cover
Contact Name
Stralen Pratasik
Contact Email
stralente@unima.ac.id
Phone
+6285124006074
Journal Mail Official
edutik@unima.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus Unima, Tonsaru, Tondano Sel., Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara 95618
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
ISSN : 2798141X     EISSN : 2798141X     DOI : -
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles 256 Documents
Perbandingan Teknik Prapemrosesan Citra terhadap Akurasi CNN dalam Deteksi Diabetic Retinopathy Nurul Maulidiyah; I Gde Eka Dirgayussa; Rafli Filano; Yusuf Maulana
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.341

Abstract

Diabetic Retinopathy (DR) is a diabetes complication and the leading cause of blindness in the working-age population, affecting more than 93 million people worldwide. The quality of retinal fundus images is significantly affected by lighting conditions and contrast, making image preprocessing a critical factor that influences the accuracy of deep learning-based detection models. This study aims to compare the effect of four preprocessing techniques—original images, color Histogram Equalization (HE), grayscale HE, and Color Constancy—on the performance of a Convolutional Neural Network (CNN) based on the AlexNet architecture for DR detection. The APTOS 2019 Kaggle dataset was used, comprising 3,722 color retinal fundus images: 1,830 non-DR and 1,892 DR images. Model validation was performed using 10-Fold Cross Validation, and performance was evaluated using confusion matrix, ROC curve, accuracy, sensitivity, and specificity. Results show that original images yielded the best overall performance with accuracy of 96.10%, sensitivity of 97.98%, specificity of 94.29%, and AUC of 0.994. Grayscale HE produced the highest AUC (0.996), while Color Constancy had the lowest AUC (0.989). These findings indicate that color information in fundus images contains important discriminative features, and preprocessing does not always improve overall accuracy. The AlexNet model shows potential for implementation as a DR screening system based on Computer-Aided Diagnosis (CAD) with relatively low computational complexity
Peran Komunikasi Kelompok dalam Kegiatan Wisata Kebangsaan terhadap Pembentukan Nasionalisme Siswa SMP: Studi Kasus Festival Merah Putih 2025 di Kota Bogor Maulana Hasyim Purnama; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi kelompok dalam kegiatan wisata kebangsaan pada Event Festival Merah Putih 2025 di SMP Zafirah Kota Bogor dalam menumbuhkan rasa nasionalisme siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma constructivist. Data dikumpulkan melalui participant observation, in-depth interviews, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kelompok dalam ruang audio visual dan interaktif berjalan cukup efektif berdasarkan teori 7C’s of Communication, meskipun masih terdapat kendala pada kejelasan, kedalaman informasi, dan kemampuan audiens. Dampak kegiatan ini terlihat pada peningkatan aspek kognitif, afektif, dan konatif siswa terhadap nilai nasionalisme, meskipun masih berada pada tahap dasar hingga menengah. Dengan demikian, wisata kebangsaan melalui komunikasi kelompok terbukti berperan dalam membentuk pemahaman dan sikap nasionalisme siswa melalui pengalaman belajar yang participatory.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Informatika Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Tondano Bryan Gerald Basis; Rudy Harijadi Wibowo Pardanus; Kebri Kein Moudy Pajung
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas XI SMK Negeri 3 Tondano. Permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran adalah rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal karena pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 72,13 pada Siklus I menjadi 83,27 pada Siklus II, dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal mencapai 100% pada siklus II. Selain itu, penerapan PjBL juga meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan proyek, diskusi kelompok, serta presentasi hasil kerja. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan partisipasi siswa pada mata pelajaran Informatika, khususnya pada materi jaringan komputer (LAN).
Preferensi Acara dan Kepuasan Gen Z Bandar Lampung terhadap Siaran Televisi Terestrial Agung Wibawa; Siti Sarohmawati; Prayoga Ardhi Pratama; Gigih Yora Pratama
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan preferensi jenis acara dan tingkat kepuasan Generasi Z di Bandar Lampung terhadap siaran televisi terestrial pada delapan aspek: kualitas sinyal, gambar, suara, konten, keberagaman konten, panjang jeda iklan, penempatan iklan, dan produk yang diiklankan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan survei terhadap 200 responden Gen Z (lahir 1997-2012) yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan instrumen berupa kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa jenis acara paling sering ditonton adalah acara anak-anak (24,5%), drama (16%), berita (11,5%), serta komedi dan kuliner (masing-masing 8,5%). Tingkat kepuasan tertinggi pada aspek kualitas suara (47,5% puas-sangat puas) dan terendah pada panjang jeda iklan (13,5% puas-sangat puas). Ketidakpuasan paling tinggi justru pada durasi iklan (43,5%) dan penempatan iklan (31%), sementara aspek teknis seperti sinyal, gambar, dan suara menunjukkan ketidakpuasan yang rendah (2,5%-17%). Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa Generasi Z di Bandar Lampung masih memanfaatkan televisi terestrial sebagai media konsumsi, namun mengalami gangguan akibat panjangnya jeda iklan serta keterbatasan variasi konten. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga penyiaran untuk meninjau kembali strategi periklanan dan meningkatkan keragaman program yang relevan dengan preferensi generasi muda, serta bagi regulator untuk memperketat pengaturan batas durasi iklan dalam setiap jam siaran.
Transformasi Peran Guru di Era Digital: Tantangan Etika Komunikasi dan Strategi Penguatan Profesionalisme Faza Muna Najiah Nubari; Annie Rohmatuzzakiyah; Finta Nur Febriana; Nur Khasanah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.343

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada perubahan peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator dan inovator pembelajaran, yang juga diiringi dengan munculnya berbagai tantangan etika dalam pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran guru di era digital, mengidentifikasi tantangan etika dalam penggunaan teknologi pendidikan, serta merumuskan strategi penguatan peran guru. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis terhadap artikel jurnal ilmiah, buku referensi, dan prosiding yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru mengalami pergeseran menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan integrasi teknologi berbasis konsep TPACK. Selain itu, ditemukan berbagai tantangan etika seperti pelanggaran privasi, penurunan integritas akademik, bias algoritma, dan ketergantungan teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan strategi penguatan berupa peningkatan kompetensi dan literasi digital, penerapan model pembelajaran inovatif, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur pendidikan. Kesimpulannya, penguatan peran guru menjadi kunci dalam menghadapi era digital agar mampu menciptakan pembelajaran yang efektif, beretika, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Peran Content Specialist dalam Pengembangan Konten Promosi Digital Turubed melalui Media Sosial TikTok Indi Deraya Ajiba; Wahyu Budi Priatna
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.344

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mengubah strategi komunikasi pemasaran melalui media sosial, khususnya TikTok sebagai platform video pendek yang interaktif. Konten digital menjadi elemen utama dalam membangun engagement audiens, sehingga peran Content Specialist menjadi penting dalam pengelolaan strategi konten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Content Specialist dalam pengembangan konten promosi digital di TikTok pada Turubed, meliputi perencanaan, produksi, publikasi, dan evaluasi konten. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan keterlibatan langsung sebagai intern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Content Specialist berkontribusi signifikan dalam meningkatkan performa konten melalui strategi pilar konten, pemanfaatan tren, serta pendekatan storytelling dan user generated content (UGC). Konten UGC terbukti memiliki tingkat engagement tertinggi meskipun jumlah produksinya terbatas. Selain itu, evaluasi berbasis data insight menjadi faktor penting dalam pengembangan strategi konten. Kesimpulan menunjukkan bahwa keberhasilan konten ditentukan oleh keseimbangan antara kreativitas, analisis data, dan konsistensi strategi.
Evaluasi Infrastruktur WLAN dan Redesain Jaringan Lokal Menggunakan Metode PPDIOO untuk Optimalisasi Perangkat Jaringan Lokal (Studi Kasus: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis) Fadlilahadian; Hifzhan Abdillah Rojabi -; Helmy Dzulfikar
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.346

Abstract

Efisiensi infrastruktur jaringan nirkabel menjadi aspek penting dalam mendukung operasional instansi pemerintahan di era transformasi digital. Namun, kondisi jaringan WLAN di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis masih mengalami permasalahan berupa over-provisioning perangkat dan Co-Channel Interference (CCI) akibat penempatan Access Point (AP) yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jaringan yang ada serta merancang ulang infrastruktur WLAN agar lebih efisien dan optimal. Metode yang digunakan adalah PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), dengan batasan hingga tahap Design. Proses penelitian diawali dengan analisis kondisi jaringan eksisting, dilanjutkan dengan perencanaan arsitektur berbasis controller-based WLAN, serta perancangan topologi jaringan yang terpusat menggunakan Wireless LAN Controller (WLC). Rancangan kemudian divalidasi melalui simulasi menggunakan Cisco Packet Tracer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain jaringan yang diusulkan mampu mengurangi jumlah perangkat, meminimalisasi interferensi sinyal, serta meningkatkan stabilitas koneksi antar perangkat. Dengan demikian, redesain jaringan yang diusulkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan jaringan WLAN. The efficiency of wireless network infrastructure is an important aspect in supporting the operations of government agencies in the era of digital transformation. However, the condition of the WLAN network at the Communication and Informatics Office of Ciamis Regency still experiences problems in the form of device over-provisioning and Co-Channel Interference (CCI) due to suboptimal placement of Access Points (APs). This study aims to evaluate the condition of the existing network and redesign the WLAN infrastructure to be more efficient and optimal. The method used is PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), with limitations up to the Design stage. The research process begins with an analysis of the existing network condition, followed by planning a controller-based WLAN architecture, and designing a centralized network topology using a Wireless LAN Controller (WLC). The design is then validated through simulations using Cisco Packet Tracer. The results of the study show that the proposed network design is able to reduce the number of devices, minimize signal interference, and increase the stability of connections between devices. Thus, the proposed network redesign can be a solution to improve the efficiency and quality of WLAN network services.  
Perancangan Aplikasi Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Berbasis Web di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kota Tomohon Henri Rompas; Quido Conferti Kainde; Gladly Rorimpandey
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.347

Abstract

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Kota Tomohon mengelola kegiatan pembangunan infrastruktur dari empat bidang utama, namun proses monitoring dan evaluasi masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan keterlambatan laporan dan tidak adanya metode pengukuran kinerja yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi monitoring dan evaluasi kegiatan berbasis web menggunakan metode Extreme Programming (XP). Perancangan sistem mencakup Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram diimplementasikan menggunakan Laravel 12. Sistem mengintegrasikan algoritma Earned Value Management (EVM) untuk menghitung sebelas metrik kinerja secara otomatis (PV, EV, AC, CV, SV, CPI, SPI, EAC, ETC, VAC, TCPI) setiap kali laporan progress diinput, dan memvisualisasikannya melalui grafik S-Curve interaktif serta grading kinerja otomatis. Hasil Black-Box Testing terhadap 28 skenario uji menunjukkan tingkat keberhasilan 100%, yang menandakan seluruh fungsi sistem telah memenuhi kebutuhan fungsional yang ditetapkan.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Informatika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tondano Putra Pratama Pandiangan; Peggy Veronica Togas; Kebri Kein Moudy Pajung
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.348

Abstract

Implementasi model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika kelas X di SMA Negeri 1 Tondano. Metode penelitian adalah prosedur atau langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Oleh karena itu, metode penelitian adalah cara sistematis untuk memperoleh pengetahuan ilmiah, dan teknik penelitian adalah cara melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian biasanya berarti jenis penelitian. adapun desain penelitian ini yaitu menggunakan  Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), juga dikenal sebagai PTK, adalah jenis penelitian pembelajaran yang dirancang dan dilakukan untuk meningkatkan praktik pembelajaran di kelas. Peningkatan capaian belajar tersebut terlihat jelas dari hasil pre-test yang menunjukkan nilai rata-rata sebesar 61,81%dengan tingkat ketuntasan hanya 30,03%. Setelah penerapan tindakan pada Siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 72.27,% dengan ketuntasan belajar mencapai 54,54%. Perbaikan yang lebih signifikan tampak pada Siklus II, di mana nilai rata-rata siswa naik menjadi 79,69% dan tingkat ketuntasan belajar mencapai 87,79%.  
Pengembangan Sistem Informasi Tata Usaha Menggunakan Metode Scrum di SMK Yadika Langowan Serah Lihat Zalukhu; Herry Sumual; Alfrina Mewengkang
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.349

Abstract

Proses administrasi tata usaha di SMK Yadika Langowan masih dilakukan secara manual, menyebabkan berbagai kendala seperti keterlambatan layanan, risiko kehilangan dokumen, serta sulitnya pelacakan status pengajuan surat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi tata usaha berbasis web dengan menerapkan metode Scrum. Pengembangan dilakukan dalam empat kali sprint menggunakan framework Laravel dengan arsitektur Model-View-Controller dan database MySQL. Hasil penelitian menghasilkan sistem yang mendukung lima peran pengguna yaitu admin TU, guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Fitur utama yang diimplementasikan meliputi manajemen data master, pencatatan surat masuk dan keluar, pengajuan permohonan surat oleh siswa, surat panggilan orang tua (SP1, SP2, SP3) dengan fitur multiple siswa, mutasi siswa (masuk dan keluar), serta kelulusan. Pengujian blackbox terhadap 54 skenario uji menunjukkan seluruh fitur dinyatakan valid. Hasil validasi ahli sistem memperoleh rata-rata skor 4,45 (kategori sangat layak) dan ahli konten memperoleh rata-rata skor 4,43 (kategori sangat layak). Dengan demikian, sistem informasi yang dikembangkan telah layak digunakan dan metode Scrum terbukti efektif dalam mengakomodasi perubahan kebutuhan secara bertahap serta meminimalkan risiko kegagalan pengembangan.