cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285727710290
Journal Mail Official
info@ibnusinapublisher.org
Editorial Address
Jalan Raya Ajibarang Km 1 , Kab. Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, 53163
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 30895448     EISSN : 30641527     DOI : 10.59841
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Jurnal ini ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jurnal ini membahas berbagai aspek pendidikan agama Islam, termasuk pengembangan kurikulum, metode pengajaran, integrasi nilai-nilai agama dalam pendidikan karakter, peran teknologi dalam pembelajaran, serta tantangan global dalam konteks pendidikan multikultural. Artikel-artikelnya berisi penelitian empiris, kajian literatur, dan analisis kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan agama Islam di berbagai lembaga pendidikan. Jurnal ini relevan bagi praktisi, akademisi, dan peneliti yang ingin mendalami pengembangan pendidikan agama Islam dalam konteks pendidikan modern. Jurnal ini terbit 1 tahun 4 kali (Januari, April, Juli, dan Oktober).
Articles 82 Documents
Persepsi Guru Tentang Peran Lingkungan Sosial Terhadap Sikap Siswa dalam Pembelajaran Agama Islam di SMK Ma’arif NU 1 Kembaran Anna Rizqiqotul Maghfiroh; Suparjo
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru tentang pengaruh lingkungan sosial terhadap sikap siswa dalam pembelajaran agama Islam di SMK Ma'arif NU 1 Kembaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami secara mendalam bagaimana guru mempersepsikan peran lingkungan sosial dalam membentuk sikap siswa terhadap pembelajaran agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial memainkan peran penting dalam membentuk sikap belajar dan keterlibatan siswa dalam pendidikan agama. Guru mempersepsikan bahwa lingkungan sosial, termasuk keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, dapat mempengaruhi motivasi, minat, dan kesadaran siswa dalam mempelajari agama Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran agama Islam dan dapat menjadi referensi bagi guru dan peneliti lain dalam memahami peran lingkungan sosial dalam pendidikan agama. Dengan memahami persepsi guru tentang lingkungan sosial, sekolah dan lembaga pendidikan dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam dan mengatasi tantangan yang dihadapi siswa dalam lingkungan sosial.
Strategi Media Pembelajaran PAI Dalam Pembelajaran Al-Qur'an Hadits Di Era Digital Abad 21 Rusdianti, Dian; Lukman Hakim; Naila Amanyya Muhibin
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.174

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital abad ke-21 menghadapi tantangan adaptasi teknologi, keterbatasan infrastruktur, dan metode konvensional. Diperlukan inovasi media pembelajaran interaktif untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi) dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadits, sembari mempertahankan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan studi literatur (library research) dengan menganalisis referensi dari Al-Qur'an, Hadits, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan buku. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan diolah melalui empat tahapan: pengumpulan, penyaringan, penyajian, dan verifikasi. Hasil dan Pembahasan ini menunjukkan Inovasi media pembelajaran Al-Qur'an Hadits di era digital mencakup e-book, aplikasi mobile (misalnya Learn Quran Tajwid, Muslim Pro), dan platform e-learning (seperti Lumio by Smart). Media efektif untuk keterampilan abad ke-21 meliputi animasi papan tulis, aplikasi literasi digital keislaman, dan model pembelajaran saintifik berbasis teknologi. Tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan pengembangan kurikulum yang relevan. Strategi yang diperlukan meliputi motivasi siswa, integrasi teknologi, penekanan nilai universal di sekolah; peran aktif orang tua di rumah; serta kemitraan masyarakat, kurikulum relevan, metode interaktif, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan guru.
Nilai-Nilai Kepemimpinan Dan Kewirausahaan Sayyidah Khadijah: Kajian Literatur Tokoh Muslimah Nia, Naila Amanyya Muhibin; Ashif Az Zafi
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.175

Abstract

Sayyidah Khadijah bint Khuwailid was a very influential figure in Islamic history, recognized as the first wife of the Prophet Muhammad SAW and the first woman to accept Islam. She was an intelligent person, had a far-sighted vision, came from a family with good financial conditions, and was known for her integrity and high morality. The purpose of this research is to explore the leadership principles and entrepreneurial qualities exhibited by Sayyidah Khadijah bint Khuwailid, an influential woman in Islamic history, who was characterized by her intelligence, her support for the mission of the Prophet Muhammad SAW, and her implementation of ethical business practices. This study uses a qualitative approach through literature analysis, which investigates various sources from classical to modern texts. The findings show that Sayyidah Khadijah developed a visionary and strategic leadership style, seen in her ability to manage her business and choose the right partners. She also implemented solid Islamic business principles, known as "ath-thahirah", thanks to her integrity and honesty. In addition, her values of generosity and social concern are very striking, seen from the use of her wealth to help society and support the struggle of Islam.  
Analisis Q.S. Luqman [31]: 27- Mengungkap Keagungan Ilahi melalui Tasybih dengan Perspektif Tafsir Sufistik Rizki Rahmadani; Akhmad Dasuki
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.180

Abstract

Q.S. Luqman verse 27 is one of the Qur’anic verses that employs tashbih (simile) to illustrate the vastness of Allah’s knowledge and His divine majesty. The verse states that if all the trees on earth were pens and the seas were ink, they would not suffice to write the words of Allah. This study aims to analyze the structure of the simile in this verse and uncover its spiritual dimension through a Sufi interpretive approach. Using a qualitative library research method, primary sources include Sufi Qur’anic commentaries such as those of Al-Qushayri. The analysis reveals that the symbols of pens, ink, and the sea not only represent the boundlessness of divine knowledge but also convey esoteric meanings about the relationship between the servant and the Divine. Sufi interpretation emphasizes that Allah’s majesty cannot be grasped by reason alone, but rather through spiritual unveiling (kashf) and ma‘rifah (gnosis). Thus, the Sufi perspective enriches the understanding of this verse—not only literally, but also as a spiritual call toward deeper awareness of Allah’s infinite power and presence.
Pendidikan Karakter dalam Pandangan Ibnu Miskawaih dan Relevansinya dalam Dunia Pendidikan Nurun Nisa
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.181

Abstract

Krisis moral yang melanda dunia pendidikan modern menuntut pendekatan pendidikan karakter yang lebih mendalam dan integral. Meskipun kebijakan seperti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah digulirkan, implementasinya seringkali hanya bersifat simbolis dan tidak menyentuh akar pembinaan jiwa peserta didik. Studi ini mengkaji konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Muslim abad ke-10, yang menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan amal saleh, dan peran akal dalam membentuk perilaku moral. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah kritis terhadap karya utama Ibnu Miskawaih, Tahdzib al-Akhlak, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep karakter menurut Ibnu Miskawaih tidak hanya menekankan aspek lahiriah, tetapi juga pembentukan moral batiniah melalui integrasi spiritual, intelektual, dan etis. Pendekatannya yang menyeimbangkan akal dan nafsu menjadi sangat relevan dalam merespon degradasi moral, krisis integritas, dan pragmatisme pendidikan saat ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih dapat dijadikan fondasi bagi pengembangan kurikulum karakter yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membentuk manusia berakhlak dan bermartabat. Studi ini juga merekomendasikan integrasi nilai-nilai klasik Islam ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai langkah strategis menuju pendidikan yang transformatif dan berakar pada nilai spiritual.
Sekolah Aswaja PMII dan Reproduksi Kesadaran Kader : Analisis Ideologi atas Materi Sejarah, Prinsip, dan Mabadi Khairu Ummah Asep Dhoni Syaiful Milah; Eka Faridatun Khasanah; Alya Iswari; Rara Nuramiyati; Mohammad Roqib
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.182

Abstract

The Aswaja School is a cadre development forum organized by PMII Rayon Tarbiyah Walisongo with the main objective of internalizing the fundamental values of the organization, including its historical narratives, core principles, and Islamic teachings rooted in the Ahlussunnah wal Jama’ah tradition. This article aims to critically examine how these values are internalized during the cadre formation process, particularly through the delivery of PMII's history, organizational principles, Aswaja values, and Mabadi Khaira Ummah. This study adopts a participatory qualitative approach in which the author was directly involved as both a participant and a researcher. The findings indicate that methods such as lectures, open discussions, and ideological reflections serve as essential tools in shaping the character of PMII cadres. The Aswaja School is not merely a platform for knowledge transfer but also a reflective and ideological space where cadres develop awareness of their identity and organizational responsibilities. The article recommends enhancing participatory approaches and contextual relevance in future cadre training programs of PMII.
Aktivitas Pergaulan Melalui Media Sosial dan Dampaknya Terhadap Karakter Religius Anak Nelayan SDN 23 Toli-Toli Kecamatan Baolan Kabupaten Toli-Toli Fauzan, Muh
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.189

Abstract

This study aims to determine the character of fishermen's children at SDN 23 Baolan Subdistrict, Toli-Toli Regency and the influence of social media activities on their character. This research is a field research with a qualitative approach. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using method triangulation technique. The research findings show that social media has a significant influence on children's character, particularly in terms of religiosity. Children tend to imitate behaviors they observe on social media, including the use of inappropriate language, delaying religious practices, and neglecting proper manners. Other character aspects such as hard work, discipline, and social care are also affected, with a tendency toward decreased responsibility and empathy due to uncontrolled exposure to online content. Although there is potential for positive impact, the negative effects of social media use are more dominant, mainly due to a lack of supervision and guidance from parents.
Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penguatan Pendidikan Karakter: Tinjauan Pustaka Sistematis Melanie putri; Muhammad Redha Anshari
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.193

Abstract

The digital era has brought significant changes in the world of education, especially in strengthening the character of students. This study aims to identify the role of information and communication technology (ICT) in strengthening character education through a Systematic Literature Review (SLR) approach to five selected relevant journal articles published in the last five years. The results of the analysis show that ICT can be strategically utilized in instilling character values such as honesty, responsibility, discipline, empathy, and integrity. The implementation of ICT through learning platforms, digital applications, and technology-based literacy movements has proven to be able to create learning experiences that are morally charged as well as fun. However, the use of ICT also presents challenges such as cyberbullying and misuse of technology that need to be anticipated with digital literacy and ethical mentoring. This research recommends the wise and contextual integration of ICT in character learning to form a generation with strong character and adaptive to the times.
Peran Majelis Taklim Sebagai Sarana Pendidikan Islam Untuk Membina Karakter Peduli Sosial Jamaah Masjid Al-Ihsan Di Kelurahan Kenangan Baru Kabupaten Deli Serdang Rahmad Nasution; Dedi Masri; Miswar, Miswar
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.195

Abstract

Penelitian ini berjudul, Peran majelis taklim sebagai sarana Pendidikan islam jamaah Masjid Al-Ihsan di Kelurahan Kenangan Baru Kabupaten Deli Serdang Penelitian ini bertujuan untuk megetahui respon dan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Majelis Taklim Al-Ihsan bagi masyarakat, Peran Majelis Taklim Al-Ihsan dalam membina karakter peduli sosial khusunya pada peraktik sholat fardhu dimasyarakat, dan bentuk-bentuk bentuk kegiatan Pendidikan dan ibadah yang umum di lakukan di Majelis Taklim Al-Ihsan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis datanya dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) respon dan minat masyarakat dalam mengikuti segala kegiatan yang ada di majelis taklim sangat baik, dan menjadi salah satu wadah belajar yang membahas ilmu agama Islam. Dengan adanya kegiatan ini maka masyarakat sangat antusias dalam mengikutinya dan minat untuk belajar ilmu agama sangat tinggi. 2) Majelis taklim ini secara signifikan berperan dalam meningkatkan ibadah shalat dengan cara bagaimana cara tata shalat dan kekhusyukan, sedekah pentingnya berbagi dengan sesama, dan silaturahim melalui peguatan hubungan sosial antara masyarakat. 3) adapun bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan di majelis taklim ini sama seperti pada umumnya, majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengajaran agama, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kesadaran sosial.
Pemahaman Materi PAI dan Implikasinya Terhadap Kemudahan Mengamalkan Nilai-Nilai Agama di SMP Negeri 3 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Danial, Moh Ramli; Petta Solong, Najamuddin; Datunsolang, Rinaldi
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.196

Abstract

This study aims to determine students' understanding of Islamic Religious Education (IRE) material and its implications for the ease of practicing religious values among students at SMP Negeri 3 Limboto Barat. The approach used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that students' understanding of IRE material is quite good, particularly in aspects of worship they experience in their daily lives, such as prayer and fasting. IRC teachers play a central role in the learning process by applying interactive methods, hands-on practice, and setting a good example. The implications of this understanding are evident in students' practice of religious values, such as increased awareness of performing Dhuha prayer and congregational prayer voluntarily, as well as their active participation in religious activities at school. Supporting factors in PAI learning include the role of teachers as role models, adequate school facilities, and parental involvement. The inhibiting factors are time constraints, differences in students' learning styles, and a lack of support from the environment outside of school. However, teachers are able to overcome these obstacles with creative and adaptive learning strategies.