cover
Contact Name
Evvy Lusyana
Contact Email
evvylusyana@stitmuhngawi.ac.id
Phone
+6281226183932
Journal Mail Official
journal.fascho17@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mantingan-Ngawi Km. 01, Mantingan Ngawi. Postal Code: 63257 Tel: (0351) 673202, Ext. 085647497756. Email: journal.fascho17@gmail.com
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Fascho
ISSN : -     EISSN : 28085310     DOI : https://doi.org/10.63353/journalfascho
Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini (E-ISSN. 2808-5310) is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription. Focus and Scope of Journal is research study and analysis related to early childhood education include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, and innovation in early childhood education.
Articles 51 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI BERCERITA: IMPROVING CHILDREN'S LANGUAGE SKILLS EARLY THROUGH STORYTELLING Putri, Shafira Ramadhani Amanda; Hanifa, Hasti Maulidia; Munawaroh, Hidayatu
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journalfascho.v7i1.387

Abstract

This research aims to explore and analyze the effectiveness of storytelling methods in improving the language skills of young children. This method was chosen as the main focus because it has the potential to stimulate language development in critical periods of children's growth. The research was conducted through an experimental approach involving two control and intervention groups consisting of children aged 3-5 years from local kindergartens. The intervention group took part in structured storytelling sessions designed to stimulate language comprehension, vocabulary, and speaking skills. Meanwhile, the control group took part in conventional learning activities without a special focus on storytelling methods. Data was collected through observation, written tests, and interviews with teachers and parents. The results showed a significant improvement in the language skills of the intervention group compared to the control group. Children who engage in the storytelling method show marked improvements in language comprehension, verbal expression, and vocabulary mastery. These findings support the hypothesis that the storytelling method can be effective as a learning approach to improve the language skills of young children.
PENGARUH PEMBELAJARAN SENI MENGGAMBAR TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI PADA ANAK USIA DINI: THE EFFECT OF DRAWING LEARNING ON INCREASED CONCENTRATION IN EARLY CHILDHOOD Fasihah, Alya; Hidayah, Sri Wahyu; Faisal, Vava Imam Agus
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journalfascho.v7i1.388

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah fondasi penting dalam perkembangan anak, mengasah potensi mereka melalui berbagai kegiatan bermanfaat. Aktivitas seni, khususnya menggambar, memainkan peran krusial dalam pengembangan kognitif dan konsentrasi anak. Artikel ini mengkaji hubungan antara seni menggambar dan peningkatan konsentrasi pada anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif berbasis penelitian pustaka, berbagai teori psikologis seperti Teori Multiple Intelligences, Teori Kognitif Piaget, dan Teori Flow Csikszentmihalyi dijelaskan untuk memahami mekanisme di balik fenomena ini. Temuan menunjukkan bahwa menggambar tidak hanya merangsang kreativitas tetapi juga meningkatkan fokus dan perhatian anak melalui stimulasi sensorik-motorik, keterlibatan emosional, dan struktur proses kreatif. Pendidik dan orang tua dapat memanfaatkan seni menggambar sebagai alat efektif untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan pengembangan kognitif anak.
PERAN SENI TARI DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI: THE ROLE OF DANCE IN EARLY CHILDHOOD SOCIAL DEVELOPMENT Hanifa, Hasti Maulidia; Syafila, Fitria Nala; Faisal, Vava Imam Agus
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journalfascho.v7i1.390

Abstract

Kindergarten (TK) children are unique individuals and have unique characteristics, both in terms of cognitive, social, emotional, language, physical and motor skills, and are experiencing a very rapid development process. Dance learning is an aesthetic experience for children that can foster creativity and help children's physical and spiritual development. Dance learning for kindergarten age children can be done through one of the elements in dance itself, one of which is the element of time. In the element of time there are elements of tempo, rhythm, accent and duration which can be used to develop aspects of children's development. In its implementation, it is hoped that children can be given active learning to develop aspects of abilities that are appropriate to the child's development. The role of the teacher as a facilitator and motivator in its implementation is very important. Teachers can apply concepts through demonstration methods and direct practice in an interesting and fun learning atmosphere.
SOFT POWER PENDIDIKAN ISLAM PADA KARAKTER SUSANTI DALAM FILM UPIN DAN IPIN : SOFT POWER OF ISLAMIC EDUCATION IN SUSANTI'S CHARACTER IN THE MOVIE UPIN AND IPIN Munawaroh, Hidayatu; El Syam, Robingun Suyud; Sunarko, Asep; Sriyanto, Agus
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journalfascho.v7i1.391

Abstract

Artikel bertujuan mengeksplorasi soft power pendidikan Islam pada karakter Susanti dalam film Upin dan Ipin, dimana peneliti sebelumnya belum membahasnya. Setting penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dipilih guna mendeskripsikan masalah menjadi temuan dari naskah dan tulisan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa karakter Susanti sejatinya merupakan soft power bagi Indonesia pada film kartun Upin & Ipin, melalui bahasa, pengisi suara, dan perilaku religiusnya. Pada serial Upin Ipin episode Ramadhan, Susanti menjadi satu-satunya santri putri yang belajar mengaji di musholla Kampung Durian Runtuh yang diasuh oleh Ustaz Hamzah. Fakta ini menguatkan dominasi karakter Susanti yang religious, mengungguli—atas yang lain. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada soff power pendidikan Islam yang ditampilkan karakter Susanti pada film animasi Upin & Ipin bagi masyarakat Indonesia.
SOFT POWER PENDIDIKAN ISLAM PADA KARAKTER SUSANTI DALAM FILM UPIN DAN IPIN: THE SOFT POWER OF ISLAMIC EDUCATION ON SUSANTI'S CHARACTER IN THE UPIN AND IPIN FILM Munawaroh, Hidayatu; Suyud El Syam, Robingun; Sriyanto, Agus
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/hcy5s043

Abstract

Artikel bertujuan mengeksplorasi soft power pendidikan Islam pada karakter Susanti dalam film Upin dan Ipin, dimana peneliti sebelumnya belum membahasnya. Setting penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dipilih guna mendeskripsikan masalah menjadi temuan dari naskah dan tulisan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa karakter Susanti sejatinya merupakan soft power bagi Indonesia pada film kartun Upin & Ipin, melalui bahasa, pengisi suara, dan perilaku religiusnya. Pada serial Upin Ipin episode Ramadhan, Susanti menjadi satu-satunya santri putri yang belajar mengaji di musholla Kampung Durian Runtuh yang diasuh oleh Ustaz Hamzah. Fakta ini menguatkan dominasi karakter Susanti yang religious, mengungguli—atas yang lain. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada soff power pendidikan Islam yang ditampilkan karakter Susanti pada film animasi Upin & Ipin bagi masyarakat Indonesia.
SOFT POWER PENDIDIKAN ISLAM PADA KARAKTER SUSANTI DALAM FILM UPIN DAN IPIN : SOFT POWER OF ISLAMIC EDUCATION IN SUSANTI'S CHARACTER IN THE MOVIE UPIN AND IPIN Munawaroh, Hidayatu; El Syam, Robingun Suyud; Sunarko, Asep; Sriyanto, Agus
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journalfascho.v7i1.391

Abstract

Artikel bertujuan mengeksplorasi soft power pendidikan Islam pada karakter Susanti dalam film Upin dan Ipin, dimana peneliti sebelumnya belum membahasnya. Setting penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dipilih guna mendeskripsikan masalah menjadi temuan dari naskah dan tulisan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa karakter Susanti sejatinya merupakan soft power bagi Indonesia pada film kartun Upin & Ipin, melalui bahasa, pengisi suara, dan perilaku religiusnya. Pada serial Upin Ipin episode Ramadhan, Susanti menjadi satu-satunya santri putri yang belajar mengaji di musholla Kampung Durian Runtuh yang diasuh oleh Ustaz Hamzah. Fakta ini menguatkan dominasi karakter Susanti yang religious, mengungguli—atas yang lain. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada soff power pendidikan Islam yang ditampilkan karakter Susanti pada film animasi Upin & Ipin bagi masyarakat Indonesia.
STRATEGI PENINGKATAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING : STRATEGY TO INCREASE EARLY CHILDHOOD LEARNING INTEREST THROUGH COUNSELING SERVICES Wahidah, Hunaynia; Hakim , Luqman; Ali, Moh.
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/bevsvm03

Abstract

Kejenuhan belajar pada anak usia dini dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi anak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis faktor penyebab kejenuhan belajar pada anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 (2) Menilai implementasi layanan bimbingan konselinguntuk mengurangi kejenuhan belajar pada anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 (3) Menilai manfaat layanan bimbingan konseling terhadap perubahan tingkat kejenuhan belajar pada anakusia dinidi TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penyebab kejenuhan belajar pada anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah antara lain adalah faktor-faktor seperti metode pembelajaran yang monoton, rutinitas yang seragam, dan ketidaksesuaian materi dengan perkembangan anak dapat menyebabkan kejenuhan. Selain itu, faktor psikologis, lingkungan sosial, dan kurangnya stimulasi fisik juga berperan dalam menurunkan motivasi anak. (2) Implementasi layanan bimbingan konseling melalui konseling individu, konseling kelompok, dan pendekatan belajar sambil bermain terbukti efektif dalam mengurangi kejenuhan belajar pada anak-anak usia dini di TK Muslimat NU Nurul Ummah 29 (3) Bimbingan konseling berhasil meningkatkan rasa percaya diri anak-anak, yang tercermin dari semangat mereka untuk kembali ke sekolah dan berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Anak-anak yang sebelumnya tampak enggan mengikuti pelajaran kini merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menjalani proses belajar. Dengan demikian, layanan bimbingan konseling dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan mengurangi kejenuhan pada anak usia dini.
PENGGUNAAN “ICE BREAKING “ DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK USIA 5 - 6 TAHUN : USING “ICE BREAKING” TO IMPROVE LEARNING CONCENTRATION OF CHILDREN AGED 5 - 6 YEARS dio Ismi, Annisa; khasanah, ismatul; Prasetiyawati , Dwi
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/23tftd84

Abstract

The use of ice breaking to improve the learning concentration of children aged 5-6 years at Ceria Anakku Kindergaten Semarang. The background of this study is that many children aged 5-6 years experience difficulties in maintaining concentration, with many children talking to themselves while the teacher explains, asking many questions during activities, having an unfocused perspective, moving frequently, and even daydreaming. These are characteristics of low concentration in children aged 5-6 years. One of the contributing factors is the lack of innovation in learning activities provided to increase children's concentration. The purpose of this study is to describe the use of ice breaking in improving the learning concentration of children aged 5-6 years. This research is descriptive qualitative research. The data sources consist of TK B1 and TK B2 at TK Ceria Anakku, totaling 30 children. The data in this study were obtained from observations. Chapter II Documentation. The research results indicate that the use of ice breaking can improve the learning concentration of children aged 5-6 years.
URGENSI HABITUASI BAGI ANAK DIDIK PAUD: The Urgency of Habituation for Early Childhood Education Students Munawaroh, Hidayatu; Suyud El Syam, Robingun
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/qpvpcp08

Abstract

The habituation approach is very effective in the world of education in order to accustom students to repeatedly doing something so that it becomes a habit that is difficult to leave. The research aims to reveal the urgency of habituation for PAUD students. The article is the result of library research with a qualitative approach. The research findings show that implementing habituation consistently and in a structured manner for PAUD students can help children become individuals with character, discipline, and are ready to face challenges in the future. These findings reinforce the importance of habituation for early childhood education. The research recommends that it is important for PAUD managers to make habituation a focus of learning in order to form strong student character. The research provides direction for future research related to the focus of the urgency of habituation for students considering its importance for improving the quality of education, responding to moral degradation, the impact of uncontrolled globalization.
PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI : UTILIZATION AND USE OF DIGITAL TECHNOLOGY IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION Boy karmina, Karina Wilda Suzeni; Barid , Mahdalena; Putri Maharani , Sahara
JOURNAL FASCHO : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Fascho: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : LPPM STIT Muhammadiyah Tempurejo Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/7krhw502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan dan penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran anak usia dini di TK Darussalam 1 Pucangan Kartasura. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti televisi, laptop, dan LCD proyektor digunakan sebagai alat bantu utama dalam kegiatan belajar mengajar. Permainan edukatif dan video pembelajaran menjadi sarana utama untuk mengenalkan materi secara menarik dan menyenangkan. Meskipun teknologi terbukti mampu meningkatkan minat, pemahaman, dan keterampilan sosial anak, penerapannya masih terkendala oleh keterbatasan fasilitas seperti jumlah perangkat yang minim, ruang kelas sempit, dan kurangnya laboratorium komputer. Guru berperan penting dalam mengatur penggunaan teknologi dengan pendekatan klasikal yang melibatkan seluruh anak secara kolektif. Selain itu, guru juga aktif memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi yang sehat, serta mengajak orang tua untuk turut membimbing anak dalam penggunaan teknologi di rumah. Sekolah turut mendukung dengan memberikan pelatihan dan workshop kepada guru. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar digital yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini, serta perlunya peningkatan infrastruktur untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.