan ilmu dalam penyembuhan tradisional. Perdukunan memiliki peran multidimensi, dari penyembuhan alternatif hingga penanganan masalah nonmedis, dan diminati oleh berbagai kalangan. Persepsi masyarakat bersifat kompromistis; meskipun sebagian menyadari ketidaksesuaian dengan syariat Islam, mayoritas tetap menerima praktik ini karena kebutuhan praktis dan pemahaman agama yang terbatas. Tokoh agama bersikap hati-hati dalam menyikapi fenomena ini untuk menghindari konflik sosial. Faktor-faktor utama yang memperkuat eksistensi perdukunan meliputi kuatnya budaya pra-Islam, rendahnya literasi agama, dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang efektif.