cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Indo Publishing
ISSN : 30901367     EISSN : 3090174X     DOI : https://doi.org/10.1063822/jisoh
Merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang diterbitkan oleh Indo Publishing menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi dan Mahasiswa dengan fokus dan ruang lingkup terdiri dari; ILMU SOSIAL (Sosiologi, Antropologi, Ilmu ekonomi, Sejarah, Ilmu politik, Ilmu komunikasi, Psikologi sosial) dan HUMANIORA (Filsafat, Sejarah, Bahasa, Sastra, Seni, Agama, Sosiologi, Antropologi Studi media)
Articles 400 Documents
Hubungan antara Penyesuaian Diri dalam Lingkungan Kerja dengan Semangat Kerja Personel Dit Samapta Polda Aceh Yudha Frasetia; Sriana Septiawati; Imam Abdillah lukman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/edxhcc94

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dalam lingkungan kerja dengan semangat kerja personel Dit Samapta Polda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi yang memenuhi kriteria penelitian adalah 70 orang telah ditetapkan peneliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala likert yaitu dengan menyebarkan skala penelitian kepada responden. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara penyesuaian diri dalam lingkungan kerja dengan semangat kerja. Berdasarkan hasil didapatkan nilai korelasi (r) antara variabel penyesuaian diri dalam lingkungan kerja dengan semangat kerja sebesar 0,841 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Artinya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Pengaruh Kondisi Ekonomi terhadap Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Disorganisasi Keluarga Fadilla Nuraini Nazla; Nabilah Annisa Zikri; Nazwa Badiah; Berlianti Berlianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/am1e4e68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi ekonomi terhadap ketahanan keluarga dalam perspektif disorganisasi keluarga. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memengaruhi keharmonisan keluarga, kualitas komunikasi, serta pelaksanaan peran anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 57 responden berusia 17–22 tahun yang terdiri dari 44 perempuan dan 13 laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap keharmonisan dan ketahanan keluarga. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan dapat memicu konflik rumah tangga, menurunkan kualitas hubungan antar anggota keluarga, hingga menyebabkan perceraian. Selain itu, konflik ekonomi juga berdampak pada kondisi psikologis dan kesejahteraan anak dalam keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan keluarga dan berpotensi menyebabkan disorganisasi keluarga apabila tidak dapat dikelola dengan baik.
Model Collaborative Governance dalam Penguatan Kapasitas Pemerintahan Kepulauan pada Wilayah Terluar Indonesia Mukhlis Fataruba; Atikah Khairunnisa; Muhtar Muhtar
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p44vw102

Abstract

This study examines the implementation of collaborative governance in strengthening the capacity of island governance within Indonesia’s outermost regions. The research addresses governance challenges in archipelagic areas, including limited infrastructure, weak inter-island connectivity, low institutional capacity, and unequal public service delivery. Using a qualitative approach with a multiple case study design, this study analyzes collaborative interactions among government institutions, local communities, private sectors, academics, and non-governmental organizations in several outer island regions of Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and secondary data analysis from government databases and scientific publications. The findings indicate that collaborative governance plays a strategic role in improving institutional capacity, strengthening public service delivery, and enhancing participatory development in island regions. The effectiveness of collaborative governance is influenced by institutional capacity, collaborative leadership, digital infrastructure, intersectoral coordination, and community participation. Furthermore, this study formulates a collaborative governance model based on institutional strengthening, multi-stakeholder networking, digital governance, and local wisdom-based participation. The study concludes that collaborative governance provides an adaptive and sustainable governance framework for strengthening island governance capacity in Indonesia’s outermost regions.
Eksplorasi Fenomena Father Hunger dan Dampaknya Terhadap Resiliensi Sosial siswa Sekolah Dasar: Sebuah Studi Fenomenologi Nuria Farkhatin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dnzpwp04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena father hunger dan dampaknya terhadap resiliensi sosial siswa di sekolah dasar. Hal ini didasari oleh meningkatnya fenomena fatherless yang mengakibatkan kekosongan emosional pada anak, sehingga memengaruhi perilaku dan kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan di lingkungan sekolah. Subjek penelitian ini melibatkan tiga anak siswa kelas IV di SD Negeri 02 Gununglurah yang teridentifikasi tumbuh tanpa kehadiran figur ayah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini dilaksanakan pada bulan April semester genap tahun 2026. Data dikumpulkan melalui teknik tes projektif berupa gambar keluarga (Drawing A Family), observasi perilaku di kelas, serta wawancara mendalam dengan siswa dan guru kelas. Hasil penelitian diharapkan memberikan implikasi bagi kebijakan pedagogi di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manifestasi father hunger pada siswa muncul dalam dua bentuk perilaku yang kontradiktif. Pertama, ditemukan adanya perilaku menarik diri secara sosial (social withdrawal) meskipun siswa memiliki ambisi akademik yang tinggi. Kedua, muncul perilaku mencari perhatian (attention seeking) melalui tindakan ekspresif yang tidak wajar di lingkungan kelas. Namun, melalui pendekatan emosional dan peran guru sebagai figure otoritas pengganti, siswa menunjukkkan peningkatan resiliensi yang ditandai dengan kemampuan adaptasi sosial yang lebih stabil.
Analisis Efektivitas Jingle Iklan Cimory pada Media Sosial Terhadap Brand Awareness Nurrahma Agustianingsih; Urip Mulyadi; Nila Dewi Fatmawati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4bxe2679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas jingle iklan Cimory pada media sosial terhadap peningkatan brand awareness konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi yang dipadukan dengan survei kuesioner sebagai data pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan pada media sosial seperti TikTok, YouTube, Instagram, dan Twitter dengan menganalisis komentar, hashtag, keyword, serta interaksi audiens terhadap jingle iklan Cimory. Selain itu, peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada 10 responden untuk mengetahui persepsi audiens terhadap daya tarik, daya ingat, dan pengaruh jingle terhadap minat beli produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jingle iklan Cimory memperoleh respons positif dari pengguna media sosial dan mampu meningkatkan keterlihatan merek, daya ingat konsumen, serta ketertarikan terhadap produk Cimory. Mayoritas responden menilai jingle Cimory menarik, mudah diingat, dan membantu mengenali produk dibandingkan jingle merek lain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jingle kreatif pada media sosial efektif dalam memperkuat brand awareness serta membangun citra positif merek di kalangan konsumen
Analisis Akuntabilitas BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda dalam Pelayanan Publik Muhammad Rizki Saputra; Dhanan Prabandaru; Andre Mandala Putra; Fauziah Fauziah; Jeyin Manda Christian; Karina Merliyani; Diana Diana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vxf79s27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntabilitas BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda dalam penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat. Akuntabilitas merupakan salah satu prinsip utama good governance yang berkaitan dengan transparansi, tanggung jawab, ketepatan prosedur, dan responsivitas lembaga pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek utama penelitian adalah Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda, Bapak Ali Fhatah, yang dipilih secara purposive sampling sebagai key informant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda telah menerapkan prinsip akuntabilitas melalui sistem verifikasi klaim yang ketat, penggunaan standar operasional prosedur (SOP), pengawasan berlapis, serta digitalisasi pelayanan. Transparansi pelayanan diwujudkan melalui keterbukaan informasi mengenai saldo, potongan pajak, dan proses pencairan dana. Namun demikian, masih terdapat hambatan seperti ketidaklengkapan dokumen peserta, rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan kurangnya kerja sama dari pihak perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan penyederhanaan prosedur pelayanan, peningkatan sosialisasi, pengembangan SDM, serta optimalisasi layanan berbasis digital untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Analisis Implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Pencegahan Pencemaran Lingkungan (Studi Kasus PT. Semen Baturaja Kabupaten  Ogan Komering Ulu) Violita Habibana Benjo; Yahnu Wiguno Sanyoto; Herni Ramayanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2xdm8259

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Law Number 32 of 2009 on Environmental Protection and Management in pollution prevention at PT Semen Baturaja (Persero) Tbk in Ogan Komering Ulu Regency. The research employs a qualitative method with a case study and institutional approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation from nine key informants selected by purposive sampling. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman. Results show that PT Semen Baturaja has administratively complied with environmental regulations by possessing an Environmental Impact Assessment (AMDAL), employing bag filter technology, conducting periodic air quality monitoring, and receiving the Green PROPER award 2024–2025. However, a gap exists between administrative compliance and empirical conditions, as communities in three ring-1 sub-districts Sukajadi, Talang Jawa, and Air Gading still experience dust pollution, vibrations, and respiratory health complaints. The company's CSR programs are perceived as more socially-oriented than focused on environmental remediation. This study concludes that the success of environmental policy implementation must be measured not only by administrative compliance but also by its actual impact on community and environmental protection.
Silu sebagai Alat Musik Tradisional Suku Mbojo: Kajian Budaya dan Pelestariannya Arif Bulan; Nawasyarif Nawasyarif; Tasrif Tasrif; Kasman Kasman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ywrbwf47

Abstract

This study aims to describe the form and characteristics of the traditional musical instrument silu, examine its symbolic meanings and cultural values, and identify its existence and preservation challenges within the Mbojo community in Bima Regency. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, traditional artists, and members of the Mbojo cultural community. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that silu is a traditional wind instrument characterized by its loud and resonant sound and consists of three detachable parts: the upper, middle, and lower sections. These parts contain symbolic meanings related to the structure of the human body and Islamic religious values within the Mbojo community. The middle section contains seven sound holes symbolizing the seven days of the week as a representation of order and balance in life. Silu functions as an accompanying musical instrument in traditional performances such as tari soka, tari manca, and the folk game mpa’a gantao. Beyond its entertainment function, silu also represents the cultural identity of the Bima community. However, its existence currently faces challenges due to modernization, the declining interest of younger generations, and the lack of cultural documentation. Therefore, preservation efforts through cultural education, cultural dialogue, art studio development, and documentation of local traditions are necessary to maintain silu as a cultural heritage of the Mbojo community.  
Avoidant Attachment pada Mahasiswa: Disfungsi Peran Sosial dalam Relasi Interpersonal di Lingkungan Kampus Salsa Nuzhlul Azzura; Siti Komariah; Puspita Wulandari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y242km93

Abstract

Avoidant Attachment is an attachment pattern characterized by an individual’s tendency to withdraw from emotional closeness and avoid interpersonal dependency. This study aims to analyze how avoidant attachment among university student contributes to social role dysfunction in interpersonal relationship within the campus environment, through a sociological perspective. The study employs a qualitative approach combining literature review and semi-structured interview with one active student at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Analysis was conducted using three theoretical frameworks, Talcott Parsons’ structural functionalism to examine failures in social role integration, Robert K.Merton’s strain theory to understand retreatism as an adaptive response to relational pressure, and Erving Goffman’s dramaturgy theory to explore impression management as a self-protective strategy. The findings indicate that student with avoidant attachment tend to engage in social withdrawal, avoid conflict resolution, an defensively manage self presentation, resulting in the deterioration of peer interpersonal relationships. Family background was identified as a primary socialization factor shaping these behavioral patterns. This study affirms that avoidant attachment is not merely an individual psychological matter, but a social phenomenon affective the integrative function of campus interaction systems. 
Langkah Pengembangan Karir Wanita di Bidang Industri Teknologis Mulyo Wibowo; Yeremia Napitupulu
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rx5x6439

Abstract

Pekerjaan merupakan hak asasi warga negara Indonesia, namun partisipasi wanita di industri teknologi masih terhambat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan data dan menggunakan teknik analisis kritis. Penelitian ini meneliti peran komunitas dalam mengatasi ketidaksetaraan gender dan mendukung karir wanita di sektor tersebut. Temuan menyoroti hambatan seperti kurangnya akses pendidikan dan dukungan lingkungan, meskipun undang-undang menjamin kesetaraan gender. Solusi meliputi pemanfaatan teknologi internet, pelatihan bisnis digital, dan peningkatan dukungan bagi wanita. Langkah-langkah seperti memperluas jaringan profesional dan kebijakan fleksibilitas kerja juga penting. Kerjasama antara pemerintah, LSM, sektor swasta, dan individu krusial. Perlunya penelitian lanjutan untuk memantau dampak langkah-langkah ini serta mengidentifikasi tantangan baru. Kesimpulannya, solusi-solusi yang diusulkan menawarkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi ketidaksetaraan gender dan mempromosikan kesetaraan dalam dunia kerja, khususnya di sektor teknologi.