cover
Contact Name
Rizal Furqan Ramadhan
Contact Email
admin@rizaniamedia.com
Phone
+6285257563813
Journal Mail Official
admin@rizaniamedia.com
Editorial Address
RT 10 RW 04 Desa Pucanganak Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek
Location
Kab. trenggalek,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital
ISSN : -     EISSN : 30639441     DOI : https://doi.crossref.org/10.69533
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital (BISNISTEK) (E-ISSN : 3063-9441) merupakan Jurnal nasional dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Bisnis Digital. Ruang Lingkup Jurnal meliputi Digital Marketing, E-Commerce, Strategi bisnis digital, Teknologi dalam bisnis, Revolusi industri 4.0 dan bidang ilmu Bisnis Digital lainnya. Jurnal Ilmiah Bisnis Digital dikelola dan dipublikasikan oleh Rumah Jurnal RIZANIA MEDIA PRATAMA. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang Bisnis Digital mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal Ilmiah Bisnis Digital terbit dua kali dalam setahun pada bulan Nopember dan Mei.
Articles 24 Documents
Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Adaptif Di Era Transformasi Digital Menggunakan COBIT 2019 Agung Yuliyanto Nugroho
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/2n2y4m65

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara fundamental cara organisasi mengelola, memanfaatkan, dan mengamankan sumber daya teknologi informasi (TI). Dalam konteks ini, audit tata kelola TI menjadi instrumen penting untuk memastikan keselarasan antara strategi bisnis dan strategi teknologi yang adaptif terhadap perubahan lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tata kelola TI adaptif dengan menggunakan framework COBIT 2019 sebagai acuan utama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif, melalui pengumpulan data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara, observasi, serta telaah dokumen kebijakan TI organisasi. Hasil audit menunjukkan bahwa penerapan tata kelola TI adaptif membutuhkan dukungan kuat dari dimensi governance system, management objectives, dan performance management yang selaras dengan domain COBIT 2019 seperti Evaluate, Direct, and Monitor (EDM) serta Align, Plan, and Organize (APO). Tingkat kematangan (maturity level) tata kelola TI organisasi yang diteliti berada pada level 3 – Defined, menunjukkan bahwa proses telah terdokumentasi dengan baik namun belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan COBIT 2019 secara adaptif mampu meningkatkan kapabilitas tata kelola TI dalam menghadapi tantangan era transformasi digital, khususnya dalam aspek integrasi, keamanan data, dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis informasi. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kebijakan, peningkatan kompetensi SDM TI, serta adopsi berkelanjutan terhadap prinsip-prinsip tata kelola digital yang agile dan responsif.
Transformasi Digital dalam Pengembangan Edupreneurship Berbasis Kearifan Budaya Batik melalui Pelatihan Membatik Maulida, Aresya; Aulia Isna Lutfiana; Fina Milatin Khanifah; Maisaroh
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/zq97ne74

Abstract

Dengan perkembangan teknologi digital, ada peluang yang lebih baik untuk mengembangkan pendidikan berbasis budaya, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan seni batik sebagai warisan budaya Indonesia.  Dalam artikel ini, kami melihat bagaimana pelatihan membatik berfungsi sebagai media pendidikan dan usaha kreatif, menggabungkan nilai-nilai budaya tradisional dengan teknologi digital kontemporer.  Selama workshop membatik, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang mendalam tentang teknik pembuatan batik, tetapi juga memperoleh kemampuan untuk secara mandiri mengelola, memasarkan, dan mengembangkan produk yang mereka buat sendiri.  Produk batik yang dibuat oleh peserta kemudian dijual melalui platform toko online, yang mampu secara efektif mendukung pemasaran digital dan meningkatkan akses pasar.  Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh keterampilan membatik yang lebih baik dan semangat kewirausahaan sebagai hasil dari pelatihan ini. Selain itu, evaluasi menunjukkan bahwa pentingnya melestarikan budaya di era digital yang terus berkembang saat ini. Transformasi digital ini menjadi kunci utama dalam mengintegrasikan nilai kultural dengan inovasi bisnis kreatif, sekaligus mendorong keberlanjutan budaya dan pemberdayaan ekonomi komunitas melalui eduprenurship budaya batik secara berkelanjutan.
Les Privat sebagai Bentuk Edupreneurship Pendidikan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Amrina Rosyada; Saadah Sa'bana Ramadhani; Zaki Mubarok; Zuhaida
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/5hnpvs60

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca anak usia sekolah dasar yang berdampak pada kesulitan memahami materi pelajaran. Upaya untuk mengatasinya dilakukan melalui kegiatan les privat yang tidak hanya berfungsi sebagai pendukung pembelajaran, tetapi juga mencerminkan praktik edupreneurship pendidikan, yaitu perpaduan antara inovasi pendidikan dan semangat kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran les privat sebagai bentuk edupreneurship dalam meningkatkan kemampuan membaca anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi terhadap tutor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan les privat berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca anak. Anak menjadi lebih lancar membaca, memahami makna teks dengan lebih baik, serta memiliki motivasi dan kepercayaan diri yang meningkat. Dari sisi kewirausahaan, les privat juga memberikan peluang usaha di bidang pendidikan melalui inovasi layanan, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Kesimpulannya, les privat sebagai bentuk edupreneurship tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca anak, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha kreatif berbasis pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Strategi Edupreneurship Bimbingan Belajar Konvensional dalam Menghadapi Disrupsi Platform Online Mohamad Iqbal; Muhammad Nasyith Najahan; Bima Indra Surya; Najwa Khaira Wilda
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/68d4nj11

Abstract

Perkembangan bimbingan belajar online telah berdampak pada ekosistem pendidikan non-formal di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan seperti Desa Kesesi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implikasi manajerial dan kewirausahaan dari peralihan model bisnis bimbingan belajar konvensional ke sistem berbasis digital. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap manajer lembaga bimbingan belajar konvensional dan observasi lapangan untuk memahami strategi adaptasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah memicu gangguan signifikan terhadap keberlanjutan operasional lembaga bimbingan belajar tradisional, ditandai dengan penurunan jumlah peserta dan efisiensi biaya yang lebih tinggi pada platform online. Namun, hasil juga menunjukkan bahwa wirausahawan pendidikan lokal (edupreneurs) mampu bertahan dengan mengadopsi pendekatan manajemen berbasis kepercayaan sosial, diferensiasi layanan yang dipersonalisasi, dan inovasi pembelajaran hibrida sederhana melalui media digital ringan. Studi ini menegaskan bahwa keberlanjutan lembaga bimbingan belajar di daerah pedesaan memerlukan strategi transformasi digital yang kontekstual, di mana nilai-nilai sosial, adaptasi teknologi, dan orientasi kewirausahaan harus diintegrasikan secara seimbang dalam pengelolaan pendidikan non-formal.
Tantangan dan Peluang Digitalisasi dalam Usaha Gerabah: Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Ida Matul Izah; Denera Mahyabella; Ade Maya Widodo; Laila Arfisa
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/sap14904

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami cara pengrajin gerabah di Desa Wonorejo, Kabupaten Pekalongan, merespons perkembangan digital dan tantangan ekonomi kreatif saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap seorang pengrajin berpengalaman yang juga aktif dalam kegiatan edukasi budaya di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan gerabah masih dilakukan dengan cara tradisional yang diwariskan antar generasi. Aktivitas ini bukan hanya menjadi sumber pendapatan keluarga, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian nilai budaya lokal. Meskipun demikian, pengrajin menghadapi hambatan seperti kemampuan digital yang masih terbatas, akses pemasaran online yang kurang optimal, serta rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan usaha ini karena lebih tertarik pada pekerjaan modern berbasis teknologi. Kendati pemanfaatan teknologi belum maksimal, penelitian ini menegaskan adanya peluang besar dalam penggunaan media sosial, konten edukatif digital, dan platform e-commerce sebagai strategi promosi. Upaya tersebut dapat membantu memperkuat identitas budaya serta meningkatkan daya saing ekonomi gerabah di era digital.
Strategi Efektif Bimbel AHE Berbasis Digital: Menghadirkan Pembelajaran Berkualitas untuk Menarik dan Mempertahankan Siswa Ahmad Awwab Billah; Annisa Auliyaa; Diah Putri Maulinda; Rizqi Amalia; Ferida Rahmawati
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/ve8m9t41

Abstract

Persaingan di dunia bimbingan belajar (bimbel) semakin ketat, sehingga lembaga seperti Bimbel AHE perlu merumuskan strategi efektif untuk menarik calon siswa sekaligus menjaga loyalitas siswa yang sudah bergabung. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital yang diterapkan Bimbel AHE dalam menarik dan mempertahankan siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengelola dan tutor serta observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti penggunaan metode interaktif, diferensiasi materi sesuai kemampuan siswa, feedback berkelanjutan, serta penerapan teknologi pendidikan berbasis digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna. Selain itu, Bimbel AHE juga memanfaatkan data promosi digital melalui media sosial (Facebook, Instagram, TikTok), menggunakan platform pembelajaran daring untuk mendukung interaksi belajar jarak jauh, dan mulai menerapkan sistem manajemen relasi pelanggan (CRM) guna memantau kepuasan serta kebutuhan siswa. Strategi-strategi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat daya tarik dan retensi siswa. Implikasi praktisnya, bimbel perlu terus mengoptimalkan inovasi digital, meningkatkan kompetensi tutor, serta mengevaluasi efektivitas teknologi pembelajaran agar mutu layanan tetap terjaga.
Strategi Edupreneurship Digital Guru dalam Mendirikan Layanan Bimbingan Belajar di Tingkat MI/SD Rizaningtya, Cintami; Yusriyah, Dzakiyati; Azzah , Masykurotun; Ratmaja, Puan Lenas Tsuroiya
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/nr2g4a95

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi edupreneurship guru dalam mendirikan dan mengelola layanan bimbingan belajar tingkat MI/SD. Fokus penelitian terletak pada bagaimana guru merancang dan menerapkan strategi kewirausahaan pendidikan yang adaptif, termasuk pemanfaatan teknologi digital sebagai media promosi dan pendukung operasional lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan pada 29 September 2025 di Bimbel Atlantis, Pekalongan. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pendiri bimbel sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama, yaitu: perencanaan bisnis pendidikan yang menekankan layanan berkualitas dan terjangkau; strategi operasional meliputi penyesuaian kurikulum, rekrutmen tenaga pengajar, dan promosi berbasis digital; serta strategi keberlanjutan melalui transparansi keuangan, kemitraan, dan inovasi. Penelitian menyimpulkan bahwa edupreneurship guru berperan sebagai praktik transformatif yang memperluas akses pendidikan dasar.
Strategi Digital Marketing Seorang Edupreneur Melalui Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Efektif Aenun Nisa; Fitrotul Awalia; Mar’ataul Khusna; Nur Haliza; Fitriyani
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/9atgyz79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi digital, tantangan, serta efektivas penggunaan media sosial Tiktok yang terintegrasi dengan platform Lynk.id dalam kegiatan pemasaran produk edukasi digital yang dilakukan oleh seorang edupreneur,  yaitu Ibu Habibah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan menunjukkan bahwa narasumber sangat memanfaatkan Tiktok sebagai media utama untuk memprompromosikan produk digital melalui konten video edukasi yang dibuat secara konsisten. Penggunaan Lynk.id yang diintegrasikan pada akun Tiktok juga sangat membantu untuk mengorganisir produk guna memudahkan konsumen dalam bertransaksi, selain itu Lynk.id juga menyediakan profil penjual, daftar produk, serta harga pada tautannya. Strategi yang digunakan oleh narasumber meliputi konten marketing, konsistensi unggahan, dan menejemen pengunggahan yang tepat. Terlepas dari itu, narasumber juga mengahadapi berbagai tantangan, tantangan utama yaitu manajemen waktu, penyusunan ide konten, serta penentuan waktu unggahan yang paling efektif. Pada penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan bahwa penggunaan media sosial khususnya Tiktok terbukti efektif meningkatkan jangkauan promosi dan mempermudah proses pemasaran, sejalan dengan perubahan perilaku konsumen masa kini. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Tiktok yang terintegrasi dengan Lynk.id mampu meningkatkan efektifitas promosi produk edukasi digital, serta membuka peluang baru bagi para tenaga pendidik untuk berinovasi dan produktif dalam memanfaatkan teknologi.
Strategi Bisnis Digital Bipang Jangkar Pasuruan dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan Yola Aprienty; Zahwa Linata Arofah; Purwaningrum Puji Lestari
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/5wwmx641

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara UMKM beroperasi, termasuk Bipang Jangkar, produsen camilan tradisional Pasuruan yang berdiri sejak 1949. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana perusahaan ini beradaptasi terhadap digitalisasi dan membedakan penerapan bisnis digital dengan perdagangan elektronik yang hanya berfokus pada transaksi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, didukung wawancara mendalam, observasi, serta data primer dari 15 responden yang terdiri dari pemilik, staf pemasaran digital, pekerja produksi, dan konsumen online. Data sekunder seperti laporan penjualan dan aktivitas marketplace dipakai untuk memperkuat temuan. Analisis data dilakukan melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membuka peluang besar, terutama melalui perluasan pasar lewat marketplace, peningkatan efektivitas promosi berbasis media sosial, serta kemudahan transaksi dari layanan fintech. Meski begitu, perusahaan menghadapi hambatan seperti literasi digital yang masih rendah, biaya teknologi yang terus naik, dan ketergantungan pada algoritma platform. Implikasinya, keberhasilan transformasi digital Bipang Jangkar bergantung pada kemampuan manajemen menyeimbangkan inovasi teknologi dengan karakter tradisional produk. Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia, perusahaan berpotensi memperluas pasar nasional sambil mempertahankan identitas lokalnya di tengah kompetisi digital yang semakin ketat.
Pemanfaatan Media Digital Dalam Implementasi Edupreneurship Pada Bimbel AHE Sebagai Lembaga Pendidikan Alternatif Untuk Siswa MI/SD Aghitsna Sabilal Chaqq; Fina Idamatusilmi; Fina Rahma; Intan Rahmawati; Safila Novianti; Ferida Rahmawati
Jurnal Ilmiah Bisnis Digital Vol. 2 No. 1 (2025): Nopember 2025
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/8qbmzc88

Abstract

Implementasi edupreneurship pada Bimbel AHE di Simbangkulon, Pekalongan, menggambarkan inovasi pendidikan nonformal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pembelajaran tambahan bagi siswa MI/SD. Melalui pendekatan pembelajaran yang fleksibel, metode interaktif, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi, Bimbel AHE berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Strategi bisnis digital yang diterapkan meliputi pemasaran melalui media sosial, sistem pendaftaran online, serta penggunaan platform digital untuk komunikasi dengan orang tua siswa, yang terbukti efektif meningkatkan jangkauan pasar dan efisiensi operasional lembaga. Keberhasilan lembaga ini tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah siswa, tetapi juga dari kontribusinya dalam pemberdayaan tenaga pendidik muda melalui kesempatan menjadi tutor profesional. Edupreneurship yang diterapkan mencerminkan perpaduan antara nilai pendidikan dan kewirausahaan sosial yang berkelanjutan, sehingga Bimbel AHE dapat menjadi model inspiratif bagi lembaga pendidikan alternatif lainnya di Indonesia.

Page 2 of 3 | Total Record : 24