cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
ISSN : 18580750     EISSN : 26856336     DOI : https://doi.org/10.58791/drs
Core Subject : Religion, Social,
bidang ilmu Keislaman, Sosial dan Pendidikan. Jurnal Darussalam secara khusus menitikberatkan pada permasalahan pokok dalam pengembangan ilmu Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
PENGEMBANGAN KREATIFITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN Nurul Husna
Darussalam Vol. 24 No. 02 (2023): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v24i02.117

Abstract

Abstrak Bermain merupakan pengalaman belajar yang sangat berguna untuk anak dan memiliki beberapa manfaat bagi perkembangan anak yaitu perkembangan fisik, sosial emosional, kognitif dan intelektual serta Bahasa. Bermain sambil belajar merupakan sebuah slogan yang harus dimaknai sebagai satu kesatuan, yakni belajar yang dilakukan anak adalah melalui bermain. Kreativitas anak usia dini dapat dikembangkan melalui bermain, hal ini diperkuat dengan penelitiannya bahwa menunjukan hubungan yang erat antara sikap bermain dan kreativitas. Bermain memberikan suatu konteks bagi anak untuk mempraktekan keterampilan-keterampilan yang baru diperoleh dan juga untuk berfungsi pada puncak kemampuan mereka yang berkembang untuk mengambil peran-peran sosial baru, mencoba tugas-tugas baru dan menantang, serta memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Selain itu untuk mendukung perkembangan kognitif, bermain memerankan fungsi-fungsi penting dalam perkembangan fisik, emosi, bahasa, seni dan sosial anak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Kata kunci: Kreatifitas, Bemain
SUBTANSI HUKUM WARIS DALAM TEKS AL-QUR’AN MENELAAH KONSEP KEADILAN WARIS DALAM AL-QUR’AN Ahmad Rasyid
Darussalam Vol. 24 No. 01 (2023): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v24i01.118

Abstract

ABSTRACT Tulisan ini bertujuan menjelaskan konsep keadilan dalam hukum waris dari sudut pandang al-Qur’ân. Ilmu yang pertama kali hilang di tengah kaum muslimin adalah ilmu waris, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. Tidak hanya sampai disitu, adanya usaha untuk merusak tatanan hukum waris dalam Islam. Dengan anggapan bahwa pembagian harta warisan bagi seorang anak laki-laki sebanding dengan dua orang anak perempuan merupakan sebuah bentuk kezaliman terhadap perempuan. Sehingga diperbolehkan untuk melakukan modifikasi terhadap hukum waris Islam. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Dengan kesimpulan bahwa makna keadilan dalam hukum waris Islam harus mengikuti ketentunan Allah swt. bukan pembagian yang sama rata. Dibalik pembagian waris dalam Islam mengandung keadilan yang bersifat universal ditinjau dari sisi teologi, ekonomi, sosial.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE INQUIRI PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI HUBUNGAN ANTAR SATUAN WAKTU, PANJANG DAN BERAT KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH ANNUR Miftah Farid
Darussalam Vol. 24 No. 01 (2023): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v24i01.119

Abstract

ABSTRACT Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian tindaan kelas (PTK), yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat mengatifkan siswa dalam proses belajar dengan permasalahan siswa yang kurang berminat pada mata pelajaran matematika ini materi hubungan antar satuan waktu, panjang dan berat. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilasanakan dalam 2 siklus yang terdiri atas 2 pertemuan dalam I siklusnya jadi ada 4 pertemuan dalam 2 siklus. Sumber data diambil dari ativitas siswa dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas IV Madrasah ibtidaiyah Annur. Cara pengambilan data diambil dengan teknik observasi dan tes tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inquiri pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar pada materi hubungan antar satuan waktu, panjang dan berat kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Annur.
Sejarah Matematika Yunani Farid, Miftah
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.135

Abstract

Penggunaan kata “ilmu pasti” atau “wiskunde” untuk “mathematics” seolah-olah membenarkan pendapat bahwa di dalam matematika semua hal sudah pasti dan tidak dapat diubah lagi. Padahal, kenyataan sebenarnya tidaklah demikian. Dalam matematika, banyak terdapat pokok bahasan yang justru tidak pasti, misalnya dalam istilah statistika ada probabilitas (kemungkinan), perkembangan dari logika konvensional yang memiliki 0 dan 1 ke logika fuzzy yang bernilai antara 0 sampai 1, dan seterusnya. Angka 4 diwakili oleh huruf keempat alfabet Yunani (δ) dan ditulis δʹ. Ketika mereka mencapai 1000 (khilias), orang-orang Yunani itu melanjutkan awalan numerik seperti tetrakiskhilioi untuk 4000 atau dengan awalan subskrip bilangan prima untuk menunjukkan bahwa surat itu berjumlah ribuan. Jadi, ͵δʹ berarti 4000, dan angka 5327 akan ditulis ͵εʹϮʹχʹζʹ. Yang terbesar diberi nama secara independen jumlah dalam bahasa Yunani kuno adalah 10.000, disebut myrias. Kata ini adalah sumber dari kata bahasa Inggris segudang dan secara indah berasal dari kata untuk seekor semut (myrmex). Dapat dilihat betapa besarnya 10.000 di mata orang Yunani kuno dari kata sifat terkait myrios, artinya tak terhitung jumlahnya.
Implementasi Strategi Reading Aloud Dalam Pembelajaran Fiqh Di MTs Al Hamidiyah Desa Tangkas Martapura Barat sahrahman; khofifah
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.139

Abstract

ABSTRAK Guru Fiqh di MTs Al-Hamidiyah Desa Tangkas Martapura Barat telah menerapkan strategi Reading Aloud, siswa diberikan materi yang terdapat dalam buku dan siswa diminta untuk membacanya dengan suara yang keras sehingga dalam pembelajaran siswa sangat antusias ingin membaca. Masalah yang diteliti dirumuskan, bagaimana Implementasi Strategi Reading Aloud Dalam Pembelajaran Fiqh Di MTs Al - Hamidiyah Desa Tangkas Martapura Barat, dengan rumusuan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Implementasi strategi reading aloud dalam pembelajaran fiqh di MTs Al-Hamidiyah Desa Tangkas Martapura Barat? 2) Apa faktor pendukung dan penghambat di dalam Implementasi strategi reading aloud dalam pembelajaran fiqh di MTs Al-Hamidiyah Desa Tangkas Martapura Barat? Penelitian langsung kelapangan dengan observasi ke tempat penelitian meliat keadaan serta tempat penelitian yang berkaitan dengan masalah yang ingin peneliti teliti, kemudian melalui wawancara langsung peneliti juga mendapatkan data yang di minta mengenai permasalahan yang ingin peneliti teliti. Hasil Penelitian Implementasi strategi reading aloud dalam pembelajaran fiqh di MTs Al-Hamidiyah Desa Tangkas Martapura Barat, yaitu: dapat diketahui bahwa strategi Reading Aloud efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, melatih pengucapan, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran Fiqh. Pada tahap perencanaan, guru terlebih dahulu menyusun RPP, memilih materi yang relevan, serta mempersiapkan bahan ajar. Pada tahap pelaksanaan, guru membagi teks untuk dibaca secara nyaring oleh siswa, disertai diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Faktor pendukung meliputi pendidikan, pengalaman, dan kompetensi guru, sedangkan faktor penghambat mencakup variasi pemahaman siswa dan banyaknya materi yang harus diajarkan. Kesimpulannya, strategi Reading Aloud berdampak positif dalam pembelajaran Fiqh, namun memerlukan penyesuaian berdasarkan kondisi siswa dan materi ajar. Kata Kunci: Implementasi, Strategi Reading Aloud, Pembelajaran Fiqh
PESONA DAN KONTROVERSI BAJU PENGANTIN ADAT BANJAR ANTARA ESTETIKA, TRADISI, DAN SYARIAT Mida; Hanafiah; Sukarni; Muhajir
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.142

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas hukum perkawinan adat Banjar, dengan fokus pada pesona dan kontroversi busana pengantin adat Banjar terkait estetika, tradisi, dan syariat Islam. Suku Banjar Kalimantan Selatan memiliki tiga subetnis dengan kebudayaan unik, salah satunya tercermin dalam busana adat pengantin. Secara umum, busana adat pengantin Banjar terdiri dari tiga jenis: bagajah gamuling baular lulut, ba'amar galung pancaran matahari, dan babaju kun galung pacinan. Ada juga variasi keempat, yaitu babaju kubaya panjang, yang merupakan perkembangan modern dengan penambahan jilbab. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menganalisis makna dan filosofi dari ketiga jenis busana adat pengantin Banjar, serta kontroversi yang muncul terkait kesesuaiannya dengan syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana adat pengantin Banjar memiliki pesona estetika yang unik, mengandung nilai-nilai tradisi yang luhur, namun juga memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat mengenai kesesuaiannya dengan syariat Islam, khususnya terkait penggunaan aksesori dan perhiasan. Upaya pelestarian budaya perkawinan adat Banjar dapat dilakukan melalui pengembangan profesi terkait, seperti budayawan, perias pengantin, dan perancang busana, dengan tetap menjaga keaslian tradisionalnya.Kata kunci: busana pengantin; kontroversi; tradisi
TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA (SISDIKNAS) ANALISIS DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN Hj. Lusiana, Hj. Lusiana
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.144

Abstract

Pendidikan pada dasarnya memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Sehingga pendidikan seakan-akan menjadi pondasi yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Pendidikan memiliki tujuan utama yaitu menciptakan dan mengembangkan potensi manusia agar manusia memiliki kesiapan dalam menjalani kehidupan di kemudian hari. Karena pendidikan menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan sebuah negara dan menanggung tanggung jawab yang besar pada suatu negara. Hal inilah yang menjadi alasan bahwa pendidikan di sebuah negara perlu terus ditingkatkan sehingga dapat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, penulis ingin menganalisis nilai-nilai tujuan pendidikan di Indonesia dalam perspektif psikologi pendidikan dan menganalisis makna nilai-nilai tujuan pendidikan di Indonesia dalam perspektif psikologi pendidikan dengan menggunakan metode kualitatif jenis non interactive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tujuan pendidikan aspek afektif adalah nilai keimanan, aspek kognitif adalah nilai perkembangan, dan aspek psikomotor adalah nilai sosial. Adapun makna nilai keimanan tersebut adalah diharapkan menjadi individu yang beragama. Aspek kognitif adalah nilai perkembangan, adapun makna dari nilai tersebut menunjukkan bahwa pentingnya pertumbuhan dan perkembangan sehingga dapat menjadi individu yang sehat, berilmu dan cakap. Sedangkan aspek psikomotor adalah nilai sosial, nilai ini diharapkan dapat menjadi individu yang saling menghargai di atas perbedaan beragam karakteristik dan mampu berinteraksi dengan baik di tengah lingkungan masyarakat
THE EKOLISTIC WAY ILMU LAKU PADA SANTRI UNTUK KEMASLAHATAN DUNIA AKHIRAT Istiqomah, Nurul; Eli Masnawati
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.152

Abstract

Abstrak The ekolistic way adalah ilmu laku yang disandarkan dari Al Quran dan Hadist. Tidak hanya di ketahui dan dipelajari namun harus juga sifatnya wajib untuk dipraktekkan bagi santri Ma’ had Tee bee Surabaya. Dalam kamus Bahasa apapun tidak akan kita temukan arti kata The Ekolistic way. Karena guru saya Almaghfurlah KH. Miftahul Lutfie pengguna istilah kata The Ekolistic way beliau gunakan untuk membimbing siapapun dan apapun profesinya untuk menjadi seorang mukmin yang kuat. Mengubah diri demi kebaikan orang lain. Mengubah diri menjadi lebih berarti dan berfaedah untuk tata fungsi dalam kehidupan, lewat Revolusi Iqro’ Revolusi diri dan Revolusi Budaya. Dengan The ekolistic way manusia disadarkan untuk memiliki “ kecerdasan Ekolistik” yang meliputi: Kecerdasan Visioner- kecerdasan Strategis – Kecerdasan Heroisme dan Kecerdasan Momen. Kata Kunci: The Ekolistic Way- Santri- kemaslahatan dunia akhirat Abstract The ekolistic way is a practical knowledge derived from the Quran and Hadith. It is not only Something to know and learn but must also be practiced to santri Ma’had Tee Bee Surabaya . In any language dictionary, we will not find the meaning of the term The Ekolistic way. My teacher, the KH. Miftahul Lutfi, used this term to guide anyone, regardless of their profession, to become a strong person. Changing oneself for the benefit of others is beneficial for the fungsional order of life, through the iqro’ Revolution, self- revolution, and cultural revolution. Through The Ekolistic way, people are made aware to possess ekolistic intelligence, heroic intelligence and momen intelligence. Keywords: The Ecolistic Way- Santri- the benefit of the world and the afterlife
Penggunaan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Audio Visual Nur Khoirotus Syifa; Wulan Indah Fatimaul Djamilah
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.153

Abstract

Abstract The use of audio-visual based Arabic language learning media is increasingly important in increasing learning effectiveness. This research aims to analyze the impact of audio-visual media on students' Arabic language skills. By utilizing videos, audio recordings and interactive presentations, learning becomes more interesting and interactive. The research method used is a case study in several secondary schools that implement this media in their curriculum. By using relevant technology, students can more easily understand the cultural and linguistic context of Arabic. Overall, the integration of audio-visual media in Arabic language learning has the potential to increase the effectiveness and efficiency of the teaching and learning process. The results show that students who learn with audio-visual media show significant improvements in listening, speaking and vocabulary comprehension skills. Apart from that, this media also contributes to increasing students' motivation and interest in Arabic. This research recommends wider integration of audio-visual media in Arabic language learning to achieve better results. Keywords: Learning media, Arabic, Audio-Visual Abstrak Penggunaan media pembelajaran bahasa Arab berbasis audio visual semakin penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media audio visual terhadap kemampuan berbahasa Arab siswa. Dengan memanfaatkan video, rekaman audio, dan presentasi interaktif, pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.[1] Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di beberapa sekolah menengah yang menerapkan media ini dalam kurikulum mereka. Dengan menggunakan teknologi yang relevan, siswa dapat lebih mudah memahami konteks budaya dan linguistik bahasa Arab. Secara keseluruhan, integrasi media audio visual dalam pembelajaran bahasa Arab berpotensi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan media audio visual menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan mendengarkan, berbicara, serta pemahaman kosakata. Selain itu, media ini juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi dan minat siswa terhadap bahasa Arab. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media audio visual secara lebih luas dalam pembelajaran bahasa Arab untuk mencapai hasil yang lebih baik Kata Kunci: Media pembelajaran, Bahasa Arab, Audio-Visual
DAMPAK PENGGUNAAN BAHAN AJAR DIGITAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MAN SURABAYA Mochamad Masykur Kamil Asyrofi; Wulan Indah Fatimaul Djamilah
Darussalam Vol. 25 No. 02 (2024): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v25i02.159

Abstract

ABSTRAKThis article aims to explore whether the use of technology in learning Arabic has positive or negative impacts. The main focus of this study is to disentangle these effects. Technology has been widely applied in the learning process, including in teaching Arabic, because it can make the learning process easier and more effective. The use of technology in learning activities can also increase student interest and motivation. However, in the current digital era, both students and teachersare expected to be able to utilize technology in their daily activities. The use of technology in learning has a positive impact, such as increasing time and cost efficiency. Apart from that, learning Arabic will also be more interesting with digital technology, because students can deepen the material they are studying to achieve success in learning. The research results show that the use of technology in learning has a positive impact, such as increasing time and cost efficiency. Apartfrom that, learning Arabic will also be more interesting with digital technology, because students can deepen the material they are studying to achieve success in learning Arabic with the help of technology presented creatively by the teacher. This can also increase student motivation and make communication between friends easier, both for asking questions and discussing subject matter without needing to meet in person. On the other hand, the negative impact that may arise is a shift in the role of teachers, because students can learn independently anytime and anywhere without teacher supervision. This can cause apathy in students, potential addiction, and reduce closeness between teachers and students due to learning that is not carried out directly.Keywords : Arabic, Learning, Digital Technology