cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 368 Documents
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN BERTEMA "SIAGA " DI POSYANDU DESA PURWOSARI II Hesti Yuningrum; Suryani Agustina Daulay; Wiwi Febriani; Jihan Siti Muthmainah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3852

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B memiliki risiko tinggi ditularkan dari ibu ke janin (penularan vertikal) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi wanita usia produktif. Kurangnya pengetahuan mengenai cara penularan, gejala, dan upaya pencegahan PMS menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Posyandu merupakan sarana yang strategis untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu usia produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu usia produktif mengenai deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan PMS melalui penyuluhan kesehatan bertema "SIAGA: Sadari, Informasi, Antisipasi, Gerak, Anti IMS". Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Purwosari II, Desa Negararatu, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 23 orang peserta. Metode pelaksanaan mencakup pengukuran tingkat pengetahuan (pre-test dan post-test), penyuluhan interaktif, pembagian buku saku, dan demonstrasi penggunaan alat kontrasepsi (kondom). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan sebesar 60,68%, dengan rata-rata nilai pre-test 53,04 meningkat menjadi 85,21 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p < 0,001). Kesimpulannya, Penyuluhan yang dilakukan melalui Posyandu terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu-ibu usia produktif tentang cara mencegah penyakit menular seksual (PMS).  Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi.
PENYULUHAN KASIH (KASIH ASI EKSKLUSIF, MPASI, DAN IMUNISASI LENGKAP) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN PERWATA, KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR Afriyani Afriyani; Wahyu Alfath Firdaus; Atri Sri Ulandari; Yulianasari Pulungan; Ervina Damayanti; Dwi Aulia Ramdini; Dwi Ismayati; Aprinda Triwijiaya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3864

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif, pemberian MPASI yang tepat, imunisasi lengkap, dan konsep 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui program penyuluhan bertema KASIH (Kasih ASI Eksklusif, MPASI, dan Imunisasi Lengkap). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan secara interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor total peserta dari 157 pada pretest menjadi 165 pada posttest, dengan rata-rata skor meningkat dari 8,72 menjadi 9,16. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan stunting, terutama terkait konsep 1000 HPK dan praktik pemberian MPASI yang tepat.
HARI TUBERKULOSIS SEDUNIA: EDUKASI KESEHATAN DAN UPAYA ELIMINASI TUBERKULOSIS DI MASYARAKAT Lucky Togihon Harjantho; Chicy Widya Morfi; Achmad Gozali; Vivi Rosaria; Magdalena Sibarani; Mohammad Junus Didiek Herdato; Adhari Ajipurnomo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3905

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam upaya eliminasi tuberkulosis dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan secara langsung (ceramah interaktif dan diskusi) dan pembagian leaflet serta sembako di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Kegiatan diikuti oleh 46 peserta yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien TB. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya pengobatan TB hingga tuntas, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Upaya eliminasi TB juga didukung dengan pembentukan komitmen bersama untuk menghilangkan stigma negatif terhadap pasien TB. Kegiatan ini berhasil menjangkau kelompok rentan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam deteksi dini. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis peringatan hari besar TB efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan nyata eliminasi TB di tingkat komunitas. Diperlukan keberlanjutan program melalui penguatan peran kader dan kolaborasi lintas sektor.
PENYULUHAN TUBERKULOSIS DALAM RANGKA WORLD TUBERCULOSIS DAY DI RSU AZ ZAHRA LAMPUNG TENGAH Chicy Widya Morfi; Adityo Wibowo; Laisa Azka; Pusparini Kusumajati; Diyan Ekawati
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3915

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadianyang masih cukup tinggi serta menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit menular. Kurangnyapengetahuan masyarakat mengenai mekanisme penularan, deteksi dini, dan pentingnya kepatuhan pengobatanmenjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya risiko penularan dan keterlambatan penanganan TB. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakatmengenai tuberkulosis melalui kegiatan penyuluhan dalam rangka World Tuberculosis Day di RSU Az Zahra LampungTengah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif dengan sasaran kegiatanmeliputi pasien rawat jalan, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang.Materi yang diberikan mencakup epidemiologi tuberkulosis, faktor risiko, tanda dan gejala klinis, prosedur diagnosis,tata laksana pengobatan, pentingnya kepatuhan terapi, serta upaya pencegahan penularan TB. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang terlihat dari antusiasme peserta selama sesi diskusi dankemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan terkait materi yang telah diberikan. Kegiatan penyuluhankesehatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini,pencegahan penularan, dan pengobatan tuberkulosis secara teratur hingga tuntas.
SKRINING PENYAKIT LANSIA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Tetra Arya Saputra; Gigih Setiawan; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto; Anse Diana Valentiene Messah; Vivi Rosari M. Sibarani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3918

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia menyebabkan kebutuhan skrining penyakit tidak menular semakin besar terutama hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, asma maupun penyakit paru obstruktif kronik yang sering tidak terdeteksi pada fase awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit pada lansia serta meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan penyakit tidak menular di Kabupaten Lampung Tengah. Metode kegiatan yang digunakan yaitu skrining kesehatan dengan wawancara sederhana meliputi registrasi peserta, anamnesis singkat, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, edukasi kesehatan dan TB paru, konseling hasil skrining, serta rujukan sederhana ke fasilitas kesehatan bila ditemukan hasil di atas nilai rujukan. Khalayak sasaran adalah 40 lansia di Lampung Tengah. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan dari 40 lansia yang mengikuti kegiatan, sebanyak 62,5% memiliki tekanan darah meningkat, sebanyak 35,0% memiliki gula darah sewaktu meningkat. Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 58,5 menjadi 82,0 setelah edukasi. Kegiatan skrining dan edukasi kesehatan pada lansia efektif dalam mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular serta meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pencegahan, tanda bahaya dan pentingnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara fasilitas kesehatan, kader dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia serta mencegah komplikasi penyakit tidak menular.
EDUKASI KESEHATAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI DESA RANTAU TIJANG, KECAMATAN PUGUNG, KABUPATEN TANGGAMUS Khorina Fatin Bilqis; Shellya Puti Sudesty; Sri Octa Handayani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi kesehatan reproduksi berbasis masyarakat merupakan strategi penting dalam meningkatkan literasikesehatan dan mendorong perilaku reproduksi yang bertanggung jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa RantauTijang dengan sasaran masyarakat dewasa, khususnya kelompok usia di atas 30 tahun yang berperan sebagai orangtua dan pengambil keputusan dalam keluarga. Partisipasi peserta tergolong baik dan konsisten hingga akhir sesi.Diskusi menunjukkan antusiasme tinggi, dengan fokus pada pemilihan kontrasepsi aman bagi perempuan usia >35tahun, risiko kehamilan usia lanjut, keputihan, serta tanda peringatan dini kanker payudara dan serviks. Peserta jugamenyatakan memperoleh pemahaman sistematis mengenai fungsi fisiologis sistem reproduksi dan upayapencegahan penyakit. Tinjauan literatur mendukung efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dalammeningkatkan pengetahuan, penggunaan kontrasepsi yang tepat, serta menurunkan perilaku seksual berisiko dankehamilan tidak diinginkan. Namun, implementasi pendidikan reproduksi di Indonesia masih bersifat parsial danbelum terintegrasi optimal antara sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini belum menggunakan desainevaluasi kuantitatif pretest-posttest sehingga dampak peningkatan pengetahuan belum terdokumentasi secaranumerik. Secara keseluruhan, intervensi berbasis ceramah interaktif dan diskusi kontekstual budaya menunjukkanefektivitas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Integrasi evaluasi kuantitatif direkomendasikan untukmemperkuat validitas dampak program di masa mendatang.
EDUKASI DAN PENYULUHAN TUBERKULOSIS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN, PENCEGAHAN, DAN DETEKSI DINI DI MASYARAKAT Tetra Arya Saputra; Gigih Setiawan; Retno Ariza S. Soemarwoto; Anse Diana Valentiene Messah; Apri Lyanda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3923

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat, stigma terhadap penderita TB, serta keterlambatan diagnosis menjadihambatan utama dalam pengendalian penyakit ini. Edukasi dan penyuluhan kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat mengenai gejala, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya kepatuhan pengobatan TB. Penyuluh ini bertujuan untuk menelaah efektivitas edukasi dan penyuluhan TB dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan, dan partisipasi masyarakat terhadap deteksi diniTB. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pembuatan media berupa leaflet dan poster, pelaksanaanpenyuluhan interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest. Sasaran kegiatan meliputi pasien, keluarga pasien, pengunjung rawat jalan, dan tenaga pendukung kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas, media digital, blended learning, dan pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan, serta kepatuhan masyarakat terhadap program TB. Selain itu, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti meningkatkan partisipasi kontak serumah dalam pemeriksaan dini dan mengurangi stigma terhadap penderita TB. Dengan demikian, edukasi dan penyuluhan TB merupakan intervensi promotif-preventif yang efektif untuk mendukung keberhasilan program eliminasi TB.
EDUKASI GIZI OLAHRAGA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG GAYA HIDUP SEHAT PADA KOMUNITAS FITNESS MULI FIT BANDAR LAMPUNG Ramadhana Komala; Wiwi Febriani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3926

Abstract

Komunitas fitness merupakan salah satu kelompok masyarakat yang aktif melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkankebugaran dan kesehatan. Namun, manfaat olahraga yang optimal perlu didukung oleh penerapan gizi olahraga yang tepat.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip giziolahraga sebagai upaya mendukung gaya hidup sehat pada komunitas fitness Muli Fit Bandar Lampung. Kegiatandilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang disampaikanmeliputi kebutuhan energi, peran zat gizi makro, pengaturan waktu makan, serta pentingnya hidrasi selama berolahraga.Selain itu, kegiatan didukung dengan pemeriksaan kesehatan dasar yang menjadi sarana edukasi bagi peserta dalammemahami hubungan antara status kesehatan, aktivitas fisik, dan pola makan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung denganantusiasme peserta yang tinggi. Edukasi gizi olahraga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pesertadalam menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas fisik sehingga mendukung kebugaran, kesehatan,dan kualitas hidup secara berkelanjutan.
PERAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGURANGAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI DESA CANDIPURO Putri Damayanti; Khairun Nisa Berawi; Ayu Tiara Fitri; Eka Putri Rahmadhan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3934

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang menjadi prioritas di Indonesia. Salah satu faktor tidak langsung terhadapkejadian stunting ini Adalah pernikahan dini, yang berdampak pada rendahnya kesiapan fisik dan pengetahuan ibumuda dalam merawat kehamilan dan tumbuh kembang anak. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan remaja di desa Candipuro mengenai kesehatan reproduksi sebagai strategi pencegahanstunting melalui edukasi bahaya pernikahan dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 januari 2025 denganmelibatkan 30 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif disertai evaluasi menggunkan pre-testdan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang signifikan dari 51 pada pre-test menjadi77,43 pada post-test, dengan selisih rata-rata 26,43 (p<0,001). Berdasarkan kategorisasi, sebanyak 96,7% pesertaawalnya berada pada kategori pengetahuan kurang; setelah intervensi, seluruh peserta mengalami peningkatankategori dengan 63,3% mencapai kategori cukup dan 36,7% mencapai kategori baik. Kegiatan edukasi kesehatanreproduksi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini dan kaitannya denganpencegahan stunting.
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING DI PONDOK PESANTREN TAHFIZUL QUR'AN AL-QUDS KOTA BANDAR LAMPUNG Septia Eva Lusina Lusina; Suryadi Islami; Linda Septiani; Terza Aflika Happy
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3935

Abstract

Bullying atau perundungan merupakan salah satu masalah krusial dalam lingkungan Pendidikan berbasis asrama, termasuk pesantren. Bullying akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan, tidak hanya bagi korban tetapi juga bagi pelakunya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Al-Quds Kota Bandar Lampung melalui penyuluhan dan diskusi. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan dapat menambah pengetahuan terhadap bahaya perbuatan bullying dan mencegah agar tidak terjadi bullying di lingkungan Pondok Pesantren. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 santri. Materi edukasi yang diberikan mencakup tentang jenis-jenis dan dampak bullying. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Edukasi yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang dampak yang tidak diinginkan dari tindakan bullying.