cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
shariajournaledu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ)
ISSN : 30321069     EISSN : 30321069     DOI : https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1120
The Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) is a peer-reviewed academic journal that provides an international platform for scholars and researchers to share innovative and cross-disciplinary studies. IERJ publishes original research articles, reviews, and scholarly papers that advance theoretical understanding and practical applications across diverse academic fields, including science, technology, social sciences, and the humanities. The journal welcomes interdisciplinary research and community service-based studies that offer new insights, foster collaboration, and address global challenges. By promoting intellectual dialogue and cross-field exploration, IERJ aims to contribute to the integration of knowledge, encourage academic innovation, and support impactful research that benefits both scholarship and society.
Articles 269 Documents
Analisis Yuridis Kebijakan Reskilling Pekerja dalam Menghadapi Disrupsi Otomatisasi Lapangan Kerja Samsul Samsul; Yudhia Ismail; Humiati Humiati
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1975

Abstract

The development of automation, digitalization, and artificial intelligence has brought significant changes to the structure of the labor market and poses the risk of reduced job opportunities for workers unable to adapt to technological developments. This study aims to analyze worker reskilling policies as an instrument for improving human resource competency in the era of automation and to examine legal regulations and government policies related to reskilling in response to job disruption in Indonesia. The research method used is a normative juridical approach, using statutory, conceptual, and case-based approaches. The data used is secondary data obtained through literature review and analyzed descriptively and analytically. The results indicate that reskilling has a legal basis in the Manpower Law, specifically regarding workers' rights to receive training and employers' obligations to improve workforce competency. However, existing regulations are still general in nature, do not explicitly stipulate reskilling as a legally enforceable right, and are not supported by effective enforcement mechanisms. Furthermore, government policies still face various obstacles, including regulatory fragmentation, weak institutional coordination, and the lack of integration of reskilling programs with the social protection system. Therefore, more comprehensive legal reform is needed through the establishment of specific regulations, strengthening training obligations for companies, and integrating reskilling policies with labor protection systems to achieve adaptive and sustainable protection in the era of automation.
Peran Agama & Budaya Dalam Menumbuhkan Karakter Toleran Dan Solidaritas Sosial Hajiannor Hajiannor; Fathullah Munadi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1992

Abstract

Agama dan budaya berperan fundamental dalam membangun toleransi dan solidaritas sosial melalui penanaman nilai-nilai kasih sayang, penghormatan perbedaan, dan tradisi gotong-royong. Agama berperan sebagai sumber nilai moral dan etika yang menjunjung tinggi kemanusiaan, mendorong terciptanya perilaku saling menghormati, menghargai perbedaan, penanaman nilai-nilai kasih sayang, menghargai perbedaan, saling membantu dalam kebaikan dan menekankan kedamaian antarumat. Sedangkan budaya menyediakan ruang interaksi sosial, berperan sebagai wadah internalisasi norma sosial dan tradisi yang memperkuat kohesi sosial serta membentuk identitas kolektif masyarakat. Interaksi harmonis antara nilai-nilai agama dan budaya menghasilkan sinergi yang signifikan dalam memperkuat toleransi dan solidaritas sosial, sehingga mampu mencegah disintegrasi sosial, membentuk masyarakat yang rukun dan harmoni dalam keberagaman. Perpaduan keduanya menciptakan fondasi yang kokoh bagi penerimaan perbedaan dan tindakan kolektif, komitmen bersama menciptakan kehidupan yang damai, humanis dan egaliter, masyarakat yang inklusif di tengah keberagaman, saling menghormati, pengakuan kesetaraan, dan mengutamakan kepentingan bersama, kehidupan yang berkeadaban.
Polemik Pembagian Harta Bersama: Tinjauan Ulama Fikih Dan Praktisi Hukum Keluarga Islam Di Kecamatan Gambut Nisa Adelia; Anwar Hafidzi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1993

Abstract

Polemik pembagian harta yang digunakan secara bersama dalam rumah tangga, terutama pada kepemilikan rumah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), menjadi fenomena yang kerap memunculkan perselisihan di Kecamatan Gambut. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap dasar-dasar fikih dan pertimbangan keadilan dalam penyelesaian konflik membuat pandangan ulama lokal serta praktisi hukum keluarga Islam sering dijadikan rujukan. Fokus kajian ini diarahkan pada cara para tokoh tersebut memaknai dan memberikan solusi atas persoalan pembagian aset yang masih menimbulkan sengketa setelah terjadinya perpisahan. Metode yang digunakan berupa penelitian empiris melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama dan praktisi KUA. Hasil temuan menunjukkan kecenderungan penggunaan pendekatan kemaslahatan dan keadilan kontribusi, sejalan dengan konsep maslahah mursalah dan kaidah al-ghurm bil-ghunm yang diterapkan dalam bentuk anjuran penjualan aset, penggantian nilai angsuran KPR secara proporsional, serta penyelesaian damai sebelum menempuh jalur litigasi. Temuan tersebut merefleksikan pola penalaran fikih kontekstual yang adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat Gambut.
Modal Utama Keberhasilan Santri-Santri Dalam Memahami Shalat Jamak Dan Qashar Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang Yazidul Busthomi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1997

Abstract

Keberadaan pondok pesantren meskipun sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan di Indonesia telah diakui oleh negara. Pengakuan tersebut tidaklah berlebihan dan memang sudah selayaknya, karena pondok pesantren secara historis merupakan lembaga tertua di Indonesia. Menurut syara’ berarti menunaikan perintah Allah swt dalam kehidupan sehari-hari dengan melaksankan tanggung jawab sebagai hamba Allah. Islam adalah agama yang rahmah, di waktu dan keadaan tertentu Islam memberikan berbagai keringanan (rukhsah) bagi pemeluknya. Di antaranya, ketika dalam keadaan perjalanan (safar), Islam memberikan dua kemurahan demi kemudahan melaksanakan shalat baginya, yaitu jamak dan qashar. Shalat jamak adalah menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu (misalnya Zhuhur & Ashar, atau Maghrib & Isya). Shalat qashar adalah meringkas shalat 4 rakaat (Zhuhur, Ashar, Isya) menjadi 2 rakaat. Kedua keringanan (rukhsah) ini diberikan Allah SWT untuk memudahkan umat Islam, akan tetapi masih ada persyaratan-persyaratan tertentu. Modal utama keberhasilan santri-santri dalam memahami shalat jamak dan qashar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 yaitu sebagai berikut: 1. Santri-santri tingkat kecerdasannya tinggi, 2. Santri-santri mempunyai motivasi dalam belajar, 3. Santri-santri berminat dalam belajar, 4. Santri-santri selalu sehat, 5. Santri-santri bersikap yang baik.
Moral And Cultural Values Reflected In The Novel Pergi By Tere Liye Anisa Ramadaniya Syafitri; Juairiah Juairiah; Nada Alifa Rahmi; Normeila Santi; Nor Afifah Safira
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1999

Abstract

Tere Liye is one of Indonesia’s most prolific literary figures, whose works are rich in life values that remain relevant to readers. The novel “Pergi” (2018) is a sequel to “Pulang” (2015), narrating the adventures of the main character Bujang in the world of cross-border shadow economies. Beneath its action and adventure narrative, the novel holds a wealth of moral and cultural values worthy of scholarly examination. This study aims to describe and analyze the moral and cultural values contained in the novel Pergi by Tere Liye. The method employed is descriptive qualitative with a content analysis approach. Data were collected through a read-and-note technique from the novel’stext as the primary source, supported by scientific journals and reference books as secondary sources. The findings reveal that Pergi contains moral values encompassing the relationship between humans and themselves (honesty, courage, responsibility), the relationship between humans and others (loyalty, compassion,coopration), and the relationship between human and God(tawakkul, gratitude) the cultural values identified include Malay-Minangkabau cultural values reflected through Bujang’s family background, the values of mutual cooperation (gotong royong) and togetherness, as weel as a representation of multicultural values mirrored in settings spread across various countries. This study concludes that Pergi is not merely a work of entertainment, but rather a medium for the transmission of rich moral and cultural values to its readers.
Pengembangan Modul Literasi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) Bagi Guru Dalam Mendukung Pembelajaran Abad Ke-21: Sebuah Kajian Pengabdian Kepada Masyarakat Najimatul Ilmiyah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i1.2002

Abstract

Transformasi digital dalam bidang pendidikan telah membawa perubahan signifikan dalam cara guru mengajar dan siswa belajar. Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) muncul sebagai teknologi yang semakin berperan penting dalam pembelajaran, namun banyak guru yang belum memiliki kompetensi memadai untuk memanfaatkannya secara efektif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan modul literasi AI bagi guru sebagai media belajar mandiri dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) yang dikombinasikan dengan pendekatan pengembangan produk edukatif. Sumber data diperoleh dari jurnal terindeks Scopus, jurnal nasional bereputasi, dokumen kebijakan UNESCO, OECD, serta regulasi pendidikan nasional. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi kebutuhan literasi AI guru dan menyintesis konsep pengembangan modul. Hasil pengabdian ini berupa modul literasi AI yang terdiri dari delapan bab, mencakup pengenalan AI, perkembangan AI dalam pendidikan, literasi AI bagi guru, etika penggunaan AI, pemanfaatan AI generatif, penyusunan perangkat ajar, pembuatan asesmen, dan evaluasi pembelajaran berbasis AI. Modul ini dirancang dengan karakteristik sistematis, praktis, mudah dipahami, fleksibel, dan dapat dipelajari secara mandiri. Luaran pengabdian ini dapat dimanfaatkan oleh guru, sekolah, MGMP, KKG, dinas pendidikan, dan lembaga pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi digital dalam mendukung transformasi pendidikan nasional.
Tinjauan Normatif Syarat Keadilan Poligami Dalam Undang-Undang Keluarga Islam Malaysia Nur Sa'adatina Dzulfadilah Rahmah; Nur Chalesa Fitriani; Muhammad Jaidi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2006

Abstract

Poligami dalam hukum Islam merupakan praktik yang diperbolehkan dengan syarat utama adanya keadilan, baik dalam aspek material maupun perlakuan terhadap istri. Dalam konteks negara modern, praktik ini tidak hanya dipahami sebagai norma keagamaan, tetapi juga diatur melalui hukum positif, seperti di Malaysia melalui Seksyen 23 Akta Undang-Undang Keluarga Islam 1984 yang mensyaratkan adanya izin dari Mahkamah Syariah. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa poligami dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat. Namun, dalam praktiknya, implementasi prinsip keadilan serta urgensi pemberian izin masih menjadi persoalan yang memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini berfokus pada analisis syarat keadilan dalam poligami serta urgensi mekanisme perizinan dalam hukum positif Malaysia, dengan membandingkannya dengan perspektif Mazhab Syafi’i, khususnya terkait konsep adh-dharurah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan antara Seksyen 23 dan Mazhab Syafi’i dalam menempatkan keadilan sebagai syarat utama poligami, namun berbeda dalam pendekatan, di mana hukum positif Malaysia lebih bersifat administratif dan institusional. Selain itu, ketentuan dalam Seksyen 23 secara implisit mencerminkan konsep adh-dharurah meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi poligami di Malaysia merupakan bentuk adaptasi hukum Islam dalam konteks modern yang berupaya menjamin keadilan melalui mekanisme perizinan, meskipun masih terdapat tantangan dalam implementasinya secara substantif.
Pengembangan Buku Ajar Infusi Kuliner Malang Raya Ke Dalam Pembelajaran IPS Waluyo Satrio Adji; M. Imamul Muttaqin; Ali Nasith
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2018

Abstract

Secara Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan buku ajar Infusi kuliner ke dalam Pembelajaran IPS. Mengetahui validasi tim ahli media dan ahli materi.respon mahasiswa atas buku ajar Infusi kuliner ke dalam Pembelajaran IPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek yang pada penelitian ini adalah guru, praktisi, validator, dan mahasiswa. Hasil diperoleh bahwa pertama, Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis E-Books dari segi desain, yaitu: variasi warna, grafik bergerak, dan tampilan menu yang banyak. Dari segi konten, harus lebih jelas, lebih akurat, dan lebih detail. Bahasa yang digunakan dalam media E-Book sederhana, padat, dan mudah dipahami. Kedua, Kelayakan setelah divalidasi oleh validator dari dua tim ahli yaitu ahli media (95,3%) dan ahli materi (97,3%) menunjukkan bahwa buku ajar Infusi Kuliner ke Dalam Pembelajaran IPS berkategori “sangat layak” untuk dijadikan rujukan dalam pembelajaran IPS. Ketiga, Mahasiswa memberikan respon positif terhadap pengembangan buku ajar Infusi Kuliner Malang Raya ke Dalam Pembelajaran IPS dengan skor 95 persen, hal ini berkategori “sangat menarik”. Hasilnya, tanggapan siswa menunjukkan bahwa pengembangan buku ajar Infusi Kuliner Malang Raya ke Dalam Pembelajaran IPS dapat menarik perhatian mahasiswa dan meningkatkan minat belajar mereka, serta bahasa yang digunakan lebih sederhana dan mudah dipahami.
Hushuli Dan Hudhuri Dalam Biologi Dari Pandangan Filsafat Sains Islam Najimatul Ilmiyah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2022

Abstract

Kontroversi mengenai hubungan antara sains modern dan nilai-nilai religius telah menciptakan dikotomi epistemologis yang mempengaruhi perkembangan ilmu biologi kontemporer. Perubahan paradigma dalam filsafat sains Islam menunjukkan tren menuju integrasi pengetahuan yang menggabungkan dimensi rasional, empiris, dan spiritual dalam memahami kehidupan. Kondisi darurat epistemologis ini memerlukan solusi berupa rekonstruksi kerangka pengetahuan yang holistik untuk mengatasi fragmentasi antara sains sekuler dan nilai-nilai transendental. Lanskap teoretis menunjukkan bahwa epistemologi Islam klasik membedakan antara 'ilm hushuli (pengetahuan perolehan melalui konseptual-diskursif) dan 'ilm hudhuri (pengetahuan langsung melalui kehadiran eksistensial), namun penerapannya dalam konteks biologi modern masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep hushuli dan hudhuri dalam epistemologi Islam dan mengeksplorasi relevansinya untuk memahami fenomena biologis secara integratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-filosofis dengan analisis komparatif terhadap sumber-sumber primer filsafat Islam dan literatur biologi kontemporer. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi hushuli dan hudhuri dapat memberikan kerangka epistemologis yang lebih komprehensif untuk memahami dimensi kehidupan biologis, termasuk aspek teleologis, kesadaran organisme, dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kesimpulannya, paradigma epistemologi Islam menawarkan alternatif yang mampu menjembatani sains biologis empiris dengan pemahaman spiritual-transendental tentang kehidupan, dengan rekomendasi untuk mengembangkan kurikulum biologi integratif berbasis tauhid.