Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia concerns about theoretical studies or research on Indonesian literature, linguistics, Indonesian Language Learning and Teaching, literacy, and BIPA (Bahasa Indonesian bagi Penutur Asing) or Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages. This journal receives publications from teachers, observers, and researchers of Indonesian language teaching and literature.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2024): JULI"
:
12 Documents
clear
Strategi Implementasi Sikap Spiritual dan Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Kasus MTs Se-Kota Cirebon
Khuzaemah, Emah;
Nurpadillah, Veni;
Mujtaba, Sultan Tirta
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3395
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran RPP Bahasa Indonesia yang dibuat oleh guru MTs se-Kota Cirebon dalam implementasi sikap spiritual dan sosial kepada peserta didik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi terhadap 10 guru Bahasa Indonesia, wawancara mendalam dengan lima guru terpilih berdasarkan kriteria pengalaman mengajar minimal lima tahun, serta studi dokumentasi RPP yang digunakan. Analisis data dilakukan secara simultan dengan pengumpulan data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah berupaya mengimplementasikan dan mengintegrasikan sikap spiritual dan sosial dalam komponen tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian dalam RPP, serta melalui interaksi dengan siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya buku teks dan metode/media pembelajaran yang mendukung pengimplementasian sikap spiritual dan sosial, sehingga upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.
Pemerolehan Bahasa Anak Usia 32 Bulan Berdasarkan Teori Mean Length of Utterance dalam Aspek Fonologi
Rohimah, Rizka Nur;
Setiawan, Hendra
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.4119
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemerolehan bahasa pada anak usia 32 bulan berdasarkan teori Mean Length of Utterance dalam aspek fonologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjeknya adalah anak perempuan usia 32 bulan bernama Jennaira Binar Ageng. Objeknya yaitu pemerolehan bahasa dari setiap tuturan yang diucapkan subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rumus rata-rata panjang ujaran berdasarkan teori Brown dan aspek fonologi. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa rata-rata panjang ujaran Binar adalah 1,55 yaitu berada di tahap II. Artinya, pemerolehan bahasa Binar tiga kali lebih rendah daripada anak seusianya. Berdasarkan hasil analisis pemerolehan bahasa Binar dalam aspek fonologi, disimpulkan bahwa Binar mampu mengucapkan fonem vokal seluruhnya di posisi mana pun dengan jelas. Terdapat beberapa fonem konsonan yang masih sukar atau tidak diucapkan oleh Binar. Terdapat juga perubahan fonem, perubahan fonem secara keseluruhan, penambahan fonem, penghilangan fonem, dan penghilangan suku kata.
Majas Sindiran pada Materi Stand-Up Comedy Mamat Alkatiri dalam Media YouTube
Randi, Randi;
Ramadhan, Muhammad Restu;
Shiddiq, Jamaluddin
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3561
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna majas sindiran yang digunakan Mamat Alkatiri dalam materi stand-up comedy-nya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini diambil dari 6 video stand-up comedy Mamat Alkatiri yang terdapat di YouTube. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi, dilanjutkan dengan analisis data berupa reduksi, penyajian dan verifikasi data. Penelitian ini menemukan bahwa Mamat Alkatiri menggunakan berbagai bentuk majas sindiran dalam materi stand-up comedy-nya, seperti ironi, sinisme, sarkasme, dan innuendo. Ironi digunakan untuk menyampaikan makna yang bertentangan dengan pernyataan yang sebenarnya, seperti menyindir peran wakil presiden. Sinisme muncul dalam bentuk sindiran langsung dan kasar terhadap situasi atau orang-orang tertentu. Sarkasme ditunjukkan melalui sindiran yang tajam dan mencela, sementara innuendo digunakan untuk mengkritik secara tidak langsung dengan cara yang halus. Masing-masing majas sindiran ini memberikan lapisan humor dan kritik sosial dalam komedi Mamat Alkatiri.
Ujaran Kebencian Terhadap Artis pada Kolom Komentar Instagram
Rostiawati, Tian;
Aliyah, Riska Nashirotul;
Mubarok, Yasir;
Iskandari, Yuli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3462
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai ujaran kebencian yang ditujukan kepada Lesty Kejora (LK) di kolom komentar akun Instagram pribadinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kerangka teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur pragmatik Searle, sedangkan datanya berasal dari tangkapan layar komentar netizen di akun Instagram LK. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat tindak tutur ilokusi yang ditemukan pada 15 data ujaran kebencian di kolom komentar terdapat (7) data dengan tindak tutur ekspresif yang fungsinya mengkritik dan menyalahkan, (4) data dengan tindak tutur asertif dengan fungsi dua data fungsi menyindir, satu data berfungsi menyarankan, satu data berfungsi menyatakan, (2) data dengan tindak tutur deklaratif dengan fungsi yang berfungsi melarang, (2) data dengan tindak tutur direktif yang berfungsi memerintah dan menyuruh. Berdasarkan hasil temuan tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi sebagai mengkritik ditemukan paling dominan, hal ini terjadi karena banyaknya komentar di kolom Instagram @LK yang mengungkapkan ketidakpuasannya dengan mengkritisi LK karena mencabut laporan KDRT yang diterimanya.
Pengenalan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Melalui Media Visual di Universitas Yale Amerika Serikat
Anisa, Cahya Mutiara;
Bariyah, Siti Khoirul;
Rahmawati, Ida Yeni;
Sukmono, Indriyo
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.4199
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalkan bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) melalui media visual di Universitas Yale Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang didapatkan menggunakan observasi dalam kelas BIPA di Universitas Yale selama enam kali pertemuan, dan wawancara kepada pengajar Universitas Yale. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini sesuai dengan menggunakan analisis data dari Creswell. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penggunaan media visual dalam mengenalkan bahasa Indonesia terbagi menjadi tiga materi yaitu dialog dan percakapan, biodata mahasiswa baik dari Universitas Yale maupun dari mahasiswa Indonesia, dan dampak positif serta negatifnya. Dengan menggunakan dialog dan percakapan, bisa membantu siswa mempelajari materi atau informasi dengan mudah pada penggunaan media pembelajaran berbasis visual yang berfokus pada gambar. Dengan menggunakan biodata sebagai metode pengajaran tersebut berkaitan dengan nama, jurusan, hobi, informasi terkait bahasa, kesukaan, tim/club/organisasi, dan kontak person mahasiswa dapat menarik pembelajaran agar lebih mudah dipahami. Namun, problematika yang dihadapi saat pengajaran tersebut adalah apabila dilaksanakan dengan daring (dalam jaringan) maka akan terkendala sinyal dan metode-metode pembelajaran tersebut tidak dapat ditampilkan dengan maksimal.
Faktor-Faktor Sosial dan Budaya dalam Menjaga Keseimbangan Bilingualisme pada Masyarakat Diglosia
Ramadhan, Zulfi Pudza;
Maizan, Saifi;
Rachman, Ichsan Fauzi;
Panich, Pensri
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3737
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor sosial dan budaya dalam menjaga keseimbangan bilingualisme pada masyarakat diglosia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengumpulan data mendalam terhadap sejumlah sumber atau referensi yang mewakili berbagai lapisan masyarakat diglosia. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik literatur, kemudian dilakukan analisis data menurut Milles dan Huberman dengan melakukan analisis yang bersifat terus menerus yakni pengumpulan data, reduksi kata, menyajikan data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan data yang dimiliki, status sosial yang lebih tinggi cenderung menggunakan varietas bahasa yang lebih formal, sementara responden yang status sosialnya lebih rendah cenderung menggunakan varietas bahasa yang lebih informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial, seperti status sosial, budaya, seperti identitas budaya dan faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pemeliharaan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan bilingualisme dalam masyarakat diglosia.
Ekspresi Bahasa Bermuatan Self-Improvement dalam Novel Luka Cita Karya Valerie Patkar: Kajian Psikoanalisis Jacques Lacan
Afrani, Aurora Zaen;
Rengganis, Ririe;
Sudikan, Setya Yuwana
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3716
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pembentukan subjek, mendeskripsikan konstruksi bahasa subjek, serta menganalisis identitas subjek dalam novel Luka Cita karya Valerie Patkar berdasarkan kajian psikoanalisis Jacques Lacan. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan pragmatik pembaca. Data dalam penelitian ini berupa kalimat, teks, dialog, narasi, dan paragraf novel yang memuat self-improvement serta konsep psikoanalisis Jacques Lacan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat dengan menekankan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data mengacu pada hermeuneutik yang diwujudkan melalui tafsiran serta interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan subjek Tara dalam novel melalui tahap imajiner, simbolik, dan real berimplikasi pada pengembangan diri Tara sebagai atlet catur perempuan. Konstruksi bahasa subjek Tara yang bermuatan self-improvement dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme metafora dan metonimi yang digunakan untuk mengetahui hubungan makna antar penanda. Identitas subjek Tara teridentifikasi sebagai subjek aktif yang memuat hasrat anaklitik dan narasistik. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap bidang bahasa dan sastra karena konsep psikoanalisis Lacanian menitikberatkan kajian bahasa dalam karya sastra.
Bentuk dan Penggunaan Homonim dalam Bahasa Kerinci
Akhyaruddin, Akhyaruddin;
Yusra, Hilman;
Saputra, Ade Bayu;
Pratama, Deri Rachmad;
Permana, Putia R
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.4182
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan homonim dalam bahasa Kerinci yang mencakup: bentuk, makna, dan penggunaannya. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berupa kata-kata berbentuk homonim dalam bahasa Kerinci. Kata-kata tersebut berupa percakapan lisan antarmasyarakat Kerinci. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat penutur asli bahasa Kerinci, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisi data yaitu pendekatan semantik, yang menggunakan analisis makna atau arti. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam bahasa Kerinci ada dua jenis homonim yaitu homonim yang homograf dan homonim yang homofon dan homograf. Homonim yang homograf berjumlah 12 kata, yang mempunyai dua makna sebanyak 10 kata, dan yang mempunyai tiga makna sebanyak 2 kata. Homonim yang homofon dan homograf berjumlah 13 kata, yang mempunyai dua makna sebanyak 8 kata, yang memiliki tiga makna sebanyak 4 kata, dan yang mempunyai empat makna sebanyak 1 kata. Dalam bahasa Kerinci, tidak terdapat homonim yang homofon. Dari hasil penelitian ini, diharapkan pendengar (sebagai lawan bicara) atau yang bukan penutur asli bahasa Kerinci di Hamparan Rawang supaya dapat memahami dan menggunakan bahasa Kerinci dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memaknai kata.
Penggunaan Eufemisme dan Disfemisme dalam Kanal YouTube Podcast Kaesang Pangarep “Podcast Depan Pintu”
Syaifudin, Mochamad Nurul;
Yarno, Yarno;
Ngatma'in, Ngatma'in
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3768
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan makna eufemisme dan disfemisme masyarakat indonesia dalam bertindak tutur pada siniar Kaesang Pangarep. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah siniar dari Kaesang Pangarep, sedangkan sumber data sekunder pada penelitian ini yaitu penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan teknik simak bebas libat tanpa cakap yaitu peneliti harus menyimak objek penelitian tanpa harus terlibat dalam percakapan secara langsung lalu peneliti mencatat semua hasil penelitian yang telah disimak (teknik catat ). Penelitian ini menggunakan 5 bentuk cara eufemisme dan disfemisme yaitu (1) penggunaan singkatan, (2) penggunaan kata serapan, (3) penggunaan istilah asing, (4) penggunaan metafora, dan (5) penggunaan perifrasa. Dalam analisis tuturan pada siniar Kaesang Pangarep ini dapat dilihat bahwa penggunaan eufemisme telah ditemukan 8 data, sedangkan penggunaan disfemisme terdapat 5 data.
Representasi Perempuan dalam Film Habibie & Ainun 3 Karya Hanung Bramantyo: Kajian Feminisme Liberal
Susilawati, Susilawati;
Kamiluddin, Udin;
Herawati, Lilik
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3454
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi tokoh perempuan dan menentukan seberapa besar peran tokoh perempuan memainkan dalam alur cerita film Habibie & Ainun 3. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Habibie & Ainun 3 yang tayang pada 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama perempuan dalam film adalah sosok yang otonom dan punya hak pilihan atas hidupnya sendiri sehingga Ainun juga berperan besar dalam alur cerita Habibie & Ainun 3. Sosok pemeran utama perempuan dalam film, yakni Ainun digambarkan atau dimaknai sebagai sosok yang berani melakukan perlawanan terhadap norma-norma gender tradisional yang membatasinya. Berdasarkan sudut pandang teori feminisme liberal, Ainun juga direpresentsikan sebagai sosok yang kuat, pejuang kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki seperti karir, pendidikan, dan jalan hidup mereka sendiri.