cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 368 Documents
EDUKASI WASPADA DAN CIRI-CIRI TUBERKULOSIS (TBC) PADA MASYARAKAT PEKON SINAR JAWA, KECAMATAN AIR NANINGAN, KABUPATE TANGGAMUS, PROVINSI LAMPUNG Sri Octa Handayani; Khorina Fatin Bilqis; Shellya Puti Sudesty
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan angka kejadianyang tinggi. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat serta masih adanya stigma terhadap penderita TBC menjadifaktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi dan pengobatan. Kondisi tersebut juga ditemukan padamasyarakat Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, yang memerlukan penguatanpengetahuan mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TBC. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuanmeningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap TBC melalui edukasi kesehatan. Metode yangdigunakan berupa ceramah interaktif, diskusi dua arah, sesi tanya jawab, pemberdayaan kader kesehatan, sertapenggunaan media poster sebagai sarana edukasi. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakankuesioner skala Likert lima poin untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi, kejelasan penyampaiannarasumber, manfaat media edukasi, dan kesiapan menerapkan informasi yang diperoleh. Hasil evaluasi menunjukkanbahwa kegiatan diterima dengan sangat baik oleh peserta dengan rerata skor keseluruhan sebesar 4,40 ± 0,66. Aspekdengan skor tertinggi adalah kejelasan penyampaian materi oleh narasumber (4,54 ± 0,56), sedangkan aspek kesiapanmenerapkan informasi yang diperoleh memperoleh skor 4,14 ± 0,78. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebihbaik mengenai gejala utama TBC, cara penularan, etika batuk, serta pentingnya menjaga ventilasi dan pencahayaanrumah sebagai upaya pencegahan penularan. Kegiatan edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pendekataninteraktif dan dukungan media poster terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC danberpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam program eliminasi TBC di Indonesia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT JANTUNG KORONER MELALUI PROMOSI KESEHATAN PADA PROGRAM PROLANIS, DESA SIDOSARI, LAMPUNG SELATAN Reni Zuraida; Sugirah Nour Rahman; Reyhan Arissaputra Bachtiar; Habib Usman Hamas; Syakirah Nasywaa Rahmatillah; Manna Ruth Kallista Luanmasa; Nazla Fisty Alifia Jares; Gigih Ayu Prasetyaningtyas; Tria Enjelika Siregar; Rosa Maulidina Salsabila; Nyimas Naila Mahira Peni; Nadira Rosdiar; Allaudin Fakhri; Yola Adelia
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan bebankesehatan yang terus meningkat. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi strategi utama dalampengendalian PJK di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan peserta Prolanis Anggrek di Dusun Simbaringin, Desa Sidosari, terkait faktor risiko, gejala,pencegahan, dan penatalaksanaan awal PJK. Metode kegiatan meliputi observasi, penyusunan materi, pelaksanaanpre-test, penyuluhan interaktif, serta post-test melalui kuis lisan. Media edukasi yang digunakan meliputi leaflet,poster, dan paparan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 60, yangmengindikasikan tingkat pengetahuan awal yang masih rendah. Setelah diberikan intervensi penyuluhan, tingkatpengetahuan peserta meningkat signifikan yang ditunjukkan dengan capaian post-test sebesar 100%, di mana seluruhpeserta 25 orang mampu menjawab empat butir soal kuis dengan benar serta menunjukkan respons yang sangatantusias. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini efektif dalam mendongkrak pemahaman masyarakat mengenai PJKserta memperkuat fungsi Posyandu Prolanis sebagai pusat edukasi kesehatan preventif di tingkat komunitas.
EDUKASI DAMPAK PENYALAHGUNAAN OBAT STEROID SECARA BEBAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI SMAN 07 BANDAR LAMPUNG Made Laksmi Meiliana; Okta Puspita; Denny Ardhianto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3823

Abstract

Remaja rentan terhadap penyalahgunaan steroid anabolik-androgenik (AAS) karena tekanan sosial, pengaruh media, dan rendahnya literasi kesehatan. Penggunaan steroid tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti gangguan jantung, kerusakan hati, gangguan hormon, dan masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang bahaya penyalahgunaan steroid melalui kegiatan penyuluhan edukatif sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 siswa SMA Negeri 07 Kota Bandar Lampung. Penyuluhan dilaksanakan pada 16 Juni 2025 dengan metode ceramah, pemutaran video edukasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan pertanyaan yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan siswa masih rendah, yaitu 62,5% kategori rendah, 25% sedang, dan 12,5% tinggi. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan pada post-test, dengan 87,5% siswa mencapai kategori tinggi dan 12,5% kategori sedang. Tidak ada lagi siswa yang berada pada kategori rendah. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan edukatif berbasis interaksi dan media visual efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai risiko penyalahgunaan steroid. Pendekatan ini dapat dijadikan model intervensi promotif dan preventif di kalangan pelajar SMA untuk mendorong perilaku penggunaan obat yang lebih rasional dan bertanggung jawab.
WORKSHOP PEMBUATAN TEH SIMPLISIA TANAMAN SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN KELUARGA PADA MASYARAKAT DESA SABAH BALAU, TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN Wahyu Alfath Firdaus; Rasmi Zakiah Oktarlina; M. Daffa Imtiyaaz; Siska Endah Tri Utami; Ananda Abdullah Zaki; Ihsanu Al Mubarok
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3825

Abstract

Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan yang sebagian masyarakatnya hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. Masayarakat desa sabah balau telah dalam kehidupan sehari-hari telah terbiasa menanam tanaman berkhasiat kesehatan di pekarangan rumah namun masih kurangnya pengetahuan dalam memanfaatkan tanaman berkhasiat menjadi produk berupa teh herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan. Pembuatan the herbal simplisia tanaman berupa rimpang jahe, daun serai, daun kelor, dan daun salam dapat dibuat dengan cara merajang tanaman segar hingga berukuran kecil kemudian dijemur pada terik matahari selama 3 hingga 5 hari sampai kering. Perajangan dan pengeringan bertujuan agar the herbal yang dibuat dapat mengeluarkan sari tanaman yang lebih optimal. Simplisia yang kering dapat menjaga stabilitas the yang baik karena terhindar dari kontaminasi mikroba sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu dan menambah pengetahuan masyarakat untuk dapat memanfaatkan tanaman berkhasiat di lingkungan sekitar sehingga dapat menjadi sumber minuman kesehatan yang memberikan manfaat sebagai peningkat daya tahan dan kebugaran bagi tubuh. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan masyarakat antusias terhadap kegiatan yang dilakukan dan telah memahami manfaat minuman teh bagi kesehatan serta cara pembuatan dari sediaan minuman teh simplisia tanaman herbal.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG RISIKO PERNIKAHAN USIA DINI DI PEKON AIR KUBANG KECAMATAN AIR NANINGAN KABUPATEN TANGGAMUS Khorina Fatin Bilqis; Hendri Busman; Bambang Irawan; Shellya Puti Sudesty; Sri Octa Handayani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3828

Abstract

Pernikahan usia dini masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pernikahan usia dini di Pekon Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif dengan pendekatan edukatif partisipatif yang melibatkan 30 peserta terdiri dari remaja dan orang tua. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa pretest dan posttest dengan 10 pertanyaan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,4 pada pretest menjadi 87,2 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 28,8 poin. Selain itu, terjadi perubahan distribusi kategori pemahaman, di mana pada awalnya 53% peserta berada pada kategori rendah, namun setelah sosialisasi tidak terdapat lagi peserta dalam kategori tersebut dan 83% peserta berada pada kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pernikahan usia dini. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya preventif dalam menekan angka pernikahan usia dini serta mendukung terbentuknya generasi yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.
SI AKSI PIONIR: SKRINING GULA DARAH, ASAM URAT, KOLESTEROL DAN EDUKASI KESEHATAN DI DESA SABAH BALAU, LAMPUNG SELATAN Yulianasari Pulungan; Afriyani; Ervina Damayanti; Rasmi Zakiah Oktarlina
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3829

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, hiperurisemia, dan dislipidemia merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini melalui skrining kesehatan serta meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 22 peserta berusia 25–58 tahun. Metode yang digunakan meliputi anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta pemberian edukasi kesehatan secara langsung berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil menunjukkan sebagian besar peserta dalam kondisi normal, namun ditemukan beberapa individu dengan faktor risiko, yaitu 3 orang hipertensi, serta masing-masing 1 orang dengan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol tinggi. Edukasi yang diberikan secara personal dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman peserta terkait kondisi kesehatannya dan pentingnya penerapan pola hidup sehat. Kesimpulannya, kombinasi skrining dan edukasi merupakan pendekatan efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini serta mengendalikan PTM di masyarakat.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PENGGOLONGAN DAN PENYIMPANAN OBAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI POSYANDU AS-SYIFA, KECAMATAN LABUHAN RATU, KOTA BANDAR LAMPUNG Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Syaripah Ulandari; Okta Puspita; Novita Sari; M. Aditya Permana; Maya Ulfah; Andriansyah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3832

Abstract

Penggunaan obat secara rasional merupakan salah satu dasar utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas. Namun, penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global yang serius dan dapat menyebabkan resistensi antimikroba, peningkatan efek samping obat, pemborosan sumber daya, serta penurunan kualitas pengobatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan golongan dan penyimpanan obat melalui edukasi di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Posyandu As-Syifa, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung sebanyak 23 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan Pre-Evaluasi yang dipandu oleh kader dan pengabdi. Kemudian dilakukan pembagian leaflet informasi mengenai golongan obat. Kegiatan diakhiri dengan kegiatan tanya jawab dan Post-Evaluasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan antara hasil pre-evaluasi dan post-evaluasi pada 23 responden. Hasil analisis menunjukkan tingkat pemahaman pada pre-evaluasi sebesar 83%, kemudian meningkat menjadi 98% pada post-evaluasi setelah pemberian edukasi. Edukasi ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggolongan obat dan cara simpan obat di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.
INTERVENSI EDUKASI ANEMIA DAN ASUPAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMA AR-RAIHAN Khairun Nisa Berawi; Ayu Tiara Fitri; Shellya Puti Sudesty; Khorina Fatin Bilqis
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3839

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan hilangnya zat besi saat menstruasi. Dapat diperburuk oleh pola konsumsi yang tidak seimbang, rendahnya asupan zat besi dan vitamin pendukung, serta keterbatasan literasi gizi pada remaja. Oleh karena itu, intervensi edukasi berbasis sekolah menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat pengetahuan siswa mengenai anemia dan asupan gizi sebelum dan sesudah pemberian intervensi edukasi berbasis sekolah di SMA Ar-Raihan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 60 siswa kelas X dan XI dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media visual selama ±60 menit. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 15 pernyataan pada masing-masing aspek, yaitu anemia dan asupan gizi, yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa. Pada aspek anemia, rata-rata skor meningkat dari 46,2 ± 6,8 menjadi 63,5 ± 5,4, sedangkan pada aspek asupan gizi meningkat dari 44,8 ± 7,1 menjadi 60,2 ± 6,0. Selain itu, terjadi perbaikan distribusi kategori pengetahuan, di mana proporsi kategori baik meningkat secara nyata dan kategori kurang menurun pada kedua aspek. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait anemia dan asupan gizi. Namun, peningkatan pengetahuan perlu diikuti dengan intervensi berkelanjutan serta dukungan lingkungan untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih optimal dalam pencegahan anemia.
EDUKASI MENGENAI PENERAPAN GAYA HIDUP SEHAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN LANSIA Suharmanto Suharmanto; Hendri Busman; Siti Mutmainnah; Sri Suryani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3844

Abstract

Gaya hidup sehat pada lansia dapat meningkatkan status kesehatan, mencakup aktivitas fisik teratur, pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup, menjaga kesehatan mental melalui interaksi sosial dan stimulasi kognitif, pemeriksaan kesehatan rutin, menghindari rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, dan memastikan asupan cairan yang cukup untuk mendukung kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia untuk menerapkan gaya hidup sehat. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pemberian materi tentang gaya hidup sehat dilanjutkan dengan diskusi. Pengukuran pemahaman lansia tentang gaya hidup sehat dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman lansia tentang gaya hidup sehat. Hasil pengukuran sebelum penyuluhan digunakan sebagai parameter pemberian materi penyuluhan. Sedangkan hasil pengukuran setelah penyuluhan digunakan untuk membandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang gaya hidup sehat dalam meningkatkan status kesehatan lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
IMPLEMENTASI EDUKASI SADARI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI POSYANDU Suryani Agustina Daulay; Hesti Yuningrum; Wiwi Febriani; Shifa Azzahra
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3851

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan yang masih memiliki angka kejadian dan kematian yang tinggi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya deteksi dini menyebabkan banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker payudara melalui edukasi kesehatan di Posyandu Bangau, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dan poster, demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 30 wanita usia subur yang mengikuti kegiatan posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 80 pada pre-test menjadi 100 pada post-test atau meningkat sebesar 25%. Selain itu, peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah SADARI dengan benar dan menunjukkan sikap positif untuk menerapkan pemeriksaan payudara secara rutin setiap bulan. Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan baik, ditunjukkan oleh antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi edukasi dan praktik.