cover
Contact Name
-
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/tekesnos/editorial-team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL
ISSN : 22708907     EISSN : 22708907     DOI : https://doi.org/10.51544/tekesnos.v7i1
Focus: Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (TEKESNOS) diterbitkan oleh Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi, Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan serta Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan hasil pemikiran yang mendasari teknologi menjadi hal penting di dalam segala keilmuan, baik dari segi kesehatan dan ilmu sosial. Jurnal TEKESNOS terbangun dari kolaborasi multidisiplin ilmu dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian masyarakat pada bidang teknologi berbasis industri 4.0. Scope: Multidisplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial humaniora, ekonomi, kimia, dan displin ilmu lainnya berupa hasil penelitian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 464 Documents
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DAN STRES KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA GUNUNGSITOLI TAHUN 2025 Alyakin Dakhi, Rahmat; Donal Nababan; Netti Etalia Br. Brahmana; Adinda Dwi Rachmah Mendrofa
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6896

Abstract

Latar belakang: Beban kerja yang tinggi pada perawat di rumah sakit sering sekali menyebabkan kelelahan kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelelahan kerja dan stres kerja perawat serta hubungan keduanya di Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian adalah cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli selama 6 (enam) bulan yaitu September-November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang perawat yang dipilih secara purpossive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner kepada responden yang terpilih sebagai sampel yang dilengkapi dengan observasi sebagai upaya verifikasi jawaban responden dengan fakta di lapangan. Selain itu telah dokumen yang tersedia merupakan metode pengumpulan data sekunder berupa gambaran umum lokasi penelitian. Data yang telah diolah melalui proses editing, coding,  dan tabulating. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelelahan kerja perawat di Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli  sebagian besar (45,1%) termasuk kategori menengah; sedangkan kategori berat sebesar 39,4% dan kategori ringan sebesar 15,5%. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat stres kerja perawat di Bethesda Gunungsitoli sebagian besar (49,3%) termasuk kategori menengah; sedangkan kategori berat sebesar 32,4% dan kategori ringan sebesar 18,3%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan kerja dengan stres kerja di Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini adapun saran peneliti adalah agar disediakan waktu untuk istirahat setiap sebelum melaksanakan tugas pada shift berikutnya, tersedianya 2 – 3 orang perawat di setiap unit pelayanan, dan agar perawat melakukan olahraga secara teratur, serta menghindari merokok dan konsumsi berkafein selama melaksanakan tugas.
ANALISIS HUBUNGAN GAYA HIDUP SEDENTER DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KUALITAS SEMEN PADA PRIA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT UMUM DJOELHAM BINJAI Sidabukke, Idaria; Simanjuntak, Yunida Turisna; Lince Naibaho
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6916

Abstract

Latar belakang: Infertilitas pria merupakan faktor yang berkontribusi pada hampir 50% kasus kegagalan konsepsi pada pasangan usia subur. Di era modern, perubahan perilaku seperti gaya hidup sedenter (kurang gerak) dan tingginya konsumsi rokok diduga menjadi pemicu utama penurunan kualitas reproduksi pria di area perkotaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok terhadap parameter kualitas semen (konsentrasi, motilitas, dan morfologi) pada pria usia subur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari [Jumlah] pria usia subur (20–45 tahun) yang melakukan analisis sperma di laboratorium. Data gaya hidup dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup durasi duduk harian dan intensitas merokok (Indeks Brinkman). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square atau Regresi Logistik untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa pria dengan durasi duduk >8 jam per hari memiliki risiko signifikan terhadap penurunan motilitas sperma (p-value < 0,05) akibat peningkatan suhu skrotum (hipertermia). Sementara itu, kebiasaan merokok berhubungan kuat dengan penurunan konsentrasi sperma dan peningkatan persentase morfologi abnormal akibat stres oksidatif dan fragmentasi DNA. Kesimpulan: Pria yang mengombinasikan kedua gaya hidup buruk tersebut memiliki kualitas semen yang berada di bawah standar minimal WHO secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok secara mandiri maupun bersama-sama memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas semen. Intervensi berupa peningkatan aktivitas fisik dan penghentian konsumsi rokok sangat direkomendasikan untuk memperbaiki profil fertilitas pada pria usia subur.
HUKUMAN KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM UU NO. 17 TAHUN 2016 DARI PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM ISLAM Suryani, Dewi Ervina; Sri Wahyuni Laia; Eventarius Baene; Yosefa Yustan Laia; Nia Anjani br. Gurusinga
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6920

Abstract

Latar belakang: Selama ini penjatuhan pidana terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak belum memberikan efek jera dan belum mencegah secara komprehensif terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Kebiri kimia yang termuat dalam UU No. 17 Tahun 2016 diharapakan dapat memutus rantai kekerasan seksual terhadap anak. Tujuan: Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan melihat penerapan hukuman kebiri yang termuat dalam UU No. 17 Tahun 2016 dari perspektif filsafat hukum Islam. Namun, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, aturan hukum negara harus juga memperhatikan keselarasan dengan syariat Islam. Hukum Islam tidak mengenal tindakan kebiri kimia. Namun, perbuatan pelaku juga tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat hukuman yang seadil-adilnya, terlebih lagi hukum Islam  bukan hanya mengatur hubungan antara sesama manusia, bahkan juga dengan Sang Pencipta dan berhubungan dengan kehidupan akhirat. Metode: Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum primer.  Pengolahan data dilakukan secara kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian diperoleh bahwa meskipun kebiri kimia tidak diatur secara spesifik dalam Al-Qur’an dan hadis, namun dari melalui kaidah maqashid syariah pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kesimpulan: Dalam hukum Islam tidak ada dalil normatif dalam tentang sanksi pidana terhadap anak yang melakukan pidana (jinayah). Sanksi bagi anak-anak yang melakukan pidana dalam Islam dibebankan kepada orang tua/walinya akibat dari kelalaiannya menjaga anak tersebut dari perbuatan pidana.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani korth) TERHADAP KADAR ERITROSIT TIKUS JANTAN (Rattus novergicus) YANG DI PAPARI TUAK NIAS Manurung, Kesaktian; Janno Sinaga; Ivan Elisabeth Purba; Mido Ester J. Sitorus; Farah Lutfia
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6922

Abstract

Latar belakang: Eritrosit merupakan sel darah merah yang berperan penting dalam transportasi oksigen, pengangkutan karbon dioksida, serta menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Daun pirdot (Saurauia vulcani Korth.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Tujuan: Senyawa ini berpotensi mendukung proses eritropoiesis melalui stimulasi sumsum tulang dan aktivitas antioksidan yang melindungi sel darah merah dari kerusakan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tahap penyiapan sampel, pembuatan ekstrak etanol daun pirdot melalui maserasi, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, serta uji efektivitas terhadap eritrosit tikus jantan (Rattus norvegicus) yang dipapari tuak Nias 29% alkohol. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa simplisia daun pirdot memenuhi standar FHI edisi II 2022 dan ekstrak etanol positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji efektivitas menunjukkan rata-rata kadar eritrosit: K0 = 5,00×10¹²/L, P1 = 1,65×10¹²/L, P2 = 4,82×10¹²/L, P3 = 4,17×10¹²/L, P4 = 4,19×10¹²/L, dan P5 = 5,45×10¹²/L. Kelompok P1 mengalami penurunan eritrosit paling signifikan, sedangkan P5 menunjukkan peningkatan tertinggi. Analisis ANOVA (p<0,05) dan uji Tukey HSD membuktikan bahwa ekstrak daun pirdot secara signifikan meningkatkan kadar eritrosit dibanding kelompok yang hanya menerima paparan alkohol. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pirdot memiliki potensi sebagai agen protektif terhadap penurunan eritrosit akibat paparan alkohol, sekaligus mendukung pemulihan fungsi hematopoietik.