cover
Contact Name
Hamjah
Contact Email
hdfgroup@hamjahdiha.org
Phone
-
Journal Mail Official
hdfgroup@hamjahdiha.orag
Editorial Address
https://ejournal.hamjahdiha.org/index.php/paradigma
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya & Media
Published by HDF PUBLISHING
ISSN : -     EISSN : 30217571     DOI : -
P@rad!gma : Jurnal Kajian Budaya & Media adalah jurnal yang ditinjau oleh mitra bestari, berakses terbuka, yang diterbitkan oleh YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE. Jurnal ini menerima artikel asli mengenai berbagai masalah penting dalam Kajian Budaya & Media yang mencakup tetapi tidak terbatas pada filsafat, Ilmu Susastra, Arkeologi, Antropologi, Linguistik, Sejarah, Cultural Studies, Filologi, Seni, lmu Perpustakaan, Kajian Agama, Ilmu Hukum, dan informasi yang berfokus pada pengkajian dan penelitian. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya berupaya memuat campuran seimbang artikel mengenai penelitian teoretis atau empiris yang berkualitas tinggi, studi kasus, tinjauan pustaka, kajian komparatif, dan makalah eksporatoris. Semua naskah yang diterima akan diterbitkan baik dalam jaringan maupun tercetak.
Articles 25 Documents
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Materi Shalat Berjama’ah Pelajaran Pai Kelas Iii Sd Negeri Puyung Tahun Pelajaran 2022/2023 Jumatrim
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 1 No. 02 (2023): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Materi Salat berjama’ah Pembelajaran PAI Kelas III SD Negeri Puyung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Materi Salat berjama’ah Pembelajaran PAI. Penelitian ini berjenis penelitian kelas karena objek penelitian dilakukan di kelas III dengan jumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dan metode observasi. Instrumen di dalam mengumpulkan data menggunakan instrumen tes dan instrumen non tes yang menggunakan lembar observasi proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan analisis data Normalized Gain yakni menbandingkan skor tes dengan sesudah tes. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan yang terjadi dari siklus I kategori kurang dalam prestasi belajar adalah nilai 5 dengan frekuensi 1 dan prosentase 4.17%, kategori nilai sedang adalah nilai 6 dengan frekuensi 12 dan prosentase 50.00%, sedangkan kategori hasil belajar sukup adalah nilai 7 dengan frekuensi 7 dan prosentase 29.17%, nilai cukup baik adalah 8 dengan frekuensi 4 dan prosentase 16.67%, nilai sangat baik adalah 10 dengan frekuensi 0 dan prosenntase 0%. Pada siklus mengalami peningkatan yang signifikan dengan kategori kurang dalam prestasi belajar adalah nilai 5 dengan frekuensi 0 dan prosentase 0%, kategori nilai sedang adalah nilai 6 dengan frekuensi 1 dan prosentase 4.17%, sedangkan kategori hasil belajar cukup adalah 7 dengan frekuensi 10 dan prosentase 33.33%, nilai cukup baik adalah 8 dengan frekuensi 10 dan prosentase 41.17%, nilai baik adalah 9 dengan frekuensi 4 dengan prosentase 4.17%, dan nilai sangat baik adalah 10 dengan frekuensi 1 dan prosentase 4.17%.
Negative Politeness Strategies of Mbojo Speakers in a Family Environment: A Linguistics Study of Sociopragmatic Sahrain, Muhammad
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 02 (2024): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/pradgma.v3i01.171

Abstract

This study aims at describing negative politeness principle strategies carried on Mbojo Speakers in a Family Environment by applying socio-pragmatics analysis, it’s a sub-dicipline of linguistics. Data were collected from speech events in Mbojo family environment and further analyzed descriptively. In the process of analyzing the data applies the theory of negative politeness strategies proposed by Brown and Levinson. The result shows that from seven strategies of negative politeness, in speech events of the Mbojo family Environment, there are four negative politeness strategies were found, including Strategy of Using Indirect Expressions, Strategy Use Hedge Honorin, Strategy Using impersonal form.
Komodifikasi Rimpu dalam Konstruksi Politik Lokal Hamjah Diha
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 02 (2024): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/pradgma.v3i01.172

Abstract

Rimpu merupakan cara berbusana masyarakat etnik Mbojo khususnya perempuan sebagai alat pengontrol dirinya dari pandangan-pandangan yang menjadikan perempuan sebagai objek. Rimpu juga menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat dan istimewa. Namun, di tahun 2000-an, rimpu hampir ditinggalkan oleh pemiliknya. Di tahun 2015-an, rimpu dihadirkan dalam berbagai even. Tulisan ini mengkaji bagaimana politik identitas siwe (Mbojo rimpu) dalam konstruksi politik lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kajian budaya. Sedangkan teori yang digunakan adalah politik identitas dan politik lokal. Tulisan ini menyimpulkan bahwa hadirnya rimpu diberbagai event dapat menimbulkan berbagai kepentingan, salah satunya sebagai alat komodifikasi politik lokal. Pemimpin lokal, baik itu kepala daerah maupun pemimpin budaya dapat memanfaatkan rimpu sebagai alat untuk menaikan popularitas mereka. Dan pada akhirnya, tokoh yang sudah berhasil naik popularitasnya tersebut, tampil di kontestasi politik.
Konsep Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Al-Qur’an Budihartono; Hasyim Hadadde; Hamka Ilyas
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The environment is a vital aspect of human life, deeply interconnected with spiritual values and religious ethics. The Qur’an, as the primary source of Islamic teachings, pays significant attention to the creation, preservation, and balance of the natural world. This article explores the concept of the environment from the Qur’anic perspective using a thematic interpretation (tafsir maudhuu’ii) approach. The findings reveal that the Qur’an not only acknowledges the importance of the environment but also provides normative guidance on how humans should interact with nature responsibly. Key concepts such as khaliifah (stewardship), miizaan (balance), fasaad (corruption), and iḥsaan (excellence in action) form the ethical foundation for environmental management. A deeper understanding of Qur’anic verses on the environment encourages Muslims to internalize ecological values in daily life as a form of worship and social responsibility. This study emphasizes that environmental preservation is not merely an ecological issue but also a theological mandate with eschatological dimensions.
Teori Masuknya Islam di Nusantara Dan Perkembangan Pendidikan Islam Masa Awal di Aceh (Lembaga dan Tokoh) Meunasah - Teungku Nurul Hasanah; Bahaking Rama; Syamsuddin
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis berbagai teori mengenai masuknya Islam di Nusantara dan menelusuri perkembangan awal pendidikan Islam di Aceh, dengan fokus pada peran lembaga Meunasah dan figur Teungku. Studi ini mengkaji teori Gujarat, Mekkah (Arab), Persia, dan Cina, serta implikasinya terhadap pemahaman awal proses Islamisasi di wilayah ini. Lebih lanjut, penelitian ini secara spesifik menyoroti Aceh sebagai salah satu wilayah pertama yang menerima Islam, dan bagaimana lembaga Meunasah berfungsi sebagai pusat pendidikan informal dan keagamaan di tingkat gampông (desa). Peran sentral para Teungku, sebagai ulama dan pemimpin spiritual, dalam mentransmisikan ilmu pengetahuan Islam dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat Aceh pada masa awal juga dieksplorasi. Melalui pendekatan historis dan analisis deskriptif, artikel ini berargumen bahwa pemahaman terkait tentang teori masuknya Islam ke Nusantara memberikan konteks penting bagi nalai terhadap akar dan perkembangan unik pendidikan Islam di Aceh, di mana Meunasah dan Teungku memainkan peran fundamental dalam pembentukan identitas keagamaan masyarakat.
Etika Digital Perspektif Hadis (Studi Tematik Tntang Konsep Haya’ (Malu) Sebagai Landasan Menjaga Marwah Diri Remaja Muslim Di Media Sosial) Nurul Hasanah; Abustani Ilyas; , Zulfahmi Alwi
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/pradgma.v2i03.213

Abstract

Media sosial telah menjadi ruang eksistensi tak terpisahkan bagi remaja muslim, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius terhadap marwah (kehormatan dan harga diri). Fenomena seperti oversharing, pencitraan diri berlebihan, cyberbullying, dan konsumsi konten negatif mengancam nilai-nilai luhur seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi sebuah kerangka etika digital yang berlandaskan pada nilai Islam yang fundamental, yaitu al-haya’ (rasa malu). Dengan menggunakan metode penelitian hadis tematik (maudhu’i), penelitian ini menghimpun, mengkritik, dan menganalisis hadis-hadis kunci tentang haya’ dari kitab-kitab hadis primer. Hasil analisis menunjukkan bahwa haya’ dalam perspektif hadis bukanlah sifat pasif atau minder, melainkan sebuah bentuk kesadaran iman yang aktif dan berfungsi sebagai mekanisme kontrol internal. Konsep ini kemudian disintesis menjadi empat prinsip etika digital: (1) Haya’ sebagai filter konten internal sebelum memproduksi atau menyebar informasi; (2) Haya’ sebagai pendorong interaksi positif dan pencegah perilaku destruktif; (3) Haya’ sebagai benteng penjaga privasi dan batasan diri; dan (4) Haya’ sebagai pemandu dalam mengonsumsi konten yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi konsep haya’ dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi remaja muslim dalam menjaga marwah diri di tengah arus informasi media sosial yang kompleks.
Tafsir Tematik Ilmu Pengetahuan Integrasi Ilmu Murni Dalam Tafsir Ilmi; Tinjauan Atas Tafsir Kementerian Agama Teguh Arafah Julianto; Tharekh Era Elraisy; Nurul Hasanah; Hasyim Haddade; Hamka Ilyas
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang aspek aspek Ilmu Murni tentang buku tafsir ilmi Kementrian Agama yang mulai di kerjakan pada tahun 2009 sampai tahun tahun 2010, artikel ini menfokuskan pada telaah buku tafsir ilmi kemenag pada terbitan periode awal tahun 2009-2010 berupa tiga buku diantaranya; Pertama, Penciptaan langit dan Bumi dalam perspektif al-Qur’an dan Sains, Kedua, Penciptaan Bumi dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains, ketiga, Penciptaan Manusia dalam Perspektif al-Qur’an dan Sains. lebih lanjut, artikel ini juga menyoroti pentingnya pemahaman kontekstual terhadap istilah-istilah dalam Al-Qur'an, seperti penggunaan kata "hari" yang lebih tepat dipahami sebagai "masa" atau "periode". Hal ini menunjukkan bahwa penciptaan tidak hanya terjadi dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses yang panjang dan kompleks. Penjelasan tentang penciptaan manusia dalam perspektif Al-Qur'an dan sains juga diuraikan, di mana tahapan perkembangan embrio dijelaskan secara bertahap, sejalan dengan penemuan ilmiah modern. Dengan demikian, tafsir ilmiah Kemenag tidak hanya memberikan pemahaman spiritual, tetapi juga menjembatani antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa keduanya dapat saling melengkapi dalam memahami asal-usul dan proses penciptaan alam semesta.
Wawasan Al-Qur’an Tentang Ukhuwa Nurchalis Aziz; Hasyim Haddade; Hamka Ilyas
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukhuwa, or brotherhood, is a fundamental value in Islamic teachings, extensively discussed both explicitly and implicitly in the Quran. This study aims to uncover and deeply examine the Quranic insights into the concept of ukhuwa, including its terminology, forms, and implications for the social life of Muslims. The approach used in this study is qualitative, using the thematic interpretation method (maudhu'i), which explores verses related to brotherhood, including ukhuwa Islamiyah (Islamic brotherhood), ukhuwa insaniyah (human brotherhood), and ukhuwa wathaniyah (national brotherhood). The results of this study indicate that the Quran emphasizes the importance of building harmonious relationships, helping each other in good deeds, forgiving one another, and maintaining unity amidst differences. The values of ukhuwa in the Quran are not only directed at fellow Muslims but also at all humanity as a manifestation of the universal grace of Islam. This research confirms that ukhuwa is the primary foundation for building a just, peaceful, and civilized society.
Kedudukan Filsafat dalam Pendidikan dan Sebab-Sebab Filsafat Menerima Pengetahuan Budihartono; Nurul Hasanah; A. Marjuni; Afifuddin Harisah
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 3 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kedudukan filsafat dalam ranah pendidikan serta alasan‑alasan mengapa filsafat menerima, menelaah, dan memverifikasi pengetahuan. Kajian dilakukan melalui sintesis kepustakaan (literature review) terhadap karya‑karya klasik dan kontemporer, termasuk karya Prof. Dr. H. Andi Marjuni tentang filsafat pendidikan Islam, serta artikel‑artikel jurnal yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa filsafat menempati posisi sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis bagi praktik pendidikan; filsafat menerima pengetahuan karena kebutuhan untuk memahami hakikat kebenaran, sumber pengetahuan, dan nilai orientasinya; dan integrasi filsafat dalam pendidikan memungkinkan pengembangan kurikulum yang holistik dan praksis pembelajaran yang kritis serta beretika
Perlindungan Hukum terhadap Merek Dagang dalam Era Globalisasi Jasman
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 3 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem perdagangan dunia, termasuk dalam aspek perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), khususnya merek dagang. Merek dagang tidak hanya berfungsi sebagai identitas produk, tetapi juga menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai strategis dalam persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap merek dagang di Indonesia dalam konteks globalisasi serta mengidentifikasi tantangan hukum yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif yuridis dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki perangkat hukum yang cukup kuat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis serta ratifikasi berbagai perjanjian internasional seperti TRIPs Agreement dan Konvensi Paris. Namun, masih terdapat berbagai kendala dalam implementasinya, antara lain lemahnya penegakan hukum, pelanggaran lintas batas, serta kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat perlindungan hukum terhadap merek dagang agar mampu bersaing di pasar global.

Page 2 of 3 | Total Record : 25