cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
DESIGNING COASTAL-STYLE BATIK FROM LASEM: THROUGH STYLIZATION BASED ON TREND FORECASTING Ardiyansyah Mega Sejati; Achmad Nur Kholis
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.85559

Abstract

Trend development is part of the industrial world, especially in fashion and textile production. Every period has changes in public interest regarding patterns, colours and styles in fashion. These changes must also be followed by the traditional textile industry such as the batik business. The utilisation of trend forecasting can be applied to artisans in various regions, such as in Lasem, which is known for its unique pesisiran-style motifs. The purpose of this research is to increase the diversification of Batik Lasem products using trend forecasting. The method used is art-based research, where the process of creating batik as an art product is supported by the data collection process. Some of the data collection techniques used are interviews, observations, and literature review. The result of the research found that the main characteristic of Lasem Batik is the coastal style that emphasises the typical visuals of coastal areas which are also influenced by Chinese culture. The natural and cultural potential is transformed into a motif with the Deep Blue Sea team that is attached to the Lasem regional identity. The process of transforming the source of ideas into visuals is made on the basis of trend forecasting, with the aim of increasing potential market interest.
ANALISIS PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PEMILIHAN WARNA RUMAH DAN DAMPAKNYA PADA LINGKUNGAN Agussalim Djirong; Faizal Erlangga Makawi
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.71575

Abstract

Pemilihan warna rumah menjadi hal yang paling sering diabaikan pada pemukiman padat di perkotaan. Kota Makassar khususnya pada pemukiman padat penduduk, memilik warna rumah yang sangat mencolok dan cenderung menggunakan warna primer dan sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat dan pengaruhnya pada pemilihan warna rumah di Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan survei secara online menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 66 responden terdapat 57,3 persen jawaban yang tidak benar. Meskipun pada pertanyaan pertama responden memilih warna netral sebanyak 72,3 persen dan 36,2 persen memilih warna putih. Setelah digali pemahaman dan dibandingkan pemilihan warna primer, sekunder, dan warna netral. Masyarakat cenderung memilih warna primer atau sekunder sebagai warna rumah. Hal inilah yang menjadi alasan dibalik beragamnya warna rumah di Kota Makassar khususnya pada pemukiman yang padat penduduk. Seharusnya pemilihan warna rumah memiliki aturan dimana penggunaan warna netral yang menjadi acuan. Sehingga apabila warna rumah secara keseluruhan adalah warna netral akan memberikan kesan pemukiman yang lebih tertata, dan memberikan dampak psikologi yang baik. Sehingga masyarkat akan meningkat kesadarannya untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka.
PROSES PERANCANGAN KOMIK BERBASIS SEQUENTIAL ART DALAM PENELITIAN DKV: STUDI KASUS KOMIK "PETUALANGAN TOALA: KAPAK BATU MALLAWA DALAM MIMPI TOALA" Faisal Faisal; Irfan Arifin
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.86228

Abstract

Proses perancangan komik dalam ranah Desain Komunikasi Visual (DKV) memerlukan pemahaman terstruktur agar pesan visual dan narasi tersampaikan secara efektif. Namun, penelitian DKV sering kali kekurangan dokumentasi standardisasi proses perancangan yang berbasis pada karya nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi proses perancangan komik dalam penelitian DKV dengan fokus pada tahapan perancangan, teknik, serta penerapan konsep desain. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif pada komik “Petualangan Toala: Kapak Batu Mallawa Dalam Mimpi Toala” karya Irfan Arifin dan Ika Herdiyanti. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan komikus, observasi draf visual (sketsa dan naskah), serta analisis dokumen karya final. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan komik ini mengintegrasikan tahapan pra produksi, produksi, dan pasca-produksi secara digital dengan menerapkan prinsip sequential art. Penerapan konsep desain seperti tata letak panel dinamis, tipografi kasual, dan palet warna kontekstual terbukti efektif memperkuat narasi petualangan dan nilai arkeologis/budaya di dalamnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan metodologis bagi pengajar, mahasiswa, dan praktisi DKV dalam merancang serta meneliti media komik.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TIPOGRAFI UNTUK PESERTA DIDIK Nana Annizar; Tangsi Tangsi; Irfan Irfan
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.64711

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengadaptasi model 4D oleh Thiagarajan dkk. (1974), dengan tujuan mendeskripsikan proses pengembangan modul ajar tipografi serta menghasilkan produk yang valid bagi peserta didik. Tahapan penelitian meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan development (pengembangan). Pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, observasi, dokumentasi, serta angket validasi oleh ahli materi dan ahli media. Data dianalisis menggunakan skala lima dengan Pendekatan Acuan Patokan (PAP) merujuk pada Widoyoko (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar tipografi memperoleh rata-rata skor 4,65 dari ahli materi pada aspek isi, tujuan, dan kualitas instruksional dengan kategori sangat baik dan layak digunakan dengan revisi. Sementara itu, penilaian ahli media memperoleh skor rata-rata 5 pada aspek kualitas teknis dengan kategori sangat baik dan dinyatakan layak tanpa revisi. Dengan demikian, modul ini layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran.
PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN ETNOPEDAGOGI PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA KOTA MAKASSAR Rahma M
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.84169

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers in implementing the ethnopedagogical approach in cultural arts learning at senior high schools in Makassar. This research employs a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation studies. The research subjects consisted of arts teachers and students from several schools, namely SMAN 3 Makassar, SMAN 5 Makassar, SMAN 8 Makassar, and SMAN 9 Makassar. The results indicate that cultural arts learning has begun to reflect ethnopedagogical principles, particularly in integrating local cultural values into the learning process. However, teachers' understanding of ethnopedagogy in lesson planning remains limited. Culture-based learning has been proven to enhance students' cultural identity awareness, foster pride in local heritage, and strengthen character development. Therefore, strengthening teacher competencies and developing supportive educational policies are necessary to ensure systematic and sustainable implementation of ethnopedagogy.
STUDY OF RANDOM LINES: EKSPERIMEN PENCIPTAAN KARYA SENI DRAWING KONTEMPORER MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN KOMPUTER Hadiyan Yusuf Kuntoro; Yusuf Ferdinan Yudhistira; Asha Bidar Chalookee
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.82983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kemampuan dalam menciptakan karya seni drawing menggunakan pengodean komputer dasar (basic coding) sebagai respons terhadap perkembangan new media art di era seni rupa kontemporer. Urgensi penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya akademisi seni di Indonesia yang mengeksplorasi coding dalam penciptaan karya seni drawing. Metode yang digunakan adalah practice-based research. Processing dipilih sebagai program pengodean yang digunakan karena mudah dipahami oleh pemula, dapat dioperasikan secara offline, serta didukung oleh referensi dan komunitas pengguna yang luas. Pada tahap eksperimen, dilakukan rangkaian percobaan untuk menemukan parameter visual yang proporsional, meliputi jenis garis, ketebalan garis, jarak margin, dan jumlah garis. Dari tahap evaluasi, ditetapkan 3 macam garis polikromatik yang digunakan, yaitu garis lurus acak, garis lengkung acak, dan garis horizontal-vertikal acak. Pada tahap finalisasi, parameter yang telah dirumuskan diterapkan dalam penciptaan karya final yang melibatkan 30.000 garis per karya. Dalam penelitian ini dihasilkan 5 karya seni drawing berjudul seri “Study of Random Lines” berukuran 3510 x 4950 piksel (A3 landscape, 300 ppi). Penelitian ini menunjukkan bahwa basic coding dapat menjadi pendekatan alternatif yang valid dalam penciptaan karya seni drawing di era seni rupa kontemporer.
VISUALISASI KEARIFAN LOKAL MELALUI BATIK CAP MOTIF PAPPASENG Aulia Evawani Nurdin; Hasnawati Hasnawati
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.79813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui perancangan dan pembuatan batik cap bermotif Pappaseng. Pappaseng sebagai petuah moral masyarakat Bugis dipadukan dengan motif budaya Toraja Pa’daun Paria serta simbol fauna berupa kelelawar, sehingga menghasilkan rancangan motif yang sarat makna filosofis. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Proses kreatif meliputi eksplorasi nilai budaya, stilasi visual, pembuatan canting cap berbahan karton, serta penerapan teknik batik cap melalui tahapan pengecapan, pewarnaan remasol, fiksasi, pelorodan, hingga pengeringan. Hasil penelitian berupa lembaran kain batik cap dengan motif Pappaseng yang menunjukkan orisinalitas melalui integrasi nilai budaya Bugis-Makassar dan Toraja. Penelitian ini menunjukkan bahwa batik cap dapat menjadi media pelestarian budaya sekaligus inovasi desain tekstil yang mengangkat nilai moral, simbolisme budaya, serta narasi visual yang kaya akan filosofi lokal.
PARTISIPASI DAN ANTUSIASME SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MENGGUNAKAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL WAYANG KARAKTER Rheza Safitri; Dia Ayu Nuril Hidayah; Wasis Wijayanto
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.81540

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterlibatan dan semangat belajar siswa dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang diintegrasikan dengan nilai budaya lokal melalui kegiatan proyek pembuatan wayang karakter di SD 1 Kaliwungu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa siswa kelas IV terlibat secara aktif serta memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti setiap proses pembelajaran, mulai dari tahap merancang desain, membuat pola wayang, mewarnai, hingga menampilkan karya mereka di depan kelas. Proyek pembuatan wayang karakter tidak hanya mengembangkan kemampuan berkreasi dan bekerja sama, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong, tanggung jawab, serta kebanggaan terhadap identitas budaya daerah. Walaupun terdapat hambatan seperti waktu pembelajaran yang terbatas dan perbedaan keterampilan menggambar siswa, pendekatan pembelajaran berbasis proyek tetap menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar serta memperkuat pemahaman siswa mengenai kearifan lokal di sekolah dasar.
PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN TENTANG KONSEP MENGGAMBAR ILUSTRASI BAGI SISWA KELAS VIII Suraeda Suraeda; Sukarman Sukarman; Alimuddin Alimuddin
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.85172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang modul pembelajaran tentang konsep menggambar ilustrasi bagi siswa kelas VIII di SMP Pesantren IMMIM Putra Makassar yang valid dan siap diuji coba. Latar belakang perancangan didasari adanya ketidaksesuaian antara isi bahan ajar yang tersedia dengan kebutuhan peserta didik yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang hanya melibatkan dua tahapan, yaitu analisis (analysis) dan perancangan (design). Pada tahap analisis, instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Sedangkan tahap perancangan,  instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu Focus Group Discussion (FGD), review ahli dan studi literatur. Pengambilan data pada Focus Group Discussion (FGD) diikuti oleh 1 dosen ahli dan 5 mahasiswa. Sedangkan teknik review ahli terdiri dari 1 dosen ahli materi, 1 dosen ahli media, dan 1 guru mata pelajaran seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada validasi ahli materi menyatakan perlunya penambahan konten pada program remedial dan pengayaan, sedangkan hasil validasi dari ahli media menunjukkan perlunya perbaikan pada bagian white space, cover dan penomoran halaman. Setelah rancangan modul direvisi sesuai dengan saran dan masukan dari validator serta dinyatakan valid, rancangan modul kemudian dievaluasi oleh guru mata pelajaran seni budaya untuk mendukung kevalidan dan kesiapan uji coba pada rancangan modul. Hasil evaluasi guru mata pelajaran seni budaya menunjukkan bahwa secara keseluruhan rancangan modul telah memenuhi indikator-indikator pada setiap aspek penilaian sehingga rancangan modul dianggap valid. Setelah melalui serangkaian proses revisi dan evaluasi, maka rancangan modul dinyatakan valid dan siap diuji coba.
VISUALISASI TOKOH TOPENG MALANGAN PANJI ASMOROBANGUN DALAM SENI VISUAL DIGITAL KARYA NADIA VINA MAHARANI Mega Julyartha; Dyaningrum Pradhikta
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.77040

Abstract

Merupakan proses analisis dari menciptakan karya untuk re-interpretasi atau pemaknaan ulang tokoh Topeng Malangan yaitu Panji Asmorobangun dalam karya seni visual digital Nadia Vina Maharani dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Topeng Malangan merupakan warisan budaya Jawa Timur yang sarat makna filosofis dan nilai spiritual, dan karya seni digital ini menjadi wadah budaya lokal dalam konteks visual yang modern. Analisis dilakukan terhadap elemen visual simbol seperti bunga krisan, rambut, mahkota, selendang, dan simbol lain dengan makna dari karakter tokoh Panji Asmorobangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna di balik simbol dalam seni digital “Panji Asmorobangun” karya Nadia sebagai salah satu alternatif dalam pelestarian budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual dalam karya ini mampu merepresentasikan makna simbolis dan menyampaikan pesan budaya di era digital. Dengan demikian, karya seni digital ini tidak hanya menjadi media pelestarian budaya lokal, tetapi juga wadah penampilan nilai-nilai tradisional dalam wacana seni modern.