cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024)" : 8 Documents clear
KELIMPAHAN DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK DI UDARA AMBIEN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) PIYUNGAN, YOGYAKARTA Ardiyanta, Iwan; Rahmawati, Suphia; Abdull, Norhidayah Binti; Jannah, Baiq Raudatul; Pradana, Nasrul Fajar
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.145-157

Abstract

AbstrakMikroplastik adalah partikel berukuran kurang dari 5 mm yang ditemukan di berbagai media, mulai dari tanah, air, hingga udara. Penelitian tentang mikroplastik banyak berfokus pada media air dan tanah, sedangkan penelitian tentang mikroplastik di udara  Indonesia masih jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keberadaan mikroplastik di udara ambien sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Yogyakarta. Sampel udara diambil menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) selama 24 jam dan diperiksa secara visual menggunakan mikroskop, Scaning Electron Microscope (SEM) kemudaian dianalisis dengan Spektroskopi Infra merah Transformasi Fourier (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan adanya kelimpahan partikel mikroplastik dalam bentuk fragmen, film, dan fiber dengan berbagai warna terutama warna hitam. Mikroplatik ditemukan dalam semua partikel yang dianalisa, termasuk pada Total Suspended Particulate (TSP), Particulate Matter 10 µm (PM10) dan Particulate Matter 2,5 µm (PM2,5). Penelitian ini menunjukkan kelimpahan jenis, warna dan potensi dugaan keberadaan mikroplastik dalam ukuran partikel yang lebih halus sehingga dapat menjadi dasar penelitian lebih lanjut mengenai mikroplastik yang dapat terhirup dan berdampak pada kesehatan.Kata kunci : mikroplastik, sampah padat, partikulat di udara
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) BANYUROTO KABUPATEN KULON PROGO Damayanti, Ayu; Anasstasia, Titi Tiara
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.117-132

Abstract

IPLT Banyuroto berada di Kelurahan Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang kinerjanya belumoptimal ditinjau berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas limbah. Evaluasi ini dilakukan terhadap kinerja unit proses dalam penurunan parameter BOD, COD, dan total coliform, pengaruh pengolahan IPLT terhadap kualitas tanah dekat outlet berdasarkanparameter total coliform, dan potensi padatan hasil pengolahan lumpur tinja terhadap standar mutu pupuk kompos berdasarkan parameter kadar air dan fecal coli. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan grab sampling serta analisis deskriptif dan matematis. Uji laboratorium menunjukkan bahwa parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) pada efluen IPLT sudah memenuhi baku mutu, sedangkan total coliform masih melebihi baku mutu menurut Permen LHK No. 68 tahun 2016. Tanah memiliki permeabilitas yang termasuk pada kelas agak lambat dengan porositas tanah berada pada kelas porous dan kandungan total coliform >1.100 MPN/gr total. Pengambilan sampel tanah ini tidak berada di arah aliran yang sama, sehingga porositas dan permeabilitas tidak mempengaruhi penyebaran total coliform. Padatan hasil pengolahan dengan pengeringan 30 hari memiliki kandungan kadar air sebesar 11,392% dan Fecal coli sebesar 150 MPN/gr total serta sudah memenuhi baku mutu pupuk kompos menurut SNI 19-7030-2004.  
ESTIMATION OF EMISSION TAX VALUE OF HOSPITALITY AND RESTAURANT INDUSTRY IN BOGOR CITY, WEST JAVA, INDONESIA Go, Riska Tezara; Aini, Nur; Renjaan, Irene Paula
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.172-186

Abstract

The number of hotels and restaurants in Bogor City has increased annually. According to the Bogor City Tourism and Culture Office (2018), the number of hotels rose from 53 units in 2016 to 87 units, while restaurants increased from 162 units to 680 units. This growth leads to higher CO2 emissions, while green open spaces remain static. This study aims to estimate CO2 emissions from the hotel and restaurant industry using the TIER-1 method, determine the urban park land needed to absorb these emissions using a quantitative descriptive approach, estimate the CO2 emission tax value based on the cost of creating urban parks, and propose alternative policy implications for emission tax implementation using a qualitative descriptive approach. The results indicate that hotels in Bogor City produce 3221 tons of CO2 per year, and restaurants produce 9583 tons per year. The current green open spaces are insufficient to absorb these emissions, necessitating additional urban park land. Specifically, the hotel industry requires 57 hectares of city park, and the restaurant industry requires 167 hectares. Funding for the development of these parks is to be sourced from emission taxes levied on hotels and restaurants. The proposed emission tax is Rp 3415 per room per night for hotels and Rp 239 per transaction for restaurants.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN LINGKUNGAN AKIBAT REVITALISASI DI JEMBATAN JURUG SURAKARTA Rachmawati, Siti; Mahendra, Abel Surya; Gestan, Distayana Alda; Ramadhani, Glora; Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani; Karina, Ressa; Firmansyah, Fathoni
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.159-171

Abstract

Kota Surakarta sebagai salah satu kota yang terus berkembang, menjadikan pemerintah setempat berupaya untuk memperbaiki infrastruktur dan memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Revitalisasi Jembatan Jurug menjadi proyek cukup besar karena jembatan ini berperan sebagai jalur vital penghubung Solo-Karanganyar. Revitalisasi ialah suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya. Proyek ini berdampak pada lingkungan sekitar akibat bertambahnya volume kendaraan yang menyebabkan gangguan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat di sekitar jembatan, yaitu kebisingan. Dampak kebisingan akan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat seperti gangguan pendengaran ataupun non pendengaran yang mana apabila kebisingan ini berlebih dapat menyebabkan gangguan tidur, stres, masalah pendengaran, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kebisingan di Kawasan Jembatan Jurug, mengetahui faktor penyebab kebisingan di kawasan Jembatan Jurug, serta mengetahui pengaruh kebisingan di Kawasan Jembatan Jurug terhadap kenyamanan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan berupa riset kepustakaan dan riset lapangan yaitu dengan dilakukan penghitungan kebisingan menggunakan Sound Level Meter dan penghitungan jumlah kendaraan di dua hari dan waktu yang berbeda. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, tingkat kebisingan di Jembatan Jurug telah melewati standar baku mutu dan didapati ketinggian pemetaan kebisingannya serta revitalisasi ini berakibat mengganggu kenyamanan masyarakat.
ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PRODUK CACAT ES KRIM DAN SERBUK TEH SEBAGAI SUMBER NUTRISI PADA BUDIDAYA MAGGOT Nainggolan, Adinda Melianda; Sari, Gina Lova; Harisandi, Prasetyo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.187-198

Abstract

Aktivitas industri makanan di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Hal tersebut berakibat pada peningkatan timbulan limbah industri makanan. Salah satunya adalah limbah produk cacat industri makanan yang berasal dari kesalahan pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah produk cacat es krim dan serbuk teh sebagai sumber nutrisi pada budidaya maggot. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan eksperimen dan kontrol dengan dua kali pengulangan. Perlakuan E1 (40,00% Es krim : 60,00% Teh); E2 (50,00% Es krim : 50,00% Teh); dan E3 (60,00% Es krim : 40,00% Teh). Kandungan nutrisi limbah dan tubuh maggot akan diamati dengan metode kjeldahl untuk protein, soxhlet untuk lemak, gravimetri untuk serat kasar, dan by difference untuk karbohidrat. Tingkat efektivitas maggot dalam mereduksi limbah diketahui melalui perhitungan konsumsi substrat dan indeks reduksi limbah. Hasil penelitian menunjukkan jika variasi limbah produk cacat es krim dan serbuk teh berpotensi untuk digunakan sebagai sumber nutrisi dalam budidaya maggot. Nilai efektivitas konsumsi substrat dan indeks reduksi limbah tertinggi diperoleh pada variasi E3, yaitu 54,00% dan 7,53%. Maggot hasil budidaya juga berpotensi untuk dimanfaatkan lebih lanjut sebagai pakan burung berkicau.
KAJIAN PENENTUAN LOKASI PENIMBUNAN AKHIR LIMBAH B3 (LANDFILL) DI KABUPATEN KARAWANG Santanamihardja, Giovani Muhammad; Handiani, Dian Noor
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.104-116

Abstract

Perkembangan industri di Indonesia saat ini sangat pesat. Salah satu daerah yang terlibat dalam perkembangan industri saat ini adalah Kabupaten Karawang di Jawa Barat. Keadaan ini berdampak pada peningkatan jumlah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan oleh industri-industri tersebut. Penelitian ini bertujuan melakukan studi awal dalam penentuan lokasi penimbunan limbah B3 di Kabupaten Kawarang. Beberapa parameter yang menjadi prasyarat dalam penentuan lokasi fasilitas penimbunan limbah B3, yaitu parameter geologi, potensi bencana dan likuifaksi, curah hujan, dan penggunaan lahan. Parameter-parameter tersebut diklasifikasikan dan diberi peringkat sesuai potensi lokasinya. Selanjutnya, setiap parameter diberi bobot sesuai hasil perhitungan bobot dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Skor akhir dihitung dengan menggabungkan semua parameter dengan masing-masing bobot, dan hasilnya diklasifikasikan menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil potensi lokasi penimbunan limbah B3 di Kabupaten Karawang dengan kelas tinggi seluas 160.759,35 ha, sedang seluas 27.895,82 ha, dan rendah seluas 3.073,41 ha. Sembilan kecamatan dengan potensi kelas tinggi dan peruntukkan fungsi kawasan industri, yaitu Ciampel, Cikampek, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, Pangkalan, Purwasari, Rengas Dengklok, Telukjambe Barat dan Timur. Tiga kecamatan dengan luas kawasan industri terluas dibandingkan kecamatan lainnya adalah Kecamatan Ciampel dengan luas 4.984,02 ha (27,74%), Kecamatan Telukjambe Barat dengan luas 3.914,7 ha (21,79%), dan Kecamatan Klari dengan luas 4.324,32 ha (24,07%).
INVESTIGASI POTENSI PEMANFAATAN MAGGOT KERING DAN KASGOT DARI PROSES BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK Sari, Gina Lova; Agustini, Rika Yayu; Nainggolan, Adinda Melianda
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.199-210

Abstract

Biokonversi sampah organik melalui budidaya maggot diyakini mampu mengurangi timbulan limbah padat organik serta mendukung terciptanya sirkular ekonomi berbasis masyarakat. Budidaya tersebut umumnya terfokus pada hasil berupa jumlah maggot yang dihasilkan, tetapi belum dilengkapi informasi ilmiah mengenai nutrisi dan potensinya sebagai pakan, khususnya maggot yang dikeringkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nutrisi maggot kering dan potensinya sebagai pakan. Penelitian ini juga mengkaji potensi produk samping yaitu kasgot sebagai pupuk organik. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan variasi jenis sampah organik dan periode budidaya maggot. Proses pengeringan maggot dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu pemisahan dari media, pembersihan menggunakan air panas, serta pengeringan menggunakan oven dan sangrai. Pengujian nutrisi maggot kering dilakukan setiap 7 (tujuh) hari dengan parameter yang meliputi kadar air, abu, serat kasar, lemak kasar, dan protein. Pengujian karakteristik kasgot dilakukan pada periode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi maggot kering berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ikan Ikan Mas dan Lele Dumbo dengan kadar air, abu, serat kasar, protein, dan lemak kasar masing-masing adalah 2,14-2,80%; 4,72-6,03%; 2,17-2,84%; 37,23-38,50%; dan 15,42-16,14%. Sementara itu, kasgot memiliki karakteristik mendekati pupuk organik, khususnya dari campuran sampah organik dapur dan sisa sayuran dengan periode budidaya maggot selama 14 hari.
PENENTUAN STATUS MUTU AIR DAN STATUS TROFIK EMBUNG BRIGIF, KOTA CIMAHI Wardhani, Eka; Rachmanita, Fitra Insyirah
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i2.133-144

Abstract

Kebutuhan air bersih Kota Cimahi lebih besar dari ketersediaannya. Perlu dilakukan upaya peningkatan ketersediaan air dengan merehabilitasi embung. Embung Brigif merupakan salah satu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku. Tujuan penelitian yaitu menentukan kualitas air dan status trofik embung sehingga dapat menjadi data dasar dalam melakukan perbaikan. Analisis kualitas air mengacu pada metode Indeks Pencemaran, berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Baku mutu yang menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup lampiran IV tentang baku mutu air danau kelas I. Status trofik menggunakan metode UNEP-ILEC menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 28 Tahun 2009 Tentang Daya Tampung Beban Pencemaran air Danau dan Waduk dan metode Trophic State Index (TSI). Kedua metode tersebut menggunakan konsentrasi rata-rata total N , total P, jumlah khlorofil-a, dan kecerahan air danau. Berdasarkan hasil perhitungan status mutu air danau termasuk katagori tercemar sedang pada tahun 2021 dan 2022. Status tropik menggunakan kedua metode termasuk katagori hypereutrof. Status tropik tersebut sesuai dengan kondisi embung yang telah tercemar oleh limbah yang berasal dari daerah tangkapan air embung tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8