cover
Contact Name
-
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/tekesnos/editorial-team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL
ISSN : 22708907     EISSN : 22708907     DOI : https://doi.org/10.51544/tekesnos.v7i1
Focus: Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (TEKESNOS) diterbitkan oleh Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi, Ilmu Kesehatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan serta Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan hasil pemikiran yang mendasari teknologi menjadi hal penting di dalam segala keilmuan, baik dari segi kesehatan dan ilmu sosial. Jurnal TEKESNOS terbangun dari kolaborasi multidisiplin ilmu dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian masyarakat pada bidang teknologi berbasis industri 4.0. Scope: Multidisplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial humaniora, ekonomi, kimia, dan displin ilmu lainnya berupa hasil penelitian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 478 Documents
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DAN STRES KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA GUNUNGSITOLI TAHUN 2025 Alyakin Dakhi, Rahmat; Donal Nababan; Netti Etalia Br. Brahmana; Adinda Dwi Rachmah Mendrofa
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6896

Abstract

Latar belakang: Beban kerja yang tinggi pada perawat di rumah sakit sering sekali menyebabkan kelelahan kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelelahan kerja dan stres kerja perawat serta hubungan keduanya di Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian adalah cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli selama 6 (enam) bulan yaitu September-November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang perawat yang dipilih secara purpossive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner kepada responden yang terpilih sebagai sampel yang dilengkapi dengan observasi sebagai upaya verifikasi jawaban responden dengan fakta di lapangan. Selain itu telah dokumen yang tersedia merupakan metode pengumpulan data sekunder berupa gambaran umum lokasi penelitian. Data yang telah diolah melalui proses editing, coding,  dan tabulating. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelelahan kerja perawat di Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli  sebagian besar (45,1%) termasuk kategori menengah; sedangkan kategori berat sebesar 39,4% dan kategori ringan sebesar 15,5%. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat stres kerja perawat di Bethesda Gunungsitoli sebagian besar (49,3%) termasuk kategori menengah; sedangkan kategori berat sebesar 32,4% dan kategori ringan sebesar 18,3%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan kerja dengan stres kerja di Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini adapun saran peneliti adalah agar disediakan waktu untuk istirahat setiap sebelum melaksanakan tugas pada shift berikutnya, tersedianya 2 – 3 orang perawat di setiap unit pelayanan, dan agar perawat melakukan olahraga secara teratur, serta menghindari merokok dan konsumsi berkafein selama melaksanakan tugas.
ANALISIS HUBUNGAN GAYA HIDUP SEDENTER DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KUALITAS SEMEN PADA PRIA USIA SUBUR DI RUMAH SAKIT UMUM DJOELHAM BINJAI Sidabukke, Idaria; Simanjuntak, Yunida Turisna; Lince Naibaho
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6916

Abstract

Latar belakang: Infertilitas pria merupakan faktor yang berkontribusi pada hampir 50% kasus kegagalan konsepsi pada pasangan usia subur. Di era modern, perubahan perilaku seperti gaya hidup sedenter (kurang gerak) dan tingginya konsumsi rokok diduga menjadi pemicu utama penurunan kualitas reproduksi pria di area perkotaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok terhadap parameter kualitas semen (konsentrasi, motilitas, dan morfologi) pada pria usia subur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari [Jumlah] pria usia subur (20–45 tahun) yang melakukan analisis sperma di laboratorium. Data gaya hidup dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup durasi duduk harian dan intensitas merokok (Indeks Brinkman). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi-Square atau Regresi Logistik untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa pria dengan durasi duduk >8 jam per hari memiliki risiko signifikan terhadap penurunan motilitas sperma (p-value < 0,05) akibat peningkatan suhu skrotum (hipertermia). Sementara itu, kebiasaan merokok berhubungan kuat dengan penurunan konsentrasi sperma dan peningkatan persentase morfologi abnormal akibat stres oksidatif dan fragmentasi DNA. Kesimpulan: Pria yang mengombinasikan kedua gaya hidup buruk tersebut memiliki kualitas semen yang berada di bawah standar minimal WHO secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Gaya hidup sedenter dan kebiasaan merokok secara mandiri maupun bersama-sama memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas semen. Intervensi berupa peningkatan aktivitas fisik dan penghentian konsumsi rokok sangat direkomendasikan untuk memperbaiki profil fertilitas pada pria usia subur.
HUKUMAN KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM UU NO. 17 TAHUN 2016 DARI PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM ISLAM Suryani, Dewi Ervina; Sri Wahyuni Laia; Eventarius Baene; Yosefa Yustan Laia; Nia Anjani br. Gurusinga
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6920

Abstract

Latar belakang: Selama ini penjatuhan pidana terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak belum memberikan efek jera dan belum mencegah secara komprehensif terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Kebiri kimia yang termuat dalam UU No. 17 Tahun 2016 diharapakan dapat memutus rantai kekerasan seksual terhadap anak. Tujuan: Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan melihat penerapan hukuman kebiri yang termuat dalam UU No. 17 Tahun 2016 dari perspektif filsafat hukum Islam. Namun, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, aturan hukum negara harus juga memperhatikan keselarasan dengan syariat Islam. Hukum Islam tidak mengenal tindakan kebiri kimia. Namun, perbuatan pelaku juga tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat hukuman yang seadil-adilnya, terlebih lagi hukum Islam  bukan hanya mengatur hubungan antara sesama manusia, bahkan juga dengan Sang Pencipta dan berhubungan dengan kehidupan akhirat. Metode: Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum primer.  Pengolahan data dilakukan secara kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian diperoleh bahwa meskipun kebiri kimia tidak diatur secara spesifik dalam Al-Qur’an dan hadis, namun dari melalui kaidah maqashid syariah pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kesimpulan: Dalam hukum Islam tidak ada dalil normatif dalam tentang sanksi pidana terhadap anak yang melakukan pidana (jinayah). Sanksi bagi anak-anak yang melakukan pidana dalam Islam dibebankan kepada orang tua/walinya akibat dari kelalaiannya menjaga anak tersebut dari perbuatan pidana.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani korth) TERHADAP KADAR ERITROSIT TIKUS JANTAN (Rattus novergicus) YANG DI PAPARI TUAK NIAS Manurung, Kesaktian; Janno Sinaga; Ivan Elisabeth Purba; Mido Ester J. Sitorus; Farah Lutfia
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6922

Abstract

Latar belakang: Eritrosit merupakan sel darah merah yang berperan penting dalam transportasi oksigen, pengangkutan karbon dioksida, serta menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Daun pirdot (Saurauia vulcani Korth.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Tujuan: Senyawa ini berpotensi mendukung proses eritropoiesis melalui stimulasi sumsum tulang dan aktivitas antioksidan yang melindungi sel darah merah dari kerusakan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tahap penyiapan sampel, pembuatan ekstrak etanol daun pirdot melalui maserasi, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, serta uji efektivitas terhadap eritrosit tikus jantan (Rattus norvegicus) yang dipapari tuak Nias 29% alkohol. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa simplisia daun pirdot memenuhi standar FHI edisi II 2022 dan ekstrak etanol positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji efektivitas menunjukkan rata-rata kadar eritrosit: K0 = 5,00×10¹²/L, P1 = 1,65×10¹²/L, P2 = 4,82×10¹²/L, P3 = 4,17×10¹²/L, P4 = 4,19×10¹²/L, dan P5 = 5,45×10¹²/L. Kelompok P1 mengalami penurunan eritrosit paling signifikan, sedangkan P5 menunjukkan peningkatan tertinggi. Analisis ANOVA (p<0,05) dan uji Tukey HSD membuktikan bahwa ekstrak daun pirdot secara signifikan meningkatkan kadar eritrosit dibanding kelompok yang hanya menerima paparan alkohol. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pirdot memiliki potensi sebagai agen protektif terhadap penurunan eritrosit akibat paparan alkohol, sekaligus mendukung pemulihan fungsi hematopoietik.
KEDUDUKAN PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA: TINJAUAN FILSAFAT HUKUM Muzwar Irawan; Maltus Hutagalung
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6192

Abstract

Indonesia, as a state based on the rule of law (rechtsstaat), places Pancasila at the center of its role as a reflective basis and philosophical foundation for the formation of legislation. Pancasila serves not only as a formal normative basis but also as a manifestation of transcendental, moral, and ethical values ​​that exist within society, as affirmed in Law Number 12 of 2011, which positions it as the source of all sources of state law. Within this framework, the exercise of state power is required to actualize the balance between legal certainty, justice, and social benefit as fundamental principles of legal creation. In line with the principle of ubi societas, ibi ius, regulatory formation is understood as a dynamic process that must be responsive to social developments. Ignoring the philosophical dimension in the formation of legislation has the potential to produce positivistic-formalistic legal products, thus distancing the law from its primary goal, namely the realization of substantive justice in the life of the nation and state
GAMBARAN KADAR ELEKTROLIT PADA BALITA PENDERITA DIARE DI RUMAH SAKIT PUTRI HIJAU MEDAN Denrison Purba; Marti Silfia; Malemta Tarigan; Febrina Sulaiman; Muhammad Madrilsya
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6179

Abstract

Latar belakang: Diare adalah keadaan dimana seseorang mengalami frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Hal tersebut ditandai dengan struktur feses yang lebih cair atau encer. Diare mengakibatkan hilangnya cairan tubuh melalui feses. Elektrolit termasuk zat penting yang berada dalam tubuh.  Ketika cairan tubuh keluar dalam jumlah yang banyak maka tubuh kehilangan fungsinya untuk menjaga cairan tubuh agar tetap stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar elektrolit yang dialami oleh balita diare. Metode Dalam hal ini, digunakan sampel serum balita yang mengalami diare sebanyak 15 orang. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan.Penelitian dilakukan di Laboratorium RSU Putri Hijau Medan. Hasil : Dari hasil yang di lakukan penelitian Gambaran Pemeriksaan Elektrolit pada Balita Diare di Rumah Sakit Putri Hijau Medan diperoleh yaitu 15 pasien dengan hasil pemeriksaan dengan kadar elektrolit yang menurun sebanyak 4 pasien (27%) dan hasil pemeriksaan dengan kadar elektrolit yang normal sebanyak 11 pasien (73%). Kesimpulan : elektrolit menurun karena tubuh kehilangan banyak cairan.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BERBICARA BAHASA INGGRIS TINGKAT PEMULA PADA SISWA SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN Antonius Wilson Sembiring; Arman Bemby Sinaga; Andreas Lubis; Lurdes Paulina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6342

Abstract

Latar belakang: Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, teknologi, komunikasi, dan pekerjaan. Di Indonesia, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib yang diajarkan sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah kemampuan berbicara (speaking skills). Fenomena yang sering terjadi di dalam kelas adalah siswa cenderung pasif, enggan merespons instruksi lisan dari guru, dan lebih memilih diam ketika diminta untuk mengemukakan pendapat. Rendahnya motivasi ini tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kecerdasan akademis, melainkan sering kali berakar pada faktor psikologis dan hambatan linguistik. Jika dibiarkan, rendahnya motivasi berbicara ini akan berdampak pada penurunan rasa percaya diri siswa secara berkelanjutan dan menghambat mereka dalam menghadapi tuntutan akademis maupun profesional di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya motivasi berbicara bahasa inggris tingkat pemula pada siswa sekolah menengah atas di SMA YAPIM Taruna Sei Rotan Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi berbicara bahasa Inggris pada siswa tingkat pemula melalui observasi, wawancara dan angket yang diberikan ke siswa. Hasil Berdasarkan analisis data dari observasi dan wawancara, faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi berbicara bahasa Inggris pada siswa tingkat pemula dikelompokkan menjadi dua dimensi utama yakni dimensi personal dan kebahasaan serta dimensi lingkungan dan instruksional Kesimpulan Rendahnya motivasi siswa tidak disebabkan oleh kurangnya minat umum terhadap bahasa inggris , melainkan di picu oleh tingkat kecemasan berbicara (speaking anxiety) yang tinggi. Ketakutan akan penilaian negatif, rasa malu saat melakukan kesalahan tata bahasa (grammar), serta minimnya rasa percaya diri menjadi penghambat mental utama (affective filter) yang mengunci kemampuan produktif siswa.
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Flora Sijabat; Rinco Siregar; Elida Sinuraya; M. Syarifudin
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6343

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dijumpai di masyarakat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang potensial adalah penggunaan tanaman herbal, salah satunya daun alpukat (Persea americana) yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang diduga memiliki efek antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun alpukat terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 29 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian air rebusan daun alpukat sebanyak 1 gelas per hari selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 157,31 mmHg menjadi 136,55 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 101,55 mmHg menjadi 70,69 mmHg. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah. Kesimpulannya, air rebusan daun alpukat berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rebusan daun alpukat dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan yang aman dan alami dalam pengelolaan hipertensi.
ANALISIS DUKUNGAN SELAMA KEHAMILAN, PERSALINAN, DAN NIFAS DALAM PENERAPAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI DI KLINIK PRATAMA HANNA KASIH MEDAN Christina Roos Etty; Elsarika Damanik; Frida Lina Tarigan
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6344

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Salah satu keberhasilan pemberian ASI eksklusif menurut beberapa ahli adalah perlunya penerapan asuhan kebidanan komplementer dan dukungan oleh suami/keluarga, dan bidan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan asuhan kebidanan komplementer selama hamil, bersalin, dan nifas dengan pemberian ASI eksklusif di Klinik Pratama Hanna Kasih Medan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 35 ibu nifas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden 63% kurang mendapat dukungan selama hamil, 60% kurang mendapat dukungan selama bersalin, 94% kurang mendapat dukungan selama nifas. Sedangkan pemberian ASI eksklusif sebesar 51%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan selama hamil, bersalin, dan nifas dengan pemberian ASI eksklusif (p < 0,05). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga, suami, tenaga kesehatan, serta penerapan asuhan kebidanan komplementer berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK BIOLOGI AIR MINUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN BELAWAN II LINGKUNGAN 14 KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN TAHUN 2026 Seri Asnawati Munthe; Lia Rosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung; Yolanda Manullang
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6367

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah kondisi yang ditandai oleh kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, serta diidentifikasi melalui pengukuran tinggi badan menurut umur pada balita yang berada di bawah standar normal (Kemenkes RI, 2016). Kondisi ini mencerminkan masalah gizi kronis yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Di Kecamatan Medan Belawan angka stunting masih tergolong tinggi meskipun secara keseluruhan Kota Medan mengalami penurunan kasus dari 288 kasus pada tahun 2023 menjadi 188 kasus hingga Agustus 2024, dengan Kecamatan Medan Belawan tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi. Air minum yang terkontaminasi bakteri coliform berpotensi menimbulkan infeksi berulang seperti diare, sehingga mengganggu penyerapan zat gizi pada balita Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan kualitas fisik, biologi air minum yang dikonsumsi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II, Lingkungan 14, Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berjumlah 50 orang sekaligus sebagai sampel. Selanjutnya dilakukananalisa analisa data yaitu dengan univariat dan bivariate. Bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat kepercayaan 95 % (α) = 0,05. pemilihan uji Chi-Square didasarkan pada skala data nominal dan tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh antara dua variabel kategorik (Lemeshow et al.,2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan secara fisik 48 % dan syarat biologi 52 %. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum baik fisik maupun biologi dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas air minum, sanitasi lingkungan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk menurunkan kejadian stunting pada balita.