cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
Diet Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia Ahyani, Septi; Sunarsih, Sunarsih; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8626

Abstract

Background There are several factors that cause anemia in pregnant women, namely: nutritional status, pregnancy distance, education, parity, maternal age, knowledge, attitudes, and frequency of Antenatal Care (ANC) (Darmawan, 2013). The Ministry of Health (2015) states that the impact that causes anemia in pregnant women is bleeding during childbirth, low birth weight babies (LBW), IQ is not optimal, babies are easily infected and easily suffer from malnutrition, this is due to a lack of knowledge and attitudes of mothers in maintain good Hb levels, such as consuming foods or drinks with low iron content.  The purpose of this study was to determine the relationship between dietary factors of pregnant women and the incidence of anemia at the UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra in 2021.Methods This type of research is quantitative, descriptive correlation design with cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women who experienced anemia at the UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra from April to June 2021, totaling 44 respondents and the sample in this study amounted to 44 respondents. In this study the sampling technique used is Total Sampling.Result Based on the results of statistical tests, obtained p-value < value (0.05) which means that there is a relationship between the dietary factors of pregnant women and the incidence of anemia at the UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra in 2021, namely (meat consumption: 0.012, eggs: 0.036 and tea: 0.025).In conclusion, there is a relationship between the diet of pregnant women and the incidence of anemiaSuggestion   It is hoped that this research can be used as additional information for Puskesmas, especially on MCH in determining health program policies, such as providing socialization about anemia prevention, providing practical classes about good foods for pregnant women to consume and providing counseling to pregnant women who experience anemia. . Keywords: Dietary Factors of Pregnant Women, Anemia Incidence ABSTRAK Latar Belakang Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada ibu hamil yaitu: status gizi, jarak kehamilan, pendidikan, jumlah paritas, umur ibu, pengetahuan, sikap, dan frekuensi Antenatal Care (ANC) (Darmawan, 2013). Depkes (2015) menyatakan bahwa dampak yang menyebabkan timbulnya anemia pada ibu hamil ialah mengalami pendarahan saat melahirkan, bayi berat lahir rendah (BBLR), IQ tidak optimal, bayi mudah terinfeksi dan mudah menderita gizi buruk, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan sikap ibu dalam menjaga kadar Hb dengan baik, seperti mengkonumsi makanan atau minuman dengan kandungan zat besi yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui Hubungan Faktor Diet Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia Di UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan Tahun 2021.Metode Jenis penelitian kuantitatif, Rancangan diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia Di UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan terhitung sejak April – Juni 2021 yang berjumlah 44 responden dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling.Hasil Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat Hubungan Faktor Diet Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia Di UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan Tahun 2021 yaitu (konsumsi daging: 0,012, telur: 0,036 dan teh: 0,l025).Kesimpulan ada hubungan diet ibu hamil dengan kejadian anemiaSaran Penelitian ini diharapkan agar dapat dijadikan tambahan informasi bagi Puskesmas khususnya pada KIA dalam menentukan kebijakan-kebijakan program kesehatan, seperti memberikan sosialisasi tentang pencegahan anemia, memberikan kelas praktek tentang makanan-makanan yang baik untuk dikonsumsi ibu hamil serta mengadakan konseling kepada ibu hamil yang mengalami anemia. Kata Kunci                            : Diet,Ibu Hamil,Anemia
Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Fenniokha, Nabela Gyandra; Kurniasari, Devi; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17505

Abstract

The contraception that is mostly chosen by acceptors in Indonesia is 61.4% injectable contraception, but injection contraception has an impact that can cause weight gain. acceptors revealed that by using injectable contraception they felt it was more practical in the family planning process. The purpose of the study was to find the effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain in Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung in 2020. This type of quantitative research, analytical research design with true experiment approach with two group posttest only design with control group design population in this study were all 804 family planning ask-receptors, 40 samples divided into 2 groups, simple random sampling technique, this research has conducted in July 2020. data collection using observation sheets. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test). The results showed that the mean increase in body weight for 3 months injection family planning acceptors was 3,7 kg, the mean increase in body weight for 1 month injection family planning acceptors was 1,8 kg. There is no effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain at the Gedong Air Bandar Lampung Community Health Center in 2020, the statistical test results obtained p-value = 0.016 (p-value> α = 0.05). Health workers are expected to be able to provide counseling for hormonal contraceptive acceptors, especially injections to be able to switch to long-term nonhormonal contraceptives such as IUDs. Key words: contraception, 3 months injection, body weight ABSTRAKKontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor di Indonesia adalah kontrasepsi suntik sebanyak 61,4%, namun kontrasepsi suntik memiliki dampak yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. akseptor mengungkapkan dengan menggunakan kontrasepsi suntik mereka merasa lebih praktis dalam proses KB.tujuan penelitian Diketahui Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan true eksperimen dengan rancangan two group postest only With Control group design populasi dalam penelitian ini adalah seluruh askseptor KB sebanyak 804, sampel sebanyak 40 yang dibagi 2 kelompok, tekhnik sampling secara simple random sampling, penelitian ini telah di lakukan bulan Juli 2020.  pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil penelitian Diketahui mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 3 bulan seberat 3,7  Kg, mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 1 bulan seberat 1,8 Kg. Tidak ada Pengaruh  Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,016 (p-value > α = 0,05). tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada akseptor kontrasepsi hormonal khususnya suntik untuk bisa beralih kekontrasepsi nonhormonal jangka panjang seperti IUD. Kata kunci: kontrasepsi, suntik 3 bulan , berat badan
Dukungan Suami Dengan Kejadian Postpartum Blues Di Puskesmas Mumbulsari Mobarokah, Fatihatul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i3.12227

Abstract

Background: Husband's support is the biggest factor in triggering post partum blues. This is because husband's support is an important coping strategy when experiencing stress and functions as a preventive strategy to reduce stress. Those who receive husband's support both emotionally, support and appreciation relatively do not show post partum symptoms. Objective: This study aims to analyze the relationship between husband's support and the incidence of postpartum blues. Method: This research is a cross-sectional study. Data was taken from medical records of mothers giving birth at the Mumbulsari Community Health Center, Mumbulsari District, Jember Regency. which was carried out from April 14 2022 to May 31 2022 with a population and sample of 33 mothers giving birth. The sampling technique used in this research is a saturated sample, namely the number of samples is the same as the population. Data collection includes editing, scoring, coding, tabulating, then the data is analyzed manually and by computer with the chi-square test. The tabulation results showed that the majority received good support from their husbands, 24 people (72.73%), the majority did not experience Postpartum Blues, 30 people (90.91%), Conclusion: There is a relationship between husband's support and the incidence of postpartum blues at the Mumbulsari Community Health Center, Mumbulsari District, Regency. Jember. with a value of ρ = 0.000 and OR 0.001. Suggestion: It is hoped that there will be an increase in the socialization of husband's support regarding the Postpartum Blues incident Keywords: Husband's support, Postpartum, Postpartum Blues ABSTRAK Latar belakang: Dukungan suami merupakan faktor terbesar dalam memicu kejadian post partum blues. Hal ini dikarenakan dukungan suami merupakan strategi koping penting pada saat mengalami stress dan berfungsi sebagai strategi preventif untuk mengurangi stress. Mereka yang mendapatkan dukungan suami baik secara emosional, support, penghargaan relatif tidak menunjukkan gejala post partum. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan kejadian postpartum blues.metode:  Penelitian ini termasuk penelitian crossectional. Data daimbil dari rekam medik ibu melahirkan di Puskesmas Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. yang dilaksanakan pada tanggal 14 April 2022 sampai tanggal 31 Mei 2022 dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 33 orang ibu melahirkan. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Pegumpulan data meliputi editing, scoring, coding, tabulating, kemudian data dianasilis secara manula dan komputer dengan chi-square test. Hasil tabulasi diperoleh mayoritas mendapatkan dukungan baik dari suami sebanyak 24 orang (72,73%), mayoritas tidak mengalami Postpartum Blues sebanyak 30 orang (90,91%),Kesimpulan: ada Hubungan dukungan suami dengan kejadian postpartum blues di Puskesmas Mumbulsari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. dengan nilai ρ = 0,000 dan OR 0,001. Saran:Diharapkan ada peningkatan sosialisasi dukungan suami dengan kejadian Postpartum Blues Kata Kunci : Dukungan suami, Postpartum,Postpartum Blues
KARAKTERISTIK IBU, BAYI DAN BALITA (USIA 6-24 BULAN) DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) Roslina, Roslina
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i2.6923

Abstract

Background : SDKI data (2017) show that the prevalence of children who are exclusively breastfed until the age of 4-5 months is still low, at 38%. From this data, it was also found that children aged 6 to 23 months were 52.8% of all Indonesian children do not receive the nutrition they need during the first two years of their life to grow and develop optimally. Tulang Bawang Regency is one of the regions in Lampung province with the largest percentage of children under five being very thin (BB/TB) at 7.7%.Objective : To describe the description of complementary feeding for infants and toddlers aged 6-24 months in the Banjar Baru Public Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021. Methods : This type of quantitative descriptive research uses a cross-sectional approach. The population of this study were all mothers who had infants and toddlers aged 6-24 months in the Banjar Baru Public Health Center, Tulang Bawang Regency as many as 340 mothers. Based on the calculation of the sample size, the sample in this study was 132 mothers, the samples were examined and screened according to the form and criteria for inclusion and exclusion of research.Results : The results showed that the frequency distribution of the history of complementary feeding was not according to age by 33.3%, Infants and Toddlers who experienced malnutrition at 6.9%, History of non-exclusive breastfeeding by 30.3%, Most infants and toddlers with visits to the posyandu not every month by 48.5%, the type of complementary feeding given to infants and toddlers is more than half, namely 51.5% is manufactured food, and almost all infants and toddlers have a history of infectious diseases, namely ARI of 83 ,3%.Conclusion : There are still found complementary feeding that is not appropriate for age, non-exclusive breastfeeding, infants and toddlers who are malnourished, and visits to posyandu are not every month.Suggestion : The importance of health education for mothers who have babies and toddlers aged 6-24 months about MP-ASI, monitoring growth and development by re-activating posyandu in villages through health cadres in the community, especially the community in the Banjar Baru Community Health Center, Tulang Bawang Regency so that infants and undernourished toddlers can be treated immediately Keywords: Babies and Toddlers, MP-ASI ABSTRAK Latar Belakang: Data SDKI (2017) menunjukkan bahwa prevalensi anak yang mendapatkan ASI ekslusif sampai umur 4-5 bulan masih rendah, yaitu 38%.. Dari data ini juga didapatkan anak-anak berusia 6 hingga 23 bulan sebesar 52,8% dari semua anak Indonesia tidak menerima gizi yang mereka butuhkan selama dua tahun pertama hidupnya untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal. Kabupaten Tulang Bawang merupakan salah satu daerah di provinsi Lampung dengan persentase terbesar balita sangat kurus (BB/TB) sebesar 7,7%Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pemberian MP-ASI pada bayi dan balita usia 6-24 bulan di wilayah  Puskesmas Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2021 Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan Crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu yang mempunyai Bayi dan Balita usia 6-24 bulan di wilayah Puskesmas Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang sejumlah 340 ibu. Berdasarkan perhitungan besar sampel maka didapatkan sampel pada penelitian ini sebesar 132 ibu, dilakukan pemeriksaan dan penjaringan sampel sesuai dengan form dan kriteria inklusi dan ekslusi peneltian.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi kategori riwayat MP-ASI tidak sesuai usia sebesar 33,3%, Bayi dan Balita yang mengalami gizi kurang sebesar 6,9%, Riwayat pemberian ASI non ekslusif sebesar 30,3%, Hampir sebagian bayi dan balita dengan kunjungan ke posyandu tidak setiap bulan sebesar 48,5%, Jenis MP-ASI yang diberikan pada bayi dan balita lebih dari separuh yaitu sebesar 51,5% merupakan makanan pabrikan, dan Hampir semua bayi dan balita mempunyai riwayat penyakit infeksi yaitu ISPA sebesar 83,3%.Kesimpulan: Masih ditemukan pemberian MP-ASI yang tidak sesuai usia, ASI non ekslusif, bayi dan balita yang mengalami gizi kurang, serta kunjungan ke posyandu yang tidak setiap bulan.Saran: Pentingnya pendidikan kesehatan pada Ibu yang memiliki bayi dan balita usia 6-24 bulan tetang MP-ASI, pemantauan tumbuh kembang dengan mengaktifkan kembali posyandu di desa-desa melalui kader kesehatan di masyarakat terutama masyarakat wilayah puskesmas Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang sehingga bayi dan balita dengan gizi kurang dapat ditangani segera. Kata Kunci : Bayi dan Balita, MP-ASI
PERBEDAAN PEMBERIAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN FE+ASAM FOLAT TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN IBU HAMIL TM I DAN II Fradika, Agustina; Samino, Samino; Mariza, Ana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5195

Abstract

Background: Pregnant women with risk of anemia have miscarriage, prematurely birth babies, low birth weight babies, and bleeding before and after childbirth. In Indonesia, the problem of anemia in pregnant women is still a public health problem because of it’s prevalence of more than 50%. To treat anemia in pregnant women is usually a treatment there are two ways that are pharmacologically and non-pharmacological.Purpose: The purpose of the study aims to determine the consumtion of regular Fe tablets with Fe+Folic acid on increased hemoglobin in pregnant women TM I and II.Methods: Quantitative research type, experimental Quasi with non-equivalent control group approach, sampling technique purposive sampling, univariate data analysis and bivariate using t-test.Results: The statistical test with the t-test obtained a p-value of 0.000 < 0.05 which means there is a difference in routine Fe with Fe+Folic Acid to increase hemoglobin in pregnant women TM I and II.Conclusion: The average pretest hemoglobin in the group that was given routine FE to pregnant women with TM I and II with a mean of 9,733 and after the second measurement there was an increase in Hb with a mean of 10,740. Suggestion The average pretest Hb given FE + folic acid to pregnant women TM I and II with a Mean 10.02 and after the 2nd measurement the Hb increased to a Mean 11.00. Suggestion : It is expected for expectant mothers to always consusate Folic acid and Fe tablets during pregnancy from TM I to TM III and still consume Fe tablets although not consuming Folic acid. Keywords: Fe tablets, Folic Acid, Hemoglobin ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, bayi berat lahir rendah, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Di Indonesia masalah anemia pada ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 50%. Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil biasanya penanganan ada 2 cara yang dilakukan yaitu secara farmakologi dan non farmakologi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian konsumsi tablet Fe rutin dengan Fe+Asam Folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, Quasi Eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariate menggunakan t-tes.Hasil: Rata-rata Hemoglobin pretes pada kelompok yang diberi FE rutin terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 9,733 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb dengan Mean 10,740Rata-rata Hb pretes yang diberi FE+asam folat terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 10,02 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb menjadi Mean 11,00.Kesimpulan Hasil uji statistik dengan t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan FE rutin dengan FE+asam folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Saran: Diharapkan bagi ibu hamil agar selalu mengkonsumsi Asam Folat dan tablet Fe selama masa kehamilan dari TM I hingga TM III dan tetap mengkonsumsi Fe meskipun tidak mengkonsumsi Asam Folat. Kata Kunci: Tablet Fe, Asam Folat, Hemoglobin.   
Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswi STR Kebidanan Tanjungkarang Tentang Dismenorea Dengan Penanganan Nyeri Haid Putriana, Yeyen; Sulistianingrum, lely
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i1.14662

Abstract

Background ; Menstruation and dysmenorrhea are concomitant events that occur every month in normal, adult women. Student learning activities can be disrupted due to abdominal pain or dysmenorrhoea. Appropriate initial treatment for students can overcome discomfort and can increase student productivityObjective: The aim of this research is to determine the relationship between level of knowledge and behavior in the initial treatment of dysmenorrhoea.Method: The research used a descriptive correlation research design with a cross sectional approach. The sampling used in this research was a probability sampling technique with a stratified sampling type. The number of samples in this study was 82 respondents, the data collection technique used a questionnaire. Data processing and bivariate analysis using chi square test with alpha 5%Results: The level of knowledge of female students regarding dysmenorrhoea was 82 respondents, the level of good knowledge was 60% of respondents, sufficient knowledge was 40% and the level of knowledge was poor (20%). The level of pain experienced by respondents was 22.5% moderate, 51% severe and 58% mild. 75% of respondents' initial handling behavior carried out appropriate behavior to treat dysmenorrhoea. . The results of this study show that there is a relationship between dysmenorrhoea and dysmenorrhoea handling behavior in female students of the Tanjungkarang Midwifery STR study program.Suggestion ; It is necessary to provide education to female students and assistance so that they can get through menstruation and dysmenorrhoea safely and comfortably. To stay healthy and follow PBM properly during menstruation and dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhoea, level of knowledge, initial treatment behavior, Midwifery STR students Class of 2023 
Yogurt Probiotik Terhadap Frekuesi Defekasi Pada Ibu Hamil Ahmad, Elis Nurfarida; Maternity, Dainty; Lathifah, Neneng Siti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9528

Abstract

Defecation is the process of removing or removing metabolic waste in the form of feces and flatus originating from the digestive tract through the anus. According to epidemiological studies, the prevalence rate of adult constipation in Asia is 16.5% for East Korea, China 15.2%, Singapore 14%, Hong Kong and Taiwan 24.5%. Meanwhile in Indonesia it is 12.9% (Schimdt & Santos, 2014). At the Labuhan Maringgai puskesmas it is known that out of 71 pregnant women who checked their wombs, 34 of them complained of having difficulty defecating. The research objective was to determine the effect of consumption of probiotic yogurt in pregnant women with complaints of constipation as measured by the frequency of defecation as evidence based constipation treatment in the Labuhan Maringgai Community Health Center work area, East Lampung.This type of research is a quantitative study with a Quasi Experimental Pretest Posttest Control Group Design approach using primary data, which is to compare the differences in the frequency of defecation before and after testing between the control and intervention groups. Conducted from July 1 to July 30 to 34 respondents where the data collection used the constipation format then tested the frequency of defecation on the respondent, analyzed and presented in the form of a characteristic distribution table and defecation frequency score. Collecting data using the observation sheet and data analysis used is the Mann Whitney.                From the results of the research conducted by the author, 34 pregnant women with constipation complaints were divided into 2 groups, namely 17 respondents in the control group and 17 respondents in the intervention group. The results of the Mann Whitney test showed that there was a significant difference in defecation frequency scores between the control group and the intervention group, meaning that there was an effect of probiotic yogurt on the prevention of constipation in pregnant women with constipation complaints (p value = 0.000; α = 0.05). Suggestions for health workers to provide non-pharmacological constipation therapy by consuming probiotic yogurt to increase independent intervention, especially midwives in providing health education to pregnant women who experience constipation as an effort to prevent constipation earlier.Key words : probiotic yogurt, frequency of defecation, constipation, pregnant womenBibliography : 57 (1996 - 2020) ABSTRAKDefekasi Defekasi adalah proses pembuangan atau pengeluaran sisa metabolisme berupa feses dan flatus yang berasal dari saluran pencernaan melalui anus. Menurut studi epidemologis tingkat prevalensi konstipasi orang dewasa di Asia adalah 16,5% untuk Korea Timur, Cina 15,2%,  Singapura 14% , Hongkong dan Taiwan 24,5% . Sedangkan di Indonesia adalah sebesar 12.9% (Schimdt & Santos, 2014). Di puskesmas Labuhan Maringgai diketahui bahwa dari 71 orang ibu hamil yang memeriksakan kandungannya, 34 orang diantaranya mengeluh susah buang air besar. Tujuan penelitian diketahui pengaruh konsumsi yogurt probiotik pada ibu hamil dengan keluhan konstipasi yang diukur dengan frekuensi defekasi sebagai evidence based penanganan konstipasi di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Maringgai, Lampung Timur.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experimental Pretest Posttest Control Group Design menggunakan data primer, yaitu membandingkan perbedaan frekuensi defekasi sebelum dan sesudah pengujian antara kelompok kontrol dan intervensi. Dilakukan dari 01 Juli sampai dengan 30 Juli  terhadap 34 orang responden dimana pengumpulan data mengunakan format konstipasi kemudian dilakukan pengujian frekuensi defekasi kepada responden, dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi karateristik dan skor frekuensi defekasi. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji Mann Whitney.                Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa dari jumlah responden sebanyak 34 ibu hamil dengan keluhan konstipasi yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu 17 responden pada kelompok kontrol dan 17 responden pada kelompok intervensi. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan yang signifikan skor frekuensi defekasi antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi, artinya ada pengaruh yogurt probiotik terhadap pencegahan konstipasi pada ibu hamil dengan keluhan sembelit (p value = 0.000; α = 0.05). Saran bagi tenaga kesehatan memberikan terapi konstipasi non farmakologi dengan mengkonsumsi yogurt probiotik untuk meningkatkan intervensi mandiri khususnya bidan dalam memberikan edukasi kesehatan pada ibu hamil yang mengalami konstipasi sebagai upaya pencegahan konstipasi lebih dini.Kata kunci : yogurt probiotik, frekuensi defekasi, konstipasi, ibu hamil
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyusui Pada 2 Bulan Pertama Laily, Ulfah Nurul; Sari, Dewi Yulia; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6474

Abstract

Background : Data in Branti Raya public health center in 2019 showed 52.8% of exclusive breastfeeding coverage and it was 50% from target. 2 Villages obtained exclusive breastfeeding coverage targets were Branti Raya (51% and Candimas (53%). 4 other villages that did not obtained target were Haduyang (32%), Banjar Negeri (26%), Mandah (27%) and Rulung Helok (15%). Low exclusive breastfeeding target achievement was caused by some factors including working mother, risky age mothers causing low breast milk production, lower maternal education where mothers consider breast milking only did not fulfill the baby’s need so that they use formula milk. The objective of this research was to find out the factors influencing first two months breastfeeding success in Branti Raya public health center in South Lampung in 2020.Methode :This was a quantitative research by using cross sectional approach. Population was 89 mothers with 2 months babies. 62 respondent samples were taken by using accidental sampling.Results: The statistic test result derived p-value < 0.05 meaning that there were correlations of age (p-value 0.019), occupation (p-value 0.039), knowledge (p-value 0.007), husband support (p-value 0.030), and breastfeeding technique (p-value 0.040) to breastfeeding success in Branti Raya public health center in South Lampung in 2020. Conclusion, the factors that influence the success of breastfeeding are age, occupation, knowledge, husband's support, and breastfeeding techniquesSuggestion The researcher expects respondents to be able to improve knowledge concerning exclusive breastfeeding by actively collecting health information through media social and joining integrated health service post (Posyandu) activities.  Keywords : the factors influencing breastfeeding success ABSTRAK Latar belakang : Berdasarkan data Puskesmas Branti raya tahun 2019 cakupan ASI eksklusif sebesar 52,58% dimana angka ini sudah mencukupi target 50%. Namun hanya pada 2 desa yang cakupannya tercapai, sedangkan 4 desa lainnya belum tercapai, dimana cakupan ASI eksklusif di Branti Raya sebesar 51%, di Desa candimas sebesar 53%, didesa Haduyang sebesar 32% di Desa Banjar Negeri sebesar 26% didesa Mandah sebesar 27% didesa RulungHelok sebesar 15% kurangnya target pemberian ASI eksklusif disebabkan  oleh beberapa faktor diantaranya ibu bekerja, usia ibu sudah tua/beresiiiko sehingga ASI yang diproduski sedikit bahkan tidak keluar, rendahnya pendidikan dimana ibu beranggapan bahwa jika bayinya hanya diberikan ASI saja bayi ridak kenyang sehingga diberikan susu formula, salah dalam melakukan teknik menyusui sehingga ASI yng keluar sedikit dan diberikan susu formula. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui Pada 2 bulan pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Kabupten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode : penelitian ini kuantitatif dan rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 2 bulan pertama pada bulan Januari-Februari sebanyak 89 orang, sampel seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 2 bulan pada saat penelitian berlangsung di temukan berjumlah 62 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik accidental sampling.Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Kabupten Lampung Selatan Tahun 2020 dengan p-value yaitu (usia=0,019, pekerjaan=0,039, pengetahuan=0,007, dukungan suami=0,030 dan teknik menyusui=0,040).Kesimpulan factor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui adalah usia,pekerjaan,pengetahuan,dukungan suami, dan tekhnik menyusuiSaran diharapkan responden mampu meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI dengan cara selalu aktif mengikuti informasi kesehatan melalui media sosial dan selalu aktif dalam kegiatan posyandu, dengan begitu responden mempunyai pengetahuan yang baik dalam memberikan ASI. Kata Kunci : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyusui 
EFEKTIFITAS RENDAMAN DAUN SIRIH TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM Supadmi, Kiki; Farich, Achmad; Putri, Ratna Dewi; Lathifah, Neneng Siti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5205

Abstract

Background: A pre-survey result done by the researcher showed that the average of delivering mothers were ± 45 post-partum mothers in Wirahayu, ST.r.,Keb midwifery clinic in Panjang of Bandar Lampung, and ± 20 post-partum mothers in Nurhasanah, STr. Keb midwiofery clinic. Another 4 days pre-survey result in Wirahayu, ST.r.,Keb midwifery clinic showed that amongst 12 post-partum mothers, 8 (66.7%) suffered perineum rupture.Purpose: The objective of this research was to find out the effectiveness of betel leave soaking to perineum wound recovery speed of post-partum mothers in Wirahayu, ST.r., Keb midwifery clinic in Panjang of Bandar Lampung in 2020.  Methods: This was a quantitative survey analytic research by using quasi-experiment approach and two groups pretest and posttest design. Population was 30 post-partum mothers with perineum rupture in Wirahayu, ST.r.,Keb midwifer clinic in Panjang of Bandar Lampung. 30 respondent samples were taken by using purposive sampling and divided into 15 samples for intervention group and another 15 samples for control group.  Results: The average length of perineal wound healing in the control group respondents was 10.87 with a minimum value of 10 and a maximum of 11 days. With a REEDA scale of less than 5 Conclusion There is an effect of Betel Leaf Soak on the Speed of Healing Perineal Wounds in Post Partum MothersSuggestions can be additional information for PMB, especially for mothers who give birth in determining program policies and as a driver of health-oriented development and can improve ways of dealing with perineal wounds, one of which is providing training on the administration of traditional medicines, especially regarding processed betel leaf soaks and how to use them. , so that the patient's insight and knowledge is increased.Keywords              : betel leaves & perineum wound recovery speedReferences           : 21 (2005-2017) ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan prasurvey yang peneliti lakukan di PMB Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung, selama 1 bulan rata-rata jumlah ibu yang melakukan persalinan mencapai ± 45 ibu post partum, berbeda dengan rata-rata ibu yang melakukan persalinan Di PMB Nurhasanah, STr.Keb, dimana jumlah ibu yang melakukan persalinan mencapai ±20 ibu, namun saat peneliti melakukan survey secara langsung di PMB Wirahayu, ST.r.,Keb selama 4 hari terdapat 12 ibu yang melakukan persalinan, dimana dari 12 ibu yang melakukan persalinan, ada 8 ibu (66,7%) yang mengalami luka perineum/robekan perineum. Tujuan Penelitian: Diketahui Efektifitas Rendaman Daun Sirih Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di PMB Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020. Metode Penelitian: Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Quasi Experiment, sedangkan rancangan eksperimen yang digunakan adalah two group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang mengalami luka perineum Di PMB Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung tahun 2020 yang berjumlah 30 responden dan sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 untuk kelompok kontrol dan 15 untuk kelompok intervensi. Dengan teknik sampel yang peneliti gunakan adalah purposive sampling Hasil Penelitian: Rata-rata lama penyembuhan luka perineum pada responden kelompok kontrol adalah 10,87 dengan nilai minimum 10 dan maksimum 11 hari.  Dengan skala REEDA kurang dari 5 Kesimpulan Ada penagruh Pengaruh Rendaman Daun Sirih Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post PartumSaran dapat menjadi tambahan informasi bagi PMB khususnya pada ibu yang melakukan persalinan dalam menentukan kebijakan-kebijakan program dan sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan serta dapat meningkatkan cara mengatasi luka perineum, salah satunya memberikan pelatihan tentang pemberian obat tradisional khususnya tentang olahan rendaman daun sirih dan cara pemakaian, sehingga wawasan dan pengetahuan para pasien menjadi meningkat. Kata Kunci                            : Daun Sirih & Kecepatan Penyembuhan Luka PerineumPustaka                 : 21 (2005 – 2017)
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusu Dini Restuni, Lana; Yuviska, Ike Ate; Parina, Febriyantina
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22359

Abstract

Backgraund: early initiation of breastfeeding (IMD) is a key intervention to reduce neonatal mortality and increase exclusive breastfeeding coverage. Mothers’ knowledge during the third trimester of pregnancy has a significant influence on the implementation of IMD after delivery.Purpose: this study aims to describe the knowledge of third trimester pregnant women about IMD at PMB Wirahayu, s.tr.keb, kecamatan panjang, bandar lampung in 2025.Methods: this study was a descriptive quantitative research with a cross-sectional design. The population consisted of all third trimester pregnant women visiting pmb wirahayu during the study period. A total of 30 respondents were selected using total sampling. Data collection was carried out using a validated and reliable questionnaire containing 25 questions on imd knowledge. Data analysis was performed using univariate analysis to obtain the frequency distribution of respondents’ knowledge.Results: the study found that 60% of respondents had good knowledge, 30% had sufficient knowledge, and 10% had poor knowledge about imd. Higher education level and exposure to health counseling were identified as factors associated with better knowledge.Conclusion: most pregnant women in the third trimester have good knowledge regarding IMD. Continuous education and counseling from health workers are needed to improve mothers’ readiness to practice IMD immediately after childbirth. Keywords: knowledge, pregnant women, early initiation of breastfeeding, imd ABSTRAK Latar Belakang: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu intervensi penting dalam upaya menurunkan angka kematian neonatal serta meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan ibu hamil pada trimester III berpengaruh besar terhadap pelaksanaan IMD setelah persalinan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil trimester III tentang IMD di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung Tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang berkunjung ke PMB Wirahayu pada periode penelitian. Jumlah sampel sebanyak 30 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner berisi 25 pertanyaan tentang pengetahuan IMD yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan responden.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden memiliki pengetahuan baik, 30% cukup, dan 10% kurang mengenai IMD. Tingkat pendidikan dan paparan konseling kesehatan merupakan faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan ibu.Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik tentang IMD. Edukasi dan konseling dari tenaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam melaksanakan IMD segera setelah persalinan. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil, Inisiasi Menyusu Dini, IMD

Page 6 of 15 | Total Record : 147