cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
Karakteristik Ibu Bersalin dengan Preeklampsia di RSUD Kabupaten Natuna Abela, Anggun Calistia; Andriana Kumala Dewi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.836

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan sistemik yang muncul setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu, dengan manifestasi klinis berupa hipertensi disertai proteinuria. Kondisi ini tergolong sebagai salah satu kontributor utama terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu, baik di negara berkembang maupun negara maju, tak terkecuali Indonesia. Upaya untuk menurunkan risiko komplikasi berat memerlukan strategi identifikasi dini dan penatalaksanaan faktor risiko yang terarah. Identifikasi faktor risiko secara lokal menjadi langkah awal yang strategis dalam pengambilan kebijakan preventif di fasilitas kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Kabupaten Natuna pada tahun 2023. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik subjek. Hasil: Dari total 439 ibu bersalin, terdapat 24 kasus preeklampsia. Mayoritas kasus terjadi pada ibu bersalin dengan kelompok usia >35 tahun, status gizi obesitas, dan paritas multipara. Riwayat hipertensi kronik ditemukan pada lebih dari 50% kasus, sedangkan diabetes melitus hanya teridentifikasi pada sebagian kecil pasien. Pembahasan: Temuan ini mengindikasikan bahwa usia maternal lanjut, obesitas, multiparitas, dan hipertensi kronik merupakan faktor predisposisi dominan terhadap kejadian preeklampsia. Hal ini konsisten dengan faktor risiko yang telah banyak disebutkan dalam literatur, meskipun penelitian ini tidak menganalisis hubungan kausal secara statistik. Simpulan: Usia ibu >35 tahun, status gizi obesitas, paritas multipara, dan riwayat hipertensi kronik merupakan karakteristik yang paling sering ditemukan pada kasus preeklampsia dalam penelitian ini. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan awal dalam upaya skrining dan edukasi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Potensi Ekstrak Daun Mangrove (Rhizophora mucronata) terhadap Staphylococcus aureus dalam Penyembuhan Luka Infeksi Nabila, Salsah; Marbun, Rosita Anggi; Nurzaida, Shabira; Kurniawan, Agung Fadli; Sariyanti, Mardhatillah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.837

Abstract

Pendahuluan: Dunia medis menghadapi tantangan besar terkait luka infeksi, salah satunya akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus, terutama karena munculnya ketahanan bakteri terhadap pengobatan antibiotik, termasuk galur Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Perhatian terhadap potensi tanaman mangrove, khususnya Rhizophora mucronata, telah meningkat sebagai hasil dari pencarian alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji seberapa baik ekstrak R. mucronata menghentikan penyebaran S. aureus dan membantu penyembuhan luka.Metode: Metode yang digunakan adalah telaah pustaka yang dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari sejumlah publikasi ilmiah yang relevan seperti basis data Pubmed dan Google Scholar. Literatur dikaji berdasarkan kandungan senyawa aktif dalam daun R. mucronata serta uji efektivitas antibakteri ekstraknya terhadap bakteri S. aureus, baik melalui pendekatan in vitro maupun in vivo.Pembahasan: Berdasarkan hasil dari berbagai studi eksperimental yang telah kami telaah, ekstrak R. mucronata, yang mengandung banyak senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, alkaloid, saponin, fenol, dan steroid, terbukti memiliki sifat antibakteri dan antioksidan serta mempercepat penyembuhan jaringan luka.Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk obat, seperti salep dan gel, memiliki tingkat keberhasilan penyembuhan luka yang sebanding dengan agen tradisional. Ekstrak ini dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengobati infeksi kulit akibat S. aureus, terutama di tengah krisis resistensi antibiotik.
Hubungan Infeksi Helicobacter pylori dengan Kejadian Gastritis : Sebuah Tinjauan Literatur Afia Farah Nabila; Nabila, Afia Farah; Desta Bulan Cahyarani; Muhammad Hisyam Hibaturramadhan; Anisa Nuraisa Djausal
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.841

Abstract

Pendahuluan: Helicobacter pylori (H. pylori) merupakan penyebab utama gastritis kronis dan berperan dalam perkembangan lesi prakanker serta kanker lambung. Di Indonesia, prevalensi infeksi bervariasi antara 36-46%, dengan angka lebih tinggi di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya (85,7%-93,9%). Infeksi ini menyebabkan inflamasi mukosa lambung melalui urease dan protein virulensi seperti CagA, yang merusak jaringan dan meningkatkan risiko kanker. Resistensi antibiotik terhadap terapi lini kedua menjadi tantangan dalam eradikasi. Penelitian ini mengkaji hubungan infeksi H. pylori dengan gastritis kronis, mekanisme patogenik, dan strategi eradikasi efektif di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan narrative literature review yang meninjau hubungan antara infeksi H. pylori dan gastritis berdasarkan artikel ilmiah dari PubMed dan Google Scholar yang relevan, terbit dalam lima tahun terakhir, dan tersedia dalam full text. Pembahasan: Infeksi H. pylori adalah penyebab utama gastritis kronis, dengan mekanisme patogenik melalui produksi urease dan protein virulensi seperti CagA dan VacA. Bakteri ini merusak mukosa lambung dan memicu inflamasi persisten. Densitas kolonisasi H. pylori berkorelasi dengan tingkat keparahan inflamasi dan atrofi mukosa, yang dapat berkembang menjadi lesi prakanker dan kanker lambung. Resistensi antibiotik yang meningkat menuntut strategi eradikasi dan pencegahan yang lebih efektif. Simpulan: Infeksi H. pylori berkaitan erat dengan kejadian gastritis kronis dan komplikasinya. Penanganan yang optimal membutuhkan pemahaman mekanisme patogenik, pemilihan terapi yang sesuai, serta upaya pencegahan yang terintegrasi dengan kondisi lokal di Indonesia.                         Kata Kunci: Helicobacter pylori, Gastritis, Mekanisme Patogenik, Eradikasi
From Profiling to Management: A Systematic Review of The Prevalence, Clinical Profile, and Outcomes in Isolated Systolic Hypertension Syawaliyah, Ainun Ni'mah; Khairunnisa, Naura Alifa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.844

Abstract

Introduction: Isolated Systolic Hypertension (ISH) is a type of hypertension that was initially found mostly in the elderly, although recent studies indicate that it is increasingly common in younger adults. ISH has clinical implications for cardiovascular health and target organs. Limited awareness and management of ISH highlight the urgency of comprehensive studies to deepen understanding. Method: This study is a systematic review conducted in accordance with the PRISMA 2020 guidelines. Literature was searched from the PubMed, Scopus, and Web of Science databases. Included articles were primary studies with cross-sectional, cohort, RCT, or primary meta-analysis designs published between 2016 and 2025, in English, and available in open access. Risk of bias assessment was conducted using the RoB 2 tool and the Newcastle-Ottawa Scale. Discussion: A total of 24 articles met the inclusion criteria, covering more than 4 million participants from various age groups. Epidemiological studies indicate a high prevalence of ISH, even among adolescents and young adults. The main risk factors include age, high BMI, insulin resistance, low physical activity, and socioeconomic factors. ISH is associated with various clinical conditions, such as increased left ventricular mass, arterial stiffness, and impaired kidney function. Pharmacological interventions like calcium channel blockers and beta-blockers show varying effectiveness. Non-pharmacological approaches, such as renal denervation, have limited effects on pure ISH. Conclusion: ISH is a high-risk condition that is widespread across various age groups. Understanding its epidemiology, risk factors, pathophysiology, and response to treatment is important for appropriate therapy and prevention of long-term clinical implications.
Hubungan Self-talk dengan Kejadian Irrational Beliefs pada Mahasiswa Nugroho, Nabila Rafif; Nugroho , Nabila Rafif; Kusumastiwi , Tesaviani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.845

Abstract

Pendahuluan: Keyakinan terhadap sesuatu secara terus menerus tanpa mengontrol emosi akan membentuk pola pikir yang tidak rasional sehingga dapat memunculkan irrational beliefs. Irrational beliefs menjadi salah satu hal yang penting dalam kesehatan mental karena diketahui dapat menyebabkan kondisi seperti depresi dan keinginan untuk bunuh diri. Cognitive therapy diketahui dapat membantu seseorang dalam mengubah sikap, cara berpikir, dan keyakinan yang tidak realistis menjadi rasional dan lebih realistis. Salah satu komponen penting dari cognitive therapy adalah self-talk yang dapat memberikan pengaruh pada pikiran, perasaan, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-talk dengan kejadian irrational beliefs pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif berdesain cross sectional dengan populasi seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang tinggal di asrama mahasiswa Unires. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 166 responden yang mengikuti penelitian ini. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang didalamnya berisi Automatic Thoughts Questionnaire dan Self-Talk Scale. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji mann-whitney sebagai uji hipotesis.  Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan signifikan antara rata-rata skor irrational beliefs pada responden dengan self-talk positif jika dibandingkan dengan rata-rata skor irrational beliefs pada responden dengan self-talk negatif dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001. Pembahasan: Self-talk positif dan self-talk negatif dapat memodulasi kondisi otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif. Efek modulasi ini dikaitkan dengan modifikasi konektivitas jaringan otak yang dapat berpengaruh terhadap kinerja kognitif. Simpulan: Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat irrational beliefs pada responden dengan self-talk positif jika dibandingkan dengan tingkat irrational beliefs pada responden dengan self-talk negatif.
In Silico Evaluation of the Anti-obesity and Hepatoprotective Potential of Epigallocatechin-Gallate (EGCG) and L-Theanine from Green Tea (Camellia sinensis) Syifa, Dede Syifa Izzatul Aulia; Muhammad Raihan Hafizh
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.846

Abstract

Background: Obesity is a multifactorial disease characterized by excessive accumulation of body fat. More than 1 billion people worldwide live with obesity, as 1 in 8 deaths of non-communicable diseases are caused by obesity in 2024. The primary objective of obesity management is to improve conditions and reduce the risk of developing comorbidities through lifestyle management combined with pharmacotherapy. The only accepted pharmacological treatment from the Food and Drug Administration (FDA) is orlistat. However, there are popular alternatives by utilizing compounds in green tea (Camellia sinensis). Method: In silico analysis on EGCG and L-Theanine compounds found in Camellia sinensis were conducted to determine the feasibility of both compounds as alternatives pharmaceuticals candidates in managing obesity with hepatoprotective function using molecular docking techniques. Results: The molecular docking result demonstrated EGCG’s affinity on PPAR?, the target receptor in standard drug orlistat, exhibited higher binding affinity compared to orlistat’s affinity on PPAR?. Additionally, docking of L-Theanine compound with PI3K protein showed functional activation of PI3K by L-Theanine as one of the primary hepatoprotective pathways. Discussion: Higher binding affinity of EGCG through molecular docking indicates superior anti-obesity activity compared to standard drug orlistat. Hepatotoxicity side effects of EGCG can be mitigated by L-Theanine, which activates PI3K/Akt-NRF2, a hepatoprotective mechanism. Conclusion: In silico analysis revealed potential benefits on two compounds in Camellia sinensis, EGCG and L-Theanine. Combination of both compounds can be perceived as a new opportunity in development of obesity therapy with better therapeutic effects and safer hepatic protection.
Adverse Events Of Atovaquone-Proguanil Compared With Mefloquine as Malaria Chemoprophylaxis Used By Visitors Of Malaria Endemic Country : A Systematic Review And Meta Analysis Tammubua, Jerroll Septian; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Rahmadewi, Made Ayu Rahayu Agastyane; Tresnadinata, I Made Lingga; Pradnyadewi, Ni Putu Cempaka Pradnyadewi; Febryanti, Made Devina
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.849

Abstract

Introduction: Chemoprophylaxis plays a crucial role in preventing malaria among travellers to endemic regions. Atovaquone-proguanil and mefloquine are two of the main chemoprophylactic agents recommended by the WHO and CDC to prevent malaria. Both are effective in malaria prophylaxis but are associated with distinct adverse events that can influence their use in travellers. Method: Literature search was conducted in ScienceDirect, and PubMed databases until 2025 without language constraints. Inclusion criteria focused on studies assessed the use of both atovaquone-proguanil and mefloquine as malaria prophylaxis in visitors to malaria-endemic countries. The risk of bias was evaluated using TheNewcastle-Ottawa Scale and Cochrane "RoB" tool. Discussion: A total of 10 studies were included and resulting in 15 categories of adverse events. Reported events were diarrhea (RR 1.07; 95% CI; p = 0.72) mouth ulcers (RR 2.88; 95% CI; p = 0,32), indigestion (RR 1.17; 95% CI; p = 0.80), abdominal pain (RR 1.41; 95% CI; p = 0.10), vomiting & Nausea (RR 0.64; 95% CI; p = 0.16), insomnia (RR 0.25; 95% CI; p = 0.007), dizziness/vertigo (RR 0.41; 95% CI; p = 0.02), tinnitus (RR 0.70, 95% CI; p < 0.00001), anxiety (RR 0.13; 95% CI; p < 0.00001),  depression (RR 0.20; 95% CI; p < 0.00001), nightmares (RR 0.18; 95% CI; p = 0.001), headaches (RR 0.47; 95% CI; p = 0.003), dermatological effects (RR 0.89; 95% CI; p = 0.74), eye disorders (RR 0.42; 95% CI; p = 0.02), and a pooled analysis along with events not specifically mentioned (RR 0.38; 95% CI; p = 0.33). Heterogeneity among included studies was generally low to moderate. Conclusion: Practically, mefloquine is suitable for long-term weekly prophylaxis except for those with psychiatric disorders, whereas atovaquone-proguanil is preferred for short-term travel with the recommendation to administer it with food.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Ansietas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Samosir, Fauzan Azmi Hasti Habibi; Kathy, Kathy; Hasby, Ahmad Yafiz
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.831

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan media sosial Media sosial telah menjadi sarana utama untuk berinteraksi sosial, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda. Pada tahun 2022, sekitar 68,9% dari total populasi Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial. Ansietas merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat ansietas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan total 258 sampel yang dihitung menggunakan margin of error 5%. Hasil: Analisis korelasi menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif namun tidak signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat ansietas (r = 0,056; p = 0,374). Pembahasan: Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat ansietas pada mahasiswa. Hasil ini berbeda dengan beberapa studi sebelumnya yang menemukan korelasi positif. Diduga, kemampuan adaptasi mahasiswa pasca pandemi dan metode pengisian kuesioner daring memengaruhi hasil. Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan kualitas penggunaan media sosial, bukan hanya intensitasnya. Simpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara intensitas penggunaan media sosial dan ansietas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun 2022.
Fetus dengan Massa Lidah Besar, Prosedur EXIT pada Seksio Sesarea Darurat: Laporan Kasus Nugroho, Arya Ady; Damar Prasmusinto; Ummu Hani; Widyastuti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.904

Abstract

Pendahuluan: Prosedur Ex Utero Intrapartum Treatment (EXIT) adalah teknik penting untuk mendukung fungsi kardiopulmoner janin selama seksio sesarea dengan mempertahankan sirkulasi plasenta. EXIT digunakan dalam berbagai indikasi, seperti manajemen jalan napas (EXIT-to-airway), reseksi tumor (EXIT-to-resection), dan ECMO. Meskipun prosedur ini banyak dilaporkan untuk kasus-kasus tertentu, keberhasilan pada kasus massa lidah besar dengan ketuban pecah dini sangat jarang dilaporkan. Kasus ini bertujuan untuk menambah pemahaman tentang aplikasi EXIT dalam situasi darurat dan dampaknya pada hasil neonatal. Ilustrasi Kasus: Wanita hamil 25 tahun dengan usia kehamilan 38 minggu, didiagnosis dengan massa besar pada lidah janin. Dilakukan seksio sesarea darurat dengan prosedur EXIT untuk mengamankan jalan napas neonatus. Durasi EXIT adalah 3 menit 30 detik, dengan intubasi endotrakeal yang berhasil. Pasca-lahir, MRI mengonfirmasi massa lidah yang melibatkan otot dan vaskularisasi arteri lingual, dengan diagnosis tumor vaskular. Diskusi: Prosedur EXIT berhasil mengamankan jalan napas neonatus dan mempertahankan sirkulasi plasenta. Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani massa fetal besar dan ketuban pecah dini. Keberhasilan EXIT dalam kasus ini menambah wawasan terkait penerapan prosedur ini untuk situasi darurat yang tidak terduga. Simpulan: EXIT dapat digunakan untuk menangani massa lidah besar pada janin dengan ketuban pecah dini, memberikan hasil neonatal yang baik dengan tim multidisiplin yang terkoordinasi.
HUBUNGAN PENYAKIT KOMORBID DIABETES MELITUS DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Fauzia, Nikma Syalsabiela; Kurniati, Intan; Sari, Ratna Dewi Puspita
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v11i3.724

Abstract

ABSTRACT Background: Coronavirus disease-19 (COVID-19) is a type of acute respiratory disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). One of the main comorbid diseases of COVID-19 is diabetes mellitus (DM), where Indonesia is ranked 7th as the country with the highest number of people with DM in the world. The increase in the degree of morbidity and mortality due to comorbid diseases is related to the length of stay for COVID-19 patients in the hospital. The purpose of this study was to determine the relationship between comorbid DM and length of stay in COVID-19 patients who were hospitalized at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Method: This research is an observational analytic study, with a cross sectional research design. The number of samples was 88 COVID-19 patients with and without comorbid DM taken from January-July 2021 in the medical record room of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Samples were taken using simple random sampling technique, then the data were analyzed by univariate and bivariate analysis by Mann-Whitney Test. Results: Based on the Mann-Whitney statistical test, the p value for comorbid DM and length of stay in COVID-19 patients was 0.000 (p<0.05), meaning that there was a significant relationship between comorbid DM and length of stay in COVID-19 patients. Discussion: COVID-19 patients with comorbid DM are associated with a more severe condition of COVID-19 because it is associated with obesity, insulin resistance and low-grade inflammation which causes dysregulation of the body's immune system, thereby increasing the risk of developing ARDS and kidney injury which can be prolonged. inpatient. Conclusion: There is a statistically significant relationship between comorbid DM and length of stay in COVID-19 patients at Dr. Hospital. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue