Articles
256 Documents
Gambaran skala nyeri pada anak post operasi mayor usia 3-5 tahun dengan menggunakan skala nyeri FLACC
Miniharianti Miniharianti;
Badrul Zaman
Jurnal Keperawatan Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v19i2.916
Pembedahan merupakan salah satu tindakan invasif yang sering dilakukan pada anak di rumah sakit. Salah satu keluhan yang sering dirasakan setelah post operasi mayor adalah nyeri. Perawat secara legal dan etik bertanggung jawab dalam menangani nyeri serta mengurangi penderitaan nyeri pada pasien. Pengkajian skala nyeri merupakan langkah dasar dalam menentukan tindakan selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran skala nyeri pada anak post operasi mayor pada anak usia 3-5 tahun dengan menggunakan skala nyeri Face, Legs, Activity, Cry, and Consolability (FLACC). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana. Sampel diambil dengan consecutive sampling. Jumlah sampel 30 anak usia prasekolah dengan post operasi mayor. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden berusia 3 tahun (46,7%). Sebagian besar responden memiliki jenis pembedahan gastrointestinal (67,7%), semua responden mendapatkan jenis analgesik paracetamol (100%), sebagian besar responden memiliki jenis kelamin laki-laki (60%), sebagain besar responden pernah mengalami operasi sebelumnya (80%). Sebagian besar responden memiliki tingkat skala nyeri 5 (40%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar bagi tenaga kesehatan khususnya perawat supaya dapat menerapkan skla ukur FLACC scale untuk mengkaji skala nyeri anak.
Gambaran mekanisme koping pasien ulkus diabetikum
Zahara Marfuzah;
Yudi Akbar;
Mursal Mursal;
Mariyati Mariyati;
Liza Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v19i2.917
Ulkus diabetikum memiliki dampak psikologis yang terjadi salah satunya stres, strategi yang digunakan untuk mengatasi stres disebut dengan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mekanisme koping pada pasien ulkus diabetikum. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan Penyebaran Kuesioner. Alat yang digunakan adalah kuesioner Brief Cope yang berjumlah 28 pernyataan yang terdiri dari pernyataan Favourable dan pernyataan unfavourable. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mekanisme koping yang digunakan responden yaitu mekanisme koping adaptif sebanyak 23 responden (53,5%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada perawat dalam memberikan edukasi tentang pentingnya dukungan keluarga dan spiritualitas untuk meningkatkan koping pasien ulkus diabetikum.
Literatur review : hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian pasien skizofrenia
Nimas Efa Amanah;
Erna Tsalatsatul F;
Joko Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v19i2.918
Skizofrenia merupakan penyakit mental yang berat dan kronis yang memerlukan perawatan pada anggota keluarganya. Keluarga merupakan lingkungan terdekat dengan pasien saat menjalani perawatan di rumah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian pasien skizofrenia. Database yang digunakan dalam literature review adalah google scholar, academia edu, pubmed dengan kriteria inklusi sampel, artikel diterbitkan pada tahun 2015-2020, menggunakan jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian sebanyak 729 artikel diidentifikasi, peneliti menemukan 10 artikel yang dapat digunakan dalam Literature review. Kesimpulan berdasarkan hasil review bahwa dukungan keluarga mempunyai efek dalam kemandirian pada pasien skizofrenia. Saran bagi penelti selanjutnya, diharapkan dapat menganalisa mengenai dukungan keluarga yang menyebabkan kemandirian pada pasien skizofrenia kurang baik.
HEALTH EDUCATION EFFECT TO WASHING HAND ATTITUDE OF 3-4 GRADE
Herta Candra Nur Anggraeni;
Emi Kusumawardani;
Dwi Prasetyaningati
Jurnal Keperawatan Vol 2 No 2 (2011): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Introduction To the number student of class 3-4 in elementary school Truneng which of opinion that washing hands less important matter hand though clean this is hand very necessary for health. Tendency of students have negative attitude because lack of education given to students and effect of environment that often ignore washing hands. The purpose of this research to know effect of health education to attitude of washing hands to students of class 3-4 in elementary school Truneng district of sub-district Sukomoro of Magetan. In this research uses pra experiment method by one group pretest post test design. Population of this research are all students of class 3-4 in elementary school Truneng a number of 41 students. Sampling technique in this research is Total Sampling namely all population are created to become samples. Variable in this research is health education as independent variable and attitude of washing hands of students as dependent variable. Data management at 7 June-14 June 2014 once health education use instrument in the form of questionnaire. Way analyse data by using editing, coding, scoring, tabulating, and to research statistic test uses Wilcoxon test.Based on research result of 41 respondents before health education done, most of respondents have negative attitude about washing hands that is 29 respondents (70,7%) and after health education done, most of respondents have positive attitude about washing hands a number of 23 respondents (56,1%). Wilcoxon test from variable are obtainable value ρ = 0.001 and α = 0,05 so ρ < α it means H1 accepted.Conclusion of this research says that there is effect of health education to attitude of washing hands to students of class 3-4.
Literatur review: hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus
Sujiyati Nabela;
Asri kusyani;
Faishol Roni;
Joko Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i1.978
Pola makan tidak seimbang, perubahan gaya hidup kurangnya olahraga dan stress merupakan faktor terbesar timbulnya suatu penyakit salah satunya yaitu DM. Kualitas hidup sangat mempengaruhi penderita DM, meliputi kesehatan fisik, psikologis, terhadap likungan dan kualitas hidup ini sangat meningkatkan harapan hidup pada penderita DM. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tentang hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus. Database yang digunakan dalam literature review adalah google scholar dan pupmed dengan kriteria inklusi sampel, artikel di terbitkan pada tahun 2016-2021, menggunakan jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian sebanyak 13.292 jurnal diidentifikasi, peneliti menemukan 10 jurnal yang dapat digunakan dalam literatur review. Kesimpulan berdasarkan hasil review bahwa dukungan keluarga mempunyai pengaruh penting bagi penderita DM dengan dukungan keluarga ini pasien DM merasa nyaman, senang sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Efektifitas restrain ekstremitas dan isolasi dalam menurunkan skor PANSS-EC pasien perilaku kekerasan
Nurul Mawaddah;
Dwi Helynarti Syurandhari;
Yudha Laga Hadi Kusuma;
Dwi Santik Suryani
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i1.991
Perilaku kekerasan merupakan masalah keperawatan yang paling sering ditemukan dan menjadi alasan utama dibawa ke RSJ, dan sebagai indikator penentuan indikasi perawatan dilakukan dengan penilaian PANSS-EC. Penanganan pasien perilaku kekerasan yang tidak efektif berdampak pada keselamatan pasien, perawat dan lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya penanganan pasien perilaku kekerasan adalah dengan restrain ekstremitas atau isolasi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektifitas restrain esktremitas dan isolasi terhadap skor PANSS-EC pasien perilaku kekerasan di Ruang IPCU RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang. Desain penelitian menggunakan quassy experiment nonequivalent group control design dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling dan terbagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan PANSS-EC. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan independent t test dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh yang signifikan restrain ekstremitas terhadap skor PANSS-EC pasien perilaku kekerasan (p=0,000; mean difference= 6,38) dan ada pengaruh yang signifikan isolasi terhadap skor PANSS-EC pasien perilaku kekerasan (p=0,000; mean difference= 7,44). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara restrain ekstremitas dan isolasi (p=0,216). Restrain ekstremitas dan isolasi sama efektifnya dalam menurunkan skor PANSS-EC pasien perilaku kekerasan.
Peningkatan dukungan sosial dan stigma terhadap kualitas hidup penderita skizofrenia
Badrul Zaman;
Miniharianti Miniharianti
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i1.996
Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang memiliki dampak dalam jangka panjang dan mempengaruhi kualitas hidup bagi penderitanya. Pengalaman diskriminasi dan sering terjadinya penolakan dalam masyarakat pada penderita skizofrenia semakin memperburuk dari kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan stigma terhadap kualitas hidup klien penderita skizofrenia di wilayah puskesmas Kabupaten Pidie. Metode Penelitian: ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling Sebanyak 65 orang. Dilaksanakan pada tanggal 20 Juli sampai dengan 24 Agustus 2021. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian: mayoritas responden berusia dewasa awal (58,5%) sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (55,4%) mayoritas responden belum menikah (64,6%). Mayoritas pasien memiliki stigma tinggi (60%) dan mayoritas responden memiliki dukungan sosial tinggi (46,2%). Hasil uji kualitas hidup dengan dukungan sosial P-Value (0,030) dan stigma P-Value (0,010). Kesimpulan: semakin baik dukungan sosial yang diberikan maka semakin bagus juga kualitas hidup pasien skizofrenia. Semakin rendah stigma yang didapatkan responden maka semakin tinggi kualitas hidup pasien skizofrenia.
Sikap masyarakat tentang penyakit dan kepatuhan diet pra-lansia artritis gout
Kiki Rizki Fista Andriana;
Yunus Adi Wijaya;
Shofi Khaqul Ilmy
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i1.1001
Artritis gout merupakan jenis radang sendi autoinflamasi yang banyak ditemukan dimasyarakat. Mereka membutuhkan tata laksana diet rendah purin sebagai salah satu tata laksana dalam mengontrol kondisi hiperurisemia. Kepatuhan dalam program diet rendah purin tersebut dipengaruhi oleh faktor intrapersonal penderitanya, salah satunya adalah sikap masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap masyarakat tentang penyakit artritis gout dan kepatuhan diet pra-lansia dengan artritis gout di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Penelitian kuantitatif observasional analitik ini dilaksanakan dengan pendekatan cross-sectional, yang terapkan kepada 68 orang penderita artritis gout yang berusia 46-50 tahun di Kabupaten Lamongan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita artritis gout memiliki sikap yang negatif terhadap penyakit yang dideritanya (73,3%) dan Patuh terhadap diet rendah purin (52,3%). Hasil analisis Chi-square dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat tentang penyakit artritis gout dan kepatuhan diet pra-lansia dengan artritis gout. Penderita arthritis gout yang memiliki sikap negatif terhadap penyakit artritis gout akan 148 kali lebih berpeluang tidak patuh terhadap diet rendah purin yang diberikan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sikap masyarakat yang baik akan dapat meningkatkan kepatuhan diet rendah purin pada penderita artritis gout. Temuan ini dapat diterapkan sebagai dasar praktik keperawatan klinik dalam meningkatkan sikap masyarakat yang merupakan salah satu faktor yang mengatasi ketidakepatuhan terhadap terapi penderita artritis gout, baik di rumah sakit ataupun komunitas.
Efektivitas aerobic exercise terhadap status kardiovaskular lansia pada masa pandemi Covid-19
Isni Hijriana;
Nadia Sari
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i1.1003
Penurunan aktivitas fisik dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Aktivitas fisik penting ditingkatkan pada lansia karena akan memberikan pengaruh yang positif terhadap berbagai organ tubuh terutama fungsi kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari aktivitas fisik yaitu aerobic exercise terhadap status kardiovaskular lansia pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian menggunakan desain quasy eksperimental dengan rancangan one group pretest-post test. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 30 Mei sampai dengan 19 Juni 2021. Analisis data menggunakan uji statistik Independent Sample T-test (paired t test). Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan diberikan intervensi aerobic exercise sebagian besar tekanan darah sistol responden berada pada katagori hipertensi derajat 1 yaitu sebanyak 14 responden (35,0 %) dan tekanan darah diastol berada pada katagori hipertensi derajat 1 yaitu sebanyak 14 responden (35,0 %). Setelah diberikan intervensi aerobic exercise sebagian besar tekanan darah sistol responden berada pada katagori pre hipertensi yaitu sebanyak 19 responden (47,5%), dan tekanan darah diastol berada pada katagori pre hipertensi yaitu sebanyak 17 responden (42,5 %). Berdasarkan hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan setelah diberikan intevensi aerobic exercise terhadap status kardiovaskular (tekanan darah) pada lansia dengan nilai p-value 0,00. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah latihan aerobic exercise efektif dalam menjaga fungsi kardiovaskular khususnya stabilitas tekanan darah pada lansia.
Hubungan sikap ibu dengan pelaksanaan toilet training pada anak pra-sekolah
Imam fatoni;
Dhita Yuniar Kristianingrum;
Inayatul Aini
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 2 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35874/jkp.v20i2.1005
Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Suksesnya toilet training tergantung pada kesiapan yang ada pada diri anak dan keluarga. Karena dengan keberhasilan toilet training ini akan membentuk kepribadian anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan sikap ibu dengan pelaksanaan toilet training pada anak prasekolah di TK Al-Iman Jombang. Desain penelitian menggunakan analitik corelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu dan siswa Taman Kanak-Kanak Al - Iman Jombang sejumlah 35 responden, diperoleh sampel sebanyak 32 sampel dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dengan menggunakan uji statistik Korelasi Pearson dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan lebih dari setengah (63%) sikap ibu yang melaksanakan toilet training bersikap negative dan (31%) bersikap positif. Melalui analisis hubungan sikap ibu terhadap pelaksanaan toilet training, berdasarkan Korelasi Pearson diperoleh nilai p = 0.238, sehingga Ho di terima. Artinya, tidak ada hubungan antara sikap ibu terhadap pelaksanaan toilet training pada anak prasekolah Di TK Al-Iman Jombang. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa sikap ibu menunjukkan negatif, sehingga diharapkan petugas kesehatan lebih berupaya membantu ibu batita untuk memperbaiki sikap ibu yang berhubungan dengan toilet training dengan memberikan penyuluhan tentang tumbuh kembang anak khususnya toilet training.