cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PELATIHAN MENJADI PENDIDIK MISIONER DALAM MASYARAKAT MAJEMUK BAGI GURU AGAMA KATOLIK PARUNG PANJANG Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24533

Abstract

In the situation of a pluralistic Indonesian society both in terms of religion and culture, the role of Catholic religion teachers is very large in educating students so that they are able to adapt to the situation of the people around them. Religious teachers are not only tasked with delivering religious lessons intellectually/cognitively, but also must be able to convey messages/good news to their students. In addition, they are also obliged to help students to have a missionary spirit/spirit. Therefore, being a missionary Catholic religious educator is an obligation, especially in a pluralistic society. This means that educators must be able to adapt to the surrounding environment which consists of people of various ethnicities, religions and cultures. The training which was attended by 15 teachers was not only filled with giving material by the facilitators, but also by sharing experiences between them. The teachers who have served between 5 and 20 years shared their experiences accompanying their students. They also revealed that through this training activity, they were able to become competent teachers and able to testify in the community through their daily behavior. In addition, this training is a motivational tool for teachers to be more persistent and skilled in carrying out tasks in line with their beliefs. Dalam situasi masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari segi agama maupun budaya, peran guru agama Katolik sangat besar dalam mendidik para siswa agar mampu beradaptasi dengan situasi masyarat di sekitarnya. Para guru agama tidak hanya bertugas untuk menyampaikan pelajaran agama secara intelektual/kognitif, tapi juga harus mampu menyampaikan pesan/Kabar Gembira bagi para siswanya. Selain itu mereka juga wajib menolong para siswa agar memiliki jiwa/semangat pewartaan (misioner). Oleh sebab itu mejadi pendidik agama Katolik yang misioner merupakan suatu kewajiban khususnya di tengah masyarakat majemuk. Artinya para pendidik harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya yang terdiri dari masyarakat beraneka ragam suku, agama dan kebudayaannya. Pelatihan yang diikuti oleh 15 orang guru selain diisi dengan pemberian materi oleh fasilitator, tapi juga dilakukan dengan sharing pengalaman diantara mereka. Para guru yang telah mengabdi antara 5 hingga 20 tahun ini menceritakan pengalaman mereka mendampingi anak didik. Mereka juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan pelatihan ini, mereka mampu menjadi guru yang berkompeten dan mampu bersaksi di tengah mayarakat melalui perilaku hidup sehari-hari. Selain itu pelatihan ini menjadi sarana motivasi bagi para guru untuk lebih gigih dan terampil dalam melaksanakan tugas selaras dengan kepercayaan yang dianutnya
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGUATAN EKONOMI KREATIF BAGI ANGGOTA KOPERASI BUMI MANDIRI SEJAHTERA DESA LEMBANG, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Adiputra, I Gede; Andreas, Raffel
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24535

Abstract

Rural areas have various potential resources whose utilization has not been optimal. One of the potentials that is vital to notice is human assets they have, human beings are capable of create confined and low-fee sources into assets of excessive financial fee. Lembang Village is a village positioned within the coastal vicinity of ​​Karimun Regency. This region has a wealth of capacity natural assets which include culinary, natural tourism and handicrafts. This counseling objectives to inspire the network to broaden their creativity in growing those capability sources. The consequences of network provider that initially did not recognize the possibilities that existed after receiving counseling they had been enthusiastic about growing their diverse creativity on how to utilize the assets discovered withinside the village into merchandise of excessive financial price. After following the network outreach, in addition they created a group that to assist this goal through setting up a 'Creative House for the Lembang Village Community'. Community Empowerment counseling activities via Strengthening the Creative Economy for Members of the Bumi Mandiri Sejahtera Cooperative Lembang Village, Lembang District, West Bandung Regency offer blessings to the network. This may be visible from the passion of the network in asking questions and being prompted to expand their enterprise creativity. So this pastime wishes to be done on an ongoing basis. Banyak potensi yang terdapat pada masyarakat pedesaan belum dimanfaatkan secara maksimal, salah satu diantaranya adalah potensi sunber daya manusia. Melalui kreatifitas yang dimilikinya masyarakat mampu mengubah sumberdaya yang terbatas dan bernilai jual rendah menjadi sumberdaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Desa‘Lembang adalah satu desa yang berada di kawasan pesisir kabupaten Karimun dengan kekayaan sumberdaya alam yang sangat potensial antara lain kuliner, wisata alam dan kerajinan tangan. Penyuluhan ini bertujuan memotivasi masyarakat agar kreatif mengembangkan sumberdaya potensial tersebut. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat yang semula belum mengerti atau bahkan tidak mampu membaca peluang yang ada, setelah mendapat penyuluhan ini, mereka memiliki antusias untuk mengembangkan berbagai kreatifitasnya dalam upaya memanfaatkan sumberdaya desa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Setelah mengikuti penyuluhan ini, masyarakat juga diharapkan mampu membuat suatu kelembagaan yang mendukung pencapaian tujuan tersebut yakni dengan mendirikan “Rumah Kreatif Masyarakat Desa Lembang”.’ Kegiatan penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Ekonomi Kreatif Bagi Anggota Koperasi Bumi Mandiri Sejahtera Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat memberi manfaat bagi masyarakat. Menilik tingkat antusias masyarakat dalam berkomunikasi serta motivasi mereka untuk mengembangkan kreatifitas usaha, kegiatan ini dipertimbangkan perlu ditindaklanjuti
PERANCANGAN LOGO REGIONAL WORKSHOP WORLD OCEAN ASSESSMENT BELITUNG Valentina, Anny; Elysia, Celine; Aurellia, Meysia Dewi; Natassya, Amelia
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24536

Abstract

WOA 2022 is the second international agenda in Belitung Regency after the implementation of the G20 Development Working Group (DWG) in September. The World Ocean Assessment (WOA) is a world maritime meeting that focuses on discussing issues of the marine environment and their social and economic effects. Belitung was chosen because it has sea that still preserved from all kinds activities that can damage the conservation. Considering that the WOA event will be held in December 2022 and is an international event, to welcoming this event the local government needs help from professionals to design a logo event. As a very important visual identity, logo is the main face of a brand and has a meaning that can explain the vision or purpose of the brand. Implementing the method of this PKM, in the first stage communication was carried out with the Belitung Regency Regional Government. Through Deputy Regent Isyak Meirobie, the PKM DKV Untar team was invited to collaborate. The second stage is literature study, observation with visual design that supports the spirit of 'Let's Go Belitung'. Then find a solution to the problem by processing the icons from Belitung into a visualization that is manifested into a logo. In the fifth stage, a visual design is made by applying the Belitung icons to the logo and providing several visual alternatives and making revisions if necessary. In the end, a logo was sent which was then applied to Instagram @kemenkomarves. WOA 2022 menjadi agenda internasional kedua di Kabupaten Belitung setelah pelaksanaan Development Working Group (DWG) G20 pada bulan September. World Ocean Assessment (WOA) adalah pertemuan maritim dunia yang berfokus membahas isu-isu lingkungan laut dan efeknya terhadap sosial dan ekonomi. Belitung dipilih karena memiliki laut yang masih terjaga kelestarian dari segala macam kegiatan lain yang dapat merusak pelestarian. Mengingat acara WOA akan dilaksanakan pada bulan Desember 2022 dan merupakan acara internasional, maka Pemda membutuhkan bantuan tenaga professional untuk merancang logo event untuk menyambut berlangsungnya event ini di Belitung. Sebagai identitas visual yang sangat penting, logo merupakan wajah utama dari sebuah brand dan tentunya memiliki makna yang dapat menjelaskan visi atau tujuan dari brand tersebut. Metode pelaksanaan PKM, pada tahap pertama dilakukan komunikasi dengan pihak Pemda Kabupaten Belitung. Melaui Wakil Bupati Isyak Meirobie diajaklah tim PKM DKV Untar untuk berkolaborasi. Tahap kedua studi pustaka, observasi dengan perancangan visual yang mendukung agar sesuai dengan spirit ‘Let’s Go Belitung”. Lalu mencari solusi dari permasalahan dengan mengolah ikon-ikon dari Belitung menjadi visualisasi yang diwujudkan menjadi logo. Pada tahap ke lima dibuat rancangan visual dengan mengaplikasikan ikon-ikon Belitung kedalam logo dan memberikan beberapa alternatif visual serta membuat revisi jika diperlukan. Pada akhir dikirimkan logo yang kemudia telah diaplikasikan pada Instagram @kemenkomarves.
STRATEGI KUALITAS SERVICE TERHADAP PELANGGAN UNTUK MEMPERTAHANKAN PELANGGAN LAMA DAN MENARIK PELANGGAN BARU Willy, Simon; Utama, Louis; Verawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24537

Abstract

Laundry is a service business that is very useful among Indonesian people at this time. In the midst of a busy community, one of their mandatory activities is often neglected. Piled up clothes and piled up cloth will make us more stressed. Because clothes are one of the mandatory needs that we always use everyday. With this laundry service, we only send clothes and will be processed immediately by the laundry employees. Laundry is one of the services in the field of washing clothes by having the type of laundry that has been set at a price by the service provider and the length of time the laundry is usually determined by the provider with a minimum and maximum limit for the completion of the laundry ordered by the customer. The laundry as a business actor that provides laundry services, should provide the best service for laundry service users or consumers. But in reality laundry services still often make mistakes in the form of defects in clothes such as discoloration, faded colors, lost clothes, mixed up and the length of time it takes to wash clothes. Laundry adalah salah satu usaha jasa yang sangat berguna di kalangan masyarakat Indonesia untuk saat ini. Di tengah-tengah kesibukan masyarakat yang padat, seringkali salah satu kegiatan wajib mereka terbengkalai begitu saja. Baju yang menumpuk dan kain yang menumpuk akan membuat kita semakin stress, karena baju adalah salah satu kebutuhan wajib yang selalu kita gunakan sehari-hari. Dengan adanya jasa laundry ini kita hanya perlu mengirim pakaian dan akan segera diproses oleh pihak karyawan laundry. Laundry merupakan salah satu pelayanan jasa di bidang cuci mencuci pakaian dengan memiliki jenis cucian yang telah ditetapkan harganya oleh pihak penyedia jasa dan waktu lama cucian biasanya ditentukan oleh penyedia dengan batas minimal dan maksimal selesainya cucian yang dipesan pelanggan. Pihak laundry sebagai pelaku usaha yang memberikan layanan jasa laundry, sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa laundy atau konsumen. Tetapi pada kenyataannya jasa laundry masih sering melakukan kesalahan berupa cacat pada pakaian seperti kelunturan, pudar pada warna pakaian, pakaian hilang, tertukar dan lamanya waktu pencucian baju.
EDUKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERKAIT PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELITUS) Limanan, David; Tjahyanto, Teddy; Destianti , Erika; Makarau, Erick; Eldy
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24539

Abstract

Non-communicable diseases, especially diabetes mellitus, are the main cause of death and disability globally. Data shows that the prevalence of diabetes mellitus in people aged 15 years and over has increased from 6.9% to 10.9%. This increase is due to educational and knowledge inequalities, poor health behaviors such as smoking, drinking heavy alcohol, physical activity, and unhealthy eating patterns. The purpose of this service activity is to increase knowledge and transfer insights to participants regarding non-communicable diseases diabetes mellitus. Community service activities begin with a coordination meeting with the community service implementation team, the results of the meeting determine educational activities on knowledge about diabetes mellitus to be carried out on November 14, 2022, and before and after education a pretest and post-test is carried out with a Google form containing questions on respondent characteristics and basic knowledge about diabetes mellitus. The diabetes mellitus educational counseling activity was held on November 14, 2022, at 12.00-16.00 with a total of 140 participants, consisting of 38 men and 102 women. The results of the pretest average score were 62.30 and the posttest average score was 82.29, so there was an increase in the knowledge of participants who took part in educational activities by 32.09%. This activity can be carried out regularly so that participants can become agents of change both for themselves and the people around them, especially those related to diabetes mellitus. Penyakit tidak menular (PTM) terutama yang disebabkan penyakit diabetes melitus menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan secara global. Data menunjukan bahwa prevalensi diabetes mellitus pada penduduk berusia 15 tahun ke atas terjadi peningkatan dari 6,9% menjadi 10,9%. Peningkatan ini disebabkan ketidaksetaraan pendidikan dan pengetahuan, perilaku kesehatan yang kurang baik seperti merokok, minum alkohol berat, aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan kegiatan pengabdian ini menambah pengetahuan serta mentransfer wawasan kepada para peserta mengenai penyakit tidak menular diabetes melitus. Kegiatan pengabdian dimulai dengan rapat koordinasi dengan tim pelaksana pengabgdian, hasil rapat ditetapkan kegiatan edukasi pengetahuan mengenai diabetes melitus dilakukan pada tanggal 14 November 2022 serta sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pretest dan post-test dengan Google form yang berisi pertanyaan karekteristik responden dan pengetahuan dasar mengenai diabetes melitus. Kegiatan penyuluhan edukasi penyakit diabetes melitus dilaksanakan tanggal 14 November 2022 pukul 12.00-16.00 dengan total peserta kegiatan sebanyak 140 peserta, terdiri dari 38 laki-laki dan 102 perempuan dapat berlangsung sesuai rencana dan diselenggarakan dengan baik. Hasil nilai rata-rata prestest sebesar 62.30 dan nilai rata-rata posttest adalah 82.29, maka terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang mengikuti kegiatan edukasi sebesar 32,09%. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin agar peserta dapat menjadi agen perubahan baik untuk dirinya dan juga orang-orang disekitarnya, terutama yang berkaitan dengan penyakit diabetes melitus
PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEGOK Atzmardina, Zita; Darmawan, Reagan; Satyanegara, William Gilbert; Natasya
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24540

Abstract

Typhoid fever is a digestive disease with risk factors for lack of knowledge and inadequate hand washing. Typhoid fever cases in the world reach 11-20 million cases per year. The incidence of Typhoid fever in Asia is 267.6 cases per 100,000 per year. According to the RI Ministry of Health, Typhoid fever in Indonesia reached 41,081 cases. At the Puskesmas Legok there was an increase in typhoid fever visits of 550% in August compared to the average number of visits each month. The purpose of holding this activity is to increase public knowledge about typhoid fever and how to wash hands properly and correctly in the Puskesmas Legok. A community diagnostic approach is used to determine causes and interventions. Collecting data using a mini-survey and identifying the causes of problems through the Blum paradigm. The problem priority is determined from the Delphi non-scoring method. The root cause of the problem is determined using a Fishbone diagram. Intervention by counseling about Typhoid fever, training on proper and proper hand washing as well as distributing leaflets and placing posters. Monitoring uses the Plan-Do-Check-Action (PDCA) method and evaluation uses a systems approach. The results obtained at the counseling regarding Typhoid fever along with the pre-test and post-test, obtained a post-test value of > 70 in 85% of respondents. The results of good and correct hand washing activities were found to be 80% washing hands properly and correctly. It was concluded that one of the reasons for the increase in Typhoid fever cases at the Legok Health Center was the lifestyle aspect. After the intervention, there was an increase in knowledge about Typhoid fever and how to wash hands properly and correctly. Demam Tifoid merupakan penyakit pencernaan dengan faktor risiko kurangnya pengetahuan dan mencuci tangan yang tidak adekuat. Kasus demam Tifoid di dunia mencapai 11-20 juta kasus per tahun. Insiden demam Tifoid di Asia sebesar 267,6 kasus per 100.000 per tahun. Menurut Kemenkes RI, demam Tifoid di Indonesia mencapai 41.081 kasus. Pada Puskesmas Legok terdapat peningkatan kunjungan demam Tifoid sebesar 550% di bulan Agustus dibandingkan dengan jumlah kunjungan rerata tiap bulannya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai demam Tifoid dan cara mencuci tangan yang baik dan benar di wilayah kerja Puskesmas Legok. Pendekatan diagnosis komunitas digunakan untuk menentukan penyebab serta intervensinya. Pengumpulan data menggunakan minisurvey dan mengidentifikasi penyebab masalah melalui paradigma Blum. Prioritas masalah ditentukan dari metode non-scoring Delphi. Akar penyebab masalah ditentukan menggunakan diagram Fishbone. Intervensi dengan penyuluhan mengenai demam Tifoid, pelatihan cuci tangan yang baik dan benar serta pembagian leaflet dan pemasangan poster. Monitoring menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan evaluasi menggunakan pendekatan sistem. Hasil yang didapatkan pada penyuluhan mengenai demam Tifoid disertai pre-test dan post-test, didapatkan nilai post-test > 70 pada 85% responden. Hasil kegiatan cuci tangan yang baik dan benar didapatkan 80% melakukan cuci tangan dengan baik dan benar. Disimpulkan bahwa salah satu penyebab peningkatan kasus demam Tifoid di Puskesmas Legok adalah aspek lifestyle. Setelah intervensi didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai demam Tifoid dan cara mencuci tangan yang baik dan benar.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI PEDOMAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SANGGAR KREATIVITAS BOMBI Yang, Amanda; Suhendah, Rousilita; Sriwati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24866

Abstract

Pendidikan pada anak usia dini merupakan pembelajaran awal bagi seorang insan. Pada masa usia dini, tepatnya umur 0-6 tahun, merupakan masa aktif untuk membangun fondasi seorang anak demi pembentukan karakter. Merdeka belajar merupakan kurikulum baru yang diciptakan demi terbentuknya reformasi pendidikan. Merdeka belajar bagi anak usia dini merupakan salah satu bentuk terciptanya merdeka bermain dengan tujuan untuk pengembangan diri anak sesuai dengan tingkatannya. Pembelajaran ini mempengaruhi peningkatan motorik halus, motorik kasar, dan kognitif pada anak. Merdeka belajar identik dengan merdeka bermain yang mengartikan bahwa adanya kebebasan untuk bermain sebagai salah satu bentuk pembelajaran bagi anak usia dini. Dengan adanya kebebasan untuk memilih, anak dapat belajar mandiri dan bertanggung jawab atas segala bentuk tindakannya. Kurikulum Merdeka Belajar mendukung akselerasi pembentukan karakter sejak dini dengan tujuan mengusung generasi emas di masa yang akan mendatang. Kurikulum ini wajib diterapkan di Sanggar Kreativitas Bombi agar dapat melahirkan generasi emas sekaligus berperan sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi pemerintah. Pengajar bukan lagi berperan sebagai penentu, melainkan sebagai fasilitator yang mendukung perkembangan karakter dan aspek psikomotorik anak. Kurikulum Merdeka Belajar diharapkan dapat menjadi guncangan sektor pendidikan agar dapat bersaing dengan negara lain. Tim MBKM Untar membantu menganalisis efektivitas pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar pada anak usia dini Sanggar Kreativitas Bombi. Metode yang digunakan adalah observasi secara langsung dan wawancara. Early childhood education is early learning for a human being. Children's early years, ages 0-6 years to be exact, are an active period in which their character is formed. Freedom to Learn is a new curriculum created for the purpose of reforming education. In early childhood, freedom of learning is a means of playing with children's self-development in accordance with the purpose of their creation. In children, this learning helps them improve their fine motor skill, gross motor skill, and cognitive capabilities. It is important to note that freedom to learn is synonymous with freedom to play, which means that early childhood children are free to play as a way of learning. By having the freedom to choose, children can learn to be independent and responsible. Merdeka Learning Curriculum aims to accelerate the building of character at an early age for the creation of a golden generation. Sanggar Kreativitas Bombi needs to implement this curriculum to ensure the development of a golden generation and to play a role in supporting government legislation. Teachers are no longer determinants, but facilitators who assist children in developing their character and psychomotor skills. The Free Learning Curriculum is expected to shock the education sector in order to keep up with other countries' education systems. The MBKM Untar team helped analyze the effectiveness of learning the Merdeka Learning Curriculum for early childhood at Sanggar Kreativitas Bombi. It is based on direct observation and interviews.
PEMBEKALAN DASAR-DASAR AKUNTANSI TERHADAP SISWA-SISWI SMA TARSISIUS 1 JAKARTA DALAM KEGIATAN MBKM Thewatt, Candise; Wirianata, Henny; Sriwati
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24867

Abstract

Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirancang oleh Kemendikbud Ristek masih terus dikembangkan oleh banyak perguruan tinggi dengan maksud untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan diri dengan maksimal dan mempersiapkan sarjana yang berkualitas tinggi. Dengan pertimbangan era pandemi yang juga menjadi faktor penghambat dalam pertumbuhan dan perkembangan dunia pendidikan, maka tercipta berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu kegiatan yang termasuk dalam kurikulum MBKM adalah program Asistensi Mengajar di SMA Tarsisius 1 Jakarta. Dengan dilakukannya pembekalan, diharapkan siswa yang mengambil dan menghadiri kelas ekstrakurikuler klub akuntansi dapat memahami dasar-dasar akuntansi lebih baik sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan pembekalan materi dan pembahasan latihan soal yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Tarumanagara. Hal ini diharapkan dapat membantu baik mahasiswa untuk menjadi lebih kreatif dalam menyampaikan materi maupun siswa dalam penerimaan materi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana mahasiswa akan mengumpulkan data dari kuisioner yang disebarkan kepada siswa SMA Tarsisius 1 Jakarta. Hasil dari pembekalan yang dilakukan sejak tanggal 24 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 9 November 2022 dinilai cukup baik dan memuaskan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil pengumpulan data mengenai manfaat dan efisiensi pembelajaran yang dilakukan dengan rata-rata nilai ‘sangat baik’ yang diberikan oleh siswa. Akhir dari kegiatan MBKM Asistensi Mengajar ini akan dipublikasikan sebagai ABDIMAS yang akan dimuat di Prosiding SERINA. The implementation of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) designed by Kemendikbud Ristek is still being developed by many universities with the aim of providing opportunities for students who want to maximally develop themselves and prepare high-quality graduates. Considering the pandemic era which is also an inhibiting factor in growth and development of the world of education, various activities have been created that aim to overcome these problems. One of the activities included in the MBKM curriculum is Teaching Assistance program at SMA Tarsisius 1 Jakarta. With tutoring, it is hoped that students who take and attend extracurricular classes in accounting club can understand the basics of accounting better so that they can be implemented in daily life. Learning activities are carried out by providing material and discussing practice questions executed by lecturers and students of Tarumanagara University. This is expected to help both college students to be more creative in delivering material and students in receiving material. The research method used is descriptive qualitative, where students will collect data from questionnaire distributed to students of SMA Tarsisius 1 Jakarta. The results of the tutoring conducted from August 24, 2022 to November 9, 2022 were considered quite good and satisfactory. This can be seen based on the results of data collection regarding the benefits and efficiency of learning carried out with an average score of 'very good' given by students. The end of the Teaching Assistance MBKM activity will be published as ABDIMAS which will be published in the SERINA Proceedings.
PELATIHAN PENYUSUNAN BUKU BESAR, NERACA SALDO, DAN KERTAS KERJA UNTUK SISWA SMA ST. TARSISIUS I Adang, Ferry; Klarisa, Livia; Melawati, Natasha; Thewatt, Candise; Evelyne, Theresya
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.25181

Abstract

ABSTRACT The accounting function has an essential role in the progress of a company. This is because the results of the accounting function carried out by accountants are fair, accountable, transparent and reliable financial statements. The financial statements are the main indicator of The Company's performance, as well as an instrument for investors to make strategic decisions. There are several important indicators that can be assessed from the financial statements, such as the level of liquidity and solvency of The Company. Accountants are professions which has an important role in the preparation of these financial statements. The accounting profession needs to be fostered and developed for high school students in order to produce the next generation of competent young accountants. The Untar PKM Team views that this coaching can be carried out in the form of Community Service Activities at SMA St. Tarcisius I.This Community Service activity is carried out offline in the form of theoretical presentations and simulations in the form of discussing cases of accounting processes in the real world in the process of posting general ledgers, preparing trial balances, and preparing working papers. The result of this activity is an increase in literacy and basic understanding of the basics of accounting for SMA St. Tarsisius I. This Community Service activity was carried out on Wednesday, October 26, 2022 offline at St. Tarsisius I High School. Keywords: accounting, ledger posting, trial balance, working papers ABSTRAK Fungsi akuntansi memiliki peran yang esensial dalam kemajuan suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan hasil dari fungsi akuntansi yang dijalankan oleh akuntan adalah laporan keuangan yang wajar, akuntabel, transparan, dan dapat diandalkan. Laporan keuangan adalah indikator utama kinerja Perusahaan, serta sebagai instrumen bagi investor untuk menempuh keputusan strategis. Terdapat beberapa indikator penting yang dapat dinilai dari laporan keuangan, seperti tingkat likuiditas dan tingkat solvabilitas Perusahaan. Akuntan adalah profesi yang berperan penting dalam penyusunan laporan keuangan tersebut. Profesi akuntan perlu dibina dan dikembangkan untuk siswa SMA dalam rangka menghasilkan generasi penerus akuntan muda yang kompeten. Tim PKM Untar memandang bahwa pembinaan ini dapat dilakukan dalam bentuk Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di sekolah SMA St. Tarsisius I.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan secara luring yang dilakukan dalam bentuk pemaparan teori serta simulasi dalam bentuk pembahasan soal kasus atas proses akuntansi pada dunia nyata dalam proses posting buku besar, penyusunan neraca saldo, serta penyusunan kertas kerja. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan literasi dan pemahaman dasar atas dasar-dasar akuntansi bagi siswa SMA St. Tarsisius I.. Kata Kunci: akuntansi, posting buku besar, neraca saldo, kertas kerja
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA KECIL UNTUK PELAKU UMKM KULINER DI TANGERANG Bangun, Nurainun; Christy Lisanto, Jane
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.25182

Abstract

ABSTRACT The existence of MSMEs “that are resilient and resistant to economic crises is able to absorb labor, thereby contributing significantly to reducing unemployment. But in reality there are several problems faced by MSMEs today. Mainly a management problem. This condition also happened to business actors in Kelapa Dua Village, Tangerang. So far, MSME actors in this location still do not understand well about business management. Most of these business actors still tend to make decisions based on intuition and experience. A strategic and realistic program is needed to overcome the problems mentioned above. MSMEs need to get management capacity development support through business assistance, both online and offline. The purpose of this Community Service Implementation activity is to provide business management training to culinary business actors so that they are able to manage their business properly and effectively. The method of implementing community service at RW 09 Kelapadua Village is divided into three stages, namely the initial stage of interviews and field observations, the second stage is the implementation of training, and the final stage is assistance as well as monitoring. This PKM activity has been carried out in the form of training for MSME actors on business management, including financial management and HR management for small businesses, the aim of which is to encourage the development of the MSME business or business that they are undertaking. The activity was carried out on Saturday 29 October 2022 which was attended by 20 MSME participants.” ABSTRAK Keberadaan UMKM “yang tangguh dan tahan terhadap krisis ekonomi mampu menyerap tenaga kerja, sehingga berkontribusi signifikan mengurangi pengangguran. Tetapi dalam realitasnya terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM saat ini. Utamanya adalah masalah manajemen. Kondisi seperti ini juga yang terjadi pada pelaku usaha di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang. Sejauh ini para pelaku UMKM di lokasi ini masih belum memahami dengan baik mengenai manajemen usahanya. Sebagian besar pelaku usaha tersebut masih cenderung untuk mengambil keputusan berdasarkan intuisi dan pengalaman. Dibutuhkan program strategis dan realistis untuk mengatasi masalah tersebut di atas. UMKM perlu mendapatkan dukungan pengembangan kapasitas manajemen melalui pendampingan usaha, baik online maupun offline. Tujuan dari kegiatan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini adalah ingin memberikan pelatihan manajemen usaha pada pelaku usaha kuliner agar mampu melakukan pengelolaan usaha dengan baik dan efektif. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat di RW 09 Kelurahan Kelapadua ini terbagi menjadi tiga tahap, yakni tahap awal interview dan observasi lapangan, tahap kedua adalah pelaksanaan pelatihan, serta tahap akhir yaitu pendampingan sekaligus monitoring. Kegiatan PKM ini telah dilakukan berupa pelatihan kepada pelaku UMKM tentang manajemen usaha, termasuk didalamnya tentang manajemen keuangan dan manajemen SDM untuk usaha kecil, tujuannya supaya dapat mendorong berkembangnya usaha atau bisnis UMKM yang dijalani. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2022 yang diikuti oleh 20 peserta pelaku UMKM.”

Page 8 of 64 | Total Record : 633