cover
Contact Name
Neneng
Contact Email
neneng@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Midwifery Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2775393X     EISSN : 27467953     DOI : https://doi.org/10.33024/mj.v5i3
Core Subject : Health,
MJ : Midwifery Journal, dengan nomor E-ISSN 2746-7953 (media online) dan P-ISSN 2746-7953 (media cetak) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Malahayati MJ: Midwifery Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang kebidanan dan kesehatan. MJ : Midwifery Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MJ : Midwifery Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 147 Documents
HUBUNGAN USIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Sari, Atika Kurnia; Wahyuni, Sri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5204

Abstract

ABSTRACT : THE RELATIONSHIP BETWEEN  MATERNAL  AGE WITH THE EVENT OF LOW BIRTH WEIGHT (LBW) AT MAYJEND HM RYACUDU KOTABUMI  HOSPITAL, NORTH LAMPUNG Background: According to WHO, the Infant Mortality Rate (IMR) in 2019 was 49 per 1000 live births (WHO, 2019). Pre-survey data at the Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Hospital in North Lampung Regency in 2020 found 95 LBW cases from 650 mothers giving birth.Purpose:  is  to  find  out  the  relationship  between  maternal  age  and  the incidence  of  LBW  in  Mayjend  HM  RyacuduKotabumi  Hospital,  North  Lampung Regency in 2020.Methods: is quantitative analytic. The population in this study were all mothers who gave birth at Mayjend HM RyacuduKotabumi Hospital, North Lampung Regency in 2020 as many as 650 mothers gave birth. The sample in this study was a saturated sample of 650 mothers who gave birth. The measuring instrument in this study used a checklist.Results: of this study were obtained from a total sampling of 650 respondents. The results of the chi square test in cases of maternal age at risk with LBW as many as 65 (68.42%), in maternity mothers with a risky age that did not occur LBW as many as 235 (42.34%).Conclusion:The results of statistical tests concluded that there was a relationship between maternal age and the incidence of LBW with the results of X2  count = 22.204 dk = 1, α=0,05 compared to > X2 table 3.841. Value of X2count = 22.204 > X2 table 3.841.Suggestions: Based  on  the  results  of  the  study,  it  is  expected  to  increase  knowledge  for mothers to prepare for a mature reproductive age to undergo pregnancy and the risk of giving birth to LBW. Keywords: Relationship, maternal age, Low Birth Weight     ABSTRAKLatar Belakang : Menurut WHO Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2019 ialah sebesar 49 per1000 kelahiran hidup (WHO, 2019). Data prasurvey di RSD Mayjend HM RyacuduKotabumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020 didapati 95 kasus BBLR dari 650 ibu bersalin.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia ibu bersalin dengan kejadian BBLR di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020.Metode: Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh  ibu  bersalin  di  RSD  Mayjend  HM  Ryacudu  Kotabumi  Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020 sebanyak 650 ibu bersalin. Sample dalam penelitian ini adalah sample jenuh sebanyak 650 ibu bersalin. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan checklist.Hasil:Penelitian ini diperoleh dari total sampling 650 responden. Hasil  uji chi square pada kasus usia ibu berisiko dengan BBLR sebanyak 65 (10%), pada ibu bersalin dengan usia berisiko yang tidak terjadi BBLR sebanyak 235 (36,15%). Hasil uji statistik disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian BBLR dengan hasil X2 hitung =  22,204 dk=1, α=0,05 dibandingkan > X2 tabel 3,841. Nilai X2 hitung = 22,204 > X2 tabel 3,841.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan meningkatkan pengetahuan bagi para ibu untuk menyiapkan usia reproduksi yang matang untuk menjalani kehamilan dan risiko melahirkan BBLR. Saran Penelitian ini  diharapkan menambah pengetahuan bagi para ibu untuk menyiapkan usia reproduksi yang matang untuk menjalani kehamilan dan resiko melahirkan BBLR  Kata kunci        : Hubungan, Usia ibu, BBLR 
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Putriyaza, Lala; Mariza, Ana; Putri, Ratna Dewi; Yuviska, Ike Ate
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5024

Abstract

Background: Nausea (nausea) and vomiting (emesis gravidarum) are normal in pregnant women but if nausea and vomiting occur >10 times a day, it can disrupt the balance of nutrition, electrolytes, and can affect the general condition so that if vomiting increases to hyperemesis it can cause fetal growth disturbed. The incidence of emesis gravidarum in pregnant women is 50-90%, while hyperemesis gravidarum reaches 10-15% in Lampung Province from 19,896 pregnant women. Nausea in pregnancy can be overcome by using complementary therapies, including aromatherapy. The purpose: of the study was to determine the effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center.Methods: This type of research is quantitative and pre-experimental research design with one group pre-post test design. The population of this study were all 34 pregnant women. . The sample in this study amounted to 34 pregnant women. The sampling technique uses saturated sampling, that is, all members of the population are sampled.  The object of this research is emesis gravidarum and lemon aromatherapy. The research was carried out at the Wonogiri Health Center, Kotabumi, North Lampung in June - July 2021. Data collection used a questionnaire sheet. Data analysis was univariate and bivariate (t test).The results: of the study on average nausea and vomiting before being given lemon aromatherapy was 8.7, while the average nausea and vomiting after being given lemon aromatherapy was 6.4. Conclusion: There is an effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center with a p-value of 0.000. Suggestion: It is hoped that hoped can do lemon aromatherapy as an effort to reduce nausea and vomiting during pregnancy Keywords: Lemon Aromatherapy, Nausea Vomiting ABSTRAK Latar Belakang: Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) suatu yang normal pada ibu hamil namun jika mual muntah terjadi >10 kali dalam sehari, dapat mengganggu keseimbangan gizi, cairan elektrolit, dan dapat memengaruhi keadaan umum sehingga jika muntah bertambah menjadi hiperemesis dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu. Angka kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil yaitu 50-90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai 10-15% di Provinsi Lampung dari jumlah ibu hamil yang ada yaitu sebanyak 19.896 orang, Rasa mual dalam kehamilan dapat ditanggulangi dengan menggunakan terapi pelengkap antara lain dengan aromaterapi.Tujuan penelitian: diketahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group  pre post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 34 orang. . Sampel pada penelitian ini berjumlah 34 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah emesis gravidarum dan aromaterapi lemon. Penelitian telah dilaksanakan di Puskesmas Wonogiri Kotabumi Lampung Utara pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisi data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian: rata-rata mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lemon adalah 8,7, sedangkan rata-rata mual muntah sesudah diberikan aromaterapi lemon adalah 6,4.KesimpulanAda pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri dengan p-value 0,000.Saran : Diharapkan untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi lemon dalam mengatasi mual muntah dalam kehamilan. Kata Kunci : Aromaterapi Lemon, Mual Muntah 
TEMAN SEBAYA BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID 19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5626

Abstract

Background: The prevalence of overweight status in the adolescent age group continues to experience a sharp increase every year. Basic Health Research Data (Riskesdas) in 2013 showed the national prevalence of adolescents aged 13-15 years with excess body weight was 10.8%, of which 8.3% consisted of overweight and 2.5% obesity. While the prevalence of obesity based on place of residence shows as much as 10.4% occurs in urban areas and 8.1% occurs in rural areas. Objective: to find out the effect of the role of the tau people on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: The research method used in this study was an analytical survey research method with a cross-sectional design. Methods The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique is using Random Sampling where the sample is taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. Data processing procedures with Editing, Coding, Processing, Cleaning. Data analysis with univariate and bivariate with squahre test. The results: It is known that the majority of peer roles affect adolescent nutrition 127 people with (37.9%.) and the role of peers has no effect 208 with (62.01%) , P value 0.000.Conclusion: There is an Influence of the Role of Peers on Over Nutrition in Adolescents in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Suggestion The role of peers shows an influence on the incidence of overnutrition, especially for adolescents. Therefore, maintain a healthy diet with balanced nutrition  Keywords: The Role of Peers, Over Nutrition, Adolescents                ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja terus mengalami peningkatan yang tajam pada tiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi nasional remaja usia 13 – 15 tahun dengan berat badan berlebih sebesar 10,8%, yang mana 8,3% terdiri dari gizi lebih dan 2,5% obesitas. Sedangkan prevalensi kegemukan berdasarkan tempat tinggal menunjukkan sebanyak 10,4% terjadi di perkotaan dan 8,1% terjadi di pedesaan. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh peran orang tau terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19.   Metode: Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja. Tehnik pengambilan sampel  dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Prosedur pengolaan datadengan Editing, Coding, Processing,Cleaning. Analisis data dengan univariat dan bivariat dengan uji squahre. Hasil penelitian: Menunjukkan diketahui bahwa Mayoritas Peran Teman Sebaya berpengaruh  terhadap gizi Remaja127  orang dengan (37,9%.) dan Peran teman sebaya  tidak berpengaruh 208 dengan (62,01%) , P value 0,000. Simpulan:  Terdapat Pengaruh Peran teman sebaya Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Saran Peran teman sebaya menunjukkan adanya pengaruh terhadap kejadian gizi lebih Khususnya untuk remaja. Oleh karena itu menjaga pola makan dengan makanan yang lebih sehat dengan gizi seimbang  Kata kunci: Peran Teman Sebaya, Gizi Lebih, Remaja
AIR REBUSAN CENGKEH UNTUK MENGURANGI FREKUENSI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER AWAL Nurmaliza, Nurmaliza; Yusmaharani, Yusmaharani; Ratih, Rini Hariani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4450

Abstract

Background : Pregnancy is a physiological and natural process. The process of pregnancy can affect the condition of the body as a whole, such as the occurrence of physiological changes in organ systems, changes that occur in pregnant women due to an imbalance in the work of the hormones estrogen and progestergen. This imbalance produces placental HCG or (Human Chorionic Gonadotropine) which causes pregnant women to feel nausea and vomiting. In Primigravida nausea and vomiting occurs in 60-80% of pregnant women and 40-60% occurs in multigravida. This is due to differences in hormonal changes in each pregnant woman so that not all pregnant women experience nausea and vomiting. Nausea experienced during pregnancy can be overcome by using complementary therapies with easily available ingredients such as cloves. The content of astringent oil in cloves can overcome digestive problems such as nausea and vomiting.Purpose : The purpose of this study was to determine the effect of clove boiled water to reduce the frequency of nausea and vomiting in early trimester pregnant women at BPM Siti Juleha.Methode : The research design used is a pre-experiment which is one group pretest-posttest. The population in this study were pregnant women in the 1st trimester or early trimester, the samples were taken using a purposive sampling technique, namely taking samples only according to the research criteria such as experiencing nausea and vomiting more than 3 times a day, pregnant in the early trimester, not taking anti-nausea drugs with the number of samples as many as 32 pregnant women. To see the effect of giving clove water with reducing the frequency of nausea and vomiting, Bivariate analysis was used with paired t-test.Result : The results of this study indicate that there is a change in the frequency of vomiting malpractices of respondents who before the intervention experienced nausea and vomiting on average 7 times a day, after being given the clove boiled water intervention the average frequency of nausea and vomiting decreased to 3.8 times a day with a value of 3.8 times a day. Pvalue = 0.000. The results of this study can be concluded that clove boiled water has an effect on reducing the frequency of nausea and vomiting in early trimester pregnant women.Conclusion : There is an effect of giving cloves boiled water to reduce the frequency of nausea and vomiting in early trimester pregnant women at BPM Stiti Juleha with P value = 0.000. The researcher hopes that respondents can increase their knowledge about the benefits of clove boiled water to reduce complaints of nausea and vomiting in early pregnancy. Kata Kunci : clove Boiled, nauseous and vomit, pregnant in the early trimester  ABSTRAK Latar Belakang : Masa Kehamilan adalah suatu proses yang fisiologis dan alamiah. Proses kehamilan dapat mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan seperti terjadinya perubahan fisiologis pada sistem organ, perubahan yang terjadi pada perempuan hamil karena ketidakseimbangan kerja hormon estrogen dan progestrogen. Ketidakseimbangan ini menghasilkan HCG plasenta atau (Human Chorionic Gonadotropine) yang menyebabakan Wanita hamil merasakan mual dan muntah. Pada Primigravida mual muntah terjadi pada 60 – 80 % ibu hamil dan 40 – 60 % terjadi pada multigravida. Hal ini disebabkan perbedaan perubahan hormon pada setiap perempuan hamil sehingga tidak semua perempuan hamil mengalami mual dan muntah. Rasa mual yang dialami selama kehamilan bisa diatasi dengan menggunakan terapi komplementer dengan bahan yang mudah didapatkan seperti cengkeh, Kandungan minyak astrisi pada cengkeh dapat mengatasi masalah pencernaan seperti mual dan muntah.Tujuan  : Tujuan penelitian ini adaah untuk mengetahui pengaruh air rebusan cengkeh untuk mengurangi frekuensi mual dan muntah pad ibu hamil trimester awal di BPM Siti Juleha.Metode : Design penelitian yang digunakan adalah Pra-eksperimen yang bersifat one grup pretest-postest. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 atau trimester awal, sampel yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling yaitu mengambil sampe hanya sesuai kriteria penelitian seperti mengalami mual dan muntah lebih dari 3 kali dalam sehari, hamil trimester awal, tidak sedang mengkonsumsi obat anti mual dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang ibu hamil. Untuk melihat pengaruh pemberian air cengkeh denganpengurangan frekuensi mual dan muntah menggunakan analisis Bivariat yang dilakukan dengan uji paired t-test.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan frekuensi mal muntah responden yang sebelum diberikan intervensi rata-rata responden mengalami mual dan muntah sebanyak 7 kali sehari, setelah diberikan intervensi air rebusan cengkeh rata-rata frekuensi mual dan muntah menurun menjadi 3,8 kali dalam sehari dengan nilai P= 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa air rebusan cengkeh memberikan pengaruh terhadap penurunan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester awal.Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian air rebusan cengkeh terhadap penurunan frekuensi mual dan muntah ibu hamil trimester awal di BPM Stiti Juleha dengan nilai P=0,000. Harapan peneliti yaitu agar responden dapat menambah pengetahuannya tentang manfaat air rebusan cengkeh untuk mengurangi keluhan mual dan muntah pada awal kehamilan. Kata Kunci : Air Rebusan Cengkeh, Mual dan Muntah, Hamil Trimester Awal
Kajian Perilaku Penderita DBD Terhadap Penggunaan Lotion Antinyamuk, 3M, Dan Pengelolaan Sampah Di Puskesmas Sukadana Lampung Timur Purwaningtyas, Stefhanie; Helmy, Helina; Kadarusman, Haris; Barus, Linda; Masra, Ferizal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i2.21077

Abstract

Pendahuluan: Industri mebel kayu merupakan salah satu sektor usaha yang berkembang di Indonesia dan berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, di balik pertumbuhannya, sektor ini menyimpan potensi risiko terhadap kesehatan lingkungan kerja, terutama akibat paparan suhu tinggi dan faktor fisik lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebisingan dan suhu di lingkungan kerja tiga industri mebel kayu yang berada di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, serta menilai kesesuaiannya dengan standar kesehatan lingkungan kerja.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat Sound Level Meter dan Thermohygro Meter, serta wawancara terhadap pekerja dan pengelola industri. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumen pendukung lainnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan kerja di ketiga industri melebihi ambang batas kenyamanan kerja yang ditetapkan, yaitu di atas 30°C. Sementara itu, tingkat kebisingan di ketiga industri masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA, sehingga tidak melebihi ambang yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun tingkat kebisingan masih dalam kategori aman, suhu kerja di industri mebel kayu di Kecamatan Sukarame belum memenuhi standar kenyamanan. Diperlukan upaya pengendalian suhu melalui perbaikan ventilasi dan peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: Kebisingan, Suhu, Industri Mebel, Kesehatan Kerja, Lingkungan Kerja.
Sanitasi Lingkungan Rumah Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Rejo Metro Utara Indarwati, Suami; Barus, Linda; Masra, Ferizal
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13371

Abstract

Background: Stunting is a disruption in the growth and development of children due to chronic malnutrition and recurrent infections, which is characterized by their length or height being below standard. Stunting conditions can have an impact on the lives of toddlers, both short-term and long-term impacts.Purpose: Understand the risk factors for environmental sanitization of the home of stunting toddler in the Work Area of Puskesmas Karang Rejo Metro Utara.Methods: The research carried out is descriptive in nature, because it describes the risk factors for environmental sanitization of the home of stunting toddler in the Work Area of Puskesmas Karang Rejo Metro Utara in 2023. The population and sampel were all house of stunted toddlers recorded in the Puskesmas Karang Rejo Metro Utara up to August 2022, totaling 31 houses. (Puskesmas Karang Rejo Metro Utara Report 2022). The research was carried out in the Work Area of Puskesmas Karang Rejo Metro Utara in April - August 2023.Results: Of the 31 houses of stunted toddlers based on data from the Puskesmas Karangrejo, researchers only managed to get data for 25 houses. The analysis used in this research is univariate analysis which is used to determine the frequency distribution of the variables studied, and is displayed in the form of a frequency distribution table of respondents based on physical home facilities and home sanitation facilities in the working area of the Puskesmas Karang Rejo Metro Utara, Kota Metro in 2023.Conclusion: In this study, there were 5 stunted toddlers living in houses with physical facilities that met the requirements and 20 stunted toddlers living in houses with physical facilities that did not meet the requirements, and there was 1 stunted toddler living in a house with household sanitation facilities that met the requirements and 24 Stunted toddlers live in houses with household sanitation facilities that do not meet the requirements. Keywords: Stunting, Sanitization, House, Toddler ABSTRAK Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Kondisi stunting dapat memberikan dampak terhadap kehidupan balita, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang.Tujuan: Mengetahui gambaran factor resiko sanitasi lingkungan rumah balita stunting di Wilayah Kerja Puskemas Karang Rejo Metro Utara.Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, karena menggambarkan faktor resiko sanitasi lingkungan rumah balita stunting di Wilayah Kerja Puskemas Karang Rejo Metro Utara Tahun 2023. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh rumah dari balita stunting yang tercatat di Wilayah Puskemas Karang Rejo Metro Utara sampai dengan bulan Agustus tahun 2022 sebanyak 31 buah rumah. (Laporan Puskemas Karang Rejo tahun 2022). Penelitian dilaksanakan di Wilayah kerja Puskemas Karang Rejo Metro Utara pada bulan April - Agustus tahun 2023.Hasil: Dari 31 rumah balita stunting berdasarkan data Puskesmas Karangrejo, peneliti hanya berhasil mendapatkan datanya sebanyak 25 rumah saja. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat yang digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi pada variable yang diteliti, dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi responden berdasarkan sarana fisik rumah dan sarana sanitasi rumah di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo, kecamatan Metro Utara, Kota Metro tahun 2023.Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat 5 orang balita stunting mendiami rumah dengan sarana fisik rumah yang memenuhi syarat dan 20 orang balita stunting mendiami rumah dengan sarana fisik rumah yang tidak memenuhi syarat, serta terdapat 1 orang balita stunting mendiami rumah dengan sarana sanitasi rumah yang memenuhi syarat dan 24 orang balita stunting mendiami rumah dengan sarana sanitasi rumah yang tidak memenuhi syarat. Kata Kunci: Stunting, Sanitasi, Rumah, Balita,
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MAKROSOMIA Rachmawati, Fijri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5625

Abstract

Background: The condition of babies with excess or abnormal birth weight is termed fetal macrosomia or macrosomia babies. Macrosomia is a baby born weighing more than 4000 grams. Excess fetal weight is attracting attention because it increases perinatal and maternal morbidity and mortality. Based on the results of the 2013 Basic Health Research (Riskesdas), the percentage of birth weight of children weighing > 4000 grams is around 4.8% of the national number of births.Purpose: to find out the mothers risk factors in macrosomia case in the Regional General Hospital of Panembahan Senopati Bantul.Method: This research is analytical in case control research design with a retrospective design. This study used secondary data from 2014-2018. Samples in this study amounted to 110 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Analysis of bivariate data with chi-squre, and multivariate data analysis using logistic regression with 0, 05  for a p-value and 95% for CI.Result: Multivariate analysis using logistic regression found diabetes in pregnancy (P = 0.002; OR = 6.029; 95% CI: 1,974-18,416), gestational age > 41 weeks (P = 0.027; OR = 2.825; 95% CI: 1,123-7,109) and childbirth history of macrosomic infants (P = 0.033; OR = 2.682; 95% CI: 1.081-6.651).Conclusion:diabetes in pregnancy, gestational age> 41 weeks and childbirth  history of macrosomia babies are risk factors that cause macrosomia in infants,Suggestion: so it is necessary to make preventive efforts by screening for diabetes mellitus in pregnancy at the puskesmas, for gestational age > 41 weeks should consult a doctor for consideration of termination of pregnancy and pregnant women with a history of giving birth to macrosomic babies should carry out integrated integrated antenatal examinations for the prevention of macrosomia in infants .Key Word             :diabetes in pregnancy, gender of the baby, childbirth history of macrosomic babies, gestational age, macrosomia AbstrakLatar Belakang: Kondisi bayi dengan berat lahir berlebih atau abnormal diistilahkan dengan fetal makrosomia atau bayi makrosomia. Makrosomia adalah bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4000 gram. Berat janin berlebih menarik perhatian karena meningkatkan morbiditas serta mortalitas perinatal dan maternal. Berdasarkan pada hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) tahun 2013, presentase berat badan lahir anak dengan berat badan > 4000 gram adalah berkisar 4,8% dari jumlah kelahiran bayi nasional.Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko ibu dengan kejadian makrosomia di  Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul.Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian case control dengan rancangan retrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2014-2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data bivariate dengan chi-squre, dan analisis data multivariat dengan menggunakan regresi logistic dengan nilai p-value  0,05 dan CI 95%.Hasil: Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic didapatkan diabetes dalam kehamilan (P=0,002; OR=6,029; 95%CI:1,974-18,416), usia kehamilan > 41 minggu (P=0,027; OR=2,825; 95%CI:1,123-7,109) dan riwayat melahirkan bayi makrosomia (P=0,033; OR=2,682; 95%CI:1,081-6,651).Kesimpulan : diabetes dalam kehamilan, usia kehamilan > 41minggu dan riwayat melahirkan bayi makrosomia merupakan faktor risiko yang menyebabkan terjadinya makrosomia pada bayi,Saran: perlu melakukan upaya preventif dengan melakukan skrining diabetes mellitus dalam kehamilan di puskesmas, untuk usia kehamilan > 41 minggu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk pertimbangan terminasi kehamilan dan ibu hamil dengan riwayat melahirkan bayi makrosomia sebaiknya melakukan pemeriksaan antenatal terpadu yang terintegrasi untuk pencegahan terjadinya makrosomia pada bayi.Kata Kunci           : diabetes dalam kehamilan, jenis kelamin bayi, riwayat melahirkan bayi makrosomia, usia kehamilan, usia kehamilan, makrosomia 
Pengaruh terapi musik murottal terhadap pengurangan nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Bidan Dewi Yustianti, S.Tr.Keb Rejomulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2020 puspita, Mega ria
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1,Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i1.3377

Abstract

Ada pengarus terapi musik murottal terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif
Sanitasi Rumah Penderita Tubercullosis Paru Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18439

Abstract

Background : Pulmonary Tuberculosis is still become issue problem health in Indonesia and Indonesia is the second country the biggest after India in matter amount pulmonary tuberculosis sufferer  as well as spread in a way wide throughout Indonesia. One of the factors related to close with occurrence and spread Pulmonary TB disease is a Home Sanitation Factor .Objective : It is known condition sanitation House sufferer Pulmonary Tuberculosis in the work area Health Center Hajimena Year 2024.Method : Study done with do observation and measurement condition sanitation House sufferer as well as do interview to sufferer Tuberculosis . Types of research descriptive with respondents 16 people with pulmonary tuberculosis in the Health Center area Hajimena . Analysis of the data used is Uni Variat, for variable Lighting, Temperature, Humidity and area room Sleep use Minister of Health Regulation Number 2 of 2024, concerning Regulation Implementation Regulation Government Number 66 of 2014 concerning Environmental Health, whereas For variable ventilation, enclosure and housing room based on literature .Results : For variable Lighting, Temperature, Bedroom Size  part big Not yet No fulfil Conditions and ventilation, Cage distance, Number of residence room Still Not yet good for humidity room part big Already fulfil terms and conditions big own ceiling .Conclusion : Sanitation House sufferer Tuberculosis in the Health Center Area Hajime No Good Keywords : Home Sanitation, Tuberculosis, Condition  
Faktor-Faktor Penggunaan Kontrasepsi Pil Kombinasi 1 Bulan Di Desa Purwobinangun Kec.Sei Bingai Kabupaten Langkat Perarih, Sada; Dewi, Eva Ratna; Novalia, Novalia; Yusnita, Yusnita; Mukherji, Rani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.13073

Abstract

In 2020, national use of modern contraception reached 57.9 percent, exceeding the government's target of 61.78 percent. The percentage of EFA mothers who use family planning methods increases in correlation with factors such as family income, knowledge, and labor support. Research objective: This is to find out the factors associated with the use of One Month Combination Pill Contraception in Purwobinangun Village, Kec. Sei Bingai Langkat Regency 2023. Analytical observational research with a cross sectional design is one type of this research. This research population involved 35 respondents from Purwobinangun, the sample in this research was 35 respondents or Total Sampling. This research was conducted in Pangkalan Siata Village which is located in Purwobinangun District. Sei Bingai Langkat Regency in 2023. The statistical test results obtained a ρ-value (0.018), so there is a relationship between age and the choice of contraceptive method. The results of the chi-square test at α = 0.05 obtained a value of p = 0.005 (P < 0.05), this means that there is a relationship between acceptor knowledge and 1 month birth control pills. The results of the statistical test are ρ-value (0.027), so there is a relationship between education and the choice of contraceptive method. The statistical test obtained a p-value (0.012), so there is a relationship between parity and the choice of contraceptive method. Can be a source of information and motivation for health services and midwives to improve family planning services, especially those providing contraceptive services Keywords: Factors, knowledge, education, parity, combination pillsABSTRAK Pada tahun 2020, penggunaan kontrasepsi modern secara nasional mencapai 57,9 persen, melebihi target pemerintah sebesar 61,78 persen. Persentase ibu PUS yang menggunakan metode KB meningkat berkorelasi dengan faktor-faktor seperti pendapatan keluarga, pengetahuan, dan dukungan tenaga kerja. Tujuan penelitian:  ini untuk mengaetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Kontrasepsi Pil Kombinasi Satu Bulan Di Desa Purwobinangun Kec. Sei Bingai Kabupaten Langkat Tahun 2023. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional merupakan salah satu jenis penelitian ini. Populasi Penelitian ini melibatkan 35 responden dari Purwobinangun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 responden atau Total Sampling. penelitian ini dilakukan di Desa Pangkalan Siata yang terletak di Purwobinangun Kec. Sei Bingai Kabupaten Langkat Tahun 2023. Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ-value (0,018), sehingga terdapat hubungan antara umur dengan pemilihan metode kontrasepsi. Hasil uji chi-square pada α = 0,05 didapat nilai p = 0,005 (P < 0,05) hal ini berarti terdapat hubungan antara pengetahuan akseptor dengan KB Pil 1 bulan. Hasil uji statistic dengan nilai ρ-value (0,027), sehingga terdapat hubungan antara pendidikan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Uji statistik didapatkan nilai p-value (0,012), sehingga terdapat hubungan antara paritas dengan pemilihan metode kontrasepsi. Dapat menjadi sumber informasi, motivasi bagi layanan kesehatan dan bidan untuk meningkatkan pelayanan KB khususnya yang memberikan pelayanan kontrasepsi Kata Kunci: Faktor-faktor, pengetahuan, Pendidikan, paritas, pil kombinasi

Page 5 of 15 | Total Record : 147