cover
Contact Name
Khairul Amin
Contact Email
alqonz90@gmail.com
Phone
+6285262127813
Journal Mail Official
jurnaljigm@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tgk. Chik Puasa, No. 001 Desa Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Indonesia.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM)
ISSN : -     EISSN : 28297792     DOI : https://doi.org/10.69548/jigm.
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM) is an academic journal published by LaKaspia (Lembaga Kajian Sosial Politik Aceh/Aceh Institute for Social and Political Studies), a well-established institution with a long-standing history in socio-political research, conflict resolution, peacebuilding, and educational studies. Founded on December 10, 1999, LaKaspia underwent a structural reorganization on October 4, 2022 (Registration No. AHU-0010506.AH.01.07.YEAR 2022). Under LaKaspia’s stewardship, JIGM serves as an open platform for disseminating scholarly ideas, research findings, and innovative practices from all disciplines taught in educational institutions. The journal publishes original research articles, classroom action research, comprehensive literature reviews, and practical reflections that contribute to the development of education in various settings—including madrasahs, general schools, pesantren, and non-formal institutions. JIGM welcomes submissions from teachers, educators, academics, practitioners, and experts from Indonesia and around the world. Upholding rigorous academic standards, the journal is published biannually, with issues released in January–June and July–December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
Pembelajaran Jarak Jauh Melalui Pembelajaran Online dengan Google Classroom di Masa Pandemi Covid-19 pada Kelas 6B MIS Tarbiyatul Aulad Aliah, Nurlaela
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v2i1.24

Abstract

The implementation of online learning using Google Classroom for grade 6B students at MIS Tarbiyatul Aulad during the Covid-19 pandemic has been shown to increase student engagement in learning. The use of Google Classroom as a learning medium has been carried out effectively. According to teacher monitoring during the learning process and task completion, students actively participated in every learning process and task creation. This student engagement was evident from their attendance in online learning sessions, their questions and responses about the material being studied, and their timely submission or uploading of assigned tasks. The implementation of online learning using Google Classroom during the Covid-19 pandemic also improved students' learning outcomes. Teacher monitoring showed that more students submitted assignments compared to those who did not, indicating that online learning with Google Classroom can enhance student learning outcomes during the pandemic. The improvement in learning outcomes with online learning using Google Classroom was supported by high levels of student activity in the learning process, good lesson planning by the teacher, as well as effective guidance, interaction, and feedback provided by the teacher in online learning. The mental, intellectual, and emotional involvement of students in learning positively impacted their mastery of the material. In the digital era, teachers and students are required to master information technology; therefore, the implementation of online learning is essential as an alternative to direct or face-to-face learning models. To implement online learning using Google Classroom or other media/platforms, teachers need to have three basic competencies: (1) the ability to create instructional designs according to pedagogical principles, which are outlined in lesson plans; (2) mastery of technology in learning; and (3) mastery of the subject matter. The Covid-19 pandemic can serve as a medium and instrument for reflection for teachers, encouraging them to take positive lessons and inspiring creative and innovative ideas in learning to enhance students' attitudes, knowledge, skills, and life competencies Abstrak Implemantasi pembelajaran online dengan Google Classroom pada siswa kelas 6b MIS.Tarbiyatul Aulad pada masa pandemi Covid-19 dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Implementasi google classroom sebagai media pembelajaran sudah terlaksana dengan baik. Hasil monitoring guru dalam proses pembelajaran dan pengerjaan tugas, menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam setiap proses pembelajaran dan pembuatan tugas. Keaktifan siswa terlihat dari kehadiran siswa dalam pembelajaran online, pertanyaan/tanggapan siswa mengenai materi yang mereka pelajari maupun terkait dengan tugas pembelajaran yang mereka kerjakan dan ketepatan waktu dalam menyerahkan atau mengunggah tugas yang diberikan. Implemantasi pembelajaran online dengan Google Classroom pada siswa kelas 6b MIS.Tarbiyatul Aulad di masa pandemi Covid-19 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil monitoring guru dalam proses pembelajaran dan pengerjaan tugas, menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam setiap proses pembelajaran dan pembuatan tugas. Keaktifan siswa terlihat dari kehadiran siswa dalam pembelajaran online, pertanyaan/tanggapan siswa mengenai materi yang mereka pelajari maupun terkait dengan tugas pembelajaran yang mereka kerjakan dan ketepatan waktu dalam menyerahkan atau mengunggah tugas yang diberikan, dari hasil monitoring terlihat siswa yang mengumpulkan tugas lebih banyak di banding dengan yang tidak mengumpulkan, hal ini membuktikan bahwa pembelajaran online dengan Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar siswa di masa pandemic. Terjadinya peningkatan hasil belajar dengan pembelajaran online menggunakan Google Classroom tidak terlepas dari tingginya aktivitas siswa dalam pembelajaran, juga didukung oleh perencanaan pembelajaran yang baik dari guru, di samping proses pembimbingan, interaksi, dan umpan balik yang dibangun dengan baik oleh guru dalam pembelajaran online. Keterlibatan siswa secara mental, intelektual, dan emosional dalam pembelajaran akan berdampak pada semakin baiknya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran. Era digital, menuntut guru dan siswa dapat menguasai teknologi informasi, oleh karena itu, implementasi pembelajaran online merupakan sebuah keniscayaan yang perlu dilakukan guru sebagai opsi lain dari model pembelajaran langsung atau tatap muka. Agar dapat menerapkan pembelajaran online dengan Google Classroom maupun media/platform lain, ada tiga kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh guru yaitu: (1) kemampuan untuk membuat desain isntruksional (instructional design) sesuai dengan kaidah pedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran; (2) penguasaan teknologi dalam pembelajaran, (3) penguasaan materi pembelajaran (subject matter). Pandemi Covid-19 dapat dijadikan sebagai media dan instrumen refleksi bagi para guru untuk mengambil hikmah positif sebagai pemicu munculnya ide-ide kreatif dan inovatif guru dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan, maupun kecakapan hidup siswa
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Eksponen melalui Metode Diskusi di SMAN 1 Baitussalam Farhan, Ahmad; Husna, Asmaul; Ramadhani, Azkia
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i1.25

Abstract

This study aims to analyze the impact of the discussion method on students’ learning outcomes in the topic of circumference and area of circles in Grade X at SMAN 1 Baitussalam. The main problem in mathematics learning is the low participation and achievement of students due to conventional teaching methods that are less interactive. To address this issue, the discussion method was implemented to enhance students’ engagement in the learning process. This study employed a qualitative descriptive approach with five students as research subjects, selected based on varying levels of comprehension. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using Miles and Huberman’s model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the discussion method improves students’ participation in learning, as evidenced by their increased activeness in asking questions, answering, and engaging in discussions. Additionally, this method contributes to enhancing students' motivation and confidence, particularly after observing their peers’ academic success. Learning outcome data show that before the implementation of the discussion method, only 20% of students met the minimum competency criteria (KKM), whereas after implementation, this number increased to 80%. Thus, the discussion method proves to be effective in enhancing conceptual understanding, critical thinking skills, and students' overall learning outcomes in mathematics education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan metode diskusi terhadap hasil belajar peserta didik dalam materi keliling dan luas lingkaran di kelas X SMAN 1 Baitussalam. Permasalahan utama dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya partisipasi dan hasil belajar peserta didik akibat metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Untuk mengatasi hal tersebut, metode diskusi diterapkan guna meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 5 peserta didik yang memiliki tingkat pemahaman beragam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran, terbukti dengan peningkatan keaktifan dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi. Selain itu, metode ini juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri peserta didik, terutama setelah melihat teman-temannya yang berprestasi. Data hasil belajar menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode diskusi, hanya 20% peserta didik yang mencapai nilai KKM, sedangkan setelah penerapan metode ini, angka tersebut meningkat menjadi 80%. Dengan demikian, metode diskusi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika.
Strategi Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA Negeri 6 Buru Talahatu, Lailan; Purwanto, Edy Joko; Silalahi, Suandi
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i2.26

Abstract

Improving the quality of teachers and education personnel is a critical factor in the development of innovative and adaptive learning models at SMA Negeri 6 Buru. This study aims to examine strategies to enhance the competence of these educational actors in supporting the implementation of project-based learning (PBL). Employing a qualitative approach with a case study method, the research involved 15 teachers, 5 education personnel, 1 principal, and 30 students. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that although many teachers demonstrate adequate pedagogical skills, they face challenges in implementing PBL due to insufficient professional training, limited infrastructure, and lack of policy support. Similarly, education personnel have not fully optimized their roles in supporting learning activities due to limited understanding of educational administration technologies. Recommended strategies include competency-based training, structured mentoring programs, collaboration with higher education institutions, empowerment of education personnel, and technological integration in teaching. Successful implementation of these strategies requires collective support from stakeholders, including local government and the wider community. Abstrak Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan merupakan faktor krusial dalam mengembangkan model pembelajaran yang inovatif dan adaptif di SMA Negeri 6 Buru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendukung penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan 15 guru, 5 tenaga kependidikan, 1 kepala sekolah, dan 30 siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian guru memiliki kompetensi pedagogik yang memadai, mereka masih menghadapi kendala dalam mengimplementasikan PBL karena terbatasnya pelatihan profesional, sarana-prasarana yang kurang memadai, serta minimnya dukungan kebijakan. Di sisi lain, tenaga kependidikan belum optimal dalam menjalankan peran pendukung pembelajaran karena keterbatasan pemahaman terhadap teknologi administrasi pendidikan. Strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan berbasis kompetensi, program pendampingan terstruktur, kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemberdayaan tenaga kependidikan, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Implementasi strategi ini memerlukan dukungan menyeluruh dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Model Pembelajaran Deep Learning untuk Meningkatkan Pemahaman IPS di Sekolah Dasar: Studi Kasus di SD Global Garuda Nusantara Royani, Rina; Ahda, Syafrina; Silalahi, Suandi
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i2.27

Abstract

This study explores the application of the deep learning model to improve students’ understanding of Social Studies (IPS) at SD Global Garuda Nusantara Islami Centre. Emphasizing active participation and a constructivist approach, this model encourages students to develop a deeper conceptual grasp and enhance their critical and reflective thinking skills. Employing a qualitative case study method, the research involved 10 teachers and 40 students as informants. Prior to the implementation, only 45% of students demonstrated satisfactory comprehension of IPS concepts. Following the adoption of deep learning, this number rose to 85%. The findings show that the model not only boosts conceptual understanding but also increases student engagement in discussion, collaboration, and problem-solving activities. Nevertheless, the implementation process faced challenges such as limited resources and insufficient teacher readiness. Therefore, the study recommends strengthening teacher training and improving technological infrastructure to facilitate more effective use of the model. Overall, deep learning holds promise as an innovative strategy to enrich learning experiences and promote meaningful understanding in elementary-level Social Studies education. Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran deep learning dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Global Garuda Nusantara Islami Centre. Model ini menekankan partisipasi aktif dan pendekatan konstruktivis untuk mendorong siswa memahami konsep secara lebih mendalam serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan 10 guru dan 40 siswa sebagai informan. Sebelum penerapan model, hanya 45% siswa yang menunjukkan pemahaman yang memadai terhadap konsep IPS. Setelah diterapkan, angka tersebut meningkat menjadi 85%. Temuan menunjukkan bahwa model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam diskusi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kesiapan guru. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan penguatan infrastruktur teknologi guna mendukung implementasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan, model deep learning memiliki potensi besar sebagai strategi inovatif untuk memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan kualitas pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Refleksi Strategis Pengembangan Madrasah: Praktik Inovatif di Man 1 Pidie, Aceh Amin, Khairul
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i1.28

Abstract

This article is a reflective study that aims to describe the strategic development of madrasahs towards becoming innovative and high-achieving institutions, based on institutional experience at MAN 1 Pidie, Aceh. Employing a qualitative approach, data were gathered through reflective notes, participatory observations, and interviews. The study outlines the development strategy in five key stages: problem identification, planning, program formulation, implementation, and evaluation. The findings indicate that strategies developed collaboratively and based on real institutional needs have successfully increased school-wide engagement and resulted in several flagship programs, both in regular and non-regular categories. Programs such as elite classes, social outreach activities, and extracurricular initiatives have had a positive impact on student achievement and the public image of the madrasa. Nevertheless, some programs still require ongoing improvements to enhance their effectiveness and competitiveness. This study highlights the importance of institutional reflection and strategic governance in advancing innovation-based educational transformation in madrasahs. Abstrak Artikel ini merupakan studi reflektif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan madrasah menuju madrasah inovatif dan berprestasi berdasarkan pengalaman institusional di MAN 1 Pidie, Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari catatan reflektif, observasi partisipatif, dan wawancara, artikel ini mengurai proses pengembangan dalam lima tahapan utama: identifikasi masalah, perencanaan, penyusunan program, implementasi, dan evaluasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang disusun secara kolaboratif dan berbasis kebutuhan nyata mampu meningkatkan keterlibatan warga madrasah dan menghasilkan sejumlah program unggulan, baik dalam kategori reguler maupun non-reguler. Program seperti kelas unggul, gerakan sosial, dan kegiatan ekstrakurikuler terbukti memberi dampak positif terhadap prestasi siswa dan peningkatan citra madrasah. Meskipun demikian, sejumlah program masih memerlukan perbaikan berkelanjutan agar lebih efektif dan berdaya saing. Studi ini menegaskan pentingnya refleksi internal dan tata kelola strategis dalam mendorong transformasi madrasah berbasis inovasi.
Strategi Dosen dalam Membentuk Karakter Disiplin Mahasiswa: Studi di Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Banda Aceh Annur, Ashshifa; Mardhiah, Ainal; Jamaluddin, Jamaluddin; Chalis, Chalis
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i1.30

Abstract

Developing a disciplined character among university students is a major challenge for higher education in Indonesia, especially in religious-based institutions expected to produce graduates with strong integrity and values. This study aims to analyze the strategies employed by lecturers to foster student discipline in the Social Welfare Study Program at the Faculty of Da’wah and Communication, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation and in-depth interviews with purposively selected lecturers and students. Data analysis followed an interactive process involving data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that lecturers’ strategies for nurturing discipline involve careful planning centered on role-modeling, the creation of inclusive learning environments, and the consistent enforcement of academic regulations. Implementation includes demonstrating exemplary behavior, actively engaging students in academic activities, and utilizing technology to support communication and supervision. Key obstacles identified include weak internalization of discipline among students, low academic motivation, environmental influences, and limited support from both institutions and families. These results highlight the importance of synergy among lecturers, students, social environments, and institutional policies in building effective and sustainable student discipline. Abstrak Penanaman karakter disiplin pada mahasiswa merupakan tantangan utama yang dihadapi pendidikan tinggi di Indonesia, terutama pada lingkungan perguruan tinggi keagamaan yang dituntut melahirkan lulusan berintegritas dan berkarakter kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dosen dalam membentuk karakter disiplin mahasiswa di Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap dosen serta mahasiswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dosen dalam membangun karakter disiplin mahasiswa meliputi perencanaan yang matang berbasis keteladanan, penciptaan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan penegakan aturan secara konsisten. Implementasi strategi dilakukan melalui keteladanan perilaku, pelibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung komunikasi dan pengawasan. Kendala utama yang dihadapi meliputi lemahnya internalisasi nilai disiplin pada mahasiswa, rendahnya motivasi belajar, pengaruh lingkungan sosial, serta keterbatasan dukungan institusi dan keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dosen, mahasiswa, lingkungan sosial, dan kebijakan institusi dalam membangun karakter disiplin yang efektif dan berkelanjutan.
Urgensi Pendidikan Pariwisata dalam Meningkatkan Pengembangan Wisata Halal di Aceh Husni, Fakhrul; Pahlevi, Mohd. Reza; Harmaini, Harmaini; Zikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i1.31

Abstract

This article examines the urgency of strengthening tourism education in supporting the development of halal tourism in Aceh which has great potential, especially due to the implementation of Islamic law which is in line with the principles of halal tourism. The purpose of this study is to identify tourism education and halal tourism development in Aceh. This research uses a descriptive qualitative method with a data analysis approach according to Miles and Huberman which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that although the potential for halal tourism in Aceh is very promising, the aspect of tourism education in this area is still minimal and general in nature. The absence of a focus on education that specifically discuss the concepts, standards, and practices of halal tourism is a major obstacle in producing competent and professional human resources. Therefore, a strategy to strengthen the halal tourism education ecosystem is needed to support the development of sustainable and competitive global tourism in Aceh. Abstrak Artikel ini mengkaji urgensi penguatan pendidikan pariwisata dalam mendukung pengembangan wisata halal di Aceh yang memiliki potensi besar, terutama karena penerapan syariat Islam yang selaras dengan prinsip-prinsip wisata halal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pendidikan pariwisata dan pengembangan wisata halal di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data menurut Miles dan Huberman yang mencakup tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun potensi wisata halal di Aceh sangat menjanjikan, aspek pendidikan pariwisata di daerah ini masih minim dan bersifat umum. Belum adanya fokus pada pendidikan yang secara khusus membahas konsep, standar, dan praktik wisata halal menjadi kendala utama dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan ekosistem pendidikan pariwisata halal guna mendukung pembangunan pariwisata Aceh yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Strategi Guru dalam Mencegah Budaya Pacaran di Sekolah Berbasis Tahfiz: Pendekatan Pendidikan Karakter Islami Nurdiani, Nurdiani; Mardhiah, Ainal; Hayati, Hayati; Masbur, Masbur
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i1.32

Abstract

The culture of teenage dating presents a significant challenge in shaping students’ character, especially within tahfiz-based schools that combine Islamic education and the national curriculum. This phenomenon has become a serious concern for Islamic educational institutions seeking to nurture morally grounded youth amid increasing digital exposure. This study aims to explore the strategies employed by teachers to prevent dating culture in Islamic boarding schools. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving all teachers. The findings reveal that prevention strategies are implemented in three stages: planning based on the values of iffah (self-restraint) and haya’ (modesty), implementation through daily religious routines, teacher role modeling, and social supervision, and addressing challenges such as digital media influence and limited after-hours monitoring. This study underscores the importance of integrating Islamic character education with context-sensitive pedagogical approaches in shaping adolescent behavior. It contributes to the development of character-building models responsive to the challenges of the digital age. Abstrak Budaya pacaran di kalangan remaja merupakan tantangan serius dalam pembinaan karakter siswa, terlebih di sekolah berbasis tahfiz yang mengintegrasikan pendidikan agama dan kurikulum nasional. Fenomena ini menjadi perhatian khusus bagi lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi berakhlak mulia di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam mencegah budaya pacaran di lingkungan sekolah tahfiz. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap seluruh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencegahan dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan berbasis nilai iffah dan haya’, implementasi melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, dan pengawasan sosial, serta penanganan kendala yang mencakup pengaruh media digital dan keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan karakter Islami dan pendekatan pedagogis yang kontekstual dalam membentuk perilaku remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembinaan karakter yang responsif terhadap tantangan era digital.
Efektivitas Supervisi Klinis Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Al-Qur’an Hadits di MTsN 5 Aceh Timur Nurma, Nurma; Azhar, Azhar; Rahmi, Sri
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i1.33

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of clinical supervision conducted by the principal to improve the performance of Al-Qur’an Hadith subject teachers. A qualitative descriptive approach was used with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research subjects included the principal, vice principal for academic affairs, and two Al-Qur’an Hadith teachers. The findings indicate that clinical supervision was implemented in three main stages: planning, implementation, and evaluation. Planning was conducted systematically based on teacher needs; implementation involved classroom observation and reflective feedback; and evaluation revealed improvements in the teachers' competencies in planning, executing, and assessing learning. The study confirms that structured and collaborative clinical supervision significantly contributes to the improvement of Al-Qur’an Hadith teacher performance.This study contributes to the discourse on school-based instructional supervision, particularly within Islamic education settings. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup kepala madrasah, wakil kepala bidang akademik, dan dua orang guru Al-Qur’an Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan secara sistematis berdasarkan kebutuhan guru; pelaksanaan berbasis observasi kelas dan umpan balik reflektif; serta evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam merancang, melaksanakan, dan menilai pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi klinis yang terstruktur dan kolaboratif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru Al-Qur’an Hadits di madrasah. Temuan ini relevan dijadikan sebagai model pembinaan guru berbasis kebutuhan individual, khususnya untuk mata pelajaran keagamaan di madrasah tsanawiyah, yang selama ini belum banyak dikaji dalam konteks supervisi klinis.
Kampus Mengajar dan Pembelajaran Kontekstual untuk Peningkatan Literasi Numerasi di SD Negeri Kalisalam 1 Dringu Royyana, Malqa Dewi; Wardana, Ludfi Arya; Kasdriyanto, Didit Yulian; Sriwijayanti, Ribut Prastiwi
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 3 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v3i2.35

Abstract

Kampus Mengajar program is a government initiative aimed at improving the quality of basic education, particularly students’ literacy and numeracy skills. This study aims to describe the implementation of the eighth batch of the Kampus Mengajar program at SD Negeri Kalisalam 1 and analyze its impact on students' basic competencies through contextual learning. A descriptive qualitative approach was employed, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. Thematic analysis was conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the program’s implementation through five key activities—RUJAK (Learning with Peers), Tutoring Math, Learning with Experts, The LitNum Fest, and Book Fair—successfully fostered enjoyable, practical, and adaptive learning experiences. These activities contributed to significant improvements in students’ reading, writing, and arithmetic skills, while also shaping positive learning habits. The program further established collaborative interactions among students, teachers, and university mentors, reinforcing a contextual learning environment. These results suggest that experiential learning strategies can effectively enhance students’ fundamental competencies, especially in schools with limited educational resources. Abstrak Program Kampus Mengajar hadir sebagai salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam keterampilan literasi dan numerasi siswa. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Kampus Mengajar angkatan 8 di SD Negeri Kalisalam 1 dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan keterampilan literasi dan numerasi siswa melalui pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program melalui lima kegiatan utama—RUJAK, Tutoring Math, Belajar Bersama Si Ahli, The LitNum Fest, dan Pameran Buku—berhasil menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, aplikatif, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Kegiatan tersebut mendorong peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, serta membentuk kebiasaan belajar yang positif. Program ini juga membangun interaksi kolaboratif antara mahasiswa, guru, dan komunitas sekolah yang memperkuat suasana belajar kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi dasar siswa di sekolah dasar, terutama pada konteks sekolah dengan keterbatasan sumber daya.