cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L.) Prastiwi, Rini; ., Kisrini; Iqbal, Anwar; Kristi, Aprina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.724

Abstract

Jinten hitam (Nigella sativa L.) adalah tanaman yang memiliki aktivitas imunomodulator. Kandungan biji jinten hitam adalah minyak atsiri, alkaloid, saponin, tanin, polifenol dan minyak lemak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator ekstrak biji jinten hitam dengan parameter fagositosis makrofag dan peningkatan imunoglobulin G. Penelitian menggunakan 30 ekor mencit balb/c yang dibagi ke dalam 6 kelompok. Kelompok I diberi ekstrak n-heksana dengan dosis 1,6843 mg/20 gBB, kelompok II diberi eksrak etil astat dosis 0,2682 mg/20 gBB, kelompok III diberi eksrak metanol dosis 0,4272 mg/20 gBB, kelompok IV kontrol positif menggunakan Imboost® dosis 0,065 mg/20 gBB, kelompok V diberi CMC 0,5%, dan kelompok VI kontrol negatif siklofosfamid dosis 2 mg/20gBB. Ekstrak diberikan selama 21 hari, hari ke-7 dan hari ke-14 masing-masing mencit diinjeksikan SRBC (Sheep Red Blood Cells) intraperitoneal. Pada hari ke-21 darah mencit diambil untuk diambil serumnya, kemudian kadar IgG diperiksa dengan ELISA reader. Fagositosis makrofag dilihat berdasarkan aktivitas dan kapasitas makrofag dari sediaan apus cairan intraperitoneal, dengan menghitung persentase 100 makrofag yang melakukan fagositosis. Kapasitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah lateks yang difagositosis oleh 50 makrofag aktif. Hasil yang didapatkan ekstrak biji jinten hitam memiliki potensi sebagai imunomodulator dan ekstrak n-heksana memiliki potensi yang tinggi sebagai imunostimulator diban-dingkan ekstrak lain dengan hasil rata-rata presentasi aktivitas fagositosis makrofag 89,5% dan kapasitas fagositosis makrofag 1204 lateks, begitu juga hasil dengan uji IgG. Kata kunci: jinten hitam, imunomodulator, IgG, makrofag.
Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Antioksidan pada Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) secara Kromatografi Kolom Sari, Diyan Maya; Wijaya, Sumi; Setiawan, Henry Kurnia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i2.725

Abstract

Annona muricata L. merupakan salah satu tanaman dari familia Annonaceae yang mengandung antioksidan alami yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit. Berdasarkan kemampuannya yang memiliki daya antioksidan tersebut, maka dilakukan pemisahan senyawa antioksidan dan uji untuk mem-bandingkan aktivitas daya antioksidan dari ekstrak etanol dengan fraksinya. Pemisahan senyawa antioksidan dengan menggunakan kromatografi kolom dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl). Berdasarkan hasil data KLT, spektrum UV-Vis dan spektroskopi IR dapat disimpul-kan bahwa senywa antioksidan mengandung flavonoid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai 0,25 ± 0,037 mg/mL, sedang-kan hasil dari fraksi menunjukkan bahwa aktivitas antioksidannya lebih besar dengan nilai 0,14 ± 0,011 mg/mL. Golongan metabolit sekunder dalam fraksi etanol daun sirsak yang dapat berfungsi sebagai senyawa antioksidan adalah flavonoid dan fraksi etanol tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar di-bandingkan dengan aktivitas antioksidan ekstrak etanol. Kata kunci: Annona muricata L., antioksidan, kromatografi kolom, DPPH.
Penetapan Kadar Hidrokuinon pada Krim Pemutih Wajah A dan B dengan Metode Kolorimetri Dian M., Lailul; INHS, Cikra
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.808

Abstract

Hidrokuinon adalah bahan aktif yang dapat mengendalikan produksi pigmen yang tidak merata, tepatnya berfungsi untuk mengurangi atau menghambat pembentukan melanin kulit. Penggunaan hidrokuinon sebagai bahan tambahan krim pemutih kulit yaitu dengan kadar kurang dari 2%. Pemakaian hidrokuinon yang berlebih memberikan efek samping yang sangat merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan hidrokuinon yang berlebih dalam sampel krim pemutih wajah A dan B. Analisis hidrokuinon dalam sampel krim dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan pereaksi floroglusin dan pengukuran serapan dengan spektrofotometri UV-Vis. Analisis data dilakukan dengan Independent Samples T Test pada taraf uji 5%. Hasil penetapan kadar dari sampel krim A dan krim B secara berurutan adalah 0,404±0,436 mg/L dan 0,872±0,000 mg/L. Sampel krim pemutih wajah B menunjukkan kadar hidrokuinon terbesar (0,872±0,000 mg/L) dan persentase kadar hidrokuinon yang diperoleh adalah 0,35%. Hasil data uji statistik dengan menggunakan Independent Samples T Test dapat diketahui bahwa dari setiap sampel krim pemutih wajah mempunyai perbedaan kadar yang bermakna antarkelompok sampel krim dengan nilai signifikan p=0,032 (p
Studi Klinik Pengaruh Formula Jamu Hiperurisemia terhadap Fungsi Ginjal Triyono, Agus; Astana, PR Widhi; Ardianto, Danang
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.809

Abstract

Evidence based khasiat dan keamanan jamu perlu terus dikembangkan. Telah dilakukan penelitian pengaruh formula jamu hiperurisemia terhadap fungsi ginjal (ureum dan kreatinin). Hasil penelitian digunakan sebagai dasar pemanfaatan dalam masyarakat dan pelayanan kesehatan formal. Dalam penelitian ini, studI klinik dilakukan dengan desain penelitian pre-post test. Studi klinik melibatkan 40 subyek, yaitu laki-laki dan perempuan usia 20- 60 tahun. Subyek penelitian diberikan ramuan jamu hiperurisemia selama delapan minggu dan dilakukan kontrol ulang seminggu sekali. Dilakukan pula pemeriksaan ureum dan kreatinin pada awal penelitian, hari ke-28 dan hari ke-56. Hasil pemeriksaan ureum dan kreatinin dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, rerata kadar ureum 24,12 mg/dL dan kadar kreatinin 0,85 mg/dL. Pada hari ke-28 rerata kadar ureum 25,91 mg/dL dan kadar kreatinin 0,87 mg/dL. Hasil uji t berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan 28 hari untuk kadar ureum nilai p 0,138 (>0,05) dan kadar kreatinin nilai p 0,518 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna kadar ureum dan kreatinin sebelum perlakuan dan setelah perlakuan 28 hari. Pada hari ke-56 rerata kadar ureum 24,75 mg/dL dan kadar kreatinin 0.88 mg/dL. Hasil uji t berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan 56 hari untuk kadar ureum nilai p 0,422 (>0,05) dan untuk kadar kreatinin nilai p 0,328 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna kadar ureum dan kreatinin sebelum perlakuan dan setelah perlakuan 56 hari. Karenanya dapat disimpulkan bahwa penggunaan ramuan jamu hiperurisemia selama 56 hari tidak mengganggu fungsi ginjal.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak n-Heksana, Diklorometana, dan Metanol Daun Beluntas (Pluchea indica Less.) terhadap Sel Kanker Leher Rahim (HeLa) Puspitasari, Endah; Agustina, Bayu; ., Nuri; Ulfa, Evi Umayah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.810

Abstract

Eksplorasi agen kemopreventif kanker masih terus dikembangkan, terutama yang berasal dari bahan alam. Hal ini didasari oleh keinginan untuk menekan angka kematian akibat kanker dan mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh terapi kanker yang saat ini digunakan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik daun beluntas (Pluchea indica Less.) terhadap sel kanker leher rahim yang merupakan kanker ginekologi peringkat pertama yang menyerang wanita. Aktivitas sitotoksik dilakukan terhadap ekstrak n-heksana, diklorometana, dan metanol daun beluntas terhadap sel HeLa dengan metode perhitungan langsung menggunakan bantuan perwarna trypan blue. Nilai IC50 dari ketiga ekstrak daun beluntas berturut turut adalah 18,06 μg/ml, 74,56 μg/ml, dan 31,21 μg/ml. Ketiganya memberikan perbedaan yang signifikan. Ketiga ekstrak yang diuji memiliki aktivitas sitotoksik dan dapat dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif kanker. Namun masih perlu diteliti lebih lanjut bagaimana mekanisme aksi yang menjadi perantara aktivitas sitotoksik tersebut.
Studi Klinik Efek Ramuan Jamu untuk Insomnia terhadap Fungsi Ginjal Pasien Klinik Hortus Medicus Astana, Widhi; Ardianto, Danang; Triyono, Agus
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.811

Abstract

Ginjal adalah organ yang sering terganggu karena pemberian obat-obatan. Efek samping obat tradisional terhadap ginjal masih sangat sedikit diketahui bukti ilmiahnya. Salah satu obat tradisional yang sering digunakan adalah sebagai sedatif. Sebuah penelitian diadakan di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) tahun 2013 untuk mengetahui perubahan terhadap fungsi ginjal pasien-pasien yang mendapatkan terapi ramuan jamu insomnia. Metode penelitian berupa observasi terhadap 30 pasien insomnia yang datang dan berobat di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus. Pasien insomnia yang mendapat terapi ramuan jamu selama 14 hari diobservasi fungsi ginjalnya. Evaluasi dilakukan pada nilai laboratoris yang merepresentasikan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) pada hari ke-0 dan hari ke-14. Perbandingan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah terapi menggambarkan bahwa terdapat penurunan kadar ureum yang signifikan (p0,05). Semua subyek memiliki nilai ureum dan kreatinin yang normal secara laboratoris. Pemberian ramuan jamu untuk insomnia tidak mengganggu fungsi ginjal.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada Tikus dengan Metode Induksi Aloksan Dianasari, Dewi; Fajrin, Fifteen Aprila
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.812

Abstract

Salah satu jenis tanaman yang diduga memiliki khasiat sebagai antidiabetes adalah Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang termasuk dalam famili Malvaceae. Kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid khususnya antosianin dan vitamin C sebagai antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab diabetes dan mengurangi komplikasi penyakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antidiabetes dari ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes pada ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada dosis yang berbeda (250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 750 mg/kgBB). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara induksi aloksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dosis 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding dengan kontrol positif yaitu Glibenklamid dengan dosis 0,45 mg/kgBB, sedangkan kelompok uji ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dosis 250 mg/kgBB tidak menunjukkan aktivitas antidiabetes yang berarti karena tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kontrol negatif (aquadest 5 mL/kgBB).
Prediksi Farmakokinetik, Toksisitas, dan Aktivitas Enzim Protease HIV-1 Inhibitor dari Daun J. gendarussa Widodo, Agustinus
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v6i1.2005

Abstract

Justicia gendarussa Burm.f. (Acanthaceae) has been known to have anti-HIV activity. This study was conducted to determine the interaction of flavonoids (gendarusin A, B, C, D, and E) on the J. gendarussa leaves against HIV-1 protease receptor. It is expected that this research will provide scientific information on the development of J. gendarussa leaves as an anti-HIV drug. This study used in silico testing methods with FAF-Drugs4 to predict the ADMET (absorption, distribution, metabolism, and excretion–toxicity), and Molegro Virtual Docker (MVD) to predict the activity of five gendarusin compounds to the receptor of HIV-1 protease (PDB ID: 4HLA). The activity prediction was reflected by hydrogen bond and steric bond visible in MVD program with amino acid residue of the receptor of HIV-1 protease. Gendarusin compounds had good oral bioavailability and were not toxic, and from molecular docking test, it was found that gendarusin of J. gendarussa leaves could inhibit the activity of HIV protease enzyme. Gendarusin of J. gendarussa has potential as an anti-HIV.
Pengaruh Gugus Metil pada Posisi Para dari Turunan 2-(P-Klorofenil)-Kuinazolin-4(3h)-On terhadap Aktivitas Analgesik pada Mencit Soeliono, Ivonne; Budiati, Tutuk; Tamayanti, Wahyu Dewi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v6i1.2006

Abstract

This study has evaluated analgesic activity of 3-benzylideneamino-2-(p-chlorophenyl)-quinazoline-4(3H)-one and 3-(4-methylbenzylideneamino)-2-(p-chlorophenyl)-quinazoline-4(3H)-one. The purposes of this study were to measure analgesic activity, to compare their analgesic potency against mefenamic acid, and to determine the effect of methyl substituent addition on para position of 3-benzylideneamino-2-(p-chlorophenyl)-quinazoline-4(3H)-one toward analgesic activity in mice. Analgesic activity evaluation was performed in mice using writhing test method with acetic acid as pain inducer. The significance difference of writhing frequencies between each group was tested using one-way ANOVA followed by Tukey HSD test as a post-hoc test. The statistic comparison results showed that the synthesized drug and the reference compound had an analgesic activity, in which the synthesized drug had the same analgesic potency with mefenamic acid on the same dosage, and the addition of methyl substituent on para position of 3-benzylideneamino-2-(p-chlorophenyl)-quinazoline-4(3H)-one did not lead to the increase of analgesic activity in mice.
Karakterisasi dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Fungi Endofit Ranting Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Widjaja, Kevin; Soegianto, Lisa; Ervina, Martha
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v6i1.2007

Abstract

Resistance is commonly caused by improper usage of antibiotics, so the treatment of the infection always needs a new and more potent compounds. Endophytic microbes are microbes that all or part of its life stay in the tissues of plant, which established a mutually beneficial relationship between them. In this research, isolation of endophytic fungi was conducted by sticking the sterilized twigs of mangosteen to the media Malt Extract Agar obtained three pure endophytic fungi colonies. The antibacterial activity assay with direct inoculation method at media Plate Count Agar which was inoculated with bacteria and showed that the antibacterial activity against Escherichia coli ATCC 8739 was one isolate (ER2) with inhibition average ratio 1.42 and against Staphylococcus aureus ATCC 6538 was three isolates (ER1, ER2, and ER3) with inhibition average ratio 1.66; 1.37; and 1.89. The fungus were observed characteristics of the macroscopic, microscopic and biochemical assay. ER1 and ER3 isolates are suspected as a Penicillium genus with specific characteristics such as the conidiophore, fialid, metulae, and conidiospore. ER2 isolate was suspected as a Rhizoctonia genus because there are nearly right-angled hyphae and monilioid cells.

Page 3 of 18 | Total Record : 172