cover
Contact Name
-
Contact Email
harmony_journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
harmony_journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN
ISSN : -     EISSN : 25484648     DOI : https://doi.org/10.15294/harmony
Core Subject : Education,
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN a starting in 2024 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link https://journal.unnes.ac.id/journals/harmony
Articles 41 Documents
PENGEMBANGAN E-PANDUAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP KOTA SEMARANG Putri, Noviani Achmad; Ginanjar, Asep; Mustofa, Moh. Solehatul; Sinta, Radini
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v10i2.38922

Abstract

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi sekarang ini belum begitu optimal hal ini dikarenakan salah satunya belum adanya panduan bagi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi khususnya dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu butuh adanya upaya pengembangan panduan berupa e-panduan yang berisi tentang potensi kearifan lokal budaya Jawa sebagai sumber nilai Anti Korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan yang mencakup 10 langkah umum, namun dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada tiga tahapan saja. Hasil penelitian ini yakni 1) Pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan melalui tiga pendekatan diantaranya: pendekatan materi, model pembelajaran, media pembelajaran; 2) Nilai-nilai kearifan lokal budaya Jawa dapat menjadi sumber nilai pendidikan anti korupsi melalui beberapa strategi. Penguatan Pendidikan Anti Korupsi ini dapat dilakukan melalui tiga strategi yakni: Literasi baca, literasi digital serta literai budaya dan kewarganegaraan; 3) Berdasarkan hasil uji ahli materi, uji ahli media, serta uji pengguna E-Panduan sangat layak untuk dijadikan salah satu alternatif dalam menumbuhkan sikap anti korupsi pada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Permainan Make A Match untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas VIII B SMP Negeri 11 Semarang Dian Ayuevianik Lestari; Darus Irfangi; Puji Lestari
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.4237

Abstract

Kolaborasi merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap individu pada kemajuan teknologi abad 21. Tujuan dari penelitian untuk meengetahui penerapan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif peserta didik. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII B SMP Negeri 11 Semarang pada pembelajaran IPS semester genap tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah peserta didik 32. Penelitian dilakukan 2 siklus dengan menggunakan metode observasi menggunakan instrumen berupa lembar observasi keterampilan kolaborasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis data secara kuantitatif dengan indicator keberhasilan penelitian ini adalah adanya peningkatan rata-rata keterampilan kolaborasi peserta diddik di setiap siklusnya. Pengimplementasian problem based learning ini berhasil meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik. peningkatan kolaborasi ditunjukan dengan skor rata-rata pada siklus I sebesar 57,23 dengan kategori cukup kolaboratif dan pada siklus II sebesar 82,39 dengan kategori sangat kolaboratif. Hasil uji N-gain observasi pada siklus I dan siklus II sebesar 0,59 dengan kategori sedang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik dalam pembelajaran IPS.
ANALISIS PROGRAM PUTRA-PUTRI LAWU SEBAGAI DUTA WISATA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DALAM RANGKA PROMOSI DAERAH DI KABUPATEN KARANGANYAR Dewi Novita Sari; Trianarejekiningsih
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.26736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program Putra-Putri Lawu sebagai duta wisata dalam meningkatkan keterampilan partisipasi warga negara. Adapun partisipasi pada program ini ialah dalam rangka menyukseskan agenda pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karanganyar. Keterlibatan warga negara khususnya generasi muda pada program ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air dan rasa kepemilikan terhadap kekayaan lokal sebagai identitas daerah yang wajib untuk dilestarikan, meningkatkan kepedulian atas kesejahteraan publik, serta tanggung jawab kewarganegaraan pada aspek sosio-kultural.  Partisipasi finalis Putra-Putri Lawu dalam promosi daerah diwujudkan melalui beberapa program kerja, yaitu 1) SOBO Karanganyar, 2) Karanganyar Culture Fashion (KCF), 3) Dolan Sareng Panti, 4) Kunjungan Kerja Putra-Putri Lawu, dan 5) Putra-Putri Lawu Goes to School. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci mengenai penguatan keterampilan partisipasi warga negara melalui program Putra-Putri Lawu sebagai duta wisata. Sumber data diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Kajian Literatur Pembelajaran IPS Berbasis Lingkungan Sebagai Implementasi Outdoor Learning dan CTL di Sekolah Dasar Nadiya Prameswari Utami; Salsabila Alqodriyah; Yona Wahyuningsih
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.36198

Abstract

Di Sekolah Dasar, pembelajaran IPS sangat penting untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan kepedulian sosial. Namun, pembelajaran IPS sering kali bersifat teoritis dan kurang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan artikel ini adalah untuk meninjau literatur tentang pendidikan IPS berbasis lingkungan, dengan fokus pada pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Beberapa jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan pembelajaran luar ruangan, pengajaran dan pembelajaran kontekstual (CTL), dan pemanfaatan alam terbuka sebagai sumber belajar IPS diulas dalam studi ini. Menurut temuan studi ini, tingkat aktivitas, rasa ingin tahu, dan kesadaran sosial anak-anak dapat ditingkatkan melalui pembelajaran IPS berbasis lingkungan. Lingkungan sekitar menawarkan peluang belajar di dunia nyata, yang membantu pengembangan pengetahuan, kemampuan, dan sikap sosial. Dengan bantuan pendidik yang inovatif, persiapan yang matang, dan integrasi dengan CTL dan strategi pembelajaran luar ruangan, model ini dapat diimplementasikan dengan sukses. Oleh karena itu, pengajaran IPS di lingkungan sekitar merupakan cara cerdas untuk membantu siswa sekolah dasar mengembangkan literasi sosial dan karakter mereka.
PENGUATAN DEEP LEARNING MELALUI KEARIFAN LOKAL BERBASIS DIGITAL BAGI GURU IPS DI KABUPATEN BATANG Noviani Achmad Putri; Galih Mahardika Christian; Asep Ginanjar; Dinok Sudiami; Radini Sinta
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.38509

Abstract

Pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam diharapkan menjadi sebuah solusi atas tantangan tersebut. Dilihat dari karakteristik peserta didik pada era digital ini, maka pendekatan Deep Learning dirasa akan lebih optimal jika diimplementasikan dengan mengintegrasikan kearifan lokal yang berbasis digital. Oleh sebab itu, diperlukan guru IPS yang dapat mengaplikasikan pendekatan Deep Learning dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam bentuk digital. Salah satu wilayah yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal yaitu Kabupaten Batang di Jawa Tengah. Banyaknya tradisi serta peninggalan Sejarah yang belum dimanfaatkan secara maksimal mendorong tim memilih Kabupaten Batang untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka optimalisasi penggunaan pendekatan Deep Learning melalui pemanfaatn nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Kabupaten Batang dengan berbasis digital sehingga proses pembelajaran IPS akan lebih mindful, meaningful, dan joyful. Metode kegiatan ini menggunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) dengan diawali perencanaan yang meliputi mengkaji potensi serta alternatif kegiatan yang dapat dilaksanakan, kemudian tahap pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada pembentukan sikap dan prilaku masyarakat untuk terlibat aktif dan inisiatif saling berbagi dan belajar, selama kegiatan secara bersama-sama dievaluasi untuk jadi dasar perbaikan selanjutnya.
Pembelajaran Untuk Meningkatkan Keterampilan Peta (Map Skills) Pada Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Imran Mahir; Mela Darmayanti
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.39534

Abstract

Artikel diperoleh melalui Google Scholar menggunakan perangkat lunak Publish or Perish dengan rentang publikasi tahun 2015–2025, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan bibliometrik dengan bantuan Microsoft Excel, VOSviewer, dan Mendeley. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren publikasi penelitian keterampilan peta cenderung fluktuatif dengan peningkatan signifikan setelah tahun 2020. Faktor yang memengaruhi keterampilan membaca peta terbagi menjadi faktor internal dan eksternal, dengan kemampuan spasial siswa dan kompetensi guru sebagai faktor dominan. Selain itu, desain peta, ketersediaan media pembelajaran, serta metode pembelajaran turut memengaruhi tingkat pemahaman siswa. Berbagai bentuk penerapan pembelajaran seperti Problem-Based Learning, pembelajaran berbasis aktivitas, pembelajaran kooperatif, penggunaan media manipulatif, peta digital, game edukasi, dan augmented reality terbukti efektif meningkatkan keterampilan membaca peta pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan keterampilan membaca peta memerlukan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan didukung oleh media yang relevan, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran IPS yang lebih efektif di sekolah dasar.
PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP ERUPSI GUNUNG MERAPI  DENGAN AUGMENTED REALITY Sriyono; Andi Irwan Benardi; Ananto Aji; Yassirli Amri; Muhammad Dwi Utomo Aji; Muhammad Yusuf Anugrah
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.44720

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api yang masih berstatus aktif. Peristiwa erupsi pada akhir tahun 2010 tercatat menimbulkan banyak korban jiwa, terutama pada anak-anak usia sekolah. Rendahnya kesiapsiagaan menjadi salah satu penyebab anak sering terdampak letusan Gunung Merapi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Padukuhan Sawahan Lor dan dilaksanakan pada bulan Juli 2023. Populasi penelitian mencakup anak usia sekolah yang dipilih dengan teknik consecutive sampling sebanyak 20 orang responden. Kesiapsiagaan terhadap Gunung Merapi diartikan sebagai sikap persetujuan atau penolakan anak terkait rencana kesiapsiagaan melalui pengisian kuesioner. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas anak usia sekolah memiliki tingkat kesiapsiagaan erupsi yang tergolong baik. Jumlah responden laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan. Sebagian besar anak usia sekolah berada pada jenjang kelas 2 dan 3. Kesimpulannya, kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi pada anak di Padukuhan Sawahan Lor, Desa Wedomartani, didominasi kategori baik dibandingkan kurang baik. Rekomendasi penelitian adalah meningkatkan kesiapsiagaan anak terhadap letusan gunung melalui pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif.
Kesiapan Guru IPS Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan di Sekolah Pedesaan di Tuban Mario Fahmi Syahrial; Sukisno; Mardi Widodo; Tri Mei Apta Arjanti
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.48299

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan guru IPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di sekolah pedesaan dengan studi kasus pada dua SMP negeri di salah satu kecamatan pedesaan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 guru, 2 kepala sekolah, dan 4 siswa, observasi pembelajaran (12 sesi), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru masih sangat rendah, terutama pada aspek Intelligent‑Technological Knowledge (I‑TK) dan etika AI. Fenomena kesenjangan pada belief‑practice gap terkonfirmasi: 5 dari 6 guru menyatakan percaya diri menggunakan AI, namun observasi hanya mencatat 1 guru yang pernah menyebut AI di kelas dan tidak ada implementasi sebagai media inti. Tiga kluster hambatan teridentifikasi, yaitu; infrastruktur, yang meliputi; sinyal tidak stabil, bandwidth terbatas, institusional adanya larangan penggunaan HP siswa dan ketiadaan kebijakan AI, serta secara individual, yaitu rendahnya efikasi diri dan dominasi guru senior. Perbedaan akreditasi sekolah tidak berkorelasi signifikan dengan kesiapan AI; faktor penentu utama adalah kepemimpinan kepala sekolah.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL SUNDA DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS SILIH ASAH, ASIH, ASUH Siti Sarah
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.48623

Abstract

Prinsip-prinsip sosial yang terdapat dalam kearifan lokal Sunda selaras dengan tujuan pendidikan IPS, yang bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang bermoral luhur, cerdas, dan dapat hidup berdampingan secara damai. Dengan meneliti berbagai sumber pustaka yang relevan tentang filosofi Sunda, gagasan pembelajaran IPS sekolah dasar, dan penggabungan kearifan lokal dalam pendidikan, penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (penelitian pustaka). Temuan penelitian menunjukkan bahwa filosofi Silih Asah (saling mengasah kecerdasan), Silih Asih (saling mencintai), dan Silih Asuh (saling membimbing) sangat selaras dengan kompetensi sosial yang ingin dicapai dalam pembelajaran IPS, seperti keterampilan interaksi sosial, kepedulian lingkungan, dan pengembangan karakter patriotik. Filosofi ini dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan IPS melalui pembuatan materi pembelajaran yang menekankan adat istiadat dan pengetahuan masyarakat Sunda, pemilihan konteks pembelajaran berdasarkan budaya lokal, dan perancangan kegiatan kooperatif berdasarkan nilai-nilai Sunda. Diharapkan temuan penelitian ini akan memberikan landasan konseptual bagi guru sekolah dasar di Jawa Barat untuk menciptakan pembelajaran IPS yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.
Analisis Peran Warga dalam Menjaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kaliwungu, Kendal Alisha Qotrunnada; Hartati Sulistyo Rini
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.49630

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas mengenai peran warga dalam menjaga ruang terbuka hijau (RTH) Kaliwungu dan faktor yang mempengaruhinya. Informan dalam penelitian ini melibatkan pengunjung, pedagang, komunitas pengguna RTH, dan petugas kebersihan. Metode penelitian dalam kajian ini adalah studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis peran warga, yaitu peran fungsional dan peran disfungsional. Peran fungsional ditandai dengan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan kebersihan rth. Peran disfungsional terlihat dalam partisipasi pasif warga yang terlihat dalam sikap abai dalam menjaga lingkungan dan kebersihan rth, serta kurangnya kepedulian dalam menjaga rth. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran fungsional dan disfungsional warga tersebut terdiri dari faktor internal yang berupa dari kesadaran diri sendiri dan faktor eksternal yang terbentuk karena pengaruh masyarakat dan kondisi sosial setempat.