cover
Contact Name
-
Contact Email
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Phone
+62215713827
Journal Mail Official
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Editorial Address
Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikdasmen Building E Floor 19, Jenderal Sudirman -- Senayan Street, Jakarta 10270
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Published by Kemendikdasmen
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : https://doi.org/10.24832/jpkp
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal that publishes research and analysis-based articles on education policy. The journal publishes a range of education policy topics such as education management, educational evaluation and assessment, curriculum, education technology, and educational innovations.
Articles 133 Documents
THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS' INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS AND THEIR ACADEMIC ACHIEVEMENT Siswantoro
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.698

Abstract

This research aims to determine the relationship between students’ internal and external factors,  such as student background, school characteristics, teacher factors, and internet use and the  academic achievement of high school students majoring in science and social studies in Indonesia.  Employing a quantitative approach, the research utilizes panel data from all 34 provinces in  Indonesia over a span of 3 years, from 2017 to 2019. The data sources used are from the Ministry of  Education, Culture, Research, and Technology and the Central Bureau of Statistics. The data is  analyzed using random effect model through linear regression analysis of panel data. The results  show that student background factors, such as student participation and scholarship have a positive  and significant relationship with academic achievement. Additionally, school characteristic  factors, specifically, being a private school and the use of the Internet have been shown to have a  positive and significant relationship with academic achievement. However, the variables related to  teacher factors, specifically qualifications and certification do not have any significant relationship with students’ academic achievement.
PERSEPSI DAN PEMAKNAAN GURU TENTANG STANDAR PROSES DAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN Alfarisy Totalia, Salman; Imam Sujadi; Aniek Hindrayani; Susantiningrum; Sigit Wahyudi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang 1) pemahaman dan penerapan Standar Proses; dan 2) pemahaman dan penerapan Standar Penilaian Pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun. Analisis data menerapkan model analisis interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) semua guru telah mengetahui dan membaca peraturan baru tentang Standar Proses, namun demikian hanya sebagian kecil yang memahami isinya, bahkan mayoritas belum melaksanakan evaluasi prosespembelajaran; 2) semua guru telah mengetahui dan membaca peraturan baru tentang Standar Penilaian, namun sebagian besar guru belum mampu mengimplementasikan Standar Penilaian Pendidikan dan penilaian capaian pembelajaran (formatif dan sumatif) dengan baik. Mengacu hasil tersebut disarankan untuk dilakukan program pendampinganyang terstruktur dan intensif bagi guru agar diperoleh standardisasi pemahaman Standar Proses dan Standar Penilaian Pendidikan. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan proses pembelajaran dan penilaian capaian pembelajaran dapat dilakukan dengan benar dan tepat sasaran.
UPAYA MENGUATKAN LINK AND MATCH MELALUI PROGRAM SMK PUSAT KEUNGGULAN: STUDI KASUS SMKN 1 BANTUL Adhis Tessa; M. Alie Humaedi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.751

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan fenomena job-education mismatch, khususnya di Kabupaten Bantul, dan mendalami proses keberhasilan sistem pendidikan SMKN 1 Bantul dalam menjawab persoalan dan memberikan solusinya. Selama ini job-education mismatch atau kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja masih menjadi tantangan dalam pengembangan sistem pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Banyaknya lulusan SMK yang bekerja namun tidak sesuai jurusan atau bidang studi menunjukkan akar permasalahan bukan terkait infrastruktur pendidikan, melainkan persoalan keselarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri yang sering kali diabaikan. Penerapan sekolah kejuruan sebagai pusat keunggulan bagi SMK di berbagai tempat menjadi ikhtiar pemerintah mengatasi kesenjangan. Penelitian ini didasarkan pada penelitian kualitatif etnografi dengan fokus pada aspek-aspek terkait pengembangan kurikulum dan respons para civitas terkait penerapan sistem. Penelitian menyimpulkan bahwa sistem link and match yang dikembangkan SMKN 1 Bantul memberikan peluang besar bagi adanya solusi untuk job-education mismatch dan membangun kewirausahaan lulusan berdasarkan bidang studi kejuruan yang digelutinya.
Dilema Implementasi Kurikulum Merdeka: Menyasar Pembelajaran atau Karakter? Nihayah, Risa Wardatun; Dina, Wahyu Farrah; Wijayanti, Dyana; Asyah, Annabel Noor
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.768

Abstract

This research seeks to understand how a curriculum reform that emphasizes studentcentered learning influences classroom instruction. The new curriculum is designed by the government of Indonesia to grant autonomy to teachers in re-emphasizing learning according to the student’s needs and local context. Previous studies suggest that teacher autonomy in elaborating curricula and pedagogy is associated with student’s engagement and improvement in learning outcomes. Given the low autonomy of teachers in Indonesia, their responses can inform how we should formulate effective reforms. This research used a case study to investigate how curriculum reform is perceived by middle school teachers and how they translate it into classroom instruction. The data was collected through classroom observations and complemented by semi-structured phone interviews with 20 Math teachers in Jakarta and Central Java from November 2022 to February 2023. To avoid incongruous instruction, this research informs that countries with a long history of low teacher autonomy like Indonesia should not promote a grand education reform design without clear guidelines and adequate support. The reformers need to touch upon teacher’s beliefs about curriculum completion and didactic pedagogy before expecting them to change their teaching practices into active learning and exercise their authority in independently developing curricula.
PENERIMAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR OLEH GURU DI KOTA SURABAYA Andika Dwi Putra
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan penerimaan Platform Merdeka Mengajar di kalangan guru. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan menggunakan Technology Acceptance Model. Data dikumpulkan melalui kuesioner secara daring yang kemudian diolah menggunakan pendekatan Structural Equation Model, terdiri dari uji goodness of fit, uji confirmatory factor analysis, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Technology Acceptance Model mampu dijadikan sebagai model analisis penerimaan Platform Merdeka Mengajar di kalangan guru. Penerimaan guru terhadap Platform Merdeka Mengajar dipengaruhi oleh persepsi kemudahan dan kebermanfaatan. Namun, manfaat yang didapat tidak signifikan memengaruhi motivasi intrinsik guru untuk terus menggunakannya, sehingga frekuensi guru dalam penggunaan Platform Merdeka Mengajar untuk menunjang kebutuhan seperti mengikuti pelatihan mandiri, berbagi praktik baik, dan memanfaatkan fitur lainnya relatif rendah. Terdapat beberapa upaya kebijakan pemerintah baik dalam skala nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota yang direkomendasikan dalam meningkatkan optimalisasi penggunaan Platform Merdeka Mengajar secara ekstrinsik maupun intrinsik. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan pada setiap kebijakan sehingga penggunaan Platform Merdeka Mengajar dapat dioptimalkan dan membantu mewujudkan transformasi pendidikan secara nasional.
TINJAUAN FILOSOFIS TERHADAP MAGANG DALAM KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI PERGURUAN TINGGI X Haida, Sausan Khairunnisa; Rifameutia, Tjut
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.779

Abstract

Pendidikan di Indonesia mengalami transformasi melalui konsep Merdeka Belajar. Pada tingkat perguruan tinggi, konsep tersebut melahirkan program Kampus Merdeka yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studinya. Sebagai salah satu program belajar yang telah umum diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia, magang atau praktik kerja dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mengalami perubahan signifikan pada jumlah satuan kredit semester. Transisi pemaknaan satuan kredit semester dari jam belajar menjadi jam kegiatan mengharuskan kampus melakukan penyesuaian agar capaian pembelajaran mahasiswa tetap terpenuhi. Melalui penelitian ini, kesesuaian antara konsep yang diusung pemerintah dengan implementasi program magang akan ditinjau berdasarkan kerangka filosofis kurikulum pendidikan dari lima aspek, yakni keseimbangan, kedalaman dan keluasan, keutuhan, keberlanjutan, serta progresivitas dalam proses belajar peserta didik. Data yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada kasus ini didapatkan melalui eksplorasi data sekunder dan wawancara dengan mahasiswa serta dosen Perguruan Tinggi X, sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Barat. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara implementasi kebijakan dengan filosofi kurikulum dari segi keseimbangan. Namun, pihak dosen mampu melakukan adaptasi untuk memenuhi kesesuaian bobot satuan kredit semester dengan kompetensi yang seharusnya dimilikimahasiswa.
PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Cahayani, Ati; Widiasari, Natalia; Gunawan, Aristo Surya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui alasan mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, ketercapaian pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan manfaat dari program tersebut. Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah salah satu program dalam transformasi kebijakan pendidikan yang mengafirmasi proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik. Namun, tanpa implementasi yang memadai, kebijakan yang secara normatif ideal dan mencerahkan hanya akan menjadi riak tanpa ada perubahan berarti. Peserta didik sebagai pelaku aktif perlu dilibatkan dalam kebijakan di tingkat terendah dengan memberikan umpan balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui studi kasus. Responden penelitian merupakan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Data dianalisis secara deskriptif, dan hasil analisis menemukan bahwa motivasi mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka nonkelas adalah untuk pemahaman konsep dan pembentukan karakter. Sedangkan partisipan Merdeka Belajar Kampus Merdeka kelas memiliki orientasi utama untuk konversi nilai. Tidak terdapat perbedaan ketercapaian pembelajaran berdasarkan kriteria popularitas, kesesuaian bidang usaha, maupun lokasi mitra program. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga dinyatakan bermanfaat untuk mengasah kemampuan adaptasi dan pengembangan soft skill dengan mengenal budaya organisasi dan cara belajar yang berbeda.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA PERKULIAHAN BERBASIS PRAKTIK Hidayah, Febrianti Nurul
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil pembelajaran dan kepuasan terhadap proses pembelajaran sebagai hasil dari penerapan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning—CTL) melalui praktik dan kerja sama dengan praktisi. Studi kasus dilakukan pada mata kuliah Pembuatan Pola dan Pemotongan Kain di Program Studi Rekayasa Tekstil, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dan penelitian kuantitatif dengan survei, yang melibatkan 23 mahasiswa serta kolaborasi dengan satu praktisi utama dan dua asisten. Ditemukan bahwa dengan menggunakan CTL, hasil belajar meningkat dari siklus satu ke siklus dua periode pembelajaran. Para mahasiswa juga memberikan umpan balik bahwa pemahaman dan keterampilan praktis mereka meningkat setelah belajar dan berlatih selama dua siklus tersebut. Mereka juga menyatakan puas dengan proses pembelajaran, yang memadukan pembelajaran kontekstual dan kehadiran praktisi selama seluruh proses perkuliahan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi di Indonesia khususnya program studi yang berbasis praktik untuk menerapkan program Praktisi Mengajar secara periodik dengan mengaplikasikan pembelajaran kontekstual.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK UNTUK MEWUJUDKAN PERILAKU ANTIKEKERASAN Azizah, Aida Nur; Nuria Fitriawan, Bunga Kharisma; Muzhaffarah, Nabilah Salwa; Anisa, Septia Nur; Syanur, Vanya Fadhilah
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan ramah anak berdasarkan model implementasi Richard F. Elmore. Program Sekolah Ramah Anak merupakan program yang menjamin hak-hak anak dalam mendapatkan pendidikan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta didik di lingkungan sekolah. Namun, fakta menunjukkan bahwa upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan belum terlaksana secara maksimal. Terdapat peningkatan kasus kekerasan anak sepanjang tahun 2021 hingga 2022 yang meliputi diskriminasi dan perundungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dihimpun melalui wawancara dengan koordinator program Sekolah Ramah Anak, siswa, dan guru, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sekolah Ramah Anak di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Yogyakarta belum sepenuhnya optimal karena pelaksanaan program masih didominasi oleh aktor internal sekolah. Pihak sekolah belum berupaya menyesuaikan program Sekolah Ramah Anak setiap tahunnya, sehingga kasus kekerasan terus terjadi dengan pelaku, korban, dan bentuk kekerasan yang berbeda. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu melakukan peningkatan peran dalam penyelenggaraan program Sekolah Ramah Anak, memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan orang tua, dan melakukan pembaruan program Sekolah Ramah Anak secara berkala sesuai dengan keadaan dan kebutuhan
PENGARUH PROGRAM KAMPUS MERDEKA DALAM MENINGKATKAN MUTU PERGURUAN TINGGI SWASTA Alfarizi, Muhammad; Wijaya, Lianna; Maulida, Ahmad Fikron
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i2.813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi swasta. Program ini adalah strategi baru untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi swasta sebagai lembaga pendidikan mandiri di era Masyarakat 5.0. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei online kepada 227 mahasiswa perguruan tinggi swasta secara purposif. Data dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares – Structural Equation Modeling. Hasil analisis menunjukkan bahwa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka memiliki pengaruh positif terhadap budaya akademik, pengalaman mahasiswa, dan pengalaman dosen. Budaya akademik juga memengaruhi pengalaman dosen dan mahasiswa, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu perguruan tinggi. Mahasiswa dan dosen memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi swasta. Selain itu, branding perguruan tinggi swasta berpengaruh terhadap peningkatan mutu, tetapi tidak berpengaruh pada kompetensi karier mahasiswa. Penelitian ini mendorong percepatan program untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen sebagai penggerak utama dalam mencapai mutu perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Page 11 of 14 | Total Record : 133